Mata kuliah Neurosains memberikan pemahaman mendasar tentang struktur dan fungsi sistem saraf manusia serta hubungannya dengan fungsi tubuh, khususnya dalam konteks fisioterapi. Isi mata kuliah mencakup anatomi dan fisiologi sistem saraf pusat dan perifer, mekanisme neurotransmisi, dasar-dasar neuroplastisitas, serta prinsip-prinsip integrasi sensorimotor. Tujuannya adalah agar mahasiswa mampu mengaplikasikan pengetahuan neurosains dalam menilai dan menangani gangguan neurologis, memahami dasar patologi kondisi saraf, serta merancang intervensi fisioterapi yang berbasis bukti ilmiah. Ruang lingkup meliputi neurosains klinis yang relevan dengan praktik fisioterapi, seperti mekanisme nyeri, kontrol motorik, pemulihan fungsi pasca cedera saraf, dan dampak penuaan pada sistem saraf.