Universitas Negeri Surabaya
Fakultas Kedokteran
Program Studi S1 Fisioterapi

Kode Dokumen

SEMESTER LEARNING PLAN

Course

KODE

Rumpun MataKuliah

Bobot Kredit

SEMESTER

Tanggal Penyusunan

Interprofessional Education

1120202048

Mata Kuliah Wajib Program Studi

T=1

P=1

ECTS=3.18

6

19 Oktober 2025

OTORISASI

Pengembang S.P

Koordinator Rumpun matakuliah

Koordinator Program Studi




Romadhiyana Kisno Saputri, S.Gz., M.Biomed




Romadhiyana Kisno Saputri, S.Gz., M.Biomed




FIRDAUSI KAHFI MAULANA

Model Pembelajaran

Case Study

Program Learning Outcomes (PLO)

PLO program Studi yang dibebankan pada matakuliah

PLO-1

Mampu menunjukkan nilai-nilai agama, kebangsaan dan budaya nasional, serta etika akademik dalam melaksanakan tugasnya

PLO-4

Mengembangkan diri secara berkelanjutan dan berkolaborasi.

PLO-6

Menguasai pelaksanaan manajemen yang spesifik di bidang keahlainnya sesuai standar kompetensi secara mandiri dan atau berkelompok

Program Objectives (PO)

PO - 1

Menunjukkan sikap profesional, etis, serta menghargai nilai agama, kebangsaan, dan sosial budaya dalam praktik kolaborasi interprofesional di bidang kesehatan.

PO - 2

Menerapkan peran dan tanggung jawab fisioterapi dalam pelayanan kesehatan berbasis kolaborasi interprofesional sesuai standar kompetensi profesi.

PO - 3

Menganalisis dan merumuskan solusi kolaboratif dalam penyelesaian kasus kesehatan melalui pendekatan interprofesional secara logis, sistematis, dan kreatif.

Matrik PLO-PO

 
POPLO-1PLO-4PLO-6
PO-1  
PO-2  
PO-3  

Matrik PO pada Kemampuan akhir tiap tahapan belajar (Sub-PO)

 
PO Minggu Ke
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
PO-1
PO-2
PO-3

Deskripsi Singkat Mata Kuliah

Mata kuliah ini membahas tentang konsep dasar kolaborasi lintas profesi berdasarkan konsep interprofessional education dan interprofessional collaboration, serta memberikan Gambaran umum cara menjalin komunikasi yang berbudaya demi mewujudkan kolaborasi efektif dengan mitra di masyarakat.

Pustaka

Utama :

  1. Arifin, J. (2023). Peran Pemerintah Dalam Meningkatkan Kesehatan Dan Pencegahan Penyakit Menular. Yustitia, 9(1), 85-99.
  2. Balqis Nazaruddin, B. N. (2021). Pedoman Dan Instrumen Penilaian Kolaborasi Lintas Sektor Pencegahan Dan Penanggulangan HIV-AIDS.
  3. Djoar, R. K., Sinawang, G. W., Purwantini, D., & Djajanti, C. W. 2022. Komunikasi Dalam Tatanan Kesehatan. Syiah Kuala University Press.
  4. Ginting, S. 2022. Character Building Membangun Karakter Tangguh. Ideas Publishing.
  5. Hanafiah, M.J dan Amir, A. 1999. Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan. Jakarta : EGC
  6. Hanifa, F, dkk. 2024. Buku Ajar Etika dan Hukum Kebidanan. Jakarta: Mahakarya Citra Utama.
  7. Harahap, R. A. 2019. Buku Ajar Komunikasi Kesehatan. Prenada Media.
  8. Indarwati, dkk. 2024. Kesehatan Masyarakat. Batam : Rey Media Grafika
  9. Isfandiari, M. A., Widiyanti, P., Nugraheni, G., & Bramantoro, T. (2023). Modul Interprofessional
  10. Education (IPE) Kejadian Luar Biasa (Untuk TUTOR). Airlangga University Press.
  11. KAP, T. P. 2023. Kolaborasi Antar-Profesi (Panduan Pembelajaran Praktik Kolaborasi Antar-Profesi Bagi Mahasiswa Keperawatan). Penerbit Salemba.
  12. Kurniawan, S., dkk, 2019. Best Practice Character Building: Model, Inspirasi dan Catatan Reflektif. Samudra Biru.
  13. Maryana, N., Wijanarka, A., Suryani, E., Iswanto, S. P., Widyawati, H. E., & Gz, S. T. (2022). Menyiapkan Soft Skills Bagi Lulusan Mahasiswa Kesehatan. Samudra Biru.
  14. Morato, A. G. D., Diarthini, N. L. P. E., & Utami, D. K. I. (2021). Literature review: efektivitas interprofessional education (IPE) terhadap peningkatan kemampuan dan kompetensi antar profesi kesehatan. Jurnal Kesehatan, 12(2), 322-329.
  15. Munip, M. (2021). Peran Tokoh Agama Dalam Mencegah Covid-19 Dan Mengurangi Stigma Covid-19 Di Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia: JKKI, 10(4), 182-190.
  16. Paus, J. R., & Aditama, M. H. (2024). Pengembangan Hard Skill dan Soft Skill: Implementasi Ragam Keterampilan & Pelatihan Dasar Dalam Pendidikan Non-Formal. Deepublish.
  17. Prayoga, dkk. 2022. Buku Ajar IPE dan PC. Palu : Feniks Muda Sejahtera
  18. Purnama, D. (2023). Peran Tokoh Masyarakat Dalam Promosi Kesehatan Untuk Meningkatkan

Pendukung :

  1. Ridar, I., & Santoso, A. (2018). Peningkatkan Komunikasi dalam Pelaksanaan Interprofessional Collaboration melalui Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi. In Prosiding seminar nasional unimus (Vol. 1).
  2. Saras, T. (2024). Panduan Lengkap Fisioterapi: Teori, Praktek, dan Aplikasi Klinis. Tiram Media.
  3. Suhaemi, H.E. 2002. Etika Keperawatan: Aplikasi pada Praktik. Jakarta : EGC
  4. Suswati, I., Setiawan, F. E. B., Prasetyo, Y. B., & Tilaqsa, A. (2018). Interprofessional Education (Ipe) Panduan Tutorial Dan Homevisit Kesehatan Keluarga (Vol. 1). Ummpress.
  5. Trisnowati, H. Sebagai Strategi Mengendalikan Penyakit Tidak Menular: Studi Pada Kampung Di Yogyakarta.
  6. Resti Nur Pratiwi. 2024. Pengembangan Instrumen Assesment for University Sport Development Index. Laporan Penelitian

Dosen Pengampu

Minggu Ke-

Kemampuan akhir tiap tahapan belajar
(Sub-PO)

Penilaian

Bantuk Pembelajaran,

Metode Pembelajaran,

Penugasan Mahasiswa,

 [ Estimasi Waktu]

Materi Pembelajaran

[ Pustaka ]

Bobot Penilaian (%)

Indikator

Kriteria & Bentuk

Luring (offline)

Daring (online)

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

1

Minggu ke 1

Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar Interprofessional Education (IPE) dan Interprofessional Collaboration (IPC)

  1. Menjelaskan definisi dan ruang lingkup IPE dan IPC
  2. Menguraikan tujuan dan manfaat kolaborasi lintas profesi
  3. Membedakan multiprofesional dan interprofesional
  4. Mengidentifikasi prinsip dasar kolaborasi
  5. Menjelaskan peran IPE dalam meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Bentuk Pembelajaran: Kuliah
Metode Pembelajaran: cooperative learning, cased-based learning
2x50‘
-
-
Materi: konsep dasar Interprofessional Education (IPE) dan Interprofessional Collaboration (IPC)
Pustaka: Prayoga, dkk. 2022. Buku Ajar IPE dan PC. Palu : Feniks Muda Sejahtera

Materi: konsep dasar Interprofessional Education (IPE) dan Interprofessional Collaboration (IPC)
Pustaka: Suswati, I., Setiawan, F. E. B., Prasetyo, Y. B., & Tilaqsa, A. (2018). Interprofessional Education (Ipe) Panduan Tutorial Dan Homevisit Kesehatan Keluarga (Vol. 1). Ummpress.

Materi: konsep dasar Interprofessional Education (IPE) dan Interprofessional Collaboration (IPC)
Pustaka: Morato, A. G. D., Diarthini, N. L. P. E., & Utami, D. K. I. (2021). Literature review: efektivitas interprofessional education (IPE) terhadap peningkatan kemampuan dan kompetensi antar profesi kesehatan. Jurnal Kesehatan, 12(2), 322-329.

Materi: konsep dasar Interprofessional Education (IPE) dan Interprofessional Collaboration (IPC)
Pustaka: Isfandiari, M. A., Widiyanti, P., Nugraheni, G., & Bramantoro, T. (2023). Modul Interprofessional
2%

2

Minggu ke 2

Mahasiswa mampu menganalisis kompetensi dalam tim lintas profesi berdasarkan etika profesi

  1. Mengidentifikasi domain kompetensi kolaborasi
  2. Menjelaskan standar kompetensi profesi
  3. Menganalisis etika profesi dalam kerja tim
  4. Menerapkan kompetensi dalam praktik kolaboratif
  5. Menjelaskan Kompetensi kolaboratif dalam mendukung budaya keselamatan pasien
Kriteria:

Rubrik Aktivitas Partisipatif


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Bentuk Pembelajaran: Kuliah
Metode Pembelajaran: cooperative learning, cased-based learning
2x50‘
-
-
Materi: kompetensi dalam tim lintas profesi berdasarkan etika profesi
Pustaka: Hanafiah, M.J dan Amir, A. 1999. Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan. Jakarta : EGC

Materi: kompetensi dalam tim lintas profesi berdasarkan etika profesi
Pustaka: Hanifa, F, dkk. 2024. Buku Ajar Etika dan Hukum Kebidanan. Jakarta: Mahakarya Citra Utama.

Materi: kompetensi dalam tim lintas profesi berdasarkan etika profesi
Pustaka: KAP, T. P. 2023. Kolaborasi Antar-Profesi (Panduan Pembelajaran Praktik Kolaborasi Antar-Profesi Bagi Mahasiswa Keperawatan). Penerbit Salemba.

Materi: kompetensi dalam tim lintas profesi berdasarkan etika profesi
Pustaka: Prayoga, dkk. 2022. Buku Ajar IPE dan PC. Palu : Feniks Muda Sejahtera

Materi: kompetensi dalam tim lintas profesi berdasarkan etika profesi
Pustaka: Suhaemi, H.E. 2002. Etika Keperawatan: Aplikasi pada Praktik. Jakarta : EGC
3%

3

Minggu ke 3

Mahasiswa mampu menginternalisasi character building dalam kolaborasi interprofesional

  1. Menjelaskan nilai integritas dan tanggung jawab
  2. Menganalisis kepemimpinan dalam tim
  3. Mengembangkan sikap saling menghargai
  4. Mengaitkan karakter dengan budaya keselamatan pasien
Kriteria:

Rubrik Aktivitas Partisipatif


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Bentuk Pembelajaran: Kuliah
Metode Pembelajaran: cooperative learning, cased-based learning
2x50‘
-
-
Materi: character building dalam kolaborasi interprofesional
Pustaka: Ginting, S. 2022. Character Building Membangun Karakter Tangguh. Ideas Publishing.

Materi: character building dalam kolaborasi interprofesional
Pustaka: Kurniawan, S., dkk, 2019. Best Practice Character Building: Model, Inspirasi dan Catatan Reflektif. Samudra Biru.

Materi: character building dalam kolaborasi interprofesional
Pustaka: Paus, J. R., & Aditama, M. H. (2024). Pengembangan Hard Skill dan Soft Skill: Implementasi Ragam Keterampilan & Pelatihan Dasar Dalam Pendidikan Non-Formal. Deepublish.
3%

4

Minggu ke 4

Mahasiswa mampu menerapkan soft skills teamwork dalam kolaborasi lintas profesi

  1. Menjelaskan konsep teamwork
  2. Menganalisis problem solving tim
  3. Menerapkan manajemen konflik
Kriteria:

Rubrik Aktivitas Partisipatif


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Bentuk Pembelajaran: Kuliah
Metode Pembelajaran: cooperative learning, cased-based learning
2x50‘
-
-
Materi: soft skills teamwork dalam kolaborasi lintas profesi
Pustaka: Maryana, N., Wijanarka, A., Suryani, E., Iswanto, S. P., Widyawati, H. E., & Gz, S. T. (2022). Menyiapkan Soft Skills Bagi Lulusan Mahasiswa Kesehatan. Samudra Biru.

Materi: soft skills teamwork dalam kolaborasi lintas profesi
Pustaka: Paus, J. R., & Aditama, M. H. (2024). Pengembangan Hard Skill dan Soft Skill: Implementasi Ragam Keterampilan & Pelatihan Dasar Dalam Pendidikan Non-Formal. Deepublish.
3%

5

Minggu ke 5

Mahasiswa mampu menerapkan komunikasi efektif antar profesi secara berbudaya

  1. Menjelaskan prinsip komunikasi interprofesional
  2. Menjelaskan teknik komunikasi efektif dalam tim
  3. Menjelaskan komunikasi asertif dan empatik
  4. Menjelaskan cara penyampaian argumen secara etis dan berbudaya
Kriteria:

Rubrik Aktivitas Partisipatif


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Bentuk Pembelajaran: Kuliah
Metode Pembelajaran: cooperative learning, cased-based learning
2x50‘
-
-
Materi: komunikasi efektif antar profesi secara berbudaya
Pustaka: Djoar, R. K., Sinawang, G. W., Purwantini, D., & Djajanti, C. W. 2022. Komunikasi Dalam Tatanan Kesehatan. Syiah Kuala University Press.

Materi: komunikasi efektif antar profesi secara berbudaya
Pustaka: Harahap, R. A. 2019. Buku Ajar Komunikasi Kesehatan. Prenada Media.

Materi: komunikasi efektif antar profesi secara berbudaya
Pustaka: Ridar, I., & Santoso, A. (2018). Peningkatkan Komunikasi dalam Pelaksanaan Interprofessional Collaboration melalui Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi. In Prosiding seminar nasional unimus (Vol. 1).
4%

6

Minggu ke 6

Mahasiswa mampu menjelaskan dan menerapkan prinsip roles and responsibility dalam kolaborasi

  1. Menjelaskan konsep roles and responsibility
  2. Mengidentifikasi batas kewenangan profesi
  3. Menganalisis akuntabilitas dalam tim
  4. Menjelaskan sinergi peran dalam pelayanan pasien
Kriteria:

Rubrik Aktivitas Partisipatif


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Bentuk Pembelajaran: Kuliah
Metode Pembelajaran: cooperative learning, cased-based learning
2x50‘
-
-
Materi: roles and responsibility dalam kolaborasi
Pustaka: KAP, T. P. 2023. Kolaborasi Antar-Profesi (Panduan Pembelajaran Praktik Kolaborasi Antar-Profesi Bagi Mahasiswa Keperawatan). Penerbit Salemba.

Materi: roles and responsibility dalam kolaborasi
Pustaka: Prayoga, dkk. 2022. Buku Ajar IPE dan PC. Palu : Feniks Muda Sejahtera

Materi: roles and responsibility dalam kolaborasi
Pustaka: Isfandiari, M. A., Widiyanti, P., Nugraheni, G., & Bramantoro, T. (2023). Modul Interprofessional
4%

7

Minggu ke 7

Mahasiswa mampu menganalisis peran fisioterapi dalam tim pelayanan kesehatan

  1. Menjelaskan ruang lingkup praktik fisioterapi
  2. Menjelaskan kontribusi fisioterapi dalam promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif
  3. Menjelaskan kolaborasi fisioterapi dengan profesi lain
  4. Menjelaskan peran fisioterapi dalam pelayanan masyarakat
Kriteria:

Rubrik Aktivitas Partisipatif


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Bentuk Pembelajaran: Kuliah
Metode Pembelajaran: cooperative learning, cased-based learning
2x50‘

Materi: peran fisioterapi dalam tim pelayanan kesehatan
Pustaka: Saras, T. (2024). Panduan Lengkap Fisioterapi: Teori, Praktek, dan Aplikasi Klinis. Tiram Media.

Materi: peran fisioterapi dalam tim pelayanan kesehatan
Pustaka: Prayoga, dkk. 2022. Buku Ajar IPE dan PC. Palu : Feniks Muda Sejahtera
4%

8

Minggu ke 8

Mahasiswa mampu menganalisis peran profesi kesehatan lain dalam pelayanan kolaboratif

  1. Menjelaskan peran dokter dan dokter gigi dalam tim kesehatan
  2. Menjelaskan peran fisioterapi dalam pelayanan
  3. Menjelaskan peran perawat dan bidan dalam pelayanan
  4. Menjelaskan peran profesi kesehatan lainnya
  5. Menjelaskan sinergi antar profesi dalam mendukung patient safety
Kriteria:

Rubrik Aktivitas Partisipatif


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Bentuk Pembelajaran: Kuliah
Metode Pembelajaran: cooperative learning, cased-based learning
2x50‘
-
-
Materi: peran profesi kesehatan lain dalam pelayanan kolaboratif
Pustaka: Hanifa, F, dkk. 2024. Buku Ajar Etika dan Hukum Kebidanan. Jakarta: Mahakarya Citra Utama.

Materi: peran profesi kesehatan lain dalam pelayanan kolaboratif
Pustaka: Hanafiah, M.J dan Amir, A. 1999. Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan. Jakarta : EGC

Materi: peran profesi kesehatan lain dalam pelayanan kolaboratif
Pustaka: Suhaemi, H.E. 2002. Etika Keperawatan: Aplikasi pada Praktik. Jakarta : EGC

Materi: peran profesi kesehatan lain dalam pelayanan kolaboratif
Pustaka: KAP, T. P. 2023. Kolaborasi Antar-Profesi (Panduan Pembelajaran Praktik Kolaborasi Antar-Profesi Bagi Mahasiswa Keperawatan). Penerbit Salemba.
4%

9

Minggu ke 9

Mahasiswa mampu menerapkan manajemen dan koordinasi pelayanan kesehatan berbasis tim

  1. Menjelaskan konsep manajemen tim kesehatan
  2. Menjelaskan sistem rujukan dan koordinasi layanan
  3. Menjelaskan perencanaan pelayanan berbasis tim
  4. Menjelaskan manajemen risiko dalam pelayanan kolaboratif
Kriteria:

Rubrik Aktivitas Partisipatif


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Bentuk Pembelajaran: Kuliah
Metode Pembelajaran: cooperative learning, cased-based learning
2x50‘
-
-
Materi: manajemen dan koordinasi pelayanan kesehatan berbasis tim
Pustaka: Arifin, J. (2023). Peran Pemerintah Dalam Meningkatkan Kesehatan Dan Pencegahan Penyakit Menular. Yustitia, 9(1), 85-99.

Materi: manajemen dan koordinasi pelayanan kesehatan berbasis tim
Pustaka: Balqis Nazaruddin, B. N. (2021). Pedoman Dan Instrumen Penilaian Kolaborasi Lintas Sektor Pencegahan Dan Penanggulangan HIV-AIDS.

Materi: manajemen dan koordinasi pelayanan kesehatan berbasis tim
Pustaka: Indarwati, dkk. 2024. Kesehatan Masyarakat. Batam : Rey Media Grafika
4%

10

Minggu ke 10

Mahasiswa mampu menerapkan komunikasi interprofesional dalam pelayanan kesehatan masyarakat

  1. Menjelaskan komunikasi dalam program kesehatan masyarakat
  2. Menjelaskan kolaborasi dengan mitra masyarakat
  3. Menjelaskan edukasi kesehatan berbasis tim
  4. Menjelaskan strategi komunikasi untuk mencegah risiko kesehatan masyarakat
Kriteria:

Rubrik Aktivitas Partisipatif


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Bentuk Pembelajaran: Kuliah
Metode Pembelajaran: cooperative learning, cased-based learning
2x50‘
-
-
Materi: komunikasi interprofesional dalam pelayanan kesehatan masyarakat
Pustaka: Djoar, R. K., Sinawang, G. W., Purwantini, D., & Djajanti, C. W. 2022. Komunikasi Dalam Tatanan Kesehatan. Syiah Kuala University Press.

Materi: komunikasi interprofesional dalam pelayanan kesehatan masyarakat
Pustaka: Harahap, R. A. 2019. Buku Ajar Komunikasi Kesehatan. Prenada Media.

Materi: komunikasi interprofesional dalam pelayanan kesehatan masyarakat
Pustaka: Munip, M. (2021). Peran Tokoh Agama Dalam Mencegah Covid-19 Dan Mengurangi Stigma Covid-19 Di Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia: JKKI, 10(4), 182-190.

Materi: komunikasi interprofesional dalam pelayanan kesehatan masyarakat
Pustaka: Purnama, D. (2023). Peran Tokoh Masyarakat Dalam Promosi Kesehatan Untuk Meningkatkan
4%

11

Minggu ke 11

Mahasiswa mampu mengidentifikasi masalah kesehatan individu dan masyarakat

  1. Menjelaskan konsep masalah kesehatan individu
  2. Menjelaskan masalah kesehatan masyarakat
  3. Menjelaskan faktor sosial budaya dalam masalah kesehatan
  4. Menjelaskan prioritas masalah dalam pelayanan kesehatan
  5. Menjelaskan risiko keselamatan pasien dalam konteks komunitas
Kriteria:

Rubrik Aktivitas Partisipatif


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Bentuk Pembelajaran: Kuliah
Metode Pembelajaran: cooperative learning, cased-based learning
2x50‘
-
-
Materi: masalah kesehatan individu dan masyarakat
Pustaka: Arifin, J. (2023). Peran Pemerintah Dalam Meningkatkan Kesehatan Dan Pencegahan Penyakit Menular. Yustitia, 9(1), 85-99.

Materi: masalah kesehatan individu dan masyarakat
Pustaka: Indarwati, dkk. 2024. Kesehatan Masyarakat. Batam : Rey Media Grafika

Materi: masalah kesehatan individu dan masyarakat
Pustaka: Trisnowati, H. Sebagai Strategi Mengendalikan Penyakit Tidak Menular: Studi Pada Kampung Di Yogyakarta.
4%

12

Minggu ke 12

Mahasiswa mampu menganalisis peran lintas profesi dalam pemecahan masalah kesehatan

  1. Menjelaskan analisis kontribusi tiap profesi
  2. Menjelaskan identifikasi kebutuhan kolaborasi
  3. Menjelaskan penentuan strategi interprofesional
  4. Menjelaskan integrasi peran dalam penyelesaian masalah
  5. Menjelaskan pendekatan kolaboratif untuk meningkatkan keselamatan pasien
Kriteria:

Rubrik Aktivitas Partisipatif


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Bentuk Pembelajaran: Kuliah
Metode Pembelajaran: cooperative learning, cased-based learning
2x50‘
-
-
Materi: peran lintas profesi dalam pemecahan masalah kesehatan
Pustaka: KAP, T. P. 2023. Kolaborasi Antar-Profesi (Panduan Pembelajaran Praktik Kolaborasi Antar-Profesi Bagi Mahasiswa Keperawatan). Penerbit Salemba.

Materi: peran lintas profesi dalam pemecahan masalah kesehatan
Pustaka: Morato, A. G. D., Diarthini, N. L. P. E., & Utami, D. K. I. (2021). Literature review: efektivitas interprofessional education (IPE) terhadap peningkatan kemampuan dan kompetensi antar profesi kesehatan. Jurnal Kesehatan, 12(2), 322-329.

Materi: peran lintas profesi dalam pemecahan masalah kesehatan
Pustaka: Prayoga, dkk. 2022. Buku Ajar IPE dan PC. Palu : Feniks Muda Sejahtera
4%

13

Minggu ke 13

Mahasiswa mampu merumuskan solusi kolaboratif berbasis masyarakat

  1. Menjelaskan penyusunan alternatif solusi
  2. Menjelaskan pendekatan partisipatif masyarakat
  3. Menjelaskan integrasi nilai budaya dalam solusi
  4. Menjelaskan solusi berbasis tim untuk meminimalkan risiko pelayanan
Kriteria:

Rubrik Aktivitas Partisipatif


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Bentuk Pembelajaran: Kuliah
Metode Pembelajaran: cooperative learning, cased-based learning
2x50‘
-
-
Materi: solusi kolaboratif berbasis masyarakat
Pustaka: Balqis Nazaruddin, B. N. (2021). Pedoman Dan Instrumen Penilaian Kolaborasi Lintas Sektor Pencegahan Dan Penanggulangan HIV-AIDS.

Materi: solusi kolaboratif berbasis masyarakat
Pustaka: Indarwati, dkk. 2024. Kesehatan Masyarakat. Batam : Rey Media Grafika

Materi: solusi kolaboratif berbasis masyarakat
Pustaka: Munip, M. (2021). Peran Tokoh Agama Dalam Mencegah Covid-19 Dan Mengurangi Stigma Covid-19 Di Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia: JKKI, 10(4), 182-190.

Materi: solusi kolaboratif berbasis masyarakat
Pustaka: Purnama, D. (2023). Peran Tokoh Masyarakat Dalam Promosi Kesehatan Untuk Meningkatkan
4%

14

Minggu ke 14

Mahasiswa mampu merancang project pemecahan masalah kesehatan secara kolaboratif

  1. Menjelaskan penentuan tujuan project
  2. Menjelaskan pembagian tugas dalam tim
  3. Menjelaskan penyusunan rencana kegiatan
  4. Menjelaskan pndikator keberhasilan project
  5. Menjelaskan integrasi prinsip keselamatan pasien dalam project
Kriteria:

Rubrik Aktivitas Partisipatif


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Bentuk Pembelajaran: Kuliah
Metode Pembelajaran: cooperative learning, cased-based learning
2x50‘
-
-
Materi: solusi kolaboratif berbasis masyarakat
Pustaka: Isfandiari, M. A., Widiyanti, P., Nugraheni, G., & Bramantoro, T. (2023). Modul Interprofessional

Materi: solusi kolaboratif berbasis masyarakat
Pustaka: KAP, T. P. 2023. Kolaborasi Antar-Profesi (Panduan Pembelajaran Praktik Kolaborasi Antar-Profesi Bagi Mahasiswa Keperawatan). Penerbit Salemba.

Materi: solusi kolaboratif berbasis masyarakat
Pustaka: Suswati, I., Setiawan, F. E. B., Prasetyo, Y. B., & Tilaqsa, A. (2018). Interprofessional Education (Ipe) Panduan Tutorial Dan Homevisit Kesehatan Keluarga (Vol. 1). Ummpress.
4%

15

Minggu ke 15

Mahasiswa mampu mengevaluasi dan merefleksikan hasil project kolaboratif

  1. Menjelaskan penyusunan laporan kolaboratif
  2. Menjelaskan presentasi hasil project
  3. Menjelaskan evaluasi proses dan hasil kolaborasi
  4. Menjelaskan refleksi budaya keselamatan dalam praktik interprofesional
Kriteria:

Rubrik Aktivitas Partisipatif


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Bentuk Pembelajaran: Kuliah
Metode Pembelajaran: cooperative learning, cased-based learning
2x50‘
-
-
Materi: hasil project kolaboratif
Pustaka: Maryana, N., Wijanarka, A., Suryani, E., Iswanto, S. P., Widyawati, H. E., & Gz, S. T. (2022). Menyiapkan Soft Skills Bagi Lulusan Mahasiswa Kesehatan. Samudra Biru.

Materi: hasil project kolaboratif
Pustaka: Prayoga, dkk. 2022. Buku Ajar IPE dan PC. Palu : Feniks Muda Sejahtera
4%

16

Minggu ke 16

Mampu mengerjakan ujian sumatif dengan benar dan tepat

Kriteria:

Rubrik penilaian ujian sumatif


Bentuk Penilaian :
Tes
Bentuk Pembelajaran: Tes (Ujian Sumatif)
Metode Pembelajaran: Tes Tulis
2x50‘
-
-
Materi: all
Pustaka: Indarwati, dkk. 2024. Kesehatan Masyarakat. Batam : Rey Media Grafika

Materi: all
Pustaka: KAP, T. P. 2023. Kolaborasi Antar-Profesi (Panduan Pembelajaran Praktik Kolaborasi Antar-Profesi Bagi Mahasiswa Keperawatan). Penerbit Salemba.

Materi: all
Pustaka: Morato, A. G. D., Diarthini, N. L. P. E., & Utami, D. K. I. (2021). Literature review: efektivitas interprofessional education (IPE) terhadap peningkatan kemampuan dan kompetensi antar profesi kesehatan. Jurnal Kesehatan, 12(2), 322-329.
45%



Rekap Persentase Evaluasi : Case Study

No Evaluasi Persentase
1. Aktifitas Partisipasif 55%
2. Tes 45%
100%

Catatan

  1. Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi (PLO - Program Studi) adalah kemampuan yang dimiliki oleh setiap lulusan Program Studi yang merupakan internalisasi dari sikap, penguasaan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan jenjang prodinya yang diperoleh melalui proses pembelajaran.
  2. PLO yang dibebankan pada mata kuliah adalah beberapa capaian pembelajaran lulusan program studi (CPL-Program Studi) yang digunakan untuk pembentukan/pengembangan sebuah mata kuliah yang terdiri dari aspek sikap, ketrampulan umum, ketrampilan khusus dan pengetahuan.
  3. Program Objectives (PO) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari PLO yang dibebankan pada mata kuliah, dan bersifat spesifik terhadap bahan kajian atau materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
  4. Sub-PO Mata kuliah (Sub-PO) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari PO yang dapat diukur atau diamati dan merupakan kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap tahap pembelajaran, dan bersifat spesifik terhadap materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
  5. Indikator penilaian kemampuan dalam proses maupun hasil belajar mahasiswa adalah pernyataan spesifik dan terukur yang mengidentifikasi kemampuan atau kinerja hasil belajar mahasiswa yang disertai bukti-bukti.
  6. Kreteria Penilaian adalah patokan yang digunakan sebagai ukuran atau tolok ukur ketercapaian pembelajaran dalam penilaian berdasarkan indikator-indikator yang telah ditetapkan. Kreteria penilaian merupakan pedoman bagi penilai agar penilaian konsisten dan tidak bias. Kreteria dapat berupa kuantitatif ataupun kualitatif.
  7. Bentuk penilaian: tes dan non-tes.
  8. Bentuk pembelajaran: Kuliah, Responsi, Tutorial, Seminar atau yang setara, Praktikum, Praktik Studio, Praktik Bengkel, Praktik Lapangan, Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan/atau bentuk pembelajaran lain yang setara.
  9. Metode Pembelajaran: Small Group Discussion, Role-Play & Simulation, Discovery Learning, Self-Directed Learning, Cooperative Learning, Collaborative Learning, Contextual Learning, Project Based Learning, dan metode lainnya yg setara.
  10. Materi Pembelajaran adalah rincian atau uraian dari bahan kajian yg dapat disajikan dalam bentuk beberapa pokok dan sub-pokok bahasan.
  11. Bobot penilaian adalah prosentasi penilaian terhadap setiap pencapaian sub-PO yang besarnya proposional dengan tingkat kesulitan pencapaian sub-PO tsb., dan totalnya 100%.
  12. TM=Tatap Muka, PT=Penugasan terstruktur, BM=Belajar mandiri.