Course Description
Mata kuliah Ruang dan Perilaku membahas interaksi timbal balik antara lingkungan fisik (ruang) dan perilaku manusia, khususnya dalam konteks perencanaan wilayah dan kota. Pendekatan yang digunakan bersifat sosial-spasial, menekankan bahwa ruang bukan sekadar wadah netral (ruang hampa), melainkan produk sosial yang membentuk dan dibentuk oleh aktivitas manusia. Melalui materi ini, mahasiswa diharapkan mengembangkan “socio-spatial mind” dalam merencanakan kota, yaitu kemampuan memahami bagaimana perencana berpikir dan membuat keputusan tata guna lahan serta desain ruang publik untuk mencapai tujuan sosial, ekonomi, politik, dan lingkungan. Mata kuliah ini merujuk pada pemikiran tokoh-tokoh penting dalam studi ruang dan kota, antara lain Henri Lefebvre, Edward Soja, Yi-Fu Tuan, Kevin Lynch, Jane Jacobs, dan pakar lain pada bidang ini. Pendekatan pengajaran mencakup kuliah, diskusi, analisis bacaan, studi lapangan, serta penugasan reflektif agar mahasiswa dapat memahami bagaimana teori-teori ruang tersebut diaplikasikan dalam perencanaan yang nyata.
Program Objectives (PO)
- Menerapkan teori-teori perilaku manusia dalam menganalisis interaksi antara individu/kelompok dengan ruang fisik perkotaan. (C3)
- Menganalisis pola penggunaan ruang publik berdasarkan karakteristik sosial, budaya, dan ekonomi pengguna. (C4)
- Mengevaluasi efektivitas desain ruang terhadap perilaku dan kenyamanan pengguna dengan mempertimbangkan aspek inklusivitas. (C5)
- Menciptakan konsep ruang yang adaptif dan inovatif untuk mendukung interaksi sosial dan kegiatan ekonomi kreatif. (C6)
- Menganalisis dampak perubahan fisik ruang terhadap perilaku komunitas dan dinamika sosial di wilayah perkotaan. (C4)
- Mengevaluasi kebijakan atau rancangan tata ruang berdasarkan prinsip perilaku manusia dan keberlanjutan lingkungan. (C5)
- Menerapkan metode observasi dan analisis perilaku (behavioral mapping) dalam studi perencanaan ruang. (C3)
- Menciptakan solusi perencanaan spasial yang kolaboratif dan inovatif untuk mengatasi konflik penggunaan ruang. (C6)
- Menganalisis hubungan antara persepsi, kognisi peta, dan pengambilan keputusan spasial dalam konteks perencanaan wilayah. (C4)
- Mengevaluasi penerapan prinsip psikologi lingkungan dalam pengembangan produk perencanaan yang berorientasi pada manusia. (C5)