Cross Cultural Film Interpretation adalah mata kuliah yang membekali mahasiswa dengan kemampuan menganalisis dan menafsirkan film sebagai teks budaya lintas konteks sosial, historis, ideologis, dan geopolitik. Mata kuliah ini menempatkan film sebagai medium representasi identitas, kekuasaan, gender, kelas, ras, lingkungan, dan nilai-nilai global. Pembelajaran dirancang berbasis case study, di mana mahasiswa mengkaji film-film dari berbagai budaya dan kawasan dunia untuk memahami bagaimana isu-isu Sustainable Development Goals (SDGs)—seperti kesetaraan gender (SDG 5), pengurangan ketimpangan (SDG 10), pendidikan berkualitas (SDG 4), perdamaian dan keadilan sosial (SDG 16), serta keberlanjutan lingkungan (SDG 13)—direpresentasikan, dinegosiasikan, atau diperdebatkan melalui narasi visual. Mata kuliah ini menekankan interpretasi kritis, dialog lintas budaya, dan kepekaan etis, sehingga mahasiswa tidak hanya mampu membaca film secara estetis, tetapi juga secara ideologis dan kontekstual dalam kerangka global dan lokal.