•  

Our Top Course
Komunikasi Pembelajaran
( 16 Sections)
 
Pengembangan Media Foto
( 16 Sections)
 

Profil Program Studi S1 Geofisika Unesa

 
Program Studi  :  S1 Geofisika
Tanggal Berdiri  :  7 Januari 2026
Koordinator Program Studi  :  MUHAMMAD NURUL FAHMI
Visi Misi & Tujuan Program Studi S1 Geofisika
Universitas Negeri Surabaya
Visi
Mengembangkan Ilmu Geofisika berbasis sains terapan dan geo-technopreneurship untuk menghasilkan lulusan yang adaptif, inovatif dan kolaboratif, berfokus pada pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan dan mitigasi bencana serta berdaya saing global.
Misi
  1. Menyelenggarakan pendidikan berbasis riset di bidang geofisika yang adaptif, inovatif, dan kolaboratif, dengan ciri khas geo-technopreneurship, untuk menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan global.
  2. Mendukung penguatan ilmu pengetahuan melalui penelitian yang berkualitas dan inovatif di bidang mitigasi bencana dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan, serta berkolaborasi dengan institusi nasional dan internasional.
  3. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada penerapan ilmu geofisika untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana kebumian, serta memberdayakan masyarakat melalui program-program edukasi dan pelatihan.
  4. Mengembangkan jaringan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, industri, dan lembaga penelitian, untuk menciptakan sinergi dalam penelitian dan pengembangan teknologi yang mendukung mitigasi bencana dan pengelolaan sumber daya alam.

Tujuan
  1. Menghasilkan lulusan di bidang geofisika yang berkarakter, profesional, berwawasan lingkungan, berjiwa kewirausahaan, dan memiliki daya saing global, siap untuk berkontribusi dalam mitigasi bencana dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.
  2. Menghasilkan produk penelitian dan meningkatkan kualitas inovasi di bidang geofisika untuk mendapatkan rekognisi nasional dan internasional, serta berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  3. Terselenggaranya program pengabdian kepada masyarakat dan penyebarluasan inovasi di bidang geofisika untuk pemberdayaan masyarakat, dengan fokus pada peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap bencana alam
  4. Terselenggaranya program pengabdian kepada masyarakat dan penyebarluasan inovasi di bidang geofisika untuk pemberdayaan masyarakat, dengan fokus pada peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap bencana alam
  5. Mengembangkan kurikulum yang relevan dan responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi Geofisika terkini, serta kebutuhan industri, untuk memastikan lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan tuntutan pasar kerja global.

Nilai_dasar
  1. Tangguh: Internalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan memiliki daya juang.
  2. Kolaboratif: mampu bekerja sama untuk menghasilkan ide atau menyelesaikan masalah.
  3. Adaptif: mampu beradaptasi secara mandiri dan tanggung jawab terhadap perubahan melalui proses pembelajaran yang dilakukan secara terus menerus.
  4. Inovatif: mampu berpikir kritis dan kreatif dalam menemukan solusi atau ide baru dalam pemecahan masalah sesuai perkembangan zaman yang dilandasi jiwa kewirausahaan dan kaidah ilmiah
  5. Inklusif: mendukung seluruh individu tanpa memandang perbedaan, memfasilitasi keberhasilan semua orang, serta menghargai perbedaan pemikiran dan keberagaman.
  6. Belajar sepanjang hayat: memiliki kesadaran akan area kekuatan dan area yang perlu diperbaiki, aktif menemukan cara-cara yang efektif untuk terus mengembangkan dan memperbaiki diri melalui proses pembelajaran yang dilakukan secara terus menerus.
  7. Kewirausahaan: mampu mengembangkan kreativitas dan inovasi untuk menciptakan perubahan dengan memanfaatkan peluang dan sumber daya dalam menghasilkan nilai tambah.

Capaian Lulusan Program Studi S1 Geofisika
Universitas Negeri Surabaya
CPL-1 Mampu menunjukkan nilai-nilai agama, kebangsaan dan budaya nasional, serta etika akademik dalam melaksanakan tugasnya

CPL-2 Menunjukkan karakter tangguh, kolaboratif, adaptif, inovatif, inklusif, belajar sepanjang hayat, dan berjiwa kewirausahaan
Dibebankan pada matakuliah:

CPL-3 Mengembangkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan kreatif dalam melakukan pekerjaan yang spesifik di bidang keahliannya serta sesuai dengan standar kompetensi kerja bidang yang bersangkutan
Dibebankan pada matakuliah:

CPL-4 Mengembangkan diri secara berkelanjutan dan berkolaborasi.
Dibebankan pada matakuliah:

CPL-5 Mampu menunjukkan integritas, tanggung jawab, dan semangat kebangsaan dalam tindakan nyata sesuai etika akademik.
Dibebankan pada matakuliah:

CPL-6 Memahami konsep geofisika secara luas, serta hubungannya dengan disiplin ilmu lain seperti geologi, geokimia, geografi, geodesi, kebencanaan, komputasi, dan kecerdasan buatan (AI).
Dibebankan pada matakuliah:

CPL-7 Mampu menguasai dan menerapkan berbagai metode geofisika secara tepat.
Dibebankan pada matakuliah:

CPL-8 Mampu melakukan observasi, akuisisi, pemrosesan, dan interpretasi data geofisika di laboratorium dan lapangan.
Dibebankan pada matakuliah:

CPL-9 Mampu menerapkan teknologi, pemodelan, dan simulasi geofisika untuk analisis bawah permukaan, mitigasi bencana, dan eksplorasi sumber daya.
Dibebankan pada matakuliah:

CPL-10 Mampu mendesiminasikan gagasan dan/atau hasil riset geofisika dalam bentuk tulisan akademik maupun komunikasi secara lisan di tingkat nasional dan internasional
Dibebankan pada matakuliah:

Profil Lulusan Program Studi S1 Geofisika
Universitas Negeri Surabaya
  • Konsultan Mitigasi Bencana

    Konsultan Mitigasi Bencana adalah lulusan yang memiliki kemampuan profesional dalam merancang, menganalisis, dan memberikan rekomendasi teknis berbasis data geofisika untuk mengurangi risiko dan dampak bencana alam. Lulusan ini mampu mengintegrasikan pemahaman tentang dinamika interaksi atmosfer, geosfer, dan hidrosfer dalam konteks kebencanaan serta menerapkan metode pemodelan, simulasi, dan pemetaan risiko menggunakan sistem informasi geografis (GIS) dan penginderaan jauh. Dengan dukungan mata kuliah seperti Teknologi Peringatan Dini Bencana, Geofisika Lingkungan, Mitigasi Bencana Kebumian, hingga Analisis dan Manajemen Risiko Multibencana, lulusan ini terlatih dalam melakukan observasi, akuisisi, pemrosesan, serta interpretasi data geofisika baik di laboratorium maupun di lapangan untuk tujuan mitigasi. Lulusan juga dibekali kemampuan komunikasi akademik dan kolaboratif melalui Seminar Proposal dan Tugas Akhir, serta berkarakter tangguh, adaptif, dan menjunjung tinggi etika dalam pengambilan keputusan berbasis keilmuan. Profil ini didukung oleh capaian pembelajaran lulusan (CPL 1–9) yang mencakup aspek sikap, penguasaan pengetahuan geofisika dan kebencanaan, keterampilan kerja berbasis teknologi, hingga kemampuan berpikir sistematis dan inovatif dalam menyelesaikan permasalahan mitigasi bencana yang kompleks dan multidisipliner.

    Lulusan dengan profil ini dapat bekerja sebagai konsultan kebencanaan, analis risiko bencana, perancang sistem peringatan dini, atau koordinator mitigasi pada lembaga-lembaga pemerintah seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Geologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta instansi daerah seperti BPBD provinsi/kabupaten/kota, maupun di lembaga swasta, LSM kebencanaan, perusahaan jasa konsultan geoteknik dan geofisika, hingga organisasi internasional seperti UNDP, UNESCO, atau ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance (AHA Centre).

  • Analis Seismologi

    Konsultan Seismologi adalah lulusan yang memiliki kompetensi dalam menganalisis data seismik dan memahami proses-proses geodinamika serta tektonik aktif yang berkaitan dengan aktivitas kegempaan. Lulusan ini mampu menerapkan metode seismik refleksi dan refraksi, teknik inversi geofisika, serta pemodelan struktur bawah permukaan untuk keperluan mitigasi bencana, eksplorasi, atau kajian tektonik. Didukung oleh mata kuliah seperti Metode Seismik, Metode Inversi Geofisika, Seismotektonik dan Geodinamika, Pengolahan Data Seismik, Seismologi, serta Inversi dan Pemodelan Geofisika, lulusan ini dibekali keahlian dalam melakukan akuisisi, pemrosesan, dan interpretasi data seismik menggunakan perangkat lunak dan teknologi terkini. Penguatan pada Seminar Proposal dan Tugas Akhir juga memberikan pengalaman dalam riset terapan dan penyusunan laporan ilmiah yang sistematis. Dengan landasan capaian pembelajaran lulusan (CPL 1–9), lulusan ini memiliki integritas akademik, keterampilan analitis, berpikir logis-kritis, serta kemampuan kerja kolaboratif dan berkelanjutan.

    Lulusan dengan profil ini dapat berkarier sebagai konsultan seismologi, analis data seismik, atau peneliti di lembaga seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Geologi, serta institusi akademik dan riset. Selain itu, lulusan juga dapat bekerja di sektor industri, khususnya di perusahaan eksplorasi migas dan geotermal, konsultan geoteknik, serta perusahaan jasa survei geofisika baik nasional maupun internasional.

  • Geofisika Eksplorasi

    Konsultan Geofisika Eksplorasi adalah lulusan yang memiliki kompetensi dalam menerapkan berbagai metode geofisika untuk eksplorasi sumber daya alam, seperti minyak dan gas bumi, geotermal, mineral, maupun sumber daya kelautan. Lulusan ini memiliki pemahaman mendalam terhadap prinsip fisis dan geologis bawah permukaan, serta mampu merancang dan menginterpretasi survei geofisika menggunakan metode seismik, elektromagnetik, gravitasi, magnetik, dan lainnya secara terpadu. Dengan dukungan mata kuliah seperti Metode Inversi Geofisika, Metode Elektromagnetik Geofisika, Metode Gravitasi dan Magnetik, Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi, Eksplorasi Geotermal, serta Eksplorasi Geofisika Kelautan, lulusan ini dibekali keterampilan teknis dan analitis yang tinggi dalam akuisisi, pemrosesan, dan pemodelan data eksplorasi, serta memahami aspek geologi dan mineralogi yang menyertainya. Penguatan dari Seminar Proposal dan Tugas Akhir memberi pengalaman riset dan komunikasi ilmiah yang profesional. Melalui capaian pembelajaran lulusan (CPL 1–9), lulusan memiliki integritas akademik, kecakapan berpikir sistematis dan kritis, kemampuan kerja sama tim, serta penguasaan teknologi dan sains dasar yang mendukung eksplorasi berkelanjutan dan inovatif.

    Lulusan dengan profil ini dapat berkarier sebagai konsultan eksplorasi, geofisikawan lapangan, analis data eksplorasi, atau ahli pemodelan geofisika pada berbagai lembaga seperti SKK Migas, Kementerian ESDM, Badan Geologi, BRIN, serta berbagai perusahaan eksplorasi minyak dan gas (seperti Pertamina, Chevron, ExxonMobil), perusahaan tambang dan geotermal (seperti PT Freeport, ANTAM, Star Energy), maupun konsultan geosains dan survei kelautan berskala nasional dan internasional.

  • Asisten Peneliti

    Asisten Peneliti adalah lulusan yang memiliki kemampuan dalam mendukung kegiatan penelitian di bidang geofisika dan kebumian, mulai dari tahap perancangan eksperimen, pengumpulan data, pengolahan dan analisis data, hingga penyusunan laporan ilmiah. Lulusan ini menguasai berbagai metode eksplorasi dan pemodelan geofisika seperti metode seismik, elektromagnetik, gravitasi, dan magnetik, serta memahami prinsip inversi dan integrasi data berbasis komputasi. Dengan dukungan mata kuliah seperti Metode Inversi Geofisika, Metode Elektromagnetik Geofisika, Metode Gravitasi dan Magnetik, Metode Seismik, Machine Learning, serta Metodologi Penelitian, lulusan ini dibekali keterampilan teknis dan metodologis yang kuat dalam pemrosesan dan interpretasi data ilmiah, termasuk penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk analisis data geofisika. Melalui Seminar Proposal dan Tugas Akhir, lulusan juga terlatih dalam menyusun karya tulis ilmiah dan menyampaikan hasil penelitian secara lisan maupun tertulis.

    Didukung oleh capaian pembelajaran lulusan (CPL 1–10), lulusan memiliki karakter yang tangguh, kolaboratif, dan adaptif, serta kompetensi akademik dalam berpikir kritis, sistematis, dan inovatif. Ia juga memiliki kemampuan untuk mendesiminasikan hasil penelitian dalam forum nasional maupun internasional secara profesional.

    Lulusan dengan profil ini dapat bekerja sebagai asisten peneliti atau teknisi riset di berbagai lembaga seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Geologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI, kini bagian dari BRIN), serta di pusat riset universitas, laboratorium kebumian, maupun lembaga internasional yang bergerak di bidang riset geosains dan teknologi kebencanaan. Selain itu, lulusan juga memiliki landasan yang kuat untuk melanjutkan studi ke jenjang magister di bidang geofisika, geosains, atau bidang terkait lainnya.

  • Studi lanjut

    Studi Lanjut merupakan profil lulusan yang disiapkan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana (magister dan doktoral) di bidang geofisika maupun disiplin ilmu terkait seperti geosains, data sains, teknik geologi, lingkungan, dan teknologi kebencanaan. Lulusan ini memiliki dasar keilmuan yang kuat dalam prinsip-prinsip fisis, matematis, dan komputasional geofisika, serta keterampilan riset yang mumpuni. Dukungan mata kuliah seperti Metode Inversi Geofisika, Metode Elektromagnetik Geofisika, Metode Gravitasi dan Magnetik, Metode Seismik, Machine Learning, dan Metodologi Penelitian membekali lulusan dengan pemahaman konseptual dan teknis yang esensial untuk studi lanjut, baik di bidang eksperimen, pengolahan data, maupun pemodelan numerik. Penguatan melalui Seminar Proposal dan Tugas Akhir juga membentuk kemampuan menyusun karya ilmiah, berpikir kritis dan sistematis, serta berkomunikasi secara akademik. Dengan capaian pembelajaran lulusan (CPL 1–10), lulusan memiliki karakter unggul dalam hal integritas, sikap ilmiah, kolaborasi, kemampuan teknis observasi dan interpretasi data, serta kecakapan dalam mendesiminasikan gagasan secara akademik. Lulusan profil ini sangat sesuai untuk menempuh pendidikan lanjutan di perguruan tinggi dalam maupun luar negeri, baik yang berbasis riset, berbasis kursus, maupun kombinasi keduanya. 

    Lulusan dengan profil ini berpeluang melanjutkan studi di berbagai universitas nasional seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), maupun luar negeri seperti di Jepang, Jerman, Belanda, Australia, dan Amerika Serikat, dengan fokus studi di bidang geofisika, ilmu kebumian, geoteknik, geologi terapan, atau sains lingkungan. Dalam jangka panjang, profil ini juga menjadi dasar kuat untuk menjadi dosen, peneliti utama, atau tenaga ahli profesional di bidang geosains.

  • Wirausahawan

    Wirausahawan merupakan lulusan yang mampu menciptakan peluang usaha secara mandiri dan inovatif di bidang kebumian, teknologi lingkungan, atau jasa berbasis geofisika dan sains terapan. Lulusan ini dibekali dengan jiwa kewirausahaan, karakter tangguh, kemampuan adaptif, serta semangat kolaboratif yang ditanamkan melalui mata kuliah seperti Kewirausahaan, Magang, Kuliah Kerja Nyata (KKN), Seminar Proposal, dan Tugas Akhir. Dalam proses pembelajaran, mahasiswa didorong untuk mengembangkan ide bisnis berbasis teknologi, jasa survei kebumian, pengolahan data geospasial, hingga produk edukatif dan sosial berbasis kebencanaan dan lingkungan.

    Melalui pencapaian CPL 1 (nilai-nilai etika dan budaya), CPL 2 (karakter dan kewirausahaan), CPL 6 (berpikir kritis dan kreatif sesuai bidang), dan CPL 7 (pengembangan diri dan kolaborasi), lulusan mampu membangun dan mengelola usaha rintisan (startup) secara profesional dan berkelanjutan, serta berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja dan menyelesaikan persoalan masyarakat melalui pendekatan ilmiah.

    Lulusan dengan profil ini dapat mengembangkan usaha di berbagai sektor seperti jasa survei geofisika, konsultan lingkungan dan mitigasi bencana, edutech geosains, pengolahan citra dan data geospasial, pelatihan dan workshop kebumian, serta produk-produk berbasis teknologi tepat guna. Mereka juga dapat berperan sebagai inovator sosial maupun mitra strategis dalam program pemberdayaan masyarakat, proyek pemerintah, maupun lembaga swadaya masyarakat.

  • Data Scientist

    Lulusan Program Studi Geofisika UNESA dengan kompetensi data sains dipersiapkan untuk berkarier sebagai Data Scientist di berbagai sektor seperti perbankan, industri teknologi, energi, dan kebencanaan. Dengan dasar keilmuan geofisika terapan dan penguasaan statistik, pemodelan numerik, serta pemrograman (Python, MATLAB), lulusan mampu mengelola, menganalisis, dan memodelkan data spasial-temporal secara sistematis dan kritis. Kompetensi ini dibentuk melalui mata kuliah seperti Geostatistik, Pemrograman dan Komputasi Geofisika, Metode Inversi, Machine Learning untuk Geofisika, hingga Akuisisi Data dan Tugas Akhir berbasis riset. Didukung oleh CPL 1–9, lulusan memiliki keunggulan dalam integritas, kolaborasi multidisiplin, dan adaptasi teknologi, menjadikannya relevan dan kompetitif dalam ekosistem kerja berbasis data di tingkat nasional maupun global.

  • Pengajar

    Lulusan Program Studi Geofisika UNESA juga dipersiapkan untuk menjadi pengajar di berbagai jenjang pendidikan dan lembaga pelatihan sesuai dengan kualifikasi akademiknya, khususnya dalam bidang sains kebumian dan fisika terapan. Dengan landasan kuat dalam mata kuliah dasar seperti Kimia Dasar, Mekanika dan Termodinamika Dasar, Kalkulus untuk Geofisika, Listrik Magnet dan Optika Dasar, serta Deret dan Aljabar Linier, lulusan memiliki kemampuan konseptual yang luas dan terstruktur. Kompetensi pedagogis dan aplikatifnya semakin diperkuat melalui mata kuliah Mitigasi Bencana Kebumian dan Fungsi Khusus untuk Geofisika yang relevan dengan konteks pembelajaran sains kebumian di sekolah maupun lembaga non-formal. Proyek riset dalam Seminar Proposal dan Tugas Akhir mendorong kemampuan berpikir kritis, penyampaian ilmiah, serta penguasaan materi secara mendalam, menjadikan lulusan siap mengajar dengan pendekatan kontekstual, ilmiah, dan komunikatif. Berbasis Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) 1–10, lulusan memiliki karakter etis, adaptif, analitis, dan komunikatif yang dibutuhkan dalam dunia pendidikan.


Struktur Kurikulum S1 Geofisika
Universitas Negeri Surabaya

S1 Geofisika

Semester ke 1

Kode Mata Kuliah SKS Wajib?
1000002003 BAHASA INDONESIA 2.00
3320102001 GEOSTATISTIKA 2.00
3320103002 KALKULUS UNTUK GEOFISIKA 3.00
3320102003 KIMIA DASAR 3.00
3320103005 MEKANIKA DAN TERMODINAMIKA DASAR 4.00
1000002018 PANCASILA 2.00
1000002047 PENDIDIKAN JASMANI DAN KEBUGARAN 2.00
3320103004 PENGANTAR GEOFISIKA 3.00

Semester ke 2

Kode Mata Kuliah SKS Wajib?
100000202x Pendidikan Agama (Wajib memilih salah satu)
    -  Agama Islam
2.00
1000002177 BAHASA INGGRIS 2.00
3320103006 DERET DAN ALJABAR LINIER 3.00
1000002033 KEWARGANEGARAAN 2.00
3320102009 KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM 2.00
3320104008 LISTRIK MAGNET DAN OPTIKA DASAR 4.00
1000002046 LITERASI DIGITAL 2.00
3320103007 PEMOGRAMAN GEOFISIKA 3.00

Semester ke 3

Kode Mata Kuliah SKS Wajib?
3320103010 FUNGSI KHUSUS UNTUK GEOFISIKA 3.00
3320103011 GEOLOGI DASAR 3.00
1000002176 KEWIRAUSAHAAN 2.00
3320103018 KOMPUTASI GEOFISIKA 3.00
3320103015 MITIGASI BENCANA KEBUMIAN 3.00
3320102013 PEMETAAN DAN GEOVISUALISASI 2.00
3320103016 SEISMOLOGI 3.00
3320102017 STRUKTUR TEKTONIK INDONESIA 2.00

Semester ke 4

Kode Mata Kuliah SKS Wajib?
3320103022 ANALISIS DAN MANAJEMEN RISIKO MULTIBENCANA 3.00
3320102024 FISIKA BATUAN 2.00
3320103012 GELOMBANG 3.00
3320102021 INSTRUMENTASI GEOFISIKA 2.00
3320102019 MEKANIKA FLUIDA 2.00
3320103020 METODE INVERSI GEOFISIKA 3.00
1000003182 METODOLOGI PENELITIAN 3.00
Evaluasi Kurikulum Program Studi S1 Geofisika
Universitas Negeri Surabaya

Di Jawa Timur, saat ini hanya terdapat dua universitas yang memiliki PS S1 Geofisika atau Teknik Geofisika, yaitu Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Brawijaya (UB). Berbeda dengan PS S1 Teknik Geofisika di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang berfokus pada eksplorasi hidrokarbon, geoteknik, dan pemodelan reservoir, serta Universitas Brawijaya (UB) yang menitikberatkan pada eksplorasi mineral, panas bumi, dan teknik geofisika terapan, PS S1 Geofisika di Universitas Negeri Surabaya (UNESA) akan lebih berorientasi pada mitigasi bencana dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan. Mengingat Indonesia terletak di kawasan Cincin Api Pasifik, yang menjadikannya rawan terhadap bencana gempa bumi dan tsunami, serta memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, kebutuhan akan tenaga ahli geofisika diprediksi akan terus meningkat. Oleh karena itu, pembukaan PS S1 Geofisika di Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang ini. Dengan adanya PS S1 ini, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tenaga ahli geofisika, khususnya di Jawa Timur, serta berkontribusi dalam mitigasi bencana dan eksplorasi sumber daya berkelanjutan di Indonesia secara lebih luas. Program ini dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dalam menganalisis dan memitigasi risiko bencana alam, serta mampu mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan. Kurikulum yang diterapkan akan mengintegrasikan teori dan praktik berbasis teknologi modern, termasuk pemodelan geofisika, sistem peringatan dini bencana, serta eksplorasi sumber daya berkelanjutan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. Selain itu, kerja sama dengan berbagai lembaga riset, industri, dan pemerintah akan menjadi bagian integral dalam pengembangan keilmuan serta peningkatan keterampilan mahasiswa.

Universitas Negeri Surabaya (UNESA) memiliki kapasitas yang kuat untuk membuka PS S1 Geofisika dengan fokus pada mitigasi bencana dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan. Didukung oleh tenaga pengajar yang kompeten, fasilitas laboratorium yang memadai, serta jejaring kerja sama dengan institusi terkait baik di tingkat nasional maupun regional, UNESA siap menjadi pusat unggulan pendidikan geofisika di Jawa Timur. Pembukaan PS S1 Geofisika ini juga memperkuat dan melengkapi ekosistem keilmuan yang telah berkembang di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), sehingga mendorong sinergi yang lebih erat antar bidang studi dalam pengembangan riset dan inovasi.

Program ini tidak hanya bertujuan mencetak lulusan yang kompeten dan siap bersaing di dunia kerja, tetapi juga berkontribusi langsung dalam pengurangan risiko bencana dan pengelolaan sumber daya secara bijak untuk keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Sejumlah penelitian yang telah dilakukan di lingkungan FMIPA UNESA, seperti pengembangan sistem peringatan dini tsunami untuk penyandang disabilitas netra, penentu momen seismik (CMT) gempa bumi secara otomatis, serta prediksi gempa bumi berbasis Machine Learning dan Deep Learning, menunjukkan potensi kuat yang dapat dikembangkan lebih lanjut melalui sinergi keilmuan di PS S1 Geofisika. Dengan demikian, pembukaan program ini akan menjadi pilar strategis dalam mendukung visi UNESA sebagai perguruan tinggi berbasis riset yang berdampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

Pengembangan kompetensi global juga ditumbuhkan melalui pelatihan publikasi ilmiah berstandar internasional, serta pemberian akses kepada mahasiswa untuk mengikuti program mobilitas akademik seperti pertukaran pelajar, joint research, dan magang internasional. Dengan demikian, lulusan Prodi Geofisika UNESA tidak hanya siap menghadapi tantangan lokal dan nasional, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di tingkat global.

 

Tabel 1. Perbandingan PS S1 Geofisika FMIPA UNESA dengan PS S1 PT lain.

NoKomponenUniversitas Negeri Surabaya (UNESA)Universitas Indonesia (UI)Universitas Gadjah Mada (UGM)

Universitas Brawijaya

(UB)

1Visi KeilmuanMengembangkan Ilmu Geofisika berbasis sains terapan dan geo-technopreneurship untuk menghasilkan lulusan yang adaptif, inovatif dan kolaboratif, berfokus pada pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan dan mitigasi bencana serta berdaya saing globalMenjadi PS S1 Sarjana Geofisika unggulan di bidang kebumian yang mampu berkontribusi bagi pembangunan masyarakat Indonesia dan bereputasi di tingkat Asia Tenggara.PS S1 Geofisika UGM sebagai mitra global untuk kehidupan yang lebih baik bagi Rakyat Indonesia dan Umat Manusia dalam kegiatan pendidikan, penelitian, dan pelayanan bidang geofisika yang berwawasan lingkungan.Menjadi PS S1 bertaraf internasional dalam bidang pendidikan, penelitian, dan implementasinya, dengan arah pengembangan menuju PS S1 yang bersifat enterpreneurial, khususnya di bidang Geofisika Eksplorasi, Monitoring, dan Kebencanaan.
2Kajian Capaian Pembelajaran Lulusan (Pengetahuan dan Keterampilan Khusus)

Memiliki 10 Capaian pembelajaran yang terdiri dari 1.Mampu menunjukkan nilai-nilai agama, kebangsaan dan budaya nasional, serta etika akademik dalam melaksanakan tugasnya

2. Menunjukkan karakter tangguh, kolaboratif, adaptif, inovatif, inklusif, belajar sepanjang hayat, dan berjiwa kewirausahaan

3. Mampu menerapkan prinsip sains dasar dan matematika untuk menyelesaikan permasalahan geofisika

4. Memahami konsep geofisika secara luas, serta hubungannya dengan disiplin ilmu lain seperti geologi, geokimia, geografi, geodesi, kebencanaan, komputasi, dan kecerdasan buatan (AI)

5. Mampu menguasai dan menerapkan berbagai metode geofisika secara tepat

6. Mengembangkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan kreatif dalam melakukan pekerjaan yang spesifik di bidang keahliannya serta sesuai dengan standar kompetensi kerja bidang yang bersangkutan

7. Mengembangkan diri secara berkelanjutan dan berkolaborasi

8. Mampu melakukan observasi, akuisisi, pemrosesan, dan interpretasi data geofisika di laboratorium dan lapangan

9. Mampu menerapkan teknologi, pemodelan, dan simulasi geofisika untuk analisis bawah permukaan, mitigasi bencana, dan eksplorasi sumber daya

10. Mampu mendesiminasikan gagasan dan/atau hasil riset geofisika dalam bentuk tulisan akademik maupun komunikasi secara lisan di tingkat nasional dan internasional

Memiliki 9 Capaian pembelajaran yang terdiri dari Sikap, Pengetahuan, Keterampilan Umum, dan Keterampilan KhususMemiliki 10 Capaian pembelajaran yang terdiri dari Sikap, Pengetahuan, Keterampilan Umum, Keterampilan Khusus, dan Pengembangan, dan Diri/Pengalaman KerjaMemiliki 12 Capaian pembelajaran yang terdiri dari Sikap, Pengetahuan, Keterampilan Umum, dan Keterampilan Khusus
3Kurikulum PS Sejenis (Mata kuliah dan Struktur Kurikulum)144 SKS dengan 8 semester (4 tahun)144 SKS dengan 8 semester (4 tahun)144 SKS dengan 8 semester (4 tahun)144 SKS dengan 8 semester (4 tahun)
4GelarSarjana Sains (S.Si).Sarjana Sains (S.Si).Sarjana Sains (S.Si).Sarjana Sains (S.Si).
5Website https://geosciences.ui.ac.id/program-studi-s1-geofisika/ https://geofisika.ugm.ac.id/ https://geofisika.ub.ac.id/ 

 

PS S1 Geofisika UNESA memiliki keunikan dalam pendekatannya yang berbasis geo-technopreneurship, yang membedakannya dari program serupa di UI, UGM, dan UB. Jika UI lebih menekankan kontribusi dalam pembangunan masyarakat dan reputasi di Asia Tenggara, UGM berorientasi pada dampak global dengan pendekatan berbasis lingkungan, sedangkan UB berfokus pada eksplorasi, monitoring, dan kebencanaan dengan arah pengembangan berbasis entrepreneurial. Sementara itu, UNESA menggabungkan aspek inovasi, adaptasi, dan kolaborasi dalam pendidikan dan penelitian, dengan fokus utama pada mitigasi bencana dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Pendekatan ini memungkinkan UNESA tidak hanya mencetak lulusan yang kompeten dalam bidang geofisika tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan untuk menciptakan solusi berbasis teknologi dan bisnis yang dapat diterapkan secara langsung dalam mitigasi bencana serta pemanfaatan sumber daya alam secara bijak. Berbeda dari UB yang lebih menekankan eksplorasi dan industri, UNESA berusaha menjadi pusat unggulan dalam pengembangan inovasi yang bersinergi dengan akademisi, industri, pemerintah, dan masyarakat untuk menjawab tantangan geofisika di Indonesia secara lebih komprehensif. 

Rekap CPL Program Studi S1 Geofisika
Universitas Negeri Surabaya
Nama Matakuliah Sks Capaian Lulusan (CPL) Total
CPL1CPL2CPL3CPL4CPL5CPL6CPL7CPL8CPL9CPL10
Landasan Perancangan Kurikulum Program Studi S1 Geofisika
Universitas Negeri Surabaya

Pengembangan kurikulum merupakan tanggung jawab sekaligus hak strategis setiap perguruan tinggi dalam menentukan arah pendidikan yang sesuai dengan visi institusi. Meskipun demikian, proses ini harus berlandaskan pada nilai-nilai, norma, serta regulasi yang berlaku secara nasional, seperti yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan dijabarkan lebih lanjut dalam Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti). Berdasarkan ketentuan tersebut, struktur kurikulum program studi harus mencakup empat komponen utama, yakni: sikap, keterampilan umum, pengetahuan, dan keterampilan khusus.

Dokumen kurikulum program studi disusun sebagai sarana untuk merumuskan kompetensi lulusan yang tidak hanya terampil dalam bidang keilmuan, tetapi juga memiliki kecakapan abad ke-21. Kurikulum diarahkan untuk membentuk lulusan yang mampu mengintegrasikan kemampuan belajar dan berinovasi (learning and innovation skills), keterampilan dalam mengakses dan memanfaatkan teknologi serta media informasi (information, media, and technology skills), serta kecakapan hidup dan pengembangan karir (life and career skills). Selain itu, mahasiswa juga didorong menjadi pembelajar sepanjang hayat (lifelong learners) yang siap beradaptasi dalam dunia yang terus berubah.

Aspek sikap dalam kurikulum Program Studi S1 Geofisika dikembangkan tidak hanya untuk memenuhi kerangka KKNI terkait kepribadian dan etika profesi, tetapi juga sejalan dengan nilai-nilai dasar Universitas Negeri Surabaya (UNESA) yang dikenal sebagai UNESA TANGKAAS REK: Tangguh, Kolaboratif, Adaptif, Inovatif, Inklusif, Pembelajar Sepanjang Hayat, dan Berbasis Kewirausahaan. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi dalam membentuk kurikulum yang tangguh, yakni kurikulum yang mampu memberikan bekal menyeluruh bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan kehidupan masa depan. Untuk itu, pengembangan kurikulum dilakukan melalui proses yang mengedepankan prinsip-prinsip relevansi, fleksibilitas, kesinambungan, efisiensi, dan efektivitas, selaras dengan misi UNESA sebagai universitas kependidikan yang tangguh, adaptif, dan inovatif yang berbasis kewirausahaan. Pengembangan kurikulum Program Studi Geofisika dilakukan dengan memperhatikan berbagai landasan normatif dan kontekstual, yang menjadi dasar bagi perumusan visi, misi, capaian pembelajaran, serta struktur kurikulum. Landasan-landasan ini meliputi aspek filosofis, sosiologis, yuridis, psikologis, historis, dan nilai-nilai institusi, yang saling terkait dan mendukung pembentukan lulusan yang tangguh, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Landasan Filosofis

Landasan filosofis memberikan kerangka berpikir yang mendasar dalam setiap tahapan pengembangan kurikulum, mulai dari perancangan, implementasi, hingga evaluasi dan peningkatan kualitas pembelajaran. Seperti yang dikemukakan oleh Ornstein & Hunkins (2014), landasan ini menjadi pijakan untuk memahami bagaimana pengetahuan dikaji dan dipelajari agar mahasiswa tidak hanya menguasai ilmu, tetapi juga mampu memahami makna kehidupan dan meningkatkan kualitas hidupnya, baik secara pribadi maupun dalam konteks sosial (Zais, 1976). Dalam konteks Program Studi S1 Geofisika, landasan filosofis dipahami sebagai hasil dari proses berpikir kritis, logis, analitis, dan sistematis, yang menjadi dasar dalam menyusun dan mengembangkan kurikulum secara berkelanjutan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa setiap inovasi kurikulum yang dilakukan tidak hanya responsif terhadap kebutuhan zaman, tetapi juga berakar pada nilai-nilai dasar pendidikan yang diyakini kebenarannya dari sudut pandang keilmuan dan kemanusiaan.

Pengembangan kurikulum Program Studi S1 Geofisika didasarkan pada filosofi pendidikan yang mengakomodasi berbagai aliran seperti esensialisme (penguatan kompetensi dasar), eksperimentalisme (inovasi dalam praktik lapangan dan teknologi), serta rekonstruksionisme (peran geofisika dalam membangun masyarakat tangguh terhadap bencana dan perubahan iklim). Semua pendekatan ini diarahkan untuk mendukung visi program studi dalam mencetak lulusan yang unggul dalam bidang geosains terapan, berwawasan lingkungan, serta memiliki kepedulian sosial dan integritas moral. Program Studi S1 Geofisika UNESA mengembangkan kurikulum yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan sains kebumian, tetapi juga pada pembentukan karakter ilmuwan yang humanis dan bertanggung jawab. Hal ini sejalan dengan visi institusi untuk menjadi universitas yang tangguh, adaptif, dan inovatif berbasis kewirausahaan, serta memperkuat posisi prodi sebagai kontributor utama dalam pendidikan geosains yang relevan dengan kebutuhan lokal, nasional, dan global.

Landasan Sosiologis

Landasan sosiologis berperan penting dalam pengembangan kurikulum karena memberikan orientasi terhadap dimensi sosial, budaya, dan kemasyarakatan dari proses pendidikan. Kurikulum tidak hanya berfungsi sebagai perangkat akademik, tetapi juga sebagai wahana untuk mentransformasikan nilai-nilai sosial, budaya, dan kehidupan bermasyarakat secara berkelanjutan. Seperti yang ditegaskan oleh Ornstein dan Hunkins (2014), kurikulum harus mencakup tujuan, materi, metode, dan lingkungan belajar yang selaras dengan perkembangan pribadi dan sosial peserta didik. Dalam konteks globalisasi yang semakin mendominasi pola hidup masyarakat, pendidikan memiliki tanggung jawab untuk menjaga keberlanjutan nilai-nilai budaya lokal yang semakin terpinggirkan. Menurut Ascher dan Heffron (2010), penting untuk memahami dampak negatif globalisasi terhadap praktik budaya dan keyakinan individu, sehingga pendidikan harus mampu menjadi benteng pelindung martabat dan identitas budaya bangsa. Hal ini didukung oleh Plafreyman (2007) yang menyatakan bahwa pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam merancang kurikulum yang tidak hanya mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memfasilitasi pemahaman dan penghargaan terhadap keberagaman budaya peserta didik.

Bagi Program Studi S1 Geofisika, hal ini sangat relevan karena mahasiswa berasal dari berbagai latar belakang sosial-budaya, dan kelak akan terjun ke lapangan dengan tantangan geospasial dan sosial yang beragam. Oleh karena itu, kurikulum harus dirancang agar mampu membentuk lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga memiliki kelincahan budaya (cultural agility) — yaitu kemampuan untuk memahami, menyesuaikan, dan berintegrasi dalam keragaman budaya di masyarakat lokal maupun global. Kompetensi ini mencakup kemampuan minimisasi budaya (pengendalian diri dalam interaksi lintas budaya), adaptasi budaya (penyesuaian terhadap nilai dan norma baru), dan integrasi budaya (menggabungkan nilai-nilai lokal dengan konteks global). Lebih jauh, pemikiran ini sejalan dengan prinsip “Tri-Kon” dari Ki Hadjar Dewantara: kontinu, konvergen, dan konsentris—yang menekankan pentingnya kesinambungan antara pendidikan dan budaya. Program Studi S1 Geofisika mengadopsi prinsip ini dalam kurikulumnya dengan menjadikan ilmu geofisika sebagai alat untuk memecahkan persoalan sosial dan lingkungan dalam masyarakat. Oleh karena itu, materi pembelajaran dan kegiatan akademik dirancang tidak hanya berdasarkan teori ilmiah, tetapi juga mempertimbangkan konteks lokal (local content) dan kebutuhan masyarakat global sebagai pengguna kompetensi lulusan. Dengan demikian, kurikulum Program Studi S1 Geofisika dituntut untuk menjawab tantangan sosial dan budaya masa kini, membekali mahasiswa dengan wawasan lintas budaya, dan membentuk lulusan yang adaptif serta berdaya saing dalam tataran nasional dan internasional.

Landasan Yuridis (Hukum)

Pedoman Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi Kurikulum ini disusun berdasarkan peraturan dan kebijakan yang berlaku meliputi: 

  1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
  2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4586);
  3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 158, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5336); 
  4. Peraturan pemerintah Republik Indonesia No. 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan;
  5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Pendidikan Tinggi;
  6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 37 Tahun 2022 tentang Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum Universitas Negeri Surabaya;
  7. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI);
  8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2013 tentang Penerapan KKNI Bidang Perguruan Tinggi;
  9. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 6 tahun 2022 tentang Ijazah, Sertifikat Kompetensi, Sertifikat Profesi, Gelar, dan Kesetaraan Ijazah Perguruan Tinggi Negara Lain;
  10. Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia No. 123 Tahun 2019 tentang Magang dan Pengakuan Satuan Kredit Semester Magang Industri untuk Program Sarjana dan Sarjana Terapan; Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 7 Tahun 2020 tentang Pendirian Perubahan, Pembubaran Perguruan Tinggi Negeri, dan Pendirian, Perubahan, Pencabutan Izin Perguruan Tinggi Swasta;
  11. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia No. 13 Tahun 2022 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2020 Tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-2024;
  12. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti;
  13. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi;
  14. Peraturan Rektor Universitas Negeri Surabaya No. 15 Tahun 2023 tentang Kurikulum Universitas Negeri Surabaya;
  15. Rencana Strategis Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi 2020-2024;
  16. Rencana Strategis (Renstra) Universitas Negeri Surabaya PTNBH 2020-2025;
  17. Rencana Pengembangan Jangka Panjang (RPJP) Universitas Negeri Surabaya 2022-2045;
  18. Rencana Strategis (Renstra) FMIPA 2024-2029.

Landasan Psikologis

Landasan psikologis dalam pengembangan kurikulum berkaitan erat dengan pemahaman terhadap karakteristik peserta didik sebagai individu yang sedang berada dalam proses perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dalam konteks pendidikan tinggi, khususnya pada jenjang sarjana, mahasiswa berada pada tahap perkembangan yang memungkinkan mereka untuk berpikir secara abstrak, reflektif, serta mampu memecahkan masalah secara sistematis dan logis. Oleh karena itu, kurikulum Program Studi Geofisika perlu dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan perkembangan mental dan potensi belajar mahasiswa secara menyeluruh.

Program Studi Geofisika memiliki karakteristik yang khas, yakni menuntut penguasaan konsep-konsep fisika dan matematika yang kompleks, keterampilan dalam analisis data spasial dan temporal, serta ketangguhan dalam praktik lapangan. Untuk itu, pendekatan psikologis dalam pengembangan kurikulum diarahkan pada penciptaan lingkungan belajar yang mampu merangsang berpikir kritis, kemampuan visualisasi spasial, pemecahan masalah, serta pengambilan keputusan berbasis data. Selain itu, aspek afektif seperti ketelitian, ketekunan, dan kepedulian terhadap lingkungan juga dikembangkan melalui berbagai aktivitas pembelajaran kontekstual dan berbasis proyek (project-based learning).

Pendekatan student-centered learning menjadi landasan dalam perancangan kurikulum, yang memungkinkan mahasiswa berperan aktif dalam proses belajar, mengeksplorasi fenomena geofisika secara mandiri maupun kolaboratif, serta mengembangkan potensi diri sesuai dengan gaya belajar masing-masing. Berbagai strategi seperti pembelajaran berbasis masalah (Case study), pembelajaran berbasis projek (project based learning), pembelajaran berbasis penelitian (research-based learning), dan pembelajaran lapangan (field-based learning) dipilih untuk menstimulasi motivasi intrinsik mahasiswa, memperkuat penguasaan konsep, serta membentuk keterampilan kerja lapangan yang aplikatif.

Landasan psikologis juga mempertimbangkan pentingnya pengalaman belajar yang beragam dan bermakna, yang tidak hanya berlangsung di dalam kelas tetapi juga melalui kegiatan praktikum, pemodelan numerik, eksplorasi data geospasial, hingga magang di lembaga kebumian dan kebencanaan. Dengan pendekatan ini, mahasiswa Geofisika dipersiapkan untuk menghadapi tantangan nyata di lapangan, membangun kepercayaan diri, serta menjadi pembelajar sepanjang hayat (lifelong learners). Dengan demikian, landasan psikologis dalam pengembangan kurikulum Program Studi S1 Geofisika memberikan arah pada perancangan pembelajaran yang humanistik dan responsif terhadap perkembangan peserta didik, yang pada akhirnya mendukung pencapaian kompetensi lulusan secara optimal baik secara akademik, profesional, maupun sosial-emosional.

Landasan Historis

Landasan historis dalam pengembangan kurikulum berfungsi untuk memberikan perspektif terhadap perjalanan dan perkembangan suatu bidang keilmuan serta kebutuhan yang melatarbelakangi lahirnya program studi. Program Studi S1 Geofisika tumbuh dari kebutuhan strategis bangsa Indonesia akan tenaga ahli yang mampu memahami dan mengelola berbagai fenomena kebumian, mulai dari eksplorasi sumber daya alam hingga mitigasi bencana geologi. Sejak lama, Indonesia dikenal sebagai wilayah yang sangat kompleks secara geodinamika, berada di pertemuan tiga lempeng tektonik utama dunia, dan sangat rentan terhadap gempa bumi, letusan gunung api, serta tsunami. Konteks geografis dan geologis ini menjadi dasar historis yang kuat untuk kehadiran program studi yang fokus pada kajian kebumian berbasis fisika.

Seiring waktu, kebutuhan akan keahlian dalam bidang geofisika tidak hanya berkaitan dengan eksplorasi energi dan mineral, tetapi juga dengan tantangan-tantangan kontemporer seperti perubahan iklim, degradasi lingkungan, serta kebencanaan berbasis data spasial. Dalam lintasan sejarah keilmuan, geofisika telah berkembang dari sekadar ilmu terapan untuk eksplorasi menjadi disiplin strategis yang sangat relevan dalam pengambilan kebijakan berbasis sains. Hal ini mendorong pengembangan kurikulum yang tidak hanya menekankan aspek teoritis, tetapi juga keterampilan praktis dan analisis berbasis teknologi mutakhir seperti penginderaan jauh, pemodelan numerik, sensor digital, dan pemrosesan Big Data Geospasial.

Secara institusional, pembukaan dan pengembangan Program Studi S1 Geofisika di lingkungan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) juga merupakan bagian dari dinamika transformasi UNESA menuju perguruan tinggi berbasis riset dan kewirausahaan, yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Kurikulum disusun dengan mengacu pada sejarah perkembangan pendidikan geofisika di Indonesia dan dunia, serta pada jejak keterlibatan institusi pendidikan tinggi dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kebumian. Dengan mengintegrasikan aspek historis ke dalam kurikulum, mahasiswa tidak hanya diajak untuk memahami teori dan praktik geofisika, tetapi juga diajak untuk mengenali bagaimana disiplin ini berkembang, serta mengapa kontribusinya sangat vital dalam pembangunan berkelanjutan dan pengelolaan risiko kebencanaan. Oleh karena itu, landasan historis menjadi bagian penting dalam membentuk orientasi kurikulum yang relevan dengan akar sejarah keilmuan dan kebutuhan riil bangsa di masa kini dan masa depan.