Course Description
Mata kuliah Sejarah dan Etnomatematika mengkaji matematika sebagai pengetahuan yang berkembang secara historis serta tumbuh dan dimaknai dalam beragam konteks sosial dan budaya. Kajian mencakup perkembangan gagasan, konsep, dan representasi matematis pada bidang bilangan, geometri, aljabar, trigonometri, peluang dan statistika, serta kalkulus, beserta kontribusi berbagai peradaban terhadap perkembangannya. Mahasiswa juga menginvestigasi praktik etnomatematika Indonesia melalui kajian sumber primer dan sekunder serta kerja lapangan untuk mengidentifikasi, mendokumentasikan, menganalisis, dan memaknai ide serta aktivitas matematis yang terdapat dalam praktik budaya masyarakat. Hasil kajian sejarah dan etnomatematika selanjutnya digunakan sebagai landasan untuk merancang pembelajaran matematika yang kontekstual, inklusif, dan bermakna dengan mengintegrasikan perspektif sejarah, budaya, dan teknologi. Perkuliahan dilaksanakan melalui pendekatan Case Study dan Project Based Learning (PjBL) dalam bentuk diskusi kritis, presentasi, analisis sumber primer dan sekunder, investigasi lapangan, serta proyek pengembangan perangkat dan/atau media pembelajaran matematika. AI dan ICT dimanfaatkan secara kritis, etis, dan bertanggung jawab untuk mendukung pencarian dan verifikasi informasi, visualisasi dan rekonstruksi konsep atau artefak, transkripsi dan pengodean data, pemberian umpan balik formatif, serta produksi media pembelajaran. Setiap informasi atau keluaran yang dihasilkan dengan bantuan AI wajib diverifikasi menggunakan sumber akademik dan/atau sumber primer yang kredibel serta diungkapkan penggunaannya secara transparan. Data komunitas atau informan yang dapat diidentifikasi tidak boleh diunggah ke layanan AI tanpa persetujuan yang sah, dengan tetap memperhatikan prinsip etika penelitian, privasi, keamanan data, dan penghormatan terhadap pengetahuan serta hak budaya komunitas. Mahasiswa mengembangkan artikel penelitian tentang sejarah dan etnomatematika dan mengsubmit artikel di jurnal. Mata kuliah Etnomatematika dan Sejarah Matematika berkontribusi terutama terhadap SDG 4 (Quality Education) melalui pengembangan pembelajaran matematika yang kontekstual, inklusif, kritis, dan berbasis budaya. Selain itu, mata kuliah tersebut mendukung SDG 10 (Reduced Inequalities) melalui penghargaan terhadap keragaman pengetahuan dan budaya, serta SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui pelestarian dan pemanfaatan warisan budaya sebagai sumber pembelajaran matematika.
Program Objectives (PO)
- CPMK 1 Menganalisis hakikat, perkembangan historis, dan keberagaman budaya matematika sebagai ilmu sekaligus warisan intelektual-budaya (C4).
- Menganalisis perkembangan historis konsep-konsep matematika sekolah dan praktik etnomatematika dari berbagai budaya, khususnya Indonesia, serta hubungan keduanya (C4).
- Mengevaluasi hubungan pengetahuan historis dan etnomatematis dengan matematika formal, perkembangan belajar (phylogeny-ontogeny), kurikulum, dan pedagogi responsif budaya (C5).
- Menerapkan metode kajian sumber sejarah dan metode etnomatematika/digital ethnography untuk menginvestigasi artefak, praktik, dan narasi matematis berbasis bukti (C3/C4).
- Mengevaluasi kredibilitas sumber, bias, etika, atribusi budaya, integritas akademik, serta keluaran AI dalam kajian sejarah dan etnomatematika (C5).
- Menciptakan perangkat/modul pembelajaran matematika yang mengintegrasikan sejarah, etnomatematika, AI, dan ICT secara kontekstual, aksesibel, dan selaras kurikulum (C6).
- Mengimplementasikan/simulasikan dan mengevaluasi rancangan pembelajaran serta mengkomunikasikan hasil proyek/penelitian menggunakan data dan refleksi berbasis bukti (C5/C6).