|

|
Universitas Negeri Surabaya
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Program Studi S2 Kimia
|
Kode Dokumen
|
SEMESTER LEARNING PLAN
|
|
Course
|
KODE
|
Rumpun MataKuliah
|
Bobot Kredit
|
SEMESTER
|
Tanggal Penyusunan
|
|
Kimia Forensik
|
4710202037
|
Mata Kuliah Wajib Program Studi
|
T=2
|
P=0
|
ECTS=4.48
|
3
|
19 September 2026
|
|
OTORISASI
|
Pengembang S.P
|
Koordinator Rumpun matakuliah
|
Koordinator Program Studi
|
Pirim Setiarso
|
.......................................
|
NUNIEK HERDYASTUTI
|
|
Model Pembelajaran
|
Case Study
|
|
Program Learning Outcomes (PLO)
|
PLO program Studi yang dibebankan pada matakuliah
|
|
PLO-3
|
Mengembangkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan kreatif dalam melakukan pekerjaan yang spesifik di bidang keahliannya serta sesuai dengan standar kompetensi kerja bidang yang bersangkutan
|
|
PLO-6
|
Menguasai konsep teoretis tentang fungsi instrumen kimia mutakhir dan cara pengoperasiannya, serta menguasai penerapan teknologi kimia yang relevan
|
|
PLO-7
|
Mengambil keputusan dalam konteks menyelesaikan masalah pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi berdasarkan kajian analisis atau eksperimental terhadap informasi dan data
|
Program Objectives (PO)
|
|
PO - 1
|
Mahasiswa mampu memahami definisi, batasan dan tujuan mata kuliah Analisis Kimia Forensik sebagai salah satu bagian dari Kimia analisis;
|
|
PO - 2
|
Mahasiswa mampu melakukan teknik sampling dengan benar sesuai dengan jenis sampel yang ada pada Analisis Forensik;
|
|
PO - 3
|
Mahasiswa menguasai konsep teoretis instrumen analisis kimia (uji presumtif/konfirmatif serologi, FTIR, serta teknik biomolekuler ekstraksi-amplifikasi DNA) dan cara pengoperasiannya untuk analisis bercak darah dan profiling DNA forensik.
|
|
PO - 4
|
Mahasiswa menguasai konsep teoretis instrumen kimia mutakhir (GC-MS, LC-MS/MS, ICP-MS, headspace GC) dan cara pengoperasiannya untuk analisis toksikologi forensik (racun anorganik, racun organik, pestisida), NAPZA, serta alkohol/senyawa volatil.
|
|
PO - 5
|
Mahasiswa menguasai konsep teoretis instrumen kimia mutakhir (SEM-EDX, FTIR, Raman Spectroscopy) dan cara pengoperasiannya untuk analisis residu tembakan (GSR), bahan peledak (explosives), serta dokumen dan tinta forensik.
|
|
PO - 6
|
Mahasiswa mampu mengambil keputusan dalam menyelesaikan masalah investigasi kebakaran (arson) berdasarkan kajian analisis/eksperimental terhadap data identifikasi bahan pemicu kebakaran, serta menyusun dan mempresentasikan Laporan Saksi Ahli (expert witness report) dalam simulasi persidangan (moot court).
|
Matrik PLO-PO
|
| |
| PO | PLO-3 | PLO-6 | PLO-7 | | PO-1 | ✔ | | | | PO-2 | ✔ | | | | PO-3 | | ✔ | | | PO-4 | | ✔ | | | PO-5 | | ✔ | | | PO-6 | | | ✔ |
|
|
Matrik PO pada Kemampuan akhir tiap tahapan belajar (Sub-PO)
|
| |
| PO |
Minggu Ke |
| 1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
6 |
7 |
8 |
9 |
10 |
11 |
12 |
13 |
14 |
15 |
16 |
| PO-1 | ✔ | | | | | | | | | | | | | | | | | PO-2 | | ✔ | ✔ | | | | | | | | | | | | | | | PO-3 | | | | ✔ | ✔ | | | | | | | | | | | | | PO-4 | | | | | | ✔ | ✔ | ✔ | ✔ | ✔ | | | | | | | | PO-5 | | | | | | | | | | | ✔ | ✔ | ✔ | | | | | PO-6 | | | | | | | | | | | | | | ✔ | ✔ | ✔ |
|
|
Deskripsi Singkat Mata Kuliah
|
Mata kuliah ini membahas mengenai prinsip dasar kimia forensik, etika profesi, serta prosedur penanganan dan pengamanan bukti fisik (chain of custody) di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Selain itu, mahasiswa akan mempelajari penerapan teknik analisis kimia modern untuk mengidentifikasi berbagai sampel forensik, seperti toksikologi (racun anorganik, racun organik, dan pestisida), narkotika dan obat-obatan terlarang (NAPZA), alkohol/senyawa volatil, bercak darah, trace evidence (cat, kaca, serat), residu tembakan (gunshot residue), bahan peledak, dokumen dan tinta, bahan pemicu kebakaran (arson/accelerants), hingga dasar kimia pada profiling DNA. Mata kuliah ini juga melatih mahasiswa untuk mengintegrasikan berbagai instrumentasi analisis modern (seperti GC-MS, LC-MS/MS, FTIR, ICP-MS, SEM-EDX, dan Raman Spectroscopy) guna mengevaluasi data analisis serta menyusun Laporan Saksi Ahli (expert witness report) yang siap dipresentasikan dalam simulasi persidangan (moot court).
|
|
Pustaka
|
Utama :
|
|
- Bell, S. (2012). Forensic Chemistry (2nd ed.). Pearson Education. 2. Khan, J. I., Kennedy, T. J., & Christian Jr, D. R. (2012). Basic Principles of Forensic Chemistry. Springer Science & Business Media. 3. Saferstein, R. (2018). Criminalistics: An Introduction to Forensic Science (12th ed.). Pearson.
- Pradipta, I. G. A. 2022. Aplikasi Instrumen Modern dalam Kimia Forensik. Jakarta: Penerbit Erlangga.
- Saferstein, Richard. 2021. Criminalistics: An Introduction to Forensic Science. New York: Pearson.
- United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC). 2020. Guidelines for the Identification of Drugs. Vienna: UNODC.
|
|
Pendukung :
|
|
|
|
Dosen Pengampu
|
Prof. Dr. Pirim Setiarso, M.Si. Dr. Maria Monica Sianita Basukiwardojo, M.Si. Dr. Indah Ardiningsih, S.Si, M.Sc. |
|
Minggu Ke-
|
Kemampuan akhir tiap tahapan belajar
(Sub-PO)
|
Penilaian
|
Bantuk Pembelajaran,
Metode Pembelajaran,
Penugasan Mahasiswa,
[ Estimasi Waktu]
|
Materi Pembelajaran
[ Pustaka ]
|
Bobot Penilaian (%)
|
|
Indikator
|
Kriteria & Bentuk
|
Luring (offline)
|
Daring (online)
|
|
(1)
|
(2)
|
(3)
|
(4)
|
(5)
|
(6)
|
(7)
|
(8)
|
|
1
Minggu ke 1
|
Mahasiswa mampu menjelaskan batasan kimia forensik, peran saksi ahli, kode etik analisis, dan regulasi hukum (chain of custody). |
mampu menjelaskan batasan kimia forensik, peran saksi ahli, kode etik analisis, dan regulasi hukum (chain of custody). Ketepatan menjelaskan ruang lingkup, tujuan, dan etika kimia forensik. |
Kriteria:
Ketepatan & penguasaan konsep. Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif, Tes |
mampu menjelaskan batasan kimia forensik, peran saksi ahli, kode etik analisis, dan regulasi hukum (chain of custody). Ketepatan menjelaskan ruang lingkup, tujuan, dan etika kimia forensik. 2x 50 menit |
|
Materi: Orientasi dan tujuan Analisis Kimia Forensik; Pustaka: 1. Bell, S. (2012). Forensic Chemistry (2nd ed.). Pearson Education. 2. Khan, J. I., Kennedy, T. J., & Christian Jr, D. R. (2012). Basic Principles of Forensic Chemistry. Springer Science & Business Media. 3. Saferstein, R. (2018). Criminalistics: An Introduction to Forensic Science (12th ed.). Pearson. |
0% |
|
2
Minggu ke 2
|
Mahasiswa mampu menjelaskan prosedur penanganan TKP dan klasifikasi jenis sampel forensik. |
Ketepatan menjelaskan prosedur dan klasifikasi sampel TKP. |
Kriteria:
Tes tulis Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif, Tes |
Ceramah, diskusi 100 menit |
|
Materi: orientasi kimia forensik Pustaka: 1. Bell, S. (2012). Forensic Chemistry (2nd ed.). Pearson Education. 2. Khan, J. I., Kennedy, T. J., & Christian Jr, D. R. (2012). Basic Principles of Forensic Chemistry. Springer Science & Business Media. 3. Saferstein, R. (2018). Criminalistics: An Introduction to Forensic Science (12th ed.). Pearson. Materi: Prinsip dasar penanganan TKP; jenis-jenis sampel forensik; dokumentasi dan pelabelan bukti. Pustaka: |
5% |
|
3
Minggu ke 3
|
Mahasiswa mampu melakukan simulasi pengambilan dan pengemasan sampel forensik sesuai prinsip chain of custody. |
Ketepatan prosedur pengambilan, pengemasan, dan pencatatan chain of custody. |
Kriteria:
Ketepatan prosedur & kelengkapan dokumentasi. Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif, Tes |
Studi kasus & simulasi TKP 100 menit |
|
Materi: Simulasi pengambilan sampel TKP; teknik pengemasan dan pelabelan; formulir chain of custody. Pustaka: |
5% |
|
4
Minggu ke 4
|
Mahasiswa mampu menjelaskan prinsip serologi forensik serta melakukan uji presumtif dan konfirmatif bercak darah (Kastle-Meyer, Luminol, ABO), termasuk interpretasi pola bercak darah (BPA) dan aplikasi FTIR untuk konfirmasi. |
Ketepatan menjelaskan prinsip serta hasil uji presumtif/konfirmatif bercak darah dan interpretasi pola bercak darah. |
Kriteria:
Ketepatan interpretasi hasil uji serologi & pola bercak darah. Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif, Tes |
Ceramah, diskusi, studi kasus 100 menit |
|
Materi: Serologi & Analisis Kimia Bercak Darah: uji presumtif (Kastle-Meyer, Luminol), uji konfirmasi ABO, dasar Bloodstain Pattern Analysis (BPA), aplikasi FTIR pada konfirmasi bercak darah. Pustaka: |
5% |
|
5
Minggu ke 5
|
Mahasiswa mampu menjelaskan dasar kimia ekstraksi-amplifikasi DNA (teknik biomolekuler) dan aplikasinya dalam profiling forensik. |
Ketepatan menjelaskan tahapan kimiawi ekstraksi, amplifikasi (PCR), dan interpretasi profil DNA forensik. |
Kriteria:
Ketepatan konsep dasar kimia & biomolekuler DNA forensik. Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif, Tes |
Ceramah dan diskusi 3 X 50 |
|
Materi: Dasar kimia profiling DNA: ekstraksi, amplifikasi (PCR), interpretasi profil DNA forensik. Pustaka: |
10% |
|
6
Minggu ke 6
|
3 Mahasiswa mampu menjelaskan dasar kimia ekstraksi-amplifikasi DNA (teknik biomolekuler) dan aplikasinya dalam profiling forensik. |
Ketepatan menjelaskan tahapan kimiawi ekstraksi, amplifikasi (PCR), dan interpretasi profil DNA forensik. |
Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif, Tes |
Ceramah dan diskusi 3 X 50 |
|
Materi: Dasar kimia profiling DNA: ekstraksi, amplifikasi (PCR), interpretasi profil DNA forensik. Pustaka: |
5% |
|
7
Minggu ke 7
|
Mahasiswa mampu mengidentifikasi struktur dan jalur metabolit racun organik dan pestisida menggunakan GC-MS. |
Ketepatan identifikasi struktur & jalur metabolit racun organik/pestisida. |
Kriteria:
Kriteria: Ketepatan identifikasi struktur & jalur metabolit. Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif, Tes |
Studi kasus & diskusi kelompok 3 X 50 |
|
Materi: oksikologi Forensik Racun Organik & Pestisida; analisis dengan GC-MS. Pustaka: |
5% |
|
8
Minggu ke 8
|
Mahasiswa mampu melakukan ekstraksi cair-cair dan uji konfirmasi NAPZA (obat-obatan terlarang). |
Ketepatan prosedur ekstraksi cair-cair dan interpretasi uji konfirmasi. |
Kriteria:
Ketepatan prosedur ekstraksi & interpretasi Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif, Tes |
Studi kasus & diskusi kelompok 3 X 50 |
|
Materi: Analisis NAPZA & Obat-Obatan Terlarang: ekstraksi cair-cair, uji konfirmasi dengan LC-MS/MS. Pustaka: |
10% |
|
9
Minggu ke 9
|
Mahasiswa mampu menganalisis kadar alkohol dalam sampel biologis (darah, urin, napas) menggunakan headspace GC. |
Ketepatan prosedur analisis dan interpretasi kadar alkohol. |
Kriteria:
Ketepatan prosedur & interpretasi data Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif, Tes |
Ceramah dan studi kasus 3 X 50 |
|
Materi: Analisis NAPZA & Obat-Obatan Terlarang: ekstraksi cair-cair, uji konfirmasi dengan LC-MS/MS. Pustaka: Materi: Analisis Alkohol dalam sampel biologis; prinsip headspace GC. Pustaka: |
10% |
|
10
Minggu ke 10
|
Mahasiswa mampu menginterpretasi hasil analisis senyawa volatil lain dalam konteks kasus forensik (mis. kasus DUI/keracunan inhalan). |
Ketepatan interpretasi data analisis senyawa volatil pada studi kasus. |
Kriteria:
Ketepatan interpretasi kasus. Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif, Tes |
Ceramah dan studi kasus 3 X 50 |
|
Materi: Analisis NAPZA & Obat-Obatan Terlarang: ekstraksi cair-cair, uji konfirmasi dengan LC-MS/MS. Pustaka: Materi: Analisis Alkohol dalam sampel biologis; prinsip headspace GC. Pustaka: |
5% |
|
11
Minggu ke 11
|
Mahasiswa mampu menjelaskan mekanisme terbentuknya residu tembakan (GSR) dan metode deteksinya menggunakan SEM-EDX. |
Ketepatan menjelaskan mekanisme GSR dan prinsip deteksi SEM-EDX. |
Kriteria:
Ketepatan konsep & prinsip instrumen. Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif, Tes |
Luring 100 |
|
Materi: Residu Tembakan (Gunshot Residue/GSR): mekanisme pembentukan, deteksi unsur Pb, Ba, Sb dengan SEM-EDX. Pustaka: |
5% |
|
12
Minggu ke 12
|
Mahasiswa mampu mengidentifikasi jenis dan komposisi kimia bahan peledak (explosives) pasca ledakan. |
Ketepatan identifikasi jenis dan komposisi residu bahan peledak. |
Kriteria:
Ketepatan identifikasi komposisi kimia. Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif, Tes |
Studi kasus & diskusi kelompok 100 |
|
|
10% |
|
13
Minggu ke 13
|
Mahasiswa mampu melakukan analisis forensik dokumen, tinta, dan kertas menggunakan metode uji non-destruktif. |
Ketepatan prosedur dan interpretasi uji non-destruktif dokumen/tinta/kertas. |
Kriteria:
Ketepatan prosedur & interpretasi hasil. Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif, Tes |
Studi kasus & diskusi kelompok 100 |
|
Materi: Forensik Dokumen dan Tinta: analisis kertas, uji non-destruktif dengan FTIR & Raman Spectroscopy. Pustaka: |
5% |
|
14
Minggu ke 14
|
Mahasiswa mampu menjelaskan prinsip investigasi kebakaran dan mengidentifikasi pola serta penyebab kebakaran. |
Ketepatan menjelaskan prinsip investigasi dan pola kebakaran. |
Kriteria:
Ketepatan konsep investigasi kebakaran. Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif, Tes |
Studi kasus & diskusi kelompok 100 |
|
Materi: Investigasi Kebakaran & Arson: prinsip investigasi, pola dan indikator penyebab kebakaran. Pustaka: |
5% |
|
15
Minggu ke 15
|
Mahasiswa mampu mengidentifikasi bahan pemicu kebakaran (accelerants) menggunakan GC-MS dan menyusun serta mempresentasikan Laporan Saksi Ahli untuk simulasi persidangan (moot court). |
Ketepatan identifikasi accelerants dan kelengkapan Laporan Saksi Ahli pada simulasi persidangan. |
Kriteria:
Ketepatan konsep investigasi kebakaran. Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif, Tes |
Studi kasus & diskusi kelompok 100 |
|
Materi: Identifikasi bahan pemicu kebakaran (accelerants) dengan GC-MS; penyusunan dan presentasi Laporan Saksi Ahli (expert witness report). Pustaka: |
0% |
|
16
Minggu ke 16
|
UAS |
- |
Kriteria:
Ketepatan konsep investigasi kebakaran. Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif, Tes |
Studi kasus & diskusi kelompok 100 |
|
|
15% |