Universitas Negeri Surabaya
Fakultas Ilmu Pendidikan
Program Studi S1 Pendidikan Luar Biasa

Kode Dokumen

SEMESTER LEARNING PLAN

Course

KODE

Rumpun MataKuliah

Bobot Kredit

SEMESTER

Tanggal Penyusunan

Pembelajaran Anak Disabilitas Rungu

8620202400

T=2

P=0

ECTS=3.18

4

18 Februari 2026

OTORISASI

Pengembang S.P

Koordinator Rumpun matakuliah

Koordinator Program Studi




Khofidotur Rofiah, S.Pd, M.Pd; Eryana Fatimasari Retno Budiati, M.Pd




Prof. Dr. Wagino, M.Pd




KHOFIDOTUR ROFIAH

Model Pembelajaran

Project Based Learning

Program Learning Outcomes (PLO)

PLO program Studi yang dibebankan pada matakuliah

PLO-4

Mengembangkan diri secara berkelanjutan dan berkolaborasi.

PLO-8

Merancang kurikulum dan program layanan pendidikan khusus

PLO-9

Terampil memberikan layanan akademik dan program kebutuhan khusus bagi PDBK

PLO-10

Memanfaatkan media dan teknologi asistif dalam layanan pendidikan khusus

Program Objectives (PO)

PO - 1

Menguasai secara mendalam konsep dasar, prinsip-prinsip, dan teori-teori yang berkaitan dengan pembelajaran anak tunarungu serta mampu menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pembelajaran anak tunarungu sesuai prosedur.

PO - 2

Merancang kurikulum, program layanan, dan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak tunarungu secara sistematis dan inovatif.

PO - 3

Terampil memberikan layanan akademik, simulasi pembelajaran, dan intervensi program pendidikan khusus sesuai kebutuhan individual anak tunarungu.

PO - 4

Memanfaatkan media pembelajaran dan teknologi asistif secara tepat guna mendukung proses belajar anak tunarungu.

Matrik PLO-PO

 
POPLO-4PLO-8PLO-9PLO-10
PO-1   
PO-2   
PO-3   
PO-4   

Matrik PO pada Kemampuan akhir tiap tahapan belajar (Sub-PO)

 
PO Minggu Ke
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
PO-1
PO-2
PO-3
PO-4

Deskripsi Singkat Mata Kuliah

Mata kuliah Pembelajaran Anak Disabilitas Rungu merupakan mata kuliah yang memberikan pemahaman dan pengetahuan, serta pengalaman dan keterampilan kepada mahasiswa melalui pengkajian konsep, strategi, metode, teknik dan alternatif komunikasi anak tunarungu. Karakteristik perkembangan peserta didik tunarungu serta teknik penerapan pembelajaran bagi anak tunarungu serta kemampuan untuk merencanakan, mengaplikasikan, mengevaluasi, dan menganalisis penerapan strategi, metode, teknik pembelajaran anak tunarungu serta membekali mahasiswa untuk mampu membuat keputusan dan mengaplikasikan dalam pembelajaran dan menemukan alternatif solusi dalam menyelesaikan permasalahan bidang pembelajaran anak tunarungu baik di sekolah khusus maupun sekolah inklusif. Perkuliahan dilaksanakan dengan sistem presentasi, diskusi, tugas proyek, dan refleksi

Pustaka

Utama :

  1. Bunawan, Lani. Yuwati, Cecilis Susila. 2000. Penguasaan Bahasa Anak Tunarungu. Jakarta
  2. Donald F.Moores, 2001. Educating the Deaf. Boston
  3. UNESCO. (1995). Deafness: A Guide for Parents, Teachers and Community Workers. Paris: UNESCO.
  4. Scheetz, Nanci A, (2012), Deaf education in the 21st century : topics and trends , Pearson Education, Inc. United States of America
  5. Purbaningrum, E., & Rofiah, K. (2020). Bina Bicara Bagi Anak Berkebutuhan Khusus. Jakad Media Publishing.
  6. Budiati, E. F. R., Yuliati, Pamuji, & Sartinah, E. P. 2025. Panduan bidang pengembangan bahasa: Menyimak dan berbicara

Pendukung :

  1. Budiati, E. F. R., Andajani, S. J., Sartinah, E. P., & Ashar, M. N. (2020, August). The Development of Guidance in Language Development Field: Listening and Speaking for Deaf Child (Hard of Hearing) in Special Kindergarten Schools for Deaf. In 1st Progress in Social Science, Humanities and Education Research Symposium (PSSHERS 2019) (pp. 565-568). Atlantis Press.
  2. Budiati, E. F. R., Nursalim, M., Mardliyah, S., Sartinah, E. P., & Oktafiolita, A. (2025). Development of a receptive and expressive language handbook for hard-of-hearing disabilities in TKLB-B. Edelweiss Applied Science and Technology, 9(2), 2318-2330.

Dosen Pengampu

Khofidotur Rofiah, S.Pd., M.Pd.

Eryana Fatimasari Retno Budiati , M.Pd.

Minggu Ke-

Kemampuan akhir tiap tahapan belajar
(Sub-PO)

Penilaian

Bantuk Pembelajaran,

Metode Pembelajaran,

Penugasan Mahasiswa,

 [ Estimasi Waktu]

Materi Pembelajaran

[ Pustaka ]

Bobot Penilaian (%)

Indikator

Kriteria & Bentuk

Luring (offline)

Daring (online)

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

1

Minggu ke 1

Orientasi Perkuliahan & Pengantar Pembelajaran Anak Disabilitas Rungu

  1. Kontrak perkuliahan dan sistem evaluasi mata kuliah Pembelajaran Anak Disabilitas Rungu.
  2. Ruang lingkup mata kuliah pembelajaran anak disabilitas rungu.
  3. Tantangan pembelajaran anak dengan disabilitas rungu di sekolah inklusi dan SLB-B.
  4. Peran pendidik dan konselor dalam proses pembelajaran anak disabilitas rungu.
Kriteria:

Kriteria penilaian deskriptif mata kuliah. A (85- 100): Penguasaan inovatif, proyek unggul, analisis mendalam. A- (80-84.9): Pemahaman baik,program adaptif,sedikit kekurangan. B(75- 79.9): Konsep dasar kuat, partisipasi aktif, kurang inovasi. B(70-74.9): Standar memadai, evaluasi sederhana. B- (65- 69.9): Pemahaman minimal, kesalahan kecil. C (60-64.9): Terbatas, butuh bimbingan. C (55-59.9): Kurang, pemahaman parsial. D (50- 54.9): Rendah, tidak lengkap. E (0- 49.9): Gagal total.


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Ceramah, Tanya jawab, Brainstorming, Penugasan
2x50

Materi: Materi 1
Pustaka: Bunawan, Lani. Yuwati, Cecilis Susila. 2000. Penguasaan Bahasa Anak Tunarungu. Jakarta
2%

2

Minggu ke 2

Konsep dan Karakteristik Disabilitas Rungu dalam Konteks Pembelajaran

  1. Pengertian disabilitas rungu dalam konteks pendidikan dan pembelajaran.
  2. Jenis dan tingkat ketunarunguan berdasarkan karakteristik pendengaran dan implikasinya terhadap pembelajaran.
  3. Dampak ketunarunguan terhadap proses belajar anak, khususnya pada aspek bahasa, komunikasi, dan pemahaman materi.
  4. Karakteristik belajar anak dengan disabilitas rungu yang membedakannya dari anak dengar.
  5. Implikasi karakteristik disabilitas rungu terhadap perancangan strategi, metode, dan media pembelajaran.
  6. Contoh desain pembelajaran sederhana yang mengakomodasi karakteristik dan kebutuhan belajar anak dengan disabilitas rungu.
Kriteria:

Kriteria penilaian deskriptif mata kuliah. A (85- 100): Penguasaan inovatif, proyek unggul, analisis mendalam. A- (80-84.9): Pemahaman baik,program adaptif,sedikit kekurangan. B(75- 79.9): Konsep dasar kuat, partisipasi aktif, kurang inovasi. B(70-74.9): Standar memadai, evaluasi sederhana. B- (65- 69.9): Pemahaman minimal, kesalahan kecil. C (60-64.9): Terbatas, butuh bimbingan. C (55-59.9): Kurang, pemahaman parsial. D (50- 54.9): Rendah, tidak lengkap. E (0- 49.9): Gagal total.


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Ceramah, Tanya jawab, Brainstorming, Penugasan
2x50

Materi: Materi 1
Pustaka: Bunawan, Lani. Yuwati, Cecilis Susila. 2000. Penguasaan Bahasa Anak Tunarungu. Jakarta
3%

3

Minggu ke 3

Mahasiswa dapat memahami Perkembangan Bahasa dan Komunikasi Anak Disabilitas Rungu

  1. Hambatan bahasa dan komunikasi yang dialami anak dengan disabilitas rungu dalam proses pembelajaran.
  2. Bentuk-bentuk komunikasi pada anak dengan disabilitas rungu, meliputi bahasa isyarat, komunikasi oral, dan komunikasi total.
  3. Pengaruh keterlambatan bahasa terhadap pemahaman materi dan interaksi belajar anak dengan disabilitas rungu.
  4. Keterkaitan kemampuan bahasa dan komunikasi dengan pencapaian akademik anak dengan disabilitas rungu.
  5. Kebutuhan komunikasi individual anak dengan disabilitas rungu sebagai dasar perencanaan pembelajaran.
  6. Contoh strategi pendidik dalam memfasilitasi komunikasi yang efektif di kelas bagi anak dengan disabilitas rungu.
Kriteria:

Kriteria penilaian deskriptif mata kuliah. A (85- 100): Penguasaan inovatif, proyek unggul, analisis mendalam. A- (80-84.9): Pemahaman baik,program adaptif,sedikit kekurangan. B(75- 79.9): Konsep dasar kuat, partisipasi aktif, kurang inovasi. B(70-74.9): Standar memadai, evaluasi sederhana. B- (65- 69.9): Pemahaman minimal, kesalahan kecil. C (60-64.9): Terbatas, butuh bimbingan. C (55-59.9): Kurang, pemahaman parsial. D (50- 54.9): Rendah, tidak lengkap. E (0- 49.9): Gagal total.


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Ceramah, Tanya jawab, Brainstorming, Penugasan
2x50

Materi: Materi 1
Pustaka: Bunawan, Lani. Yuwati, Cecilis Susila. 2000. Penguasaan Bahasa Anak Tunarungu. Jakarta
3%

4

Minggu ke 4

Mahasiswa mampu menganalisis Gaya Belajar dan Karakteristik Kognitif Anak Disabilitas Rungu

  1. Karakteristik gaya belajar visual sebagai kekuatan utama pada anak dengan disabilitas rungu.
  2. Perkembangan kognitif dan proses pemrosesan informasi pada anak dengan disabilitas rungu.
  3. Karakteristik konsentrasi, memori, dan pemahaman konsep abstrak pada anak dengan disabilitas rungu.
  4. Implikasi gaya belajar dan karakteristik kognitif terhadap proses pembelajaran anak dengan disabilitas rungu.
  5. Kesesuaian metode mengajar berdasarkan gaya belajar anak dengan disabilitas rungu.
  6. Contoh strategi atau aktivitas pembelajaran yang mengakomodasi gaya belajar visual dan kebutuhan kognitif anak dengan disabilitas rungu.
Kriteria:

Kriteria penilaian deskriptif mata kuliah. A (85- 100): Penguasaan inovatif, proyek unggul, analisis mendalam. A- (80-84.9): Pemahaman baik,program adaptif,sedikit kekurangan. B(75- 79.9): Konsep dasar kuat, partisipasi aktif, kurang inovasi. B(70-74.9): Standar memadai, evaluasi sederhana. B- (65- 69.9): Pemahaman minimal, kesalahan kecil. C (60-64.9): Terbatas, butuh bimbingan. C (55-59.9): Kurang, pemahaman parsial. D (50- 54.9): Rendah, tidak lengkap. E (0- 49.9): Gagal total.


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Presentasi Kelompok, Diskusi
2x50

Materi: Tuli dan karakter belajar tuli
Pustaka: Donald F.Moores, 2001. Educating the Deaf. Boston
3%

5

Minggu ke 5

Mahasiswa mampu memahami Hambatan dan Kebutuhan Belajar Anak Disabilitas Rungu

  1. Hambatan akademik dan non-akademik yang dialami anak dengan disabilitas rungu dalam konteks pembelajaran di sekolah inklusif maupun khusus.
  2. Bentuk dan dampak hambatan interaksi sosial di kelas, baik dengan guru maupun teman sebaya, pada anak dengan disabilitas rungu.
  3. Kebutuhan belajar individual anak dengan disabilitas rungu berdasarkan karakteristik perkembangan, kemampuan komunikasi, dan lingkungan belajar.
  4. Prinsip-prinsip pembelajaran terdiferensiasi yang sesuai bagi anak dengan disabilitas rungu.
  5. Contoh strategi atau skenario pembelajaran yang mengakomodasi kebutuhan belajar anak dengan disabilitas rungu.
  6. Hambatan dan kebutuhan belajar anak dengan disabilitas rungu dengan pendekatan layanan pendidikan inklusif yang tepat.
Kriteria:

Kriteria penilaian deskriptif mata kuliah. A (85- 100): Penguasaan inovatif, proyek unggul, analisis mendalam. A- (80-84.9): Pemahaman baik,program adaptif,sedikit kekurangan. B(75- 79.9): Konsep dasar kuat, partisipasi aktif, kurang inovasi. B(70-74.9): Standar memadai, evaluasi sederhana. B- (65- 69.9): Pemahaman minimal, kesalahan kecil. C (60-64.9): Terbatas, butuh bimbingan. C (55-59.9): Kurang, pemahaman parsial. D (50- 54.9): Rendah, tidak lengkap. E (0- 49.9): Gagal total.


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Presentasi Kelompok, Diskusi
2x50

Materi: Pendidikan tuli di era 21 century
Pustaka: Scheetz, Nanci A, (2012), Deaf education in the 21st century : topics and trends , Pearson Education, Inc. United States of America
3%

6

Minggu ke 6

Mahasiswa mampu merancang Lingkungan dan Sistem Pembelajaran Anak Disabilitas Rungu

  1. Prinsip-prinsip pembelajaran bagi anak dengan disabilitas rungu di SLB-B dan sekolah inklusif.
  2. Perbedaan sistem pembelajaran anak dengan disabilitas rungu di SLB-B dan sekolah inklusif.
  3. Kebutuhan adaptasi lingkungan kelas bagi anak dengan disabilitas rungu, meliputi pengaturan kelas, posisi duduk, pencahayaan, dan visibilitas guru.
  4. Strategi penggunaan visual support dan media pembelajaran yang sesuai bagi anak dengan disabilitas rungu.
  5. Rancangan adaptasi pembelajaran yang mencakup lingkungan belajar, metode, dan media bagi anak dengan disabilitas rungu.
  6. Bentuk kolaborasi antara guru kelas, guru BK, dan orang tua dalam mendukung pembelajaran anak dengan disabilitas rungu.
  7. Peran masing-masing pihak (guru kelas, guru BK, dan orang tua) dalam sistem pembelajaran anak dengan disabilitas rungu di sekolah inklusif dan SLB-B.
Kriteria:

Kriteria penilaian deskriptif mata kuliah. A (85- 100): Penguasaan inovatif, proyek unggul, analisis mendalam. A- (80-84.9): Pemahaman baik,program adaptif,sedikit kekurangan. B(75- 79.9): Konsep dasar kuat, partisipasi aktif, kurang inovasi. B(70-74.9): Standar memadai, evaluasi sederhana. B- (65- 69.9): Pemahaman minimal, kesalahan kecil. C (60-64.9): Terbatas, butuh bimbingan. C (55-59.9): Kurang, pemahaman parsial. D (50- 54.9): Rendah, tidak lengkap. E (0- 49.9): Gagal total.


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Presentasi Kelompok, Diskusi
2x50

Materi: Pendidikan tuli di era 21 century
Pustaka: Scheetz, Nanci A, (2012), Deaf education in the 21st century : topics and trends , Pearson Education, Inc. United States of America
3%

7

Minggu ke 7

Mahasiswa mampu mIdentifikasi dan Asesmen untuk Perencanaan Pembelajaran Anak Disabilitas Rungu

  1. Konsep dan tujuan asesmen dalam perencanaan pembelajaran anak dengan disabilitas rungu.
  2. Kesulitan belajar anak dengan disabilitas rungu berdasarkan aspek akademik dan non-akademik.
  3. Hasil asesmen kemampuan akademik anak dengan disabilitas rungu.
  4. Hasil asesmen kemampuan komunikasi total, termasuk penggunaan bahasa isyarat, oral, dan media visual pendukung.
  5. Kebutuhan pembelajaran anak dengan disabilitas rungu berdasarkan hasil asesmen.
  6. Laporan hasil asesmen sebagai dasar perencanaan pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan individual.
  7. Keterkaitan hasil asesmen dengan penentuan strategi, metode, dan media pembelajaran bagi anak dengan disabilitas rungu.
Kriteria:

Kriteria penilaian deskriptif mata kuliah. A (85- 100): Penguasaan inovatif, proyek unggul, analisis mendalam. A- (80-84.9): Pemahaman baik,program adaptif,sedikit kekurangan. B(75- 79.9): Konsep dasar kuat, partisipasi aktif, kurang inovasi. B(70-74.9): Standar memadai, evaluasi sederhana. B- (65- 69.9): Pemahaman minimal, kesalahan kecil. C (60-64.9): Terbatas, butuh bimbingan. C (55-59.9): Kurang, pemahaman parsial. D (50- 54.9): Rendah, tidak lengkap. E (0- 49.9): Gagal total.


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Portofolio
Presentasi Kelompok, Diskusi
2X50

Materi: Pendidikan tuli di era 21 century
Pustaka: Scheetz, Nanci A, (2012), Deaf education in the 21st century : topics and trends , Pearson Education, Inc. United States of America
3%

8

Minggu ke 8

UTS

UTS

Kriteria:

Kriteria penilaian deskriptif mata kuliah. A (85- 100): Penguasaan inovatif, proyek unggul, analisis mendalam. A- (80-84.9): Pemahaman baik,program adaptif,sedikit kekurangan. B(75- 79.9): Konsep dasar kuat, partisipasi aktif, kurang inovasi. B(70-74.9): Standar memadai, evaluasi sederhana. B- (65- 69.9): Pemahaman minimal, kesalahan kecil. C (60-64.9): Terbatas, butuh bimbingan. C (55-59.9): Kurang, pemahaman parsial. D (50- 54.9): Rendah, tidak lengkap. E (0- 49.9): Gagal total.

UTS
2X50

Materi: Materi 1-7
Pustaka: Donald F.Moores, 2001. Educating the Deaf. Boston
20%

9

Minggu ke 9

Mahasiswa mampu merancang Kurikulum di Sekolah Inklusi untuk disabilitas rungu.

  1. Konsep dan prinsip kurikulum inklusif bagi peserta didik dengan disabilitas rungu.
  2. Kebutuhan kurikulum peserta didik dengan disabilitas rungu di sekolah inklusi.
  3. Kesesuaian kurikulum nasional dengan kebutuhan belajar peserta didik dengan disabilitas rungu.
  4. Bentuk adaptasi kurikulum (tujuan, materi, metode, dan penilaian) bagi peserta didik dengan disabilitas rungu.
  5. Contoh rancangan kurikulum atau program pembelajaran individual (PPI) bagi peserta didik dengan disabilitas rungu di sekolah inklusi.
  6. Peran guru kelas, guru pendamping khusus, dan pihak sekolah dalam implementasi kurikulum inklusif bagi peserta didik dengan disabilitas rungu.
Kriteria:

Kriteria penilaian deskriptif mata kuliah. A (85- 100): Penguasaan inovatif, proyek unggul, analisis mendalam. A- (80-84.9): Pemahaman baik,program adaptif,sedikit kekurangan. B(75- 79.9): Konsep dasar kuat, partisipasi aktif, kurang inovasi. B(70-74.9): Standar memadai, evaluasi sederhana. B- (65- 69.9): Pemahaman minimal, kesalahan kecil. C (60-64.9): Terbatas, butuh bimbingan. C (55-59.9): Kurang, pemahaman parsial. D (50- 54.9): Rendah, tidak lengkap. E (0- 49.9): Gagal total.


Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Praktik / Unjuk Kerja
Presentasi Kelompok, Diskusi
2x50

Materi: Materi 9
Pustaka: Donald F.Moores, 2001. Educating the Deaf. Boston
5%

10

Minggu ke 10

Mahasiswa mampu merancang Kurikulum & Program di SLB-B.

  1. Pengertian, tujuan pendidikan, dan karakteristik kurikulum SLB-B sesuai dengan kebutuhan peserta didik dengan disabilitas rungu.
  2. Karakteristik pembelajaran di SLB-B, termasuk fokus pembelajaran bahasa dan komunikasi bagi peserta didik dengan disabilitas rungu.
  3. Komponen kurikulum dan program pembelajaran di SLB-B, meliputi tujuan, materi, metode, media, dan penilaian.
  4. Kesesuaian dan keterkaitan kurikulum nasional dengan karakteristik dan kebutuhan belajar peserta didik di SLB-B.
  5. Bentuk adaptasi dan modifikasi kurikulum yang diterapkan dalam pembelajaran di SLB-B.
  6. Menyusun contoh rancangan Program Pembelajaran Individual (PPI) secara sederhana sebagai bagian dari implementasi kurikulum di SLB-B.
  7. Hubungan PPI dengan kurikulum, serta implikasinya terhadap fokus pembelajaran bahasa dan komunikasi di SLB-B.
  8. Menyusun atau mempraktikkan contoh kegiatan pembelajaran bahasa yang sesuai dengan karakteristik peserta didik dengan disabilitas rungu di SLB-B.

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Presentasi Kelompok, Diskusi
2x50

Materi: Materi 9
Pustaka: Donald F.Moores, 2001. Educating the Deaf. Boston
5%

11

Minggu ke 11

Mahasiswa mampu menganalisis Karakteristik belajar anak disabilitas rungu, strategi, model, pendekatan dan metode pembelajaran untuk anak disabilitas rungu.

  1. Karakteristik belajar anak dengan disabilitas rungu, meliputi gaya belajar visual, dampak ketunarunguan terhadap bahasa dan komunikasi, serta implikasinya dalam pembelajaran di sekolah.
  2. Kesulitan belajar anak dengan disabilitas rungu, termasuk keterbatasan kosakata, hambatan komunikasi, serta perkembangan kognitif, sosial, dan emosi yang memengaruhi proses belajar.
  3. Strategi belajar dan prinsip pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak dengan disabilitas rungu.
  4. Metode pembelajaran yang efektif, termasuk penerapan komunikasi total (bahasa isyarat, ujaran, dan visual) dalam pembelajaran anak dengan disabilitas rungu.
  5. Bentuk adaptasi dan modifikasi pembelajaran yang diperlukan bagi anak dengan disabilitas rungu, baik pada materi, metode, media, maupun lingkungan belajar.
  6. Peran pendidik dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik belajar anak dengan disabilitas rungu.
  7. Menyusun dan mempraktikkan contoh strategi atau kegiatan pembelajaran, termasuk contoh kegiatan pembelajaran visual, yang mengakomodasi karakteristik belajar anak dengan disabilitas rungu.
Kriteria:

Kriteria penilaian deskriptif mata kuliah. A (85- 100): Penguasaan inovatif, proyek unggul, analisis mendalam. A- (80-84.9): Pemahaman baik,program adaptif,sedikit kekurangan. B(75- 79.9): Konsep dasar kuat, partisipasi aktif, kurang inovasi. B(70-74.9): Standar memadai, evaluasi sederhana. B- (65- 69.9): Pemahaman minimal, kesalahan kecil. C (60-64.9): Terbatas, butuh bimbingan. C (55-59.9): Kurang, pemahaman parsial. D (50- 54.9): Rendah, tidak lengkap. E (0- 49.9): Gagal total.


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Praktik / Unjuk Kerja
Presentasi Kelompok, Diskusi
2x50

Materi: Materi 9
Pustaka: Donald F.Moores, 2001. Educating the Deaf. Boston
5%

12

Minggu ke 12

Mahasiswa mampu menganalisis Media pembelajaran untuk anak disabilitas rungu.

  1. Peran, fungsi, dan prinsip penggunaan media pembelajaran dalam mendukung proses belajar anak dengan disabilitas rungu.
  2. Karakteristik media pembelajaran visual yang sesuai dengan kebutuhan belajar anak dengan disabilitas rungu.
  3. Kesesuaian media pembelajaran dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik anak dengan disabilitas rungu.
  4. Kelebihan dan keterbatasan berbagai jenis media, meliputi media visual (gambar, kartu kata, poster), audiovisual, dan media berbasis teknologi (video teks, aplikasi).
  5. Efektivitas penggunaan media pembelajaran dalam meningkatkan pemahaman konsep dan keterlibatan belajar anak dengan disabilitas rungu.
  6. Menyusun dan mempresentasikan contoh rancangan atau pemanfaatan media pembelajaran sederhana yang mendukung pembelajaran anak dengan disabilitas rungu.
Kriteria:

Kriteria penilaian deskriptif mata kuliah. A (85- 100): Penguasaan inovatif, proyek unggul, analisis mendalam. A- (80-84.9): Pemahaman baik,program adaptif,sedikit kekurangan. B(75- 79.9): Konsep dasar kuat, partisipasi aktif, kurang inovasi. B(70-74.9): Standar memadai, evaluasi sederhana. B- (65- 69.9): Pemahaman minimal, kesalahan kecil. C (60-64.9): Terbatas, butuh bimbingan. C (55-59.9): Kurang, pemahaman parsial. D (50- 54.9): Rendah, tidak lengkap. E (0- 49.9): Gagal total.


Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
Presentasi Kelompok, Diskusi
2x50

Materi: Materi 12
Pustaka: Donald F.Moores, 2001. Educating the Deaf. Boston
5%

13

Minggu ke 13

Mahasiswa mampu menerapkan perangkat pembelajaran dan penilaian untuk anak disabilitas rungu.

  1. Konsep, tujuan, dan prinsip penilaian pembelajaran bagi anak dengan disabilitas rungu.
  2. Jenis, model, dan bentuk penilaian yang sesuai dengan karakteristik belajar anak dengan disabilitas rungu.
  3. Kesesuaian perangkat penilaian dengan tujuan pembelajaran, kebutuhan siswa tunarungu, serta komponen pembelajaran (tujuan, materi, dan strategi).
  4. Menyusun contoh perangkat penilaian sederhana, meliputi instrumen, rubrik, atau lembar observasi yang ramah bagi anak dengan disabilitas rungu.
  5. Perangkat penilaian dalam konteks pembelajaran anak dengan disabilitas rungu melalui studi kasus atau simulasi pembelajaran (praktik, visual, portofolio).
  6. Menganalisis dan mengevaluasi hasil penilaian sebagai dasar penentuan tindak lanjut pembelajaran serta pemantauan perkembangan siswa dengan disabilitas rungu.
Kriteria:

Kriteria penilaian deskriptif mata kuliah. A (85- 100): Penguasaan inovatif, proyek unggul, analisis mendalam. A- (80-84.9): Pemahaman baik,program adaptif,sedikit kekurangan. B(75- 79.9): Konsep dasar kuat, partisipasi aktif, kurang inovasi. B(70-74.9): Standar memadai, evaluasi sederhana. B- (65- 69.9): Pemahaman minimal, kesalahan kecil. C (60-64.9): Terbatas, butuh bimbingan. C (55-59.9): Kurang, pemahaman parsial. D (50- 54.9): Rendah, tidak lengkap. E (0- 49.9): Gagal total.


Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Praktik / Unjuk Kerja
Presentasi Kelompok, Diskusi
2x50

Materi: Materi 13
Pustaka: Donald F.Moores, 2001. Educating the Deaf. Boston
5%

14

Minggu ke 14

Observasi ke lapangan (sekolah inklusi yang ada disabilitas rungu dan SLB-B)

  1. Melaksanakan observasi pembelajaran secara sistematis menggunakan instrumen yang telah ditentukan.
  2. Menjelaskan tujuan dan prosedur observasi pembelajaran anak dengan disabilitas rungu di SLB-B.
  3. Mengidentifikasi strategi pembelajaran yang digunakan guru dalam pembelajaran anak dengan disabilitas rungu.
  4. Mengidentifikasi media pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran anak dengan disabilitas rungu.
  5. Menganalisis cara komunikasi guru–siswa dalam proses pembelajaran anak dengan disabilitas rungu.
  6. Menganalisis respons dan partisipasi siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
  7. Menyusun dokumentasi hasil observasi dalam bentuk catatan lapangan dan/atau dokumentasi visual (foto/video) dengan izin sekolah.
Kriteria:

Kriteria penilaian deskriptif mata kuliah. A (85- 100): Penguasaan inovatif, proyek unggul, analisis mendalam. A- (80-84.9): Pemahaman baik,program adaptif,sedikit kekurangan. B(75- 79.9): Konsep dasar kuat, partisipasi aktif, kurang inovasi. B(70-74.9): Standar memadai, evaluasi sederhana. B- (65- 69.9): Pemahaman minimal, kesalahan kecil. C (60-64.9): Terbatas, butuh bimbingan. C (55-59.9): Kurang, pemahaman parsial. D (50- 54.9): Rendah, tidak lengkap. E (0- 49.9): Gagal total.


Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Praktik / Unjuk Kerja
Observasi ke lapangan
2x50

Materi: Materi 14
Pustaka: Donald F.Moores, 2001. Educating the Deaf. Boston
5%

15

Minggu ke 15

Praktik Penyusunan Modul Ajar di Kelas dan simulasi mengajar.

  1. Praktek menyusun Modul Ajar sederhana untuk anak tunarungu berdasarkan hasil observasi nyata di lapangan.
  2. Menentukan Tujuan pembelajaran, Media yang dipakai, Strategi mengajar, Bentuk penilaian dll.
  3. Dipraktikkan/simulasi di kelas perkuliahan (microteaching).

Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Praktik / Unjuk Kerja
Presentasi Kelompok, Diskusi
2x50

Materi: Materi 15
Pustaka: Donald F.Moores, 2001. Educating the Deaf. Boston
5%

16

Minggu ke 16

UAS

UAS


Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
UAS
2X50

Materi: Materi 1-16
Pustaka: Scheetz, Nanci A, (2012), Deaf education in the 21st century : topics and trends , Pearson Education, Inc. United States of America
25%



Rekap Persentase Evaluasi : Project Based Learning

No Evaluasi Persentase
1. Aktifitas Partisipasif 26%
2. Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk 40%
3. Penilaian Portofolio 1.5%
4. Praktik / Unjuk Kerja 12.5%
80%

Catatan

  1. Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi (PLO - Program Studi) adalah kemampuan yang dimiliki oleh setiap lulusan Program Studi yang merupakan internalisasi dari sikap, penguasaan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan jenjang prodinya yang diperoleh melalui proses pembelajaran.
  2. PLO yang dibebankan pada mata kuliah adalah beberapa capaian pembelajaran lulusan program studi (CPL-Program Studi) yang digunakan untuk pembentukan/pengembangan sebuah mata kuliah yang terdiri dari aspek sikap, ketrampulan umum, ketrampilan khusus dan pengetahuan.
  3. Program Objectives (PO) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari PLO yang dibebankan pada mata kuliah, dan bersifat spesifik terhadap bahan kajian atau materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
  4. Sub-PO Mata kuliah (Sub-PO) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari PO yang dapat diukur atau diamati dan merupakan kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap tahap pembelajaran, dan bersifat spesifik terhadap materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
  5. Indikator penilaian kemampuan dalam proses maupun hasil belajar mahasiswa adalah pernyataan spesifik dan terukur yang mengidentifikasi kemampuan atau kinerja hasil belajar mahasiswa yang disertai bukti-bukti.
  6. Kreteria Penilaian adalah patokan yang digunakan sebagai ukuran atau tolok ukur ketercapaian pembelajaran dalam penilaian berdasarkan indikator-indikator yang telah ditetapkan. Kreteria penilaian merupakan pedoman bagi penilai agar penilaian konsisten dan tidak bias. Kreteria dapat berupa kuantitatif ataupun kualitatif.
  7. Bentuk penilaian: tes dan non-tes.
  8. Bentuk pembelajaran: Kuliah, Responsi, Tutorial, Seminar atau yang setara, Praktikum, Praktik Studio, Praktik Bengkel, Praktik Lapangan, Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan/atau bentuk pembelajaran lain yang setara.
  9. Metode Pembelajaran: Small Group Discussion, Role-Play & Simulation, Discovery Learning, Self-Directed Learning, Cooperative Learning, Collaborative Learning, Contextual Learning, Project Based Learning, dan metode lainnya yg setara.
  10. Materi Pembelajaran adalah rincian atau uraian dari bahan kajian yg dapat disajikan dalam bentuk beberapa pokok dan sub-pokok bahasan.
  11. Bobot penilaian adalah prosentasi penilaian terhadap setiap pencapaian sub-PO yang besarnya proposional dengan tingkat kesulitan pencapaian sub-PO tsb., dan totalnya 100%.
  12. TM=Tatap Muka, PT=Penugasan terstruktur, BM=Belajar mandiri.