Mata kuliah ini menelaah dinamika kebijakan lingkungan hidup tidak sekadar sebagai instrumen teknis-administratif, melainkan sebagai produk dari kontestasi kepentingan politik, ekonomi, dan sosial yang kompleks. Mahasiswa akan diajak untuk membedah paradoks antara agenda pembangunan ekonomi dengan daya dukung ekologis (kelestarian alam). Fokus pembelajaran mencakup analisis kritis terhadap tata kelola lingkungan (environmental governance), relasi kuasa antar-aktor (negara, sektor privat, dan masyarakat sipil), serta efektivitas implementasi kebijakan dalam kerangka kebijakan dan sistem desentralisasi. Melalui pendekatan studi kasus kontekstual, mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan pisau analisis untuk memahami kesenjangan antara formulasi kebijakan formal dengan realitas struktural dan sosiologis di lapangan, guna merumuskan tata kelola publik yang berkeadilan dan berkelanjutan.