Mata kuliah Ruang dan Perilaku membahas interaksi timbal balik antara lingkungan fisik (ruang) dan perilaku manusia, khususnya dalam konteks perencanaan wilayah dan kota. Pendekatan yang digunakan bersifat sosial-spasial, menekankan bahwa ruang bukan sekadar wadah netral (ruang hampa), melainkan produk sosial yang membentuk dan dibentuk oleh aktivitas manusia. Melalui materi ini, mahasiswa diharapkan mengembangkan “socio-spatial mind” dalam merencanakan kota, yaitu kemampuan memahami bagaimana perencana berpikir dan membuat keputusan tata guna lahan serta desain ruang publik untuk mencapai tujuan sosial, ekonomi, politik, dan lingkungan. Mata kuliah ini merujuk pada pemikiran tokoh-tokoh penting dalam studi ruang dan kota, antara lain Henri Lefebvre, Edward Soja, Yi-Fu Tuan, Kevin Lynch, Jane Jacobs, dan pakar lain pada bidang ini. Pendekatan pengajaran mencakup kuliah, diskusi, analisis bacaan, studi lapangan, serta penugasan reflektif agar mahasiswa dapat memahami bagaimana teori-teori ruang tersebut diaplikasikan dalam perencanaan yang nyata.