Academic News
Today Activity
Instructional Videos
Depth of Field
Video ini membahas Depth of Field pada MataKuliah Pengembangan Media Foto, oleh Hirnanda Dimas Pradana
Analisis Kebutuhan Multimedia Interaktif
Video ini membahas Analisis Kebutuhan Multimedia Interaktif pada MataKuliah Pengembangan Multimedia Interaktif, oleh Hirnanda Dimas Pradana
Hypothetical Learning Trajectory
What is Hypothetical Learning Trajectory? Is it related to the research on RME?
Perspektif Perubahan Iklim dan Biodiversitas
Yuk simak perspektif dari, 1. Reni Ambarwati, S.Si., M.Sc (Dosen S1 Biologi, Unesa) 2. Dr. H. Sunu Kuntjoro, S.Si., M.Si.
Materi 11_Gender dan Kekerasan
Kasus kekerasan masih kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari, bahkan kasusnya tiap tahun cenderung meningkat. Mirisnya, pelaku kekerasan justru adalah orang
Materi 6_Mobilitas dan Perkembangan
Pemaparan ini membahas mengenai dampak migrasi pada perkembangan (kecerdasan, psikososial, dan bahasa) anak
Video Bola Bakar/ Slag Ball
Bola bakar berasal dari Belanda. Nama lain dari jenis permainan ini adalah slag ball yang berarti bola pukul Bola bakar
Pengantar Ilmu Politik 3, Ideologi Politik Dunia dan Masa Depannya, Pertemuan Ketiga II AMF
Ideologi Politik Dunia dan Masa Depannya, yang merupakan materi perkuliahan ketiga, lanjutan dari pertemuan kedua, substansinya menghubungkan ideologi dengan bentuk-bentuk
Modul Elektronik untuk anak SD buatan Mahasiswa
Video ini membahas Modul Elektronik untuk anak SD buatan Mahasiswa pada MataKuliah Pengembangan Bahan Ajar, oleh PF CAMP
Histudy Course student
can join with us.
Filsafat Sejarah
Matakuliah ini mengaji tentang filsafat sejarah dari zaman Yunani kuno sampai sekarang, filsafat sejarah spekulatif dan filsafat kritis, filsafat sejarah di Eropa dan Non Eropa;
Biokimia
Mata kuliah ini mencakup pembahasan senyawa organik seperti karbohidrat, protein, lipida dan asam nukleat dan proses metabolismenya (katabolisme dan anabolisma) senyawa organik tersebut pada tubuh
Hukum Acara Pidana
Mata kuliah ini membahas tentang bagaimana mencari kebenaran materiel dalam menyelesaikan perkara pidana melalui proses peradilan pidana dengan tahapan sebagai berikut : penyelidikan, penyidikan, penunututan,








