Universitas Negeri Surabaya
Fakultas Kedokteran
Program Studi S1 Fisioterapi

Kode Dokumen

SEMESTER LEARNING PLAN

Course

KODE

Rumpun MataKuliah

Bobot Kredit

SEMESTER

Tanggal Penyusunan

Fisioterapi Parasport (Olahraga Disabilitas)

1120202052

T=1

P=1

ECTS=3.18

7

22 Juli 2026

OTORISASI

Pengembang S.P

Koordinator Rumpun matakuliah

Koordinator Program Studi




.......................................




.......................................




FIRDAUSI KAHFI MAULANA

Model Pembelajaran

Case Study

Program Learning Outcomes (PLO)

PLO program Studi yang dibebankan pada matakuliah

PLO-1

Mampu menunjukkan nilai-nilai agama, kebangsaan dan budaya nasional, serta etika akademik dalam melaksanakan tugasnya

PLO-2

Menunjukkan karakter tangguh, kolaboratif, adaptif, inovatif, inklusif, belajar sepanjang hayat, dan berjiwa kewirausahaan

PLO-3

Mengembangkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan kreatif dalam melakukan pekerjaan yang spesifik di bidang keahliannya serta sesuai dengan standar kompetensi kerja bidang yang bersangkutan

PLO-6

Menguasai pelaksanaan manajemen yang spesifik di bidang keahlainnya sesuai standar kompetensi secara mandiri dan atau berkelompok

PLO-7

Menguasai konsep teoritis fisioterapi olahraga sebagai implementasi keilmuan yang mendukung perkembangan bidang olahraga prestasi, olahraga rekreasi, dan disabilitas di masyarakat

PLO-8

Mampu mengimplementasikan fisioterapi pada bidang kesehatan olahraga prestasi, olahraga rekreasi, dan disabilitas

Program Objectives (PO)

PO - 1

Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar, klasifikasi, dan karakteristik medis-fungsional atlet penyandang disabilitas dalam konteks olahraga parasport.

PO - 2

Mahasiswa mampu menganalisis implikasi kondisi disabilitas terhadap risiko cedera dan performa olahraga.

PO - 3

Mahasiswa mampu merancang program evaluasi dan intervensi fisioterapi pada atlet penyandang disabilitas secara komprehensif dan berbasis evidence.

PO - 4

Mahasiswa mampu menunjukkan sikap profesional, etis, dan kolaboratif dalam praktik fisioterapi parasport.

PO - 5

Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar, klasifikasi, dan karakteristik medis-fungsional atlet penyandang disabilitas dalam konteks olahraga parasport

PO - 6

Mahasiswa mampu merancang program evaluasi dan intervensi fisioterapi pada atlet penyandang disabilitas secara komprehensif dan berbasis evidence.

Matrik PLO-PO

 
POPLO-1PLO-2PLO-3PLO-6PLO-7PLO-8
PO-1     
PO-2     
PO-3     
PO-4     
PO-5     
PO-6     

Matrik PO pada Kemampuan akhir tiap tahapan belajar (Sub-PO)

 
PO Minggu Ke
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
PO-1
PO-2
PO-3
PO-4
PO-5
PO-6

Deskripsi Singkat Mata Kuliah

Mata kuliah yang meliputi asesmen dan penatalaksaaan fisoterapi dan membahas prinsip dan penerapan fisioterapi pada atlet penyandang disabilitas dalam konteks olahraga rekreasional dan kompetitif, meliputi aspek karakteristik fungsional, klasifikasi, risiko cedera, serta optimalisasi performa berbasis evidence.

Pustaka

Utama :

  1. a. Kisner. 2017. Therapeutic Exercise: Foundations and Techniques (Therapeutic Exercise: Foundations and Techniques) 7th Edition. Philadelphia:F.A. Davis Company
  2. b. American College of Sports Medicine. (2022). ACSM's exercise management for persons with chronic diseases and disabilities (5th ed.). Wolters Kluwer.
  3. c. O’Sullivan, S. B., Schmitz, T. J., & Fulk, G. D. (2019). Physical rehabilitation (7th ed.). F.A. Davis.
  4. d. Cameron, H. Michelle. 2017. Physical Agents in Rehabilitation: An Evidence-Based Approach to Practice, 5e 5th Edition. Philadelphia: Saunders Publisher
  5. e. Sherrill, C. (2004). Adapted physical activity, recreation, and sport: Crossdisciplinary and lifespan (6th ed.). McGraw-Hill
  6. f. Bellew, W. James. 2016. Michlovitz's Modalities for Therapeutic Intervention (Contemporary Perspectives in Rehabilitation). Philadelphia:F.A. Davis Company

Pendukung :

  1. a. International Paralympic Committee. (2025). IPC athlete classification code. International Paralympic Committee.
  2. b. National Paralympic Committee Indonesia. (2020). Peraturan klasifikasi dan pembinaan olahraga disabilitas. NPC Indonesia.

Dosen Pengampu

Minggu Ke-

Kemampuan akhir tiap tahapan belajar
(Sub-PO)

Penilaian

Bantuk Pembelajaran,

Metode Pembelajaran,

Penugasan Mahasiswa,

 [ Estimasi Waktu]

Materi Pembelajaran

[ Pustaka ]

Bobot Penilaian (%)

Indikator

Kriteria & Bentuk

Luring (offline)

Daring (online)

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

1

Minggu ke 1

  1. Mahasiswa memahami sejarah olahraga disabilitas
  2. Mahasiswa mengetahui sejarah atlet disabilitas
  3. Mahasiswa mengetahui perkembangan cabang olahraga disabilitas
  4. Mahasiswa mampu menganalisa cabang olahraga disabilitas (parasport)
  5. Mahasiswa memahami prinsip fisioterapi dengan atlet disabilitas
  1. memahami sejarah olahraga disabilitas
  2. menguraikan sejarah atlet disabilitas
  3. menjelaskan perkembangan cabang olahraga disabilitas
  4. menganalisa cabang olahraga disabilitas (parasport)
  5. menjelaskan prinsip fisioterapi dengan atlet disabilitas
Kriteria:

Partisipasi, rubrik penilaian


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Tes
Ceramah, diskusi dan tanya jawab
2x50 menit

Materi: sejarah olahraga disabilitas
Pustaka: a. International Paralympic Committee. (2025). IPC athlete classification code. International Paralympic Committee.

Materi: sejarah atlet disabilitas
Pustaka: b. National Paralympic Committee Indonesia. (2020). Peraturan klasifikasi dan pembinaan olahraga disabilitas. NPC Indonesia.

Materi: perkembangan cabang olahraga disabilitas
Pustaka: a. International Paralympic Committee. (2025). IPC athlete classification code. International Paralympic Committee.

Materi: cabang olahraga disabilitas (parasport)
Pustaka: a. International Paralympic Committee. (2025). IPC athlete classification code. International Paralympic Committee.

Materi: prinsip fisioterapi dengan atlet disabilitas
Pustaka: b. American College of Sports Medicine. (2022). ACSM's exercise management for persons with chronic diseases and disabilities (5th ed.). Wolters Kluwer.
2%

2

Minggu ke 2

  1. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan klasifikasi gangguan fisik pada atlit dengan impairment dasar berdasarkan IPC
  2. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan peran klasifikasi gangguan fisik pada atlit olahraga disabilitas
  3. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan 7 physical impairment (gangguan fisik) pada olahraga disabilitas
  1. mampu memahami dan menjelaskan klasifikasi gangguan fisik pada atlit dengan impairment dasar berdasarkan IPC
  2. mampu memahami dan menjelaskan peran klasifikasi gangguan fisik pada atlit olahraga disabilitas
  3. mampu memahami dan menjelaskan 7 physical impairment (gangguan fisik) pada olahraga disabilitas
  4. Mahasiswa mampu memahami dan menyebutkan alat ukur yang digunakan untuk klasifikasi
Kriteria:

Partisipasi, rubrik penilaian


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Tes
Ceramah, diskusi dan tanya jawab
2x50 menit

Materi: Mahasiswa mampu memahklasifikasi gangguan fisik pada atlit dengan impairment dasar berdasarkan IPC
Pustaka: a. International Paralympic Committee. (2025). IPC athlete classification code. International Paralympic Committee.

Materi: Peran klasifikasi gangguan fisik pada atlit olahraga disabilitas
Pustaka: a. International Paralympic Committee. (2025). IPC athlete classification code. International Paralympic Committee.

Materi: Limb Deficiency
Pustaka: a. International Paralympic Committee. (2025). IPC athlete classification code. International Paralympic Committee.

Materi: Leg length discrepancy
Pustaka: a. International Paralympic Committee. (2025). IPC athlete classification code. International Paralympic Committee.

Materi: Impaired muscle power
Pustaka: a. International Paralympic Committee. (2025). IPC athlete classification code. International Paralympic Committee.

Materi: Short stature
Pustaka: a. International Paralympic Committee. (2025). IPC athlete classification code. International Paralympic Committee.

Materi: Hypertonia
Pustaka: a. International Paralympic Committee. (2025). IPC athlete classification code. International Paralympic Committee.

Materi: Ataxia
Pustaka: a. International Paralympic Committee. (2025). IPC athlete classification code. International Paralympic Committee.

Materi: Athetosis
Pustaka: a. International Paralympic Committee. (2025). IPC athlete classification code. International Paralympic Committee.

Materi: Mahasiswa mampu memahami dan menyebutkan alat ukur yang digunakan untuk klasifikasi
Pustaka: a. Kisner. 2017. Therapeutic Exercise: Foundations and Techniques (Therapeutic Exercise: Foundations and Techniques) 7th Edition. Philadelphia:F.A. Davis Company
3%

3

Minggu ke 3

  1. Mahasiswa mampu memahami definisi dan peran Special Olympic Indonesia (SOI)
  2. Mahasiswa mampu memahami cabang olahraga disabilitas untuk atlet dengan gangguan intelektual, pengelihatan, dan pendengaran
  3. Mahasiswa mampu memahami peran fisioterapi pada atlet dengan gangguan intelektual
  4. Mahasiswa mampu memahami peran fisioterapi pada atlet dengan gangguan penglihatan
  5. Mahasiswa mampu memahami peran fisioterapi pada atlet dengan gangguan pendengaran
  1. menyebutkan definisi dan peran Special Olympic Indonesia (SOI)
  2. memahami cabang olahraga disabilitas untuk atlet dengan gangguan intelektual, pengelihatan, dan pendengaran
  3. memahami peran fisioterapi pada atlet dengan gangguan intelektual
  4. memahami peran fisioterapi pada atlet dengan gangguan penglihatan
  5. memahami peran fisioterapi pada atlet dengan gangguan pendengaran
Kriteria:

Rubrik Penilaian, praktek, paartisipasi


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Tes
Ceramah, diskusi, tanya jawab

Materi: Definisi dan peran Special Olympic Indonesia (SOI)
Pustaka: b. National Paralympic Committee Indonesia. (2020). Peraturan klasifikasi dan pembinaan olahraga disabilitas. NPC Indonesia.

Materi: Cabang olahraga disabilitas untuk atlet dengan gangguan intelektual, pengelihatan, dan pendengaran
Pustaka: a. International Paralympic Committee. (2025). IPC athlete classification code. International Paralympic Committee.

Materi: Peran fisioterapi pada atlet dengan gangguan intelektual
Pustaka: c. O’Sullivan, S. B., Schmitz, T. J., & Fulk, G. D. (2019). Physical rehabilitation (7th ed.). F.A. Davis.

Materi: Peran fisioterapi pada atlet dengan gangguan penglihatan
Pustaka: c. O’Sullivan, S. B., Schmitz, T. J., & Fulk, G. D. (2019). Physical rehabilitation (7th ed.). F.A. Davis.
3%

4

Minggu ke 4

  1. Mahasiswa mampu memahami dan menganalilsa kondisi hypertonia pada atlet parasport dan keterkaitan dengan cabang olahraga
  2. Mahasiswa mampu memahami dan mempraktekkan fisioterapi pada kondisi hypertonia di atlet paraspost
  1. mampu menganalisa kondisi hypertonia pada atlet parasport dan keterkaitan dengan cabang olahraga
  2. mampu memahami dan mempraktekkan fisioterapi pada kondisi hypertonia di atlet paraspost
Kriteria:

Partisipasi, rubrik penilaian, praktek


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Praktik / Unjuk Kerja
Ceramah, diskusi, tanya jawab, praktek

Materi: Kondisi hypertonia pada atlet parasport dan keterkaitan dengan cabang olahraga
Pustaka: a. International Paralympic Committee. (2025). IPC athlete classification code. International Paralympic Committee.

Materi: Fisioterapi pada kondisi hypertonia di atlet paraspost
Pustaka: a. Kisner. 2017. Therapeutic Exercise: Foundations and Techniques (Therapeutic Exercise: Foundations and Techniques) 7th Edition. Philadelphia:F.A. Davis Company
0%

5

Minggu ke 5

  1. Mahasisswa mampu memahami dan menganalisa Kondisi ataxia dan athetosis pada atlet parasport dan keterkaitan dengang cabang olahraga
  2. Mahasiswa mampu memahami dan mempraktekkan Fisioterapi pada kondisi ataxia dan athetosis di atlet parasport
  1. memahami dan menganalisa kondisi ataxia dan athetosis pada atlet parasport dan keterkaitan dengang cabang olahraga
  2. memahami dan mempraktekkan Fisioterapi pada kondisi ataxia dan athetosis di atlet parasport
Kriteria:

Partisipasi, rubrik penilaian, praktek


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Praktik / Unjuk Kerja
Ceramah, diskusi dan tanya jawab, praktek

Materi: Kondisi ataxia dan athetosis pada atlet parasport dan keterkaitan dengang cabang olahraga
Pustaka: a. International Paralympic Committee. (2025). IPC athlete classification code. International Paralympic Committee.

Materi: Fisioterapi pada kondisi ataxia dan athetosis di atlet parasport
Pustaka: a. International Paralympic Committee. (2025). IPC athlete classification code. International Paralympic Committee.
3%

6

Minggu ke 6

  1. Mahasisswa mampu memahami dan menganalisa Kondisi short stature pada atlet parasport dan keterkaitan dengan cabang olahraga
  2. Mahasiswa mampu memahami dan mempraktekkan fisioterapi pada kondisi short stature di atlet parasport
  1. memahami dan menganalisa kondisi short stature di atlet parasport
  2. memahami dan mempraktekkan fisioterapi pada kondisi short stature di atlet parasport
Kriteria:

Partisipasi, rubrik penilaian, praktek


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Praktik / Unjuk Kerja
Ceramah, diskusi dan tanya jawab, praktek

Materi: Kondisi short stature pada atlet parasport dan keterkaitan dengan cabang olahraga
Pustaka: a. International Paralympic Committee. (2025). IPC athlete classification code. International Paralympic Committee.

Materi: Fisioterapi pada kondisi short stature di atlet parasport
Pustaka: a. International Paralympic Committee. (2025). IPC athlete classification code. International Paralympic Committee.
3%

7

Minggu ke 7

  1. Mahasiswa mampu memahami dan menganalisa kondisi impaired muscle power pada atlet parasport dan keterkaitan dengan cabang olahraga
  2. Mahasiswa mampu memahami dan mempraktekkan fisioterapi pada kondisi impaired muscle power di atlet parasport
  1. memahami dan menganalisa Kondisi inpaired muscle power pada atlet parasport dan keterkaitan dengan cabang olahraga
  2. memahami dan mempraktekkan fisioterapi pada kondisi impaired muscle power di atlet parasport
Kriteria:

Partisipasi, rubrik penilaian, praktek


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Praktik / Unjuk Kerja
Ceramah, diskusi dan tanya jawab, praktek

Materi: Kondisi inpaired muscle power pada atlet parasport dan keterkaitan dengan cabang olahraga
Pustaka: f. Bellew, W. James. 2016. Michlovitz's Modalities for Therapeutic Intervention (Contemporary Perspectives in Rehabilitation). Philadelphia:F.A. Davis Company

Materi: Fisioterapi pada kondisi impaired muscle power di atlet parasport
Pustaka: a. International Paralympic Committee. (2025). IPC athlete classification code. International Paralympic Committee.
3%

8

Minggu ke 8

  1. Mahasiswa mampu memahami dan menganalisa kondisi leg lenght discrepancy pada atlet parasport dan keterkaitan dengan cabang olahraga
  2. Mahasiswa mampu memahami dan mempraktekkan fisioterapi pada kondisi leg lenght discrepancy di atlet parasport
  1. Mampu memahami dan menganalisa kondisi leg lenght discrepancy pada atlet parasport dan keterkaitan dengan cabang olahraga
  2. Mampu memahami dan mempraktekkan fisioterapi pada kondisi leg lenght discrepancy di atlet parasport
Kriteria:

Partisipasi, rubrik penilaian, praktek


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Ceramah, diskusi, tanya jawab, praktek
2x50 menit

Materi: Kondisi leg lenght discrepancy pada atlet parasport dan keterkaitan dengan cabang olahraga
Pustaka: a. International Paralympic Committee. (2025). IPC athlete classification code. International Paralympic Committee.

Materi: Fisioterapi pada kondisi leg lenght discrepancy di atlet parasport
Pustaka: a. Kisner. 2017. Therapeutic Exercise: Foundations and Techniques (Therapeutic Exercise: Foundations and Techniques) 7th Edition. Philadelphia:F.A. Davis Company
3%

9

Minggu ke 9

  1. Mahasiswa mampu memahami dan menganalisa kondisi limb deficiency pada atlet parasport dan keterkaitan dengan cabang olahraga
  2. Mahasiswa mampu memahami dan mempraktekkan fisioterapi pada kondisi limb deficiency di atlet parasport
  1. Mampu memahami dan menganalisa Kondisi limb deficiency pada atlet parasport dan keterkaitan dengan cabang olahraga
  2. Mampu memahami dan mempraktekkan fisioterapi pada kondisi limb deficiency di atlet parasport
Kriteria:

Partisipasi, rubrik penilaian, praktek


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Praktik / Unjuk Kerja
Ceramah, diskusi, tanya jawab, praktek
2x50 menit

Materi: Kondisi limb deficiency pada atlet parasport dan keterkaitan dengan cabang olahraga
Pustaka: a. International Paralympic Committee. (2025). IPC athlete classification code. International Paralympic Committee.

Materi: Fisioterapi pada kondisi limb deficiency di atlet parasport
Pustaka: a. International Paralympic Committee. (2025). IPC athlete classification code. International Paralympic Committee.
3%

10

Minggu ke 10

  1. Mahasiswa mampu menjelaskan Klasifikasi fisik dan fisioterapi pada cabang olahraga para - badminton
  2. Mahasiswa mampu menjelaskan cabang olahraga para - badminton
  3. Mahasiswa mampu menjelaskan Klasifikasi fisik pada cabang olahraga para - badminton
  4. Mahasiswa mampu menjelaskan Peran fisioterapi pada atlet cabang olahraga para - badminton
  1. mampu menjelaskan Klasifikasi fisik dan fisioterapi pada cabang olahraga para - badminton
  2. mampu menjelaskan cabang olahraga para - badminton
  3. mampu menjelaskan klasifikasi fisik pada cabang olahraga para - badminton
  4. mampu menjelaskan peran fisioterapi pada atlet cabang olahraga para - badminton
Kriteria:

Partisipasi, rubrik penilaian


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Praktik / Unjuk Kerja, Tes
Ceramah, diskusi dan tanya jawab
2x50 menit

Materi: Klasifikasi fisik dan fisioterapi pada cabang olahraga para - badminton
Pustaka: a. International Paralympic Committee. (2025). IPC athlete classification code. International Paralympic Committee.

Materi: Cabang olahraga para - badminton
Pustaka: b. National Paralympic Committee Indonesia. (2020). Peraturan klasifikasi dan pembinaan olahraga disabilitas. NPC Indonesia.

Materi: Klasifikasi fisik pada cabang olahraga para - badminton
Pustaka: b. National Paralympic Committee Indonesia. (2020). Peraturan klasifikasi dan pembinaan olahraga disabilitas. NPC Indonesia.

Materi: Peran fisioterapi pada atlet cabang olahraga para - badminton
Pustaka: b. American College of Sports Medicine. (2022). ACSM's exercise management for persons with chronic diseases and disabilities (5th ed.). Wolters Kluwer.
3%

11

Minggu ke 11

  1. Mahasiswa mampu menjelaskan Klasifikasi fisik dan fisioterapi pada cabang olahraga para - table tennis
  2. Mahasiswa mampu menjelaskan Cabang olahraga para - table tennis
  3. Mahasiswa mampu menjelaskan Klasifikasi fisik pada cabang olahraga para - table tennis
  4. Mahasiswa mampu menjelaskan Peran fisioterapi pada atlet cabang olahraga para - badminton
  1. mampu menjelaskan klasifikasi fisik dan fisioterapi pada cabang olahraga para - table tennis
  2. mampu menjelaskan Cabang olahraga para - table tennis
  3. mampu menjelaskan Klasifikasi fisik pada cabang olahraga para - table tennis
  4. mampu menjelaskan Peran fisioterapi pada atlet cabang olahraga para - table tennis
Kriteria:

Partisipasi, rubrik penilaian


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Ceramah, diskusi dan tanya jawab
2x50 menit

Materi: Klasifikasi fisik dan fisioterapi pada cabang olahraga para - table tennis
Pustaka: a. International Paralympic Committee. (2025). IPC athlete classification code. International Paralympic Committee.

Materi: Cabang olahraga para - table tennis
Pustaka: a. International Paralympic Committee. (2025). IPC athlete classification code. International Paralympic Committee.

Materi: Klasifikasi fisik pada cabang olahraga para - table tennis
Pustaka: a. International Paralympic Committee. (2025). IPC athlete classification code. International Paralympic Committee.

Materi: Peran fisioterapi pada atlet cabang olahraga para - table tennis
Pustaka: a. Kisner. 2017. Therapeutic Exercise: Foundations and Techniques (Therapeutic Exercise: Foundations and Techniques) 7th Edition. Philadelphia:F.A. Davis Company
3%

12

Minggu ke 12

  1. Mahasiswa mampu menjelaskan Klasifikasi fisik dan fisioterapi pada cabang olahraga para - athletic
  2. Mahasiswa mampu menjelaskan Cabang olahraga para - athletic
  3. Mahasiswa mampu menjelaskan klasifikasi fisik pada cabang olahraga para - athletic
  4. Mahasiswa mampu menjelaskan Peran fisioterapi pada atlet cabang olahraga para - athletic
  1. mampu menjelaskan Klasifikasi fisik dan fisioterapi pada cabang olahraga para - athletic
  2. mampu menjelaskan Cabang olahraga para - athletic
  3. mampu menjelaskan klasifikasi fisik pada cabang olahraga para - athletic
  4. mampu menjelaskan Peran fisioterapi pada atlet cabang olahraga para - athletic
Kriteria:

Partisipasi, rubrik penilaian


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Tes
Ceramah, diskusi dan tanya jawab
2x50 menit

Materi: Klasifikasi fisik dan fisioterapi pada cabang olahraga para - athletic
Pustaka: a. International Paralympic Committee. (2025). IPC athlete classification code. International Paralympic Committee.

Materi: Cabang olahraga para - athletic
Pustaka: a. International Paralympic Committee. (2025). IPC athlete classification code. International Paralympic Committee.

Materi: klasifikasi fisik pada cabang olahraga para - athletic
Pustaka: a. International Paralympic Committee. (2025). IPC athlete classification code. International Paralympic Committee.

Materi: Peran fisioterapi pada atlet cabang olahraga para - athletic
Pustaka: a. Kisner. 2017. Therapeutic Exercise: Foundations and Techniques (Therapeutic Exercise: Foundations and Techniques) 7th Edition. Philadelphia:F.A. Davis Company
3%

13

Minggu ke 13

  1. Mahasiswa mampu menjelaskan Klasifikasi fisik dan fisioterapi pada cabang olahraga para - lifting
  2. Mahasiswa mampu menjelaskan Cabang olahraga para - lifting
  3. Mahasiswa mampu menjelaskan Klasifikasi fisik pada cabanng olahraga para - lifting
  4. Mahasiswa mampu menjelaskanPeran fisioterapi pada atlet cabang olahraga para - lifting
  1. mampu menjelaskan Klasifikasi fisik dan fisioterapi pada cabang olahraga para - lifting
  2. mampu menjelaskan Cabang olahraga para - lifting
  3. mampu menjelaskan Klasifikasi fisik pada cabanng olahraga para - lifting
  4. mampu menjelaskan Peran fisioterapi pada atlet cabang olahraga para - lifting
Kriteria:

Partisipasi, rubrik penilaian


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Tes
Ceramah, diskusi dan tanya jawab
2x50 menit

Materi: Klasifikasi fisik dan fisioterapi pada cabang olahraga para - lifting
Pustaka: b. National Paralympic Committee Indonesia. (2020). Peraturan klasifikasi dan pembinaan olahraga disabilitas. NPC Indonesia.

Materi: Cabang olahraga para - lifting
Pustaka: a. International Paralympic Committee. (2025). IPC athlete classification code. International Paralympic Committee.

Materi: Klasifikasi fisik pada cabanng olahraga para - lifting
Pustaka: a. International Paralympic Committee. (2025). IPC athlete classification code. International Paralympic Committee.

Materi: Peran fisioterapi pada atlet cabang olahraga para - lifting
Pustaka: a. International Paralympic Committee. (2025). IPC athlete classification code. International Paralympic Committee.
3%

14

Minggu ke 14

Partisipasi, rubrik penilaian

Kriteria:

Rubrik penilaian


Bentuk Penilaian :
Tes
computer based test
100 menit

20%

15

Minggu ke 15

Mahasiswa mampu merancang program pendampingan fisioterapi pada olahraga disabilitas


Bentuk Penilaian :
Penilaian Portofolio
menyusun program
2x50 menit

5%

16

Minggu ke 16

Ujian akhir semester

Rubrik penilaian

Kriteria:

Rubrik penilaian


Bentuk Penilaian :
Tes
computer based test

20%



Rekap Persentase Evaluasi : Case Study

No Evaluasi Persentase
1. Aktifitas Partisipasif 20%
2. Penilaian Portofolio 5%
3. Praktik / Unjuk Kerja 7%
4. Tes 48%
80%

Catatan

  1. Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi (PLO - Program Studi) adalah kemampuan yang dimiliki oleh setiap lulusan Program Studi yang merupakan internalisasi dari sikap, penguasaan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan jenjang prodinya yang diperoleh melalui proses pembelajaran.
  2. PLO yang dibebankan pada mata kuliah adalah beberapa capaian pembelajaran lulusan program studi (CPL-Program Studi) yang digunakan untuk pembentukan/pengembangan sebuah mata kuliah yang terdiri dari aspek sikap, ketrampulan umum, ketrampilan khusus dan pengetahuan.
  3. Program Objectives (PO) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari PLO yang dibebankan pada mata kuliah, dan bersifat spesifik terhadap bahan kajian atau materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
  4. Sub-PO Mata kuliah (Sub-PO) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari PO yang dapat diukur atau diamati dan merupakan kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap tahap pembelajaran, dan bersifat spesifik terhadap materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
  5. Indikator penilaian kemampuan dalam proses maupun hasil belajar mahasiswa adalah pernyataan spesifik dan terukur yang mengidentifikasi kemampuan atau kinerja hasil belajar mahasiswa yang disertai bukti-bukti.
  6. Kreteria Penilaian adalah patokan yang digunakan sebagai ukuran atau tolok ukur ketercapaian pembelajaran dalam penilaian berdasarkan indikator-indikator yang telah ditetapkan. Kreteria penilaian merupakan pedoman bagi penilai agar penilaian konsisten dan tidak bias. Kreteria dapat berupa kuantitatif ataupun kualitatif.
  7. Bentuk penilaian: tes dan non-tes.
  8. Bentuk pembelajaran: Kuliah, Responsi, Tutorial, Seminar atau yang setara, Praktikum, Praktik Studio, Praktik Bengkel, Praktik Lapangan, Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan/atau bentuk pembelajaran lain yang setara.
  9. Metode Pembelajaran: Small Group Discussion, Role-Play & Simulation, Discovery Learning, Self-Directed Learning, Cooperative Learning, Collaborative Learning, Contextual Learning, Project Based Learning, dan metode lainnya yg setara.
  10. Materi Pembelajaran adalah rincian atau uraian dari bahan kajian yg dapat disajikan dalam bentuk beberapa pokok dan sub-pokok bahasan.
  11. Bobot penilaian adalah prosentasi penilaian terhadap setiap pencapaian sub-PO yang besarnya proposional dengan tingkat kesulitan pencapaian sub-PO tsb., dan totalnya 100%.
  12. TM=Tatap Muka, PT=Penugasan terstruktur, BM=Belajar mandiri.