•  

Our Top Course
Komunikasi Pembelajaran
( 16 Sections)
 
Pengembangan Media Foto
( 16 Sections)
 

Profil Program Studi S2 Pendidikan Anak Usia Dini Unesa

 
Study Program  : 
Establishment Date  :  11 Maret 2022
Study Program Coordinator  :  RUQOYYAH FITRI
Visi Misi & Tujuan Program Studi S2 Pendidikan Anak Usia Dini
Universitas Negeri Surabaya
Visi
Mengembangakan keilmuan PAUD yang adaptif, inovatif, dan berjiwaa Edupioneers dalam Pengembangan Pembelajaran Kreatif di tingkat Nasional dan Global di tahun 2029.
Misi
  1. Menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran guna membentuk praktisi, akademisi, dan konsultan yang berjiwa EduPioneers untuk kemajuan bidang Pendidikan Anak Usia Dini yang berkarakter adaptif, Kritis dan reflektif.
  2. Menyelenggarakan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan yang inovatif bidang Pendidikan Anak Usia Dini dengan jiwa EduPioneers.
  3. Menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan menyebarluaskan hasil inovasi & penelitian bidang Pendidikan Anak Usia Dini dengn jika EduPioneers untuk kesejahteraan Masyarakat.

Tujuan
  1. Menghasilkan pendidikan dan pembelajaran guna membentuk praktisi, akademisi dan konsultan yang berjiwa EduPioneers untuk kemajuan bidang Pendidikan Anak Usia Dini yang berkarakter adaptif, Kritis dan reflektif.
  2. Menghasilkan penelitian yang inovatif dalam bidang Pendidikan Anak Usia Dini.
  3. Menghasilkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan menyebarluaskan hasil inovasi & penelitian di bidang Pendidikan Anak Usia Dini untuk kesejahteraan Masyarakat.

Capaian Lulusan Program Studi
Universitas Negeri Surabaya
PLO-1 Mampu menunjukkan nilai-nilai agama, kebangsaan dan budaya nasional, serta etika akademik dalam melaksanakan tugasnya

PLO-2 Menunjukkan karakter tangguh, kolaboratif, adaptif, inovatif, inklusif, belajar sepanjang hayat, dan berjiwa kewirausahaan

PLO-3 Mengembangkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan kreatif dalam melakukan pekerjaan yang spesifik di bidang keahliannya serta sesuai dengan standar kompetensi kerja bidang yang bersangkutan

PLO-4 Mengembangkan diri secara berkelanjutan dan berkolaborasi.

PLO-5 Menguasai konsep dan teori PAUD, metode penelitian terkini tentang AUD, manajemen mutu, sumber belajar multi moda, dan isu terkini terkait kebijakan PAUD dan implementasinya; (Pengetahuan);

PLO-6 Mampu mengomunikasikan ide, hasil pemikiran dan argumen saintifik terkait konsep dan teori PAUD secara bertanggung jawab yang didasarkan pada etika akademik, melalui berbagai media kepada masyarakat akademik dan masyarakat luas; (Keterampilan Umum)
Dibebankan pada matakuliah:

PLO-7 Mendesain program PAUD yang adaptif terhadap tantangan serta mengembangkan model-model pembelajaran anak usia dini dengan berbagai sumber belajar multi moda yang menyesuaikan dengan berbagai situasi dan tantangan dalam implementasi kebijakan PAUD melalui pendekatan inter- dan multidisipliner. (Keterampilan Khusus)

PLO-8 Melakukan penelitian dengan berbagai pendekatan inovatif serta mengkaji berbagai teori dan konsep PAUD sesuai perkembangan terbaru dalam penelitian anak usia dini yang diimplementasikan dalam masyarakat dalam pendidikan anak usia dini di tingkat lokal, nasional, dan internasional (Keterampilan Khusus)

Occupational Profiles Program Studi
Universitas Negeri Surabaya
  • Pendidik (Dosen), Pengelola, dan Peneliti

    Pendidik (Dosen):

    1. Menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan etika, menjaga kejujuran, dan keadilan dalam pengambilan keputusan yang berdampak pada perkembangan anak; (CPL 1).
    2. memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan mampu bekerja sama secara efektif dengan berbagai pihak untuk mencapai tujuan pendidikan yang berkelanjutan; (CPL 1 & 4).
    3. memiliki pemahaman mendalam tentang teori, konsep, dan praktik terbaik dalam PAUD; (CPL 3, 5 & 8)
    4. mengembangkan pembelajaran kreatif dan inovatif yang holistik berorientasi pada kebutuhan anak serta adaptif terhadap perubahan teknologi.

    Pengelola:

    Memiliki kemampuan dalam mengelola lembaga PAUD dengan standar nasional dan global, dengan keahlian mengembangkan, menerapkan, dan mengevaluasi strategi pengelolaan lembaga PAUD berdasarkan analisis mendalam terhadap tren pendidikan, kebutuhan anak, dan kebijakan nasional. (CPL 1, 2, 3, 4 &7)

    Peneliti:

    Memiliki kemampuan dalam melaksanakan penelitian yang inovatif dengan pendekatan multi-disipliner untuk memecahkan permasalahan PAUD guna mengembangkan pengetahuan baru yang signifikan dan relevan bagi perkembangan teori serta praktik PAUD, serta menjadi pionir dalam memformulasikan solusi atas tantangan-tantangan terkini di bidang PAUD, dan mampu mendesimenasikan   hasil   penelitian   untuk   kemaslahatan masyarakat. (CPL 1, 5, 6 & 8)


Struktur Kurikulum
Universitas Negeri Surabaya

Kurikulum Transformasi S2 PAUD 2024--2028

Semester ke 1

Semester ke 2

Semester ke 3

Kode Mata Kuliah Kredit Mandatori?
8610704039 INTERNSHIP 4.00
8610702038 CONTEMPORARY ISSUES IN EARLY CHILDHOOD EDUCATION 2.00
8610702034 STUDY OF RELIGIOUS AND MORAL VALUES IN EARLY CHILDHOOD EDUCATION 2.00
8610702036 MULTI PERSPECTIVE PARENTING 2.00
8610702032 PSYCHOLOGICAL APPROACH IN EARLY CHILDHOOD EDUCATION 2.00
8610704042 PUBLICATION 4.00
1000002166 RESEARCH RESULTS SEMINAR 3.00
1000007108 THESIS 7.00
Evaluasi Kurikulum Program Studi
Universitas Negeri Surabaya

 Evaluasi kurikulum di lakukan  melalui Re strukturisasi Kurikulum 1-2 tahun  sekali.

 A. Evaluasi Kurikulum

Evaluasi kurikulum pada Program Studi S2 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan suatu proses terstruktur dan berkelanjutan yang bertujuan untuk menilai relevansi, efektivitas, dan kesesuaian kurikulum terhadap tuntutan perkembangan keilmuan, kebutuhan pemangku kepentingan, serta dinamika praktik pendidikan anak usia dini. Kegiatan ini diarahkan untuk memastikan bahwa kurikulum mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi unggul, adaptif, dan inovatif sesuai dengan profil lulusan yang ditetapkan.

Proses evaluasi mencakup penelaahan menyeluruh terhadap komponen kurikulum, meliputi struktur dan isi mata kuliah, strategi pembelajaran, sistem penilaian, serta capaian pembelajaran lulusan (CPL) yang diharapkan. Berdasarkan hasil asesmen pada tahun 2023, Program Studi melakukan tindak lanjut berupa penyempurnaan proses pembelajaran, antara lain melalui penguatan pendekatan Project-Based Learning pada mata kuliah yang berorientasi pada pencapaian kompetensi profil lulusan, khususnya dalam bidang pengelolaan dan inovasi PAUD.

Selain perbaikan pada aspek metode, penyesuaian juga dilakukan pada luaran pembelajaran dengan mengacu pada kebijakan kurikulum terbaru tahun 2024, yaitu implementasi Kurikulum Merdeka PAUD. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan keselarasan antara proses pembelajaran di perguruan tinggi dengan praktik pendidikan di lapangan.

Pada tahun 2023, perumusan CPL Program Studi mengacu pada Permenristekdikti Nomor 44 Tahun 2015, yang mengelompokkan capaian pembelajaran ke dalam empat domain, yaitu sikap, keterampilan umum, keterampilan khusus, dan pengetahuan. Program Studi S2 PAUD menetapkan CPL yang terstruktur dan terukur sebagai dasar pengembangan kurikulum. Selanjutnya, pada tahun 2024 dilakukan penyesuaian desain kurikulum dengan pendekatan Kurikulum Merdeka, sehingga formulasi CPL tidak lagi disajikan secara terpisah, namun terintegrasi secara holistik dalam keseluruhan proses pembelajaran.

Evaluasi kurikulum tahun 2025 dilaksanakan dengan merujuk pada hasil asesmen CPL tahun 2024 sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengembangan dan penyempurnaan kurikulum. Hasil evaluasi tersebut menjadi pijakan strategis dalam meningkatkan mutu pembelajaran serta memastikan ketercapaian kompetensi lulusan yang relevan dengan kebutuhan masa kini dan masa depan pendidikan anak usia dini. Berikut adalah hasil asesmen CPL tahun 2025.1.

Tabel 1. Evaluasi CPL S2 PAUD Tahun 2025.1

Grafik menunjukkan tingkat ketercapaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) Prodi S2 PAUD pada Periode 2025/1. Secara umum, seluruh CPL (CPL-1 hingga CPL-8) telah mencapai nilai di atas target minimal 70, yang ditandai dengan garis batas (threshold) pada grafik.

Nilai capaian masing-masing CPL berada pada kisaran 82–85, yang menunjukkan bahwa:

  1. Seluruh indikator CPL telah terpenuhi dengan baik 
  2. Tidak terdapat CPL yang berada di bawah standar yang ditetapkan 
  3. Capaian relatif stabil dan merata antar indikator 

CPL-2, CPL-3, CPL-4, dan CPL-6 menunjukkan capaian yang sedikit lebih tinggi dibandingkan CPL lainnya, meskipun perbedaannya tidak signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa penguasaan kompetensi lulusan pada berbagai aspek telah berjalan konsisten dan seimbang.

Tahap berikutnya dalam proses evaluasi kurikulum pada Program Studi S2 PAUD dilakukan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan berbagai pihak terkait, antara lain pimpinan universitas, pimpinan fakultas, dinas terkait, stakeholder PAUD, serta masukan dari dosen ahli dan tim pengelola program studi. Selain itu, program studi juga melaksanakan survei kepada alumni dan pengguna lulusan.

Survei tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi keterkaitan antara materi pembelajaran yang diperoleh selama studi dengan kebutuhan kompetensi yang harus dimiliki lulusan di dunia kerja. Di samping itu, masukan dari stakeholder digunakan untuk mengkaji keunggulan dan kelemahan lulusan, sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan penting dalam evaluasi kinerja lulusan. Hasil dari stakeholder juga memberikan berbagai rekomendasi, khususnya terkait penguatan dan penambahan materi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan lapangan.

Setiap mata kuliah selanjutnya dianalisis kembali, terutama terkait substansi materi agar tetap selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta dinamika kebutuhan masyarakat. Proses evaluasi kurikulum pada Program Studi S2 PAUD melibatkan berbagai unsur, yaitu praktisi PAUD, asosiasi profesi, dosen, pimpinan perguruan tinggi, stakeholder, serta mahasiswa.

Evaluasi kurikulum ini menggunakan pendekatan model CIPP (Context, Input, Process, Product), yaitu suatu model evaluasi yang berfungsi untuk mengidentifikasi, mendeskripsikan, serta menyediakan informasi yang komprehensif guna menilai kebermanfaatan program dan mendukung pengambilan keputusan.

Evaluasi konteks dilakukan untuk menelaah kesesuaian program dengan kebutuhan dan latar belakang pengembangannya. Evaluasi input difokuskan pada kesiapan sumber daya serta kelayakan perencanaan program. Evaluasi proses bertujuan untuk memastikan bahwa pelaksanaan program berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Sementara itu, evaluasi produk digunakan untuk menilai tingkat ketercapaian tujuan program.

Secara keseluruhan, evaluasi kurikulum mencakup:

  1. keselarasan dengan visi, misi, tujuan, dan sasaran program studi, serta 
  2. struktur dan isi kurikulum, meliputi aspek keluasan, kedalaman, keterpaduan, dan sistematika penyusunan.

Hasil analisis kurikulum menunjukkan beberapa area yang perlu ditingkatkan, antara lain penguatan kompetensi riset berbasis publikasi, integrasi pembelajaran berbasis proyek, serta relevansi mata kuliah dengan kebutuhan dunia kerja.

Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, program studi telah melakukan tindak lanjut berupa revisi RPS, penyesuaian CPMK, penguatan model pembelajaran berbasis Project-Based Learning dan Case-Based Learning, serta penambahan mata kuliah yang relevan dengan perkembangan keilmuan PAUD.

Seluruh proses evaluasi dan tindak lanjut kurikulum terdokumentasi dalam laporan evaluasi kurikulum, notulen rapat, serta berita acara kegiatan yang menjadi bagian dari sistem penjaminan mutu internal program studi.

Perbandingan Mata Kuliah Hasil Evaluasi Kurikulum

Pada kurikulum 2024Pada Kurikulum 2025

Terdapat mata kuliah:

  1. Isu-Isu Kontemporer dalam PAUD
  2. Analisis kebijakan hukum dan perlindungan anak
Mata kuliah:  Isu-Isu Kontemporer dalam PAUD dan Analisis kebijakan hukum dan perlindungan anak tidak dikeluarkan dalam mata kuliah pilihan karena sudah ada mata kuliah Teori Kritis Tentang PAUD yang materinya hamper sama

Belum ada mata kuliah: 

Analisis penelitian  mutakhir dan penulisan karya ilmiah

Ada tambahan mata kuliah baru:

Analisis penelitian  mutakhir dan penulisan karya ilmiah. Karena mata kuliah ini sangat dibutuhkan untuk mendukung profile lulusan sebagai peneliti, dan melatih mahasiswa menyiapkan publikasi.

Perbaikan RPS Hasil Evaluasi Kurikulum

Ada perubahan RPS pada Mata kuliah inti prodi yang menjadi dasar untuk menguatkan profile lususan S2 PAUD Unesa sebagai Pendidik/Dosen, sebagai Peneliti, dan sebagai Manajer yang meliputi mata kuliah sebagai berikut:

  1. Mata kuliah Kepemimpinan dan Manajemen Satuan PAUD
  2. Mata Kuliah Pengembangan Kurikulum dan pembelajaran di PAUD

Perubahan isi RPS pada ketiga matakuliah tersebut digambarkan sebagai berikut.

Mata KuliahPada kurikulum 2024Pada Kurikulum 2025
Kepemimpinan Dan Manajemen Satuan PAUD
  • Teknik perkuliahan Banyak bersifat teoritik 
  • Materi masih dasar teknis menejemen PAUD belum memberikan tentang konsep kepemimpinan yang transformatif
  • Teknik perkuliahan berupa diskusi interaktif, studi kasus, dan orientasi proyek
  • Materi sudah menambahkan tentang Teori kepemimpinan, teori manajemen, teori supervisi
Pengembangan Kurikulum dan pembelajaran di PAUD
  • Materi pengembangan kurikulum dasar
  • Materi teori pengembangan kurikulum dengan membedah buku luar negeri

 

B. Tracer Study

Selain evaluasi kurikulum, prodi juga melakukan survey pengguna lulusan untuk mendapatkan masukan mengenai kesesuaian kompetensi lulusan 2 kebutuhan kerja. Survey pengguna lulusan dilaksanakan setiap tahun oleh program studi. Instrumen yang digunakan mengacu pada instrument tracer study yang dikembangkan oleh Kemendikbud. 

Hasil survei pengguna lulusan prodi S2 PAUD Universitas Negeri Surabaya menunjukkan bahwa mayoritas responden merasa puas dengan kompetensi lulusan. Lulusan dinilai memiliki keterampilan yang baik dalam kepemimpinan dan pengajaran, serta mampu menjalankan peran mereka secara profesional di berbagai institusi pendidikan anak usia dini. Penilaian positif juga diberikan terhadap kemampuan lulusan dalam beradaptasi dengan tuntutan pekerjaan di lapangan dan pemahaman yang mendalam mengenai pendidikan anak usia dini.

Beberapa saran perbaikan juga muncul dari pengguna lulusan adalah pentingnya pengadaan program pengembangan berkelanjutan bagi alumni dan peningkatan kurikulum dengan lebih banyak integrasi teknologi serta inovasi pendidikan menjadi perhatian. Penguatan kompetensi penelitian dianggap krusial untuk menghadapi tantangan masa depan di dunia pendidikan. Masukan ini dapat menjadi dasar bagi peningkatan kualitas lulusan di masa mendatang.

Berdasarkan hasil survey pengguna lulusan, prodi melaksanakan beberapa upaya konkret. Pertama, melakukan integrasi hasil penelitian terhadap mata kuliah dimana hasil penelitian yang berupa artikel yang telah dipublikasikan dijadikan refrensi perkuliahan. Program studi S2 PAUD bekerja sama dengan mitra untuk memberikan pengalaman berupa kegiatan riset maupun kegiatan implementasi produk hasil karya mahasiswa dari hasil output mata kuliah yang telah ditempuh. Upaya kedua, pengadaan pelatihan rutin dalam bentuk workshop maupun seminar bagi mahasiswa maupun alumni S2 PAUD, yang mencakup keterampilan metodologis, analisis data, dan penggunaan perangkat lunak statistik. Selain itu, mendorong keterlibatan mahasiswa dalam konferensi ilmiah dan publikasi jurnal pendidikan guna memperkuat kemampuan mahasiswa mempresentasikan hasil penelitian.

Rekap PLO Program Studi
Universitas Negeri Surabaya
Nama Matakuliah Sks Program Learning Outcomes PLO) Total
PLO1PLO2PLO3PLO4PLO5PLO6PLO7PLO8
Curriculum Study and Development Aud1 2 50% 50% 100 %
Basic Concepts of Learning Design Aud 3 50% 50% 100 %
Digital Literacy Aud 2 40% 60% 100 %
Tic-Based Learning 2 50% 50% 100 %
Learning Inclusion Education Aud 2 50% 50% 100 %
Social and Emotional Development 2 50% 50% 100 %
Philosophy of Science 2 75% 25% 100 %
Learning Model Development Aud 2 50% 50% 100 %
Assessment and Learning Aud 2 60% 40% 100 %
Religious and Moral Development Aud 2 50% 50% 100 %
Physical and Motor Development Aud 2 50% 50% 100 %
Science and Mathematics Development Aud 2 100% 100 %
Legal Policy Analysis and Child Protection 2 50% 50% 100 %
Early Assessment and Intervention Abk in Early Childhood Education 2 50% 50% 100 %
Development Creativity and 2 50% 50% 100 %
Ppl Arts in Pt in 2 25% 25% 25% 25% 100 %
Thesis 10 14.29% 14.29% 14.29% 14.29% 14.29% 14.29% 14.29% 100 %
Health and Nutrition Aud 3 50% 50% 100 %
Critical Theory About Early Childhood Education 4 40% 60% 100 %
Latest Research Analysis and Scientific Writing About Aud 2 38.46% 61.54% 100 %
Integration of Arts in Early Childhood Education 2 50% 50% 100 %
Study of Playing Theory Aud 3 33.33% 66.67% 100 %
Aud Learning Models and Design 5 40% 60% 100 %
Metodologi Penelitian Pendidikan 3 36.36% 18.18% 36.36% 9.09% 99.99 %
Final Project Proposal 3 50% 50% 100 %
Development of the Aud Learning Curriculum 5 50% 50% 100 %
Inclusive Education and Management in Early Childhood Education 3 18.18% 9.09% 72.73% 100 %
Early Childhood Unit Management Leadership 3 25% 75% 100 %
Nutrition and Parenting Analysis Aud 2 33.33% 16.67% 33.33% 16.67% 100 %
Research Instrument Development 2 50% 25% 25% 100 %
Internship 4 25% 25% 25% 25% 100 %
Science and Mathematics Education Aud 2 45.45% 54.55% 100 %
Digital Literacy in Early Childhood Education 2 40% 60% 100 %
Landasan Perancangan Kurikulum Program Studi
Universitas Negeri Surabaya

Kurikulum Program Studi S2 PAUD mengacu pada Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2012, tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi No 53 Tahun 2023, dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2013, tentang Penerapan KKNI Bidang Perguruan Tinggi. Kurikulum S2 PAUD UNESA didasarkan pada pendekatan humanisme dan konstruktivisme dengan pembelajaran berbasis pengalaman, keanekaragaman dan inklusi, serta kolaborasi dan komunikasi. Kurikulum ini mengakui nilai-nilai, potensi, dan keunikan setiap individu dalam upaya mengembangkan kualitas manusia secara inklusif. Pendekatan tersebut diterapkan untuk memastikan bahwa semua latar belakang sosial, etnis, atau kondisi khusus, memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi S2 PAUD Berdasarkan Asosiasi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (APG PAUD) dan National Association of Young Children Education (NAECY).

Landasan Filosofis, Pedagogis, Psikologis, dan Yuridis.

Kurikulum Program Studi S2 PAUD FIP Universitas Negeri Surabaya dikembangkan dengan menggunakan landasan yang menjadi dasar pijakan dalam mengembangkan capaian pembelajaran lulusan, bahan kajian, proses, dan penilaian yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan program studi. Landasantersebut adalah a) Landasan Filosofis, b) Landasan Sosiologis, c) Landasan Psikologis, d) Landasan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, dan e) LandasanYuridis.

Landasan Filosofi

Kurikulum dikembangkan berdasarkan analisis kebutuhan dari berbagai sumber yang diselaraskan dengan filosofis yang menjadi akar dan diyakini kebenarannya sebagai dasar pengembangan kurikulum. Landasan filosofis dalam pengembangan kurikulum prodi S2 PAUD FIP Unesa adalah Pancasila yang merupakan pandangan hidup berbangsa dan bernegara, sehingga pencapaian pendidikan program studitentu diarahkan pada pencapaian dalam berbangsa dan bernegara. Selainitu Pancasila merupakan refleksi budaya luhur bangsa Indonesiayang dijadikan pedomanoleh tokoh pendidikan Indonesia seperti Ki Hajar Dewantara.

Berbagai pandangan tentang filosofi dalam pendidikan dan pembelajaran perlu diakomodasikan dalam landasan pengembangan kurikulum prodi baik itu yang bersifat idealisme, maupun pragmatisme dengan tujuan memperkaya landasan dalam pencapaian tujuan. Karena secara prinsip pendidikan dan pembelajaran tidak hanya terkait masalah substansi subject academic namun juga terkait dengan segala implementasi dalam berbagai dimensi seperti aspek pribadi, sosial dan religi. Untuk mendukung pencapaian tujuan berupa profil lulusan maka penguasaan teori dan praktikdengan menerapkan aspek humanistik yang kolaboratif, maka perlu tercermin pelaksanaan perkuliahan di kelas yang kondusif. Landasan filosofis, memberikan pedomansecara filosofis pada tahap perancangan, pelaksanaan dan peningkatan kualitas pendidikan (Ornstein & Hunkins, 2014).

Landasan Sosiologi

Kurikulum merupakancermin dari kehidupan masyarakat yang salingberinteraksi dan membentuk komunitas kehidupan yang kompleks sebagaimasyarakat sosial. Oleh karena itu dalam proses pengembangan kurikulum perlu memperhatikan aspek sosiologis yang diangkat dari kehidupan masyarakat. Masyarakat Indonesia yang berlandaskan filosofi Pancasila dikenal sebagai masyarakat majemuk yang terdiri dari beragam suku, adat dan bahasa namun mempunyai cita-cita ke arah yang sama selanjutnya dicerminkan dalam Bhineka Tunggal Ika. Hal ini juga sangat sesuai dengan perkembangan ilmu pendidikan dari behavioristik menuju ke konektivistik yang artinya memahami keragaman dan kebutuhan individu yang berbeda. Implementasi aspek sosiologis ini tertuang dalam pelaksanaan perkuliahan dengan memperhatikan aspek gotong royong dalam berbagai perbedaan dan kepentingan untuk menuju pada kelulusan mahasiswa pascasarjana. Semangat ini juga telah diwariskan oleh para pendahulu bangsa yang memang didirikan dari keberagaman yang menyatu. Aspek social dan budaya perlu dipahami sebagai bagian dari pengetahuan kelompok (group knowledge) (Roos, 1963:85).

Landasan Psikologi

Subjek kurikulum adalah pebelajar yang memiliki aspek psikologi yang kuat. Sebagai salah satu makhluk ciptaan Tuhan yang diberikan pikirandan perasaan tentu aspek psikologi dalam perlaksanaan perkuliahan dalam rangka memberikan pengalaman belajar yang optimal harus diperhatikan.

Landasan psikologi yang perlu diperhatikan tersebut terdiri dari aspek kebutuhan (need), motivasi, perkembangan, pertumbuhan kognitif dan sosial serta kematangan intelektual. Hal ini harus mampu diakomodasi dalam bentuk penyusunan rangkaian pengalaman belajar yang menyediakan kesempatan untuk muncul dan berperannya sapek psikologis tersebut. Kurikulum harus mampu menyebabkan mahasiswa berpikir kritis dan berpikir tingkat tinggi serta melakukan penalaran tingkat tinggi, kurikulum yang mampu mengoptiomalkan pengembangan potensi mahasiswa menjadimanusia seutuhkan dan terpenuhinya kebutuhanfisik dan psikis.

Landasan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Perkembangan era industry 4.0 dan sedang meluncur deras menuju 5.0 tentu berpengaruh terhadap penyusunan kurikulum, misalnya tentang pemikiran post modern yang melahirkan pemikir-pemikir futuristik dalam melahirkan peradaban baru umat manusia yang semakin kencang dalam memudahkan dan membuat nyaman kehidupan manusiaselanjutnya.

Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan perlu pula dimanfaatkan baik sebagai proses dan sumber belajar dalam sebuah system pembelajaran yang menyeluruh dan bukan sekedar sebagai alat (tools). Hal ini menuntut Implementasi kurikulum mampu mengakomodasi perkembangan dunia maya (cyber) untuk dimanfaatkan baik dalam menyusunrancangan pembelajaran untuk memperoleh pengalaman belajar yang optimalatau juga memanfaatkannya sebagai sumber belajaryang tidak terbatas. 

Landasan Yuridis mohon dicek Kembali apakah masih berlaku atau copy dari Pedoman Kurikulum UNESA

  1. Pancasila dan UUD 1945;
  2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
  3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4586);
  4. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 158, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5336); Peraturan pemerintah Republik Indonesia No. 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan;
  5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Pendidikan Tinggi;
  6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 37 Tahun 2022 tentang Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum Universitas Negeri Surabaya;
  7. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI);
  8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2013 tentang Penerapan KKNI Bidang Perguruan Tinggi;
  9. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 6 tahun 2022 tentang Ijazah, Sertifikat Kompetensi, Sertifikat Profesi, Gelar, dan Kesetaraan Ijazah Perguruan Tinggi Negara Lain;
  10. Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia No. 123 Tahun 2019 tentang Magang dan Pengakuan Satuan Kredit Semester Magang Industri untuk Program Sarjana dan Sarjana Terapan; Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 7 Tahun 2020 tentang Pendirian Perubahan, Pembubaran Perguruan Tinggi Negeri, dan Pendirian, Perubahan, Pencabutan Izin Perguruan Tinggi Swasta;
  11. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia No. 13 Tahun 2022 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2020 Tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-2024;
  12. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti;
  13. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi;
  14. Peraturan Rektor Universitas Negeri Surabaya No. 15 Tahun 2023 tentang Kurikulum Universitas Negeri Surabaya;
  15. Rencana Strategis Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi 2020-2024;
  16. Rencana Strategis (Renstra) Universitas Negeri Surabaya PTNBH 2020-2025;
  17. Rencana Pengembangan Jangka Panjang (RPJP) Universitas Negeri Surabaya 2022-2045;
  18. Rencana Strategis (Renstra) FIP 2024-2029.