•  

Our Top Course
Pengembangan Media Foto
( 16 Sections)
 
Komunikasi Pembelajaran
( 16 Sections)
 

Profil Program Studi S1 Geofisika Unesa

 
Program Studi  :  S1 Geofisika
Tanggal Berdiri  :  7 Januari 2026
Koordinator Program Studi  :  MUHAMMAD NURUL FAHMI
Visi Misi & Tujuan Program Studi S1 Geofisika
Universitas Negeri Surabaya
Visi
Mengembangkan ilmu geofisika yang unggul dalam pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan dan mitigasi bencana kebumian, berorientasi techno-ecopreneurship dan berdaya saing global.
Misi
  1. Menyelenggarakan pendidikan geofisika berbasis sains terapan dan komputasi cerdas yang berkarakter, adaptif, dan berorientasi techno-ecopreneurship, didukung kurikulum yang relevan dan responsif terhadap perkembangan IPTEK serta kebutuhan industri.
  2. Melaksanakan penelitian geofisika berbasis sains terapan dan komputasi cerdas dalam bidang pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan dan mitigasi bencana kebumian yang inovatif dan bereputasi nasional maupun internasional.
  3. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat dan menghilirkan inovasi geofisika secara techno-ecopreneurship untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap bencana kebumian serta pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.
  4. Membangun kemitraan strategis dengan lembaga pemerintah, industri, serta institusi pendidikan dan riset di tingkat nasional dan internasional guna memperkuat mutu keilmuan dan daya saing global program studi.

Tujuan
  1. Menghasilkan lulusan geofisika yang berkarakter, profesional, berwawasan lingkungan, dan berorientasi techno-ecopreneurship, yang menguasai sains terapan dan komputasi cerdas serta berdaya saing global, dan siap berkontribusi dalam pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan dan mitigasi bencana kebumian.
  2. Menghasilkan penelitian dan inovasi geofisika berbasis sains terapan dan komputasi cerdas dalam bidang pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan dan mitigasi bencana kebumian, yang memperoleh rekognisi nasional dan internasional serta berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  3. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat dan menghilirkan inovasi geofisika secara techno-ecopreneurship untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap bencana kebumian serta pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.
  4. Membangun kemitraan strategis dengan lembaga pemerintah, industri, serta institusi pendidikan dan riset di tingkat nasional dan internasional untuk memperkuat penelitian, pengembangan, dan penerapan ilmu geofisika dalam pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan dan mitigasi bencana kebumian.
  5. Menghasilkan dan menjalankan kurikulum yang relevan dengan perkembangan IPTEK geofisika dan kebutuhan industri sehingga lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan tuntutan pasar kerja global.

Capaian Lulusan Program Studi S1 Geofisika
Universitas Negeri Surabaya
CPL-1 Mampu menunjukkan nilai-nilai agama, kebangsaan dan budaya nasional, serta etika akademik dalam melaksanakan tugasnya

CPL-2 Menunjukkan karakter tangguh, kolaboratif, adaptif, inovatif, inklusif, belajar sepanjang hayat, dan berjiwa kewirausahaan
Dibebankan pada matakuliah:

CPL-3 Mengembangkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan kreatif dalam melakukan pekerjaan yang spesifik di bidang keahliannya serta sesuai dengan standar kompetensi kerja bidang yang bersangkutan
Dibebankan pada matakuliah:

CPL-4 Mengembangkan diri secara berkelanjutan dan berkolaborasi.
Dibebankan pada matakuliah:

CPL-5 Menguasai prinsip sains dasar dan matematika untuk menyelesaikan permasalahan geofisika
Dibebankan pada matakuliah:

CPL-6 Menguasai konsep teoretis geofisika secara mendalam serta keterkaitannya dengan geologi, geokimia, geografi, geodesi, kebencanaan, komputasi, dan kecerdasan artifisial
Dibebankan pada matakuliah:

CPL-7 Menguasai konsep dan prinsip berbagai metode geofisika secara tepat
Dibebankan pada matakuliah:

CPL-8 Mampu melakukan observasi, akuisisi, pemrosesan, dan interpretasi data geofisika di laboratorium dan lapangan
Dibebankan pada matakuliah:

CPL-9 Mampu menerapkan teknologi, pemodelan, simulasi, dan komputasi cerdas untuk analisis bawah permukaan, mitigasi bencana kebumian, dan eksplorasi sumber daya alam secara berkelanjutan.
Dibebankan pada matakuliah:

CPL-10 Mampu mendiseminasikan gagasan dan/atau hasil riset geofisika dalam bentuk tulisan akademik maupun komunikasi secara lisan di tingkat nasional dan internasional
Dibebankan pada matakuliah:

Profil Lulusan Program Studi S1 Geofisika
Universitas Negeri Surabaya
  • Geosaintis Terapan (Eksplorasi & Survei)
    Mampu merancang, melaksanakan, dan menganalisis survei geofisika (seismik, gravitasi, geomagnet, geolistrik, dsb.) untuk eksplorasi dan karakterisasi sumber daya alam seperti energi, mineral, air tanah, panas bumi secara berkelanjutan, di industri, lembaga survei, dan konsultan.
  • Analis & Pemodel Data Geofisika
    Mampu mengolah, memodelkan, dan menginversi data geofisika menggunakan pemrograman, pemodelan numerik, dan kecerdasan artifisial/machine learning untuk menghasilkan interpretasi dan solusi berbasis data.
  • Praktisi Mitigasi Bencana Kebumian
    Mampu menerapkan ilmu geofisika untuk identifikasi, pemetaan, dan analisis risiko bencana kebumian (gempa, vulkanik, longsor, tsunami) serta mendukung sistem kesiapsiagaan, di lembaga seperti BMKG, BNPB/BPBD, PVMBG, dan konsultan kebencanaan.
  • Techno-ecopreneur Geosains
    Mampu merintis usaha berbasis jasa, data, atau teknologi geosains (survei, pemetaan, perangkat lunak/instrumentasi) yang berwawasan keberlanjutan, dengan memanfaatkan peluang serta kebutuhan masyarakat dan industri.
  • Akademisi/Pendidik & Asisten Peneliti
    Mampu melanjutkan studi atau karier akademik, mendiseminasikan ilmu geofisika, dan terlibat dalam riset terbimbing di perguruan tinggi maupun lembaga riset.
  • Wirausahawan

    Wirausahawan merupakan lulusan yang mampu menciptakan peluang usaha secara mandiri dan inovatif di bidang kebumian, teknologi lingkungan, atau jasa berbasis geofisika dan sains terapan. Lulusan ini dibekali dengan jiwa kewirausahaan, karakter tangguh, kemampuan adaptif, serta semangat kolaboratif yang ditanamkan melalui mata kuliah seperti Kewirausahaan, Magang, Kuliah Kerja Nyata (KKN), Seminar Proposal, dan Tugas Akhir. Dalam proses pembelajaran, mahasiswa didorong untuk mengembangkan ide bisnis berbasis teknologi, jasa survei kebumian, pengolahan data geospasial, hingga produk edukatif dan sosial berbasis kebencanaan dan lingkungan.

    Melalui pencapaian CPL 1 (nilai-nilai etika dan budaya), CPL 2 (karakter dan kewirausahaan), CPL 6 (berpikir kritis dan kreatif sesuai bidang), dan CPL 7 (pengembangan diri dan kolaborasi), lulusan mampu membangun dan mengelola usaha rintisan (startup) secara profesional dan berkelanjutan, serta berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja dan menyelesaikan persoalan masyarakat melalui pendekatan ilmiah.

    Lulusan dengan profil ini dapat mengembangkan usaha di berbagai sektor seperti jasa survei geofisika, konsultan lingkungan dan mitigasi bencana, edutech geosains, pengolahan citra dan data geospasial, pelatihan dan workshop kebumian, serta produk-produk berbasis teknologi tepat guna. Mereka juga dapat berperan sebagai inovator sosial maupun mitra strategis dalam program pemberdayaan masyarakat, proyek pemerintah, maupun lembaga swadaya masyarakat.

  • Data Scientist

    Lulusan Program Studi Geofisika UNESA dengan kompetensi data sains dipersiapkan untuk berkarier sebagai Data Scientist di berbagai sektor seperti perbankan, industri teknologi, energi, dan kebencanaan. Dengan dasar keilmuan geofisika terapan dan penguasaan statistik, pemodelan numerik, serta pemrograman (Python, MATLAB), lulusan mampu mengelola, menganalisis, dan memodelkan data spasial-temporal secara sistematis dan kritis. Kompetensi ini dibentuk melalui mata kuliah seperti Geostatistik, Pemrograman dan Komputasi Geofisika, Metode Inversi, Machine Learning untuk Geofisika, hingga Akuisisi Data dan Tugas Akhir berbasis riset. Didukung oleh CPL 1–9, lulusan memiliki keunggulan dalam integritas, kolaborasi multidisiplin, dan adaptasi teknologi, menjadikannya relevan dan kompetitif dalam ekosistem kerja berbasis data di tingkat nasional maupun global.

  • Pengajar

    Lulusan Program Studi Geofisika UNESA juga dipersiapkan untuk menjadi pengajar di berbagai jenjang pendidikan dan lembaga pelatihan sesuai dengan kualifikasi akademiknya, khususnya dalam bidang sains kebumian dan fisika terapan. Dengan landasan kuat dalam mata kuliah dasar seperti Kimia Dasar, Mekanika dan Termodinamika Dasar, Kalkulus untuk Geofisika, Listrik Magnet dan Optika Dasar, serta Deret dan Aljabar Linier, lulusan memiliki kemampuan konseptual yang luas dan terstruktur. Kompetensi pedagogis dan aplikatifnya semakin diperkuat melalui mata kuliah Mitigasi Bencana Kebumian dan Fungsi Khusus untuk Geofisika yang relevan dengan konteks pembelajaran sains kebumian di sekolah maupun lembaga non-formal. Proyek riset dalam Seminar Proposal dan Tugas Akhir mendorong kemampuan berpikir kritis, penyampaian ilmiah, serta penguasaan materi secara mendalam, menjadikan lulusan siap mengajar dengan pendekatan kontekstual, ilmiah, dan komunikatif. Berbasis Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) 1–10, lulusan memiliki karakter etis, adaptif, analitis, dan komunikatif yang dibutuhkan dalam dunia pendidikan.


Struktur Kurikulum S1 Geofisika
Universitas Negeri Surabaya

S1 Geofisika

Semester ke 1

Kode Mata Kuliah SKS Wajib?
3320103002 KALKULUS UNTUK GEOFISIKA 3.00
3320102003 KIMIA DASAR 3.00
3320103005 MEKANIKA DAN TERMODINAMIKA DASAR 4.00
1000002018 PANCASILA 2.00
1000002047 PENDIDIKAN JASMANI DAN KEBUGARAN 2.00
3320103004 PENGANTAR GEOFISIKA 3.00
3320103007 PENGANTAR SAINS DATA 3.00

Semester ke 2

Kode Mata Kuliah SKS Wajib?
100000202x Pendidikan Agama (Wajib memilih salah satu)
    -  Agama Islam
2.00
3320102056 ENGLISH FOR GEOPHYSCIS 2.00
3320103006 GEOFISIKA MATEMATIKA I 3.00
3320103011 GEOLOGI DASAR 3.00
1000002033 KEWARGANEGARAAN 2.00
3320103018 KOMPUTASI GEOFISIKA 3.00
3320104008 LISTRIK MAGNET DAN OPTIKA DASAR 4.00

Semester ke 3

Kode Mata Kuliah SKS Wajib?
3320103016 SEISMOLOGI DASAR 3.00
3320103012 GELOMBANG 3.00
3320103010 GEOFISIKA MATEMATIKA II 3.00
3320103055 GEOLOGI STRUKTUR 3.00
3320102001 GEOSTATISTIK 2.00
1000002176 KEWIRAUSAHAAN 2.00
3320103015 MITIGASI BENCANA KEBUMIAN 3.00
3320102013 PEMETAAN DAN GEOVISUALISASI 3.00

Semester ke 4

Kode Mata Kuliah SKS Wajib?
3320103023 AKUISISI DATA GEOFISIKA 3.00
1000002003 BAHASA INDONESIA 2.00
3320102009 KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM 2.00
3320103026 METODE GEOLISTRIK DAN ELEKTROMAGNETIK 3.00
3320103027 METODE GRAVITASI DAN MAGNETIK 3.00
3320103020 METODE INVERSI GEOFISIKA 2.00
3320103028 METODE SEISMIK 3.00
1000003182 METODOLOGI PENELITIAN 3.00

Semester ke 5

Paket matakuliah yang ditawarkan di semester 5 ini antara lain adalah
  • Paket Matakuliah Riset (2 SKS)
Kode Mata Kuliah SKS Wajib?
3320102017 STRUKTUR TEKTONIK INDONESIA 2.00
1000020158 BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF 2.00
1000020163 COMMUNICATION SKILLS 2.00
3320103031 EKSPLORASI SUMBER DAYA GEOFISIKA 3.00
3320103030 FISIKA BUMI DAN GEODINAMIKA 3.00
3320102040 GEOFISIKA LINGKUNGAN 2.00
3320102050 GEOWISATA 2.00
1000020161 KOMUNIKASI DAN KERJA TIM 2.00
1000002046 LITERASI DIGITAL 2.00
3320102036 PETROLOGI 2.00
MBKM0050 RISET PERENCANAAN PROGRAM 2.00
Matakuliah Riset
Kode Mata Kuliah SKS Wajib?
MBKM0049 RISET EVALUASI PROGRAM 2.00

Semester ke 6

Paket matakuliah yang ditawarkan di semester 6 ini antara lain adalah
  • Paket Matakuliah Magang (4 SKS)
Kode Mata Kuliah SKS Wajib?
3320102043 SEISMOTEKTONIK DAN GEODINAMIKA 2.00
1000020162 SOFTSKILLS 2.00
3320102042 BASISDATA GEOSPASIAL 2.00
3320102035 EKSPLORASI PANAS BUMI 2.00
3320102034 GEOLOGI MIGAS 2.00
1000004187 INTERNSHIP 4.00
3320103029 KECERDASAN ARTIFISIAL UNTUK GEOFISIKA 3.00
3320102051 MANAJEMEN PROYEK 2.00
3320102041 PEMODELAN GEOFISIKA LANJUT 2.00
3320102053 PEMROGRAMAN GEOFISIKA LANJUT 2.00
3320102049 PENGINDERAAN JAUH 2.00
3320103032 PENGOLAHAN SINYAL DIGITAL 3.00
3320102038 PETROFISIKA 2.00
Matakuliah Magang
Kode Mata Kuliah SKS Wajib?
MBKM0051 MAGANG EVALUASI PROGRAM 2.00
MBKM0052 MAGANG PERENCANAAN PROGRAM 2.00

Semester ke 7

Kode Mata Kuliah SKS Wajib?
3320102044 SEISMIK REFLEKSI DAN REFRAKSI 2.00
3320102045 TEKNOLOGI PERINGATAN DINI BENCANA 2.00
3320102048 VULKANOLOGI 2.00
3320103022 ANALISIS DAN MANAJEMEN RISIKO MULTIBENCANA 2.00
3320102033 DESAIN REKAYASA GEOFISIKA 2.00
3320102046 DINAMIKA SISTEM BUMI DAN KEBENCANAAN 2.00
3320102039 EKSPLORASI AIR TANAH 2.00
3320102037 EKSPLORASI GEOFISIKA KELAUTAN 2.00
3320102054 KOMPUTASI BIG DATA GEOFISIKA 2.00
3320102047 METEOROLOGI DAN KLIMATOLOGI 2.00
3320102052 PEMBELAJARAN MESIN UNTUK GEOFISIKA 2.00

Semester ke 8

Kode Mata Kuliah SKS Wajib?
1000002104 SEMINAR PROPOSAL TUGAS AKHIR 2.00
1000004105 TUGAS AKHIR 4.00
Evaluasi Kurikulum Program Studi S1 Geofisika
Universitas Negeri Surabaya

A. Evaluasi Kurikulum

1. Landasan dan Pendekatan Evaluasi

Evaluasi kurikulum Program Studi S1 Geofisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Surabaya dilaksanakan untuk memastikan bahwa kurikulum yang disusun memiliki keselarasan vertikal yang utuh, mulai dari visi keilmuan, misi, tujuan, profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan, bahan kajian, hingga mata kuliah, sekaligus memenuhi rujukan eksternal yang berlaku. Mengingat program studi ini baru dibuka pada 7 Januari 2026 melalui Surat Keputusan Rektor Universitas Negeri Surabaya Nomor 59/UN38/HK/2026 dan memperoleh akreditasi pertama dari Lembaga Akreditasi Mandiri Sains Alam dan Ilmu Formal melalui Surat Keputusan Nomor 003/SK/LAMSAMA/Akred-M/S/III/2026, serta belum meluluskan mahasiswa, evaluasi yang dilakukan saat ini difokuskan pada evaluasi kesesuaian, yakni pemetaan dan penyelarasan dokumen kurikulum terhadap standar dan kebutuhan. Evaluasi yang bertumpu pada hasil pembelajaran dan keterserapan lulusan dirancang sebagai mekanisme berkala yang akan dijalankan ketika data telah tersedia, sehingga tidak ada capaian berbasis lulusan yang diklaim pada tahap ini.

Evaluasi kesesuaian ini berpijak pada sejumlah rujukan utama. Capaian pembelajaran ranah sikap dan keterampilan umum diturunkan dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Rumusan profil lulusan, capaian pembelajaran, dan bahan kajian mengacu pada hasil Lokakarya Asosiasi Penyelenggara Pendidikan Geofisika Indonesia tanggal 13–14 Juli 2023 sebagaimana ditetapkan dalam Surat Keterangan Nomor 066/APPGI/SK/ADM/VII/2023, serta penegasan bahwa Program Studi Geofisika termasuk rumpun Ilmu Alam dengan gelar Sarjana Sains sebagaimana dinyatakan dalam Surat Keterangan Nomor 067/APPGI/SK/ADM/VII/2023. Jenjang kualifikasi mengikuti Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia Level 6, dan keseluruhan struktur diselaraskan dengan instrumen akreditasi LAMSAMA yang berlaku.

2. Kesesuaian Profil Lulusan

Asosiasi Penyelenggara Pendidikan Geofisika Indonesia menetapkan tiga profil lulusan sebagai baseline, yaitu lulusan yang mampu melakukan akuisisi, pengolahan, dan interpretasi data geofisika berdasarkan pemahaman fenomena geologi dan proses fisika terkait; lulusan yang mampu membuat model kebumian berdasarkan analisis data geofisika; serta lulusan yang mampu bekerja secara mandiri, berkelompok, dan lintas disiplin dengan menegakkan etika dan integritas. Ketiga profil baseline tersebut telah tertutup sepenuhnya oleh profil lulusan program studi, yang menempatkan kemampuan akuisisi dan interpretasi data pada profil Geosaintis Terapan dan Analis serta Pemodel Data Geofisika, kemampuan pemodelan kebumian pada profil Analis dan Pemodel Data Geofisika berbasis komputasi cerdas, serta kemampuan kerja kolaboratif dan etika yang tertanam lintas seluruh profil melalui capaian pembelajaran ranah sikap dan keterampilan umum. Di atas baseline tersebut, program studi menambahkan kekhasan berupa profil Praktisi Mitigasi Bencana Kebumian dan profil Techno-ecopreneur Geosains. Penambahan profil ini merupakan bentuk kekhasan yang sah dan melampaui ketentuan minimum, dengan catatan bahwa dasar perumusannya bersandar pada analisis kebutuhan pemangku kepentingan dan penelusuran pembanding program studi sejenis, bukan pada studi penelusuran lulusan, karena program studi belum meluluskan mahasiswa.

3. Kesesuaian Capaian Pembelajaran Lulusan

Capaian pembelajaran lulusan program studi yang berjumlah sepuluh butir dipetakan terhadap sumber rujukannya. Capaian pembelajaran ranah sikap dan keterampilan umum diturunkan langsung dari Standar Nasional Pendidikan Tinggi, sedangkan capaian pembelajaran ranah pengetahuan dan keterampilan khusus diserap dari Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia Level 6 dan rumusan Asosiasi Penyelenggara Pendidikan Geofisika Indonesia. Hasil pemetaan menunjukkan keseluruhan butir telah selaras dengan rujukan. Perlu ditegaskan bahwa rumusan Asosiasi Penyelenggara Pendidikan Geofisika Indonesia menempatkan komputasi cerdas dan kecerdasan artifisial pada bahan kajian Geosain bidang geokomputasi, bukan pada capaian pembelajaran. Oleh karena itu, muatan komputasi cerdas pada capaian pembelajaran lulusan kesembilan diposisikan sebagai penambahan kekhasan program studi di atas baseline, yang menjadi penanda keunggulan keilmuan dan bukan merupakan kewajiban yang ditetapkan oleh asosiasi. Pemosisian ini penting agar penilaian keselarasan dapat dilakukan secara jujur dan proporsional.

4. Kesesuaian Bahan Kajian dan Pemenuhan Ambang APPGI

Bahan kajian dipetakan ke dalam lima kategori sesuai kerangka Asosiasi Penyelenggara Pendidikan Geofisika Indonesia, yaitu Matematika dan Sains Dasar, Geofisika sebagai bahan kajian inti, Geosain sebagai bahan kajian pendukung, Terapan dan Rekayasa, serta Lainnya yang mencakup humaniora dan penunjang. Dua ambang minimum yang bersifat wajib telah dipenuhi, yaitu bahan kajian Matematika dan Sains Dasar yang menempati sekitar dua puluh koma delapan persen dari beban kelulusan dan bahan kajian Geofisika inti yang menempati sekitar enam belas koma tujuh persen, sehingga subtotal kompetensi inti mencapai sekitar tiga puluh tujuh koma lima persen dari total seratus empat puluh empat satuan kredit semester. Pemenuhan ambang Matematika dan Sains Dasar bertumpu pada penghitungan konten geologi dan geodinamika sebagai bagian sains dasar, sejalan dengan cakupan yang ditetapkan asosiasi. Mengingat margin pemenuhan ambang ini relatif tipis, komposisi mata kuliah yang menyusun bahan kajian sains dasar perlu dijaga konsistensinya, dan denominator persentase akan diselaraskan dengan pedoman Asosiasi Penyelenggara Pendidikan Geofisika Indonesia dan LAMSAMA yang berlaku.

5. Kepatuhan terhadap Ketentuan Penyusunan Bahan Kajian

Kurikulum disusun dengan mematuhi seluruh ketentuan penyusunan bahan kajian yang ditetapkan asosiasi. Kompetensi inti minimum berupa bahan kajian Matematika, Sains Dasar, dan Geofisika disediakan sebagai mata kuliah wajib dengan proporsi yang memenuhi ambang. Pengelompokan mata kuliah ke dalam mata kuliah wajib dan pilihan ditetapkan sebagai kebijakan program studi, yang diwujudkan melalui struktur mata kuliah wajib disertai tiga jalur peminatan dan kelompok pilihan umum. Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka tidak diterapkan pada mata kuliah kompetensi inti, melainkan hanya pada blok magang, sehingga keutuhan kompetensi inti tetap terjaga. Program studi juga menyediakan mata kuliah yang memuat materi komunikasi efektif, yang ditegaskan pada mata kuliah Metodologi Penelitian dan sekaligus menjadi rumah utama capaian pembelajaran ranah diseminasi. Sehubungan dengan bahan kajian Terapan, kerangka asosiasi mencantumkan Kuliah Lapangan; pada kurikulum ini komponen lapangan ditempatkan secara melekat pada mata kuliah metode geofisika sehingga perlu ditegaskan eksplisit dalam rencana pembelajaran semester agar pemenuhannya terdokumentasi.

6. Keterlacakan Vertikal Kurikulum

Keterlacakan vertikal diuji dengan memastikan tidak terdapat capaian pembelajaran yang tidak ditopang mata kuliah dan tidak terdapat profil lulusan yang tidak didukung capaian pembelajaran. Hasil pemeriksaan matriks menunjukkan kesepuluh capaian pembelajaran lulusan telah tertopang oleh mata kuliah penopangnya, dan ketiga Kelompok Bidang Keahlian, yaitu Eksplorasi dan Sumber Daya, Geokomputasi dan Pemodelan, serta Mitigasi Bencana Kebumian, memiliki mata kuliah sintesis wajib yang setara serta jalur pilihan yang setara. Kekhasan komputasi cerdas tidak hadir pada rumusan visi sebagai domain, melainkan berperan sebagai basis metodologis yang berakar di mata kuliah wajib lintas bidang keahlian dan menjadi identitas pada jalur Geokomputasi, sehingga keunggulan keilmuan program studi dapat ditelusuri secara konsisten dari visi hingga mata kuliah.

7. Temuan dan Rencana Tindak Lanjut

Evaluasi kesesuaian menghasilkan sejumlah temuan yang menjadi dasar perbaikan berkelanjutan. Pertama, margin pemenuhan ambang bahan kajian sains dasar tergolong tipis sehingga komposisi mata kuliah geologi dan geodinamika sebagai sains dasar perlu dijaga dan pemetaannya didokumentasikan. Kedua, komponen lapangan pada capaian pembelajaran keterampilan khusus perlu dipertegas dalam rencana pembelajaran semester mata kuliah metode. Ketiga, kapasitas sumber daya dosen perlu diperkuat secara terencana agar sebanding dengan struktur tiga bidang keahlian, dan rencana penguatan tersebut sebaiknya disertakan sebagai dokumen pendukung. Keempat, beban magang yang dilaksanakan secara paruh semester memerlukan justifikasi konversi jam satuan kredit semester. Kelima, selisih satuan kredit semester dan denominator persentase bahan kajian perlu direkonsiliasi terhadap dokumen sumber. Seluruh temuan ini menjadi masukan bagi mekanisme evaluasi kurikulum berkala.

8. Kerangka Evaluasi Kurikulum Berkala

Selain evaluasi kesesuaian, program studi menetapkan kerangka evaluasi kurikulum yang dijalankan secara berkala dan berjenjang. Pada tataran mikro, evaluasi mata kuliah dilakukan setiap semester melalui peninjauan rencana pembelajaran semester, analisis asesmen, dan umpan balik mahasiswa. Pada tataran meso, evaluasi ketercapaian capaian pembelajaran lulusan dilakukan setiap tahun akademik melalui pemetaan asesmen mata kuliah dan audit mutu internal. Pada tataran makro, peninjauan kurikulum secara menyeluruh dilakukan secara berkala dalam rentang empat hingga lima tahun atau sewaktu terjadi perubahan regulasi maupun kebutuhan, dengan melibatkan pemangku kepentingan internal dan eksternal. Evaluasi yang bertumpu pada lulusan, yang mencakup studi penelusuran lulusan dan kepuasan pengguna lulusan, baru dapat menghasilkan data setelah lulusan pertama, yang diperkirakan terjadi pada sekitar tahun 2030. Pemangku kepentingan yang dilibatkan meliputi dosen, koordinator program studi, dan gugus penjaminan mutu di lingkup internal, serta pengguna lulusan dari industri energi, mineral, dan jasa survei, lembaga kebencanaan seperti Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, asosiasi profesi, alumni setelah tersedia, serta mitra dan pakar di lingkup eksternal. Indikator keberhasilan evaluasi pada tahap awal mencakup persentase ketercapaian capaian pembelajaran, kesesuaian rencana pembelajaran semester, dan tingkat kepuasan mahasiswa, yang kemudian dilengkapi indikator berbasis lulusan setelah data tersedia. Rangkaian evaluasi ini diselaraskan dengan tahapan pengembangan program studi, sehingga pada periode fondasi difokuskan pada evaluasi mata kuliah dan capaian pembelajaran serta penyiapan instrumen, pada periode penguatan dilakukan peninjauan kurikulum pertama dan pelaksanaan studi penelusuran lulusan perdana, dan pada periode pemantapan dilakukan peninjauan berbasis data lulusan dan pengguna lulusan.

B. Tracer Study

1. Status Data dan Kedudukan Dokumen

Program Studi S1 Geofisika dibuka pada Januari 2026 dan belum meluluskan mahasiswa. Oleh karena itu, dokumen studi penelusuran lulusan ini tidak memuat data hasil apa pun, baik jumlah responden, masa tunggu kerja, tingkat keterserapan, maupun tingkat kepuasan pengguna lulusan. Yang disajikan adalah instrumen, metodologi, kerangka analisis, dan rencana pelaksanaan yang telah disiapkan secara matang sehingga siap dijalankan ketika lulusan pertama tersedia, yang diperkirakan terjadi pada sekitar tahun 2030. Penyajian data studi penelusuran lulusan baru akan dilakukan setelah pengumpulan data secara aktual, sehingga kesiapan instrumen inilah yang menjadi bukti kesungguhan program studi pada tahap awal pendiriannya.

2. Tujuan dan Ruang Lingkup

Studi penelusuran lulusan bertujuan memperoleh umpan balik dari lulusan dan pengguna lulusan guna mengukur relevansi kurikulum terhadap dunia kerja dan studi lanjut, menilai ketercapaian profil lulusan dan capaian pembelajaran di lapangan, serta menyediakan dasar empiris bagi peninjauan kurikulum berkala. Ruang lingkup studi mencakup dua kelompok responden, yaitu lulusan atau alumni sebagai sumber informasi mengenai perjalanan karier dan relevansi kompetensi, serta pengguna lulusan, yakni atasan atau institusi tempat alumni bekerja, sebagai sumber penilaian kinerja lulusan.

3. Metodologi

Studi penelusuran lulusan dirancang menggunakan pendekatan sensus terhadap seluruh lulusan pada setiap angkatan, sementara pengguna lulusan ditelusuri melalui instansi tempat alumni bekerja. Pengukuran terhadap lulusan dilakukan pada rentang sekitar satu hingga dua tahun setelah kelulusan, sesuai praktik umum studi penelusuran lulusan, dengan jeda waktu yang akan disesuaikan terhadap ketentuan LAMSAMA dan kebijakan universitas. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring yang ditunjang wawancara atau konfirmasi melalui telepon untuk meningkatkan tingkat pengembalian. Instrumen menggunakan kombinasi pertanyaan tertutup, skala penilaian satu sampai lima, dan pertanyaan terbuka. Target tingkat pengembalian ditetapkan oleh program studi dan akan diselaraskan dengan standar yang berlaku. Analisis dilakukan secara deskriptif untuk data kuantitatif dan secara kualitatif untuk jawaban terbuka.

4. Instrumen Penelusuran Lulusan

Instrumen bagi lulusan terdiri atas dua bagian. Bagian pertama menggali identitas dan data pekerjaan, yang mencakup tahun masuk dan tahun lulus, indeks prestasi, status terkini berupa bekerja, berwirausaha, melanjutkan studi, atau sedang mencari kerja, masa tunggu memperoleh pekerjaan pertama, nama instansi dan jabatan, bidang pekerjaan, tingkat kesesuaian pekerjaan dengan bidang geofisika, serta cakupan tempat kerja pada tingkat lokal, nasional, atau internasional. Bagian kedua menilai relevansi kompetensi yang dipetakan langsung ke capaian pembelajaran lulusan, sehingga setiap butir umpan balik dapat ditelusuri ke capaian pembelajaran yang sesuai. Aspek yang dinilai meliputi etika, integritas, dan profesionalisme kerja yang terkait capaian pembelajaran sikap; penguasaan sains dasar dan matematika geofisika; pemahaman konsep dan metode geofisika; kemampuan akuisisi, pemrosesan, dan interpretasi data baik di laboratorium maupun di lapangan; kemampuan pemodelan, simulasi, dan komputasi cerdas; kemampuan komunikasi ilmiah lisan dan tulisan; kemampuan berpikir kritis serta bekerja mandiri dan kolaboratif; dan orientasi kewirausahaan. Bagian terbuka menggali kompetensi yang dirasa kurang dibekali, mata kuliah yang paling dan kurang relevan, serta saran perbaikan kurikulum dan fasilitas.

5. Instrumen Pengguna Lulusan

Instrumen bagi pengguna lulusan diisi oleh atasan atau penyelia di tempat alumni bekerja dan menilai kinerja lulusan pada tujuh aspek dengan skala penilaian satu sampai lima, yaitu etika, keahlian pada bidang ilmu geofisika, kemampuan berbahasa asing, penggunaan teknologi informasi dan komputasi, kemampuan berkomunikasi, kerja sama tim, dan pengembangan diri. Ketujuh aspek tersebut mengikuti kerangka penilaian pengguna lulusan yang lazim digunakan pada instrumen akreditasi di Indonesia, dan redaksinya akan disesuaikan dengan instrumen LAMSAMA yang berlaku.

6. Kerangka Analisis dan Pemanfaatan Hasil

Hasil studi penelusuran lulusan dianalisis pada beberapa dimensi. Dimensi keterserapan menelaah persentase lulusan yang bekerja, berwirausaha, atau melanjutkan studi, beserta distribusi masa tunggu kerja. Dimensi relevansi menelaah rata-rata skor kesesuaian bidang dan memetakan skor kompetensi ke capaian pembelajaran untuk mengidentifikasi capaian pembelajaran yang lemah pemenuhannya di lapangan. Dimensi kepuasan pengguna menelaah rata-rata setiap aspek penilaian guna mengidentifikasi aspek dengan skor terendah sebagai prioritas perbaikan. Seluruh temuan kemudian dijadikan masukan bagi mekanisme peninjauan kurikulum berkala, sehingga umpan balik dunia kerja secara langsung memengaruhi penyempurnaan profil lulusan, capaian pembelajaran, dan struktur mata kuliah.

7. Rencana Pelaksanaan

Pelaksanaan studi penelusuran lulusan diselaraskan dengan tahapan pengembangan program studi. Pada periode 2026 hingga 2029, kegiatan difokuskan pada penyusunan dan uji coba instrumen serta penyiapan basis data alumni, mengingat belum ada lulusan. Pada sekitar tahun 2030, ketika lulusan pertama tersedia, dilaksanakan studi penelusuran lulusan perdana. Pada periode 2031 hingga 2032, studi penelusuran dilanjutkan pada angkatan berikutnya dan dilengkapi survei pengguna lulusan. Pada periode 2033 hingga 2035, dilakukan analisis kecenderungan lintas angkatan yang menjadi dasar peninjauan kurikulum yang lebih matang. Dengan demikian, seluruh angka dan kategori dalam dokumen ini berkedudukan sebagai rancangan, dan tidak ada hasil studi penelusuran lulusan yang disajikan sampai pengumpulan data secara aktual dimulai.

Rekap CPL Program Studi S1 Geofisika
Universitas Negeri Surabaya
Nama Matakuliah Sks Capaian Lulusan (CPL) Total
CPL1CPL2CPL3CPL4CPL5CPL6CPL7CPL8CPL9CPL10
Geologi Dasar 3 40% 60% 100 %
Landasan Perancangan Kurikulum Program Studi S1 Geofisika
Universitas Negeri Surabaya

Pengembangan kurikulum merupakan tanggung jawab sekaligus hak strategis setiap perguruan tinggi dalam menentukan arah pendidikan yang sesuai dengan visi institusi. Meskipun demikian, proses ini harus berlandaskan pada nilai-nilai, norma, serta regulasi yang berlaku secara nasional, seperti yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan dijabarkan lebih lanjut dalam Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti). Berdasarkan ketentuan tersebut, struktur kurikulum program studi harus mencakup empat komponen utama, yakni: sikap, keterampilan umum, pengetahuan, dan keterampilan khusus.

Dokumen kurikulum program studi disusun sebagai sarana untuk merumuskan kompetensi lulusan yang tidak hanya terampil dalam bidang keilmuan, tetapi juga memiliki kecakapan abad ke-21. Kurikulum diarahkan untuk membentuk lulusan yang mampu mengintegrasikan kemampuan belajar dan berinovasi (learning and innovation skills), keterampilan dalam mengakses dan memanfaatkan teknologi serta media informasi (information, media, and technology skills), serta kecakapan hidup dan pengembangan karir (life and career skills). Selain itu, mahasiswa juga didorong menjadi pembelajar sepanjang hayat (lifelong learners) yang siap beradaptasi dalam dunia yang terus berubah.

Aspek sikap dalam kurikulum Program Studi S1 Geofisika dikembangkan tidak hanya untuk memenuhi kerangka KKNI terkait kepribadian dan etika profesi, tetapi juga sejalan dengan nilai-nilai dasar Universitas Negeri Surabaya (UNESA) yang dikenal sebagai UNESA TANGKAAS REK: Tangguh, Kolaboratif, Adaptif, Inovatif, Inklusif, Pembelajar Sepanjang Hayat, dan Berbasis Kewirausahaan. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi dalam membentuk kurikulum yang tangguh, yakni kurikulum yang mampu memberikan bekal menyeluruh bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan kehidupan masa depan. Untuk itu, pengembangan kurikulum dilakukan melalui proses yang mengedepankan prinsip-prinsip relevansi, fleksibilitas, kesinambungan, efisiensi, dan efektivitas, selaras dengan misi UNESA sebagai universitas kependidikan yang tangguh, adaptif, dan inovatif yang berbasis kewirausahaan. Pengembangan kurikulum Program Studi Geofisika dilakukan dengan memperhatikan berbagai landasan normatif dan kontekstual, yang menjadi dasar bagi perumusan visi, misi, capaian pembelajaran, serta struktur kurikulum. Landasan-landasan ini meliputi aspek filosofis, sosiologis, yuridis, psikologis, historis, dan nilai-nilai institusi, yang saling terkait dan mendukung pembentukan lulusan yang tangguh, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Landasan Filosofis

Landasan filosofis memberikan kerangka berpikir yang mendasar dalam setiap tahapan pengembangan kurikulum, mulai dari perancangan, implementasi, hingga evaluasi dan peningkatan kualitas pembelajaran. Seperti yang dikemukakan oleh Ornstein & Hunkins (2014), landasan ini menjadi pijakan untuk memahami bagaimana pengetahuan dikaji dan dipelajari agar mahasiswa tidak hanya menguasai ilmu, tetapi juga mampu memahami makna kehidupan dan meningkatkan kualitas hidupnya, baik secara pribadi maupun dalam konteks sosial (Zais, 1976). Dalam konteks Program Studi S1 Geofisika, landasan filosofis dipahami sebagai hasil dari proses berpikir kritis, logis, analitis, dan sistematis, yang menjadi dasar dalam menyusun dan mengembangkan kurikulum secara berkelanjutan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa setiap inovasi kurikulum yang dilakukan tidak hanya responsif terhadap kebutuhan zaman, tetapi juga berakar pada nilai-nilai dasar pendidikan yang diyakini kebenarannya dari sudut pandang keilmuan dan kemanusiaan.

Pengembangan kurikulum Program Studi S1 Geofisika didasarkan pada filosofi pendidikan yang mengakomodasi berbagai aliran seperti esensialisme (penguatan kompetensi dasar), eksperimentalisme (inovasi dalam praktik lapangan dan teknologi), serta rekonstruksionisme (peran geofisika dalam membangun masyarakat tangguh terhadap bencana dan perubahan iklim). Semua pendekatan ini diarahkan untuk mendukung visi program studi dalam mencetak lulusan yang unggul dalam bidang geosains terapan, berwawasan lingkungan, serta memiliki kepedulian sosial dan integritas moral. Program Studi S1 Geofisika UNESA mengembangkan kurikulum yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan sains kebumian, tetapi juga pada pembentukan karakter ilmuwan yang humanis dan bertanggung jawab. Hal ini sejalan dengan visi institusi untuk menjadi universitas yang tangguh, adaptif, dan inovatif berbasis kewirausahaan, serta memperkuat posisi prodi sebagai kontributor utama dalam pendidikan geosains yang relevan dengan kebutuhan lokal, nasional, dan global.

Landasan Sosiologis

Landasan sosiologis berperan penting dalam pengembangan kurikulum karena memberikan orientasi terhadap dimensi sosial, budaya, dan kemasyarakatan dari proses pendidikan. Kurikulum tidak hanya berfungsi sebagai perangkat akademik, tetapi juga sebagai wahana untuk mentransformasikan nilai-nilai sosial, budaya, dan kehidupan bermasyarakat secara berkelanjutan. Seperti yang ditegaskan oleh Ornstein dan Hunkins (2014), kurikulum harus mencakup tujuan, materi, metode, dan lingkungan belajar yang selaras dengan perkembangan pribadi dan sosial peserta didik. Dalam konteks globalisasi yang semakin mendominasi pola hidup masyarakat, pendidikan memiliki tanggung jawab untuk menjaga keberlanjutan nilai-nilai budaya lokal yang semakin terpinggirkan. Menurut Ascher dan Heffron (2010), penting untuk memahami dampak negatif globalisasi terhadap praktik budaya dan keyakinan individu, sehingga pendidikan harus mampu menjadi benteng pelindung martabat dan identitas budaya bangsa. Hal ini didukung oleh Plafreyman (2007) yang menyatakan bahwa pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam merancang kurikulum yang tidak hanya mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memfasilitasi pemahaman dan penghargaan terhadap keberagaman budaya peserta didik.

Bagi Program Studi S1 Geofisika, hal ini sangat relevan karena mahasiswa berasal dari berbagai latar belakang sosial-budaya, dan kelak akan terjun ke lapangan dengan tantangan geospasial dan sosial yang beragam. Oleh karena itu, kurikulum harus dirancang agar mampu membentuk lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga memiliki kelincahan budaya (cultural agility) — yaitu kemampuan untuk memahami, menyesuaikan, dan berintegrasi dalam keragaman budaya di masyarakat lokal maupun global. Kompetensi ini mencakup kemampuan minimisasi budaya (pengendalian diri dalam interaksi lintas budaya), adaptasi budaya (penyesuaian terhadap nilai dan norma baru), dan integrasi budaya (menggabungkan nilai-nilai lokal dengan konteks global). Lebih jauh, pemikiran ini sejalan dengan prinsip “Tri-Kon” dari Ki Hadjar Dewantara: kontinu, konvergen, dan konsentris—yang menekankan pentingnya kesinambungan antara pendidikan dan budaya. Program Studi S1 Geofisika mengadopsi prinsip ini dalam kurikulumnya dengan menjadikan ilmu geofisika sebagai alat untuk memecahkan persoalan sosial dan lingkungan dalam masyarakat. Oleh karena itu, materi pembelajaran dan kegiatan akademik dirancang tidak hanya berdasarkan teori ilmiah, tetapi juga mempertimbangkan konteks lokal (local content) dan kebutuhan masyarakat global sebagai pengguna kompetensi lulusan. Dengan demikian, kurikulum Program Studi S1 Geofisika dituntut untuk menjawab tantangan sosial dan budaya masa kini, membekali mahasiswa dengan wawasan lintas budaya, dan membentuk lulusan yang adaptif serta berdaya saing dalam tataran nasional dan internasional.

Landasan Yuridis (Hukum)

Pedoman Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi Kurikulum ini disusun berdasarkan peraturan dan kebijakan yang berlaku meliputi: 

  1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
  2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4586);
  3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 158, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5336); 
  4. Peraturan pemerintah Republik Indonesia No. 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan;
  5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Pendidikan Tinggi;
  6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 37 Tahun 2022 tentang Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum Universitas Negeri Surabaya;
  7. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI);
  8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2013 tentang Penerapan KKNI Bidang Perguruan Tinggi;
  9. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 6 tahun 2022 tentang Ijazah, Sertifikat Kompetensi, Sertifikat Profesi, Gelar, dan Kesetaraan Ijazah Perguruan Tinggi Negara Lain;
  10. Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia No. 123 Tahun 2019 tentang Magang dan Pengakuan Satuan Kredit Semester Magang Industri untuk Program Sarjana dan Sarjana Terapan; Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 7 Tahun 2020 tentang Pendirian Perubahan, Pembubaran Perguruan Tinggi Negeri, dan Pendirian, Perubahan, Pencabutan Izin Perguruan Tinggi Swasta;
  11. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia No. 13 Tahun 2022 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2020 Tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-2024;
  12. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti;
  13. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi;
  14. Peraturan Rektor Universitas Negeri Surabaya No. 15 Tahun 2023 tentang Kurikulum Universitas Negeri Surabaya;
  15. Rencana Strategis Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi 2020-2024;
  16. Rencana Strategis (Renstra) Universitas Negeri Surabaya PTNBH 2020-2025;
  17. Rencana Pengembangan Jangka Panjang (RPJP) Universitas Negeri Surabaya 2022-2045;
  18. Rencana Strategis (Renstra) FMIPA 2024-2029.

Landasan Psikologis

Landasan psikologis dalam pengembangan kurikulum berkaitan erat dengan pemahaman terhadap karakteristik peserta didik sebagai individu yang sedang berada dalam proses perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dalam konteks pendidikan tinggi, khususnya pada jenjang sarjana, mahasiswa berada pada tahap perkembangan yang memungkinkan mereka untuk berpikir secara abstrak, reflektif, serta mampu memecahkan masalah secara sistematis dan logis. Oleh karena itu, kurikulum Program Studi Geofisika perlu dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan perkembangan mental dan potensi belajar mahasiswa secara menyeluruh.

Program Studi Geofisika memiliki karakteristik yang khas, yakni menuntut penguasaan konsep-konsep fisika dan matematika yang kompleks, keterampilan dalam analisis data spasial dan temporal, serta ketangguhan dalam praktik lapangan. Untuk itu, pendekatan psikologis dalam pengembangan kurikulum diarahkan pada penciptaan lingkungan belajar yang mampu merangsang berpikir kritis, kemampuan visualisasi spasial, pemecahan masalah, serta pengambilan keputusan berbasis data. Selain itu, aspek afektif seperti ketelitian, ketekunan, dan kepedulian terhadap lingkungan juga dikembangkan melalui berbagai aktivitas pembelajaran kontekstual dan berbasis proyek (project-based learning).

Pendekatan student-centered learning menjadi landasan dalam perancangan kurikulum, yang memungkinkan mahasiswa berperan aktif dalam proses belajar, mengeksplorasi fenomena geofisika secara mandiri maupun kolaboratif, serta mengembangkan potensi diri sesuai dengan gaya belajar masing-masing. Berbagai strategi seperti pembelajaran berbasis masalah (Case study), pembelajaran berbasis projek (project based learning), pembelajaran berbasis penelitian (research-based learning), dan pembelajaran lapangan (field-based learning) dipilih untuk menstimulasi motivasi intrinsik mahasiswa, memperkuat penguasaan konsep, serta membentuk keterampilan kerja lapangan yang aplikatif.

Landasan psikologis juga mempertimbangkan pentingnya pengalaman belajar yang beragam dan bermakna, yang tidak hanya berlangsung di dalam kelas tetapi juga melalui kegiatan praktikum, pemodelan numerik, eksplorasi data geospasial, hingga magang di lembaga kebumian dan kebencanaan. Dengan pendekatan ini, mahasiswa Geofisika dipersiapkan untuk menghadapi tantangan nyata di lapangan, membangun kepercayaan diri, serta menjadi pembelajar sepanjang hayat (lifelong learners). Dengan demikian, landasan psikologis dalam pengembangan kurikulum Program Studi S1 Geofisika memberikan arah pada perancangan pembelajaran yang humanistik dan responsif terhadap perkembangan peserta didik, yang pada akhirnya mendukung pencapaian kompetensi lulusan secara optimal baik secara akademik, profesional, maupun sosial-emosional.

Landasan Historis

Landasan historis dalam pengembangan kurikulum berfungsi untuk memberikan perspektif terhadap perjalanan dan perkembangan suatu bidang keilmuan serta kebutuhan yang melatarbelakangi lahirnya program studi. Program Studi S1 Geofisika tumbuh dari kebutuhan strategis bangsa Indonesia akan tenaga ahli yang mampu memahami dan mengelola berbagai fenomena kebumian, mulai dari eksplorasi sumber daya alam hingga mitigasi bencana geologi. Sejak lama, Indonesia dikenal sebagai wilayah yang sangat kompleks secara geodinamika, berada di pertemuan tiga lempeng tektonik utama dunia, dan sangat rentan terhadap gempa bumi, letusan gunung api, serta tsunami. Konteks geografis dan geologis ini menjadi dasar historis yang kuat untuk kehadiran program studi yang fokus pada kajian kebumian berbasis fisika.

Seiring waktu, kebutuhan akan keahlian dalam bidang geofisika tidak hanya berkaitan dengan eksplorasi energi dan mineral, tetapi juga dengan tantangan-tantangan kontemporer seperti perubahan iklim, degradasi lingkungan, serta kebencanaan berbasis data spasial. Dalam lintasan sejarah keilmuan, geofisika telah berkembang dari sekadar ilmu terapan untuk eksplorasi menjadi disiplin strategis yang sangat relevan dalam pengambilan kebijakan berbasis sains. Hal ini mendorong pengembangan kurikulum yang tidak hanya menekankan aspek teoritis, tetapi juga keterampilan praktis dan analisis berbasis teknologi mutakhir seperti penginderaan jauh, pemodelan numerik, sensor digital, dan pemrosesan Big Data Geospasial.

Secara institusional, pembukaan dan pengembangan Program Studi S1 Geofisika di lingkungan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) juga merupakan bagian dari dinamika transformasi UNESA menuju perguruan tinggi berbasis riset dan kewirausahaan, yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Kurikulum disusun dengan mengacu pada sejarah perkembangan pendidikan geofisika di Indonesia dan dunia, serta pada jejak keterlibatan institusi pendidikan tinggi dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kebumian. Dengan mengintegrasikan aspek historis ke dalam kurikulum, mahasiswa tidak hanya diajak untuk memahami teori dan praktik geofisika, tetapi juga diajak untuk mengenali bagaimana disiplin ini berkembang, serta mengapa kontribusinya sangat vital dalam pembangunan berkelanjutan dan pengelolaan risiko kebencanaan. Oleh karena itu, landasan historis menjadi bagian penting dalam membentuk orientasi kurikulum yang relevan dengan akar sejarah keilmuan dan kebutuhan riil bangsa di masa kini dan masa depan.