Course Description
Mata kuliah ini mengkaji secara kritis dan komprehensif berbagai konsep, teori, dan dinamika empiris seputar politik dan tata kelola pemerintahan di tingkat lokal. Fokus utama mata kuliah ini adalah menganalisis transisi dan implementasi desentralisasi serta otonomi daerah, khususnya dalam konteks Indonesia pasca-Orde Baru. Mahasiswa akan diajak untuk membedah relasi kekuasaan antara pemerintah pusat dan daerah, dinamika pemilihan kepala daerah (Pilkada), menguatnya politik identitas dan klientelisme (patronase), hingga peran masyarakat sipil (civil society) dalam pembuatan kebijakan publik di tingkat akar rumput.
Melalui pendekatan multidisiplin (ilmu politik, administrasi publik, dan sosiologi politik), mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan analisis kebijakan yang tajam terhadap problematika pemerintahan lokal kontemporer, serta mampu merumuskan desain institusional atau inovasi tata kelola yang mendorong terwujudnya pemerintahan lokal yang demokratis, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan publik.
Program Objectives (PO)
- CPMK 1: Mampu menelaah secara kritis teori, konsep, dan dinamika empiris pemerintahan lokal (seperti desentralisasi, Pilkada, dan inovasi tata kelola) dengan menggunakan perspektif interdisiplin dan multidisiplin (administrasi publik, ilmu politik, dan sosiologi).
- CPMK 2: Mampu mengidentifikasi dan merumuskan masalah penelitian (research gap) yang orisinal, relevan, dan mutakhir terkait isu-isu politik lokal dan pembuatan kebijakan di daerah.
- CPMK 3: Mampu merancang desain penelitian dan mengaplikasikan metode penelitian terkini (kualitatif, kuantitatif, atau mixed-methods) untuk menganalisis secara ilmiah fenomena klientelisme, relasi pusat-daerah, atau kinerja pelayanan publik di tingkat lokal.
- CPMK 4: Mampu menyusun luaran penelitian (seperti artikel jurnal ilmiah atau policy paper) berbasis bukti empiris (evidence-based) yang mengusulkan solusi inovatif terhadap permasalahan tata kelola pemerintahan lokal.