
|
Universitas Negeri Surabaya
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Program Studi S1 Ilmu Administrasi Negara
|
Kode Dokumen |
SEMESTER LEARNING PLAN |
Course |
KODE |
Rumpun MataKuliah |
Bobot Kredit |
SEMESTER |
Tanggal Penyusunan |
Kebijakan Lingkungan Berkelanjutan |
6320102658 |
Mata Kuliah Pilihan Program Studi |
T=2 |
P=0 |
ECTS=3.18 |
4 |
1 Januari 2026 |
OTORISASI |
Pengembang S.P |
Koordinator Rumpun matakuliah |
Koordinator Program Studi |
Ahmad Nizar Hilmi, S.AP., MPA.
|
Ahmad Nizar Hilmi, S.AP., MPA.
|
EVA HANY FANIDA |
Model Pembelajaran |
Project Based Learning |
Program Learning Outcomes (PLO)
|
PLO program Studi yang dibebankan pada matakuliah |
PLO-9 |
Mampu mentransformasi aktivitas, berkomunikasi, dan mengambil keputusan dalam berorganisasi dan bermasyarakat berdasarkan hasil analisis informasi dan data. |
PLO-10 |
Mampu mengolah informasi sebagai pendukung penyusunan rekomendasi kebijakan. |
PLO-11 |
Mampu menyusun analisis kebijakan dalam ruang lingkup dan kompleksitas tertentu. |
Program Objectives (PO) |
PO - 1 |
Mampu menelaah paradigma kebijakan lingkungan hidup dengan membandingkan pendekatan antroposentris (ekonomi-politik) dan ekosentris guna meninjau secara kritis asumsi dasar dalam tata kelola sumber daya alam
|
PO - 2 |
Mampu memetakan lanskap aktor (negara, swasta, masyarakat sipil) dan mengidentifikasi ketimpangan relasi kuasa yang mempengaruhi proses formulasi hingga implementasi kebijakan lingkungan
|
PO - 3 |
Mampu mendiagnosis hambatan struktural dan institusional dalam implementasi kebijakan lingkungan menggunakan data empiris untuk menemukan kesenjangan antara teks kebijakan dan realitas lapangan.
|
PO - 4 |
Mampu merancang strategi advokasi berbasis bukti (evidence-based) dan rekomendasi kebijakan alternatif yang berorientasi pada keadilan lingkungan dan keberlanjutan ekologis.
|
Matrik PLO-PO |
| |
| PO | PLO-9 | PLO-10 | PLO-11 | | PO-1 | | | ✔ | | PO-2 | | | ✔ | | PO-3 | ✔ | | | | PO-4 | | ✔ | |
|
Matrik PO pada Kemampuan akhir tiap tahapan belajar (Sub-PO) |
| |
| PO |
Minggu Ke |
| 1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
6 |
7 |
8 |
9 |
10 |
11 |
12 |
13 |
14 |
15 |
16 |
| PO-1 | ✔ | ✔ | ✔ | | | | | | | | | | | | | | | PO-2 | | | | ✔ | ✔ | ✔ | ✔ | ✔ | | | | | | | | | | PO-3 | | | | | | | | | ✔ | ✔ | ✔ | ✔ | ✔ | | | | | PO-4 | | | | | | | | | | | | | | ✔ | ✔ | ✔ |
|
Deskripsi Singkat Mata Kuliah
|
Mata kuliah ini menelaah dinamika kebijakan lingkungan hidup tidak sekadar sebagai instrumen teknis-administratif, melainkan sebagai produk dari kontestasi kepentingan politik, ekonomi, dan sosial yang kompleks. Mahasiswa akan diajak untuk membedah paradoks antara agenda pembangunan ekonomi dengan daya dukung ekologis (kelestarian alam). Fokus pembelajaran mencakup analisis kritis terhadap tata kelola lingkungan (environmental governance), relasi kuasa antar-aktor (negara, sektor privat, dan masyarakat sipil), serta efektivitas implementasi kebijakan dalam kerangka kebijakan dan sistem desentralisasi. Melalui pendekatan studi kasus kontekstual, mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan pisau analisis untuk memahami kesenjangan antara formulasi kebijakan formal dengan realitas struktural dan sosiologis di lapangan, guna merumuskan tata kelola publik yang berkeadilan dan berkelanjutan. |
Pustaka
|
Utama : |
|
- Keraf, A.Sonny. 2014. Filsafat Lingkungan Hidup: Alam sebagai Sebuah Sistem Kehidupan
- Kraft, Michael E. 2011. Environmental Policy and Politics. Pearson Education, Inc.: United States
- Eckersley, Robyn. 1992. Environmentalism and Political Theory: Toward an Ecocentric Approach. UCL Press: London
- Durant, Robert F. 2004. Environmental Governance Reconsidered: Challenges, Choices, and Opportunities. MIT Press: London
- Brady, John. 2005. Environmental Management in Organization: The IEMA Handbook. Earthscan: London
- Fadli, Moh. 2016. Hukum dan Kebijakan Lingkungan. UB Press: Malang
- Connelly, James and Smith, Graham. 1999. Politics and the Environment: From Theory to Practice. Routledge: London and New York
- Kanie, Norichika Kanie and Haas, Peter M. 2004. Emerging Forces in Environmental Governance. United Nation University Press: Tokyo, New York, Paris
- Lemos, Maria Carmen and Agrawal, Arun. 2006. Environmental Governance. Annu. Rev. Environ. Resour, 2006, 31:297-325
- Lenschow, Andrea. 2002. Environmental Policy Integration: Greening Sectoral Policies in Europe. Earthscan Publication Ltd: London and Sterling
- May, Peter J. et al. 1996. Environmental Management and Governance: Intergovernmental Approaches to Hazards and Sustainability. Routledge: London and NewYork
- Warnecke, T. (2023). Operationalizing the doughnut economy: an institutional perspective. Journal of Economic Issues, 57(2), 643-653.
- Islam, M. R. (2024). A Study of Deep Ecology and Environmental Sustainability: Through an Eco-Feminist Lens. Sudurpaschim Spectrum, 2(1), 105-122.
- Smith, Z. A., & Jacques, P. (2022). The environmental policy paradox. Routledge.
- Zhang, D., Zheng, M., Feng, G. F., & Chang, C. P. (2022). Does an environmental policy bring to green innovation in renewable energy?. Renewable Energy, 195, 1113-1124.
- Kraft, M. E. (2021). Environmental policy and politics. Routledge.
- Li, Tania Murray (2021). The Will To Improve: Perencanaan, Kekuasaan, dan Pembangunan di Indonesia. Marjin Kiri.
- Foster, J.B., Clark, B. and York, R. (2010) The Ecological Rift. Capitalism’s War on the Earth. Monthly Review Press, New York.
- [Film Dokumenter] Watchdoc & Kopernik. (2021). Pulau Plastik (Plastic Island). Visinema Pictures.
- [Video Materi] Suryajaya, M. (2020). Hantu Antroposentrisme dalam Pelestarian Alam. [Video YouTube]. Kanal Martin Suryajaya.
|
Pendukung : |
|
- Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Yakin, Addinul. 2015. Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan. Akademika Pressindo; Jakarta
- Asdak, Chay. 2014. Kajian Lingkungan Hidup Strategis: Jalan Menuju Pembangunan Berkelanjutan. Gajah Mada University Press: Yogyakarta
- Arts, Bas and Leroy, Pieter. 2006. Institutional Dynamics in Environmental Governance. Springer: Netherlands
- Jordan, Andrew J. and Lenschow Andrea. . Innovation in Environmental Policy?: Integrating the Environment for Sustainability. Edward Elgar: Cheltenham, UK
|
Dosen Pengampu
|
Dr. Suci Megawati, S.IP., M.Si. Ahmad Nizar Hilmi, S.AP., MPA. |
Minggu Ke- |
Kemampuan akhir tiap tahapan belajar
(Sub-PO)
|
Penilaian |
Bantuk Pembelajaran,
Metode Pembelajaran,
Penugasan Mahasiswa,
[ Estimasi Waktu] |
Materi Pembelajaran
[ Pustaka ] |
Bobot Penilaian (%) |
Indikator |
Kriteria & Bentuk |
Luring (offline) |
Daring (online) |
(1) |
(2) |
(3) |
(4) |
(5) |
(6) |
(7) |
(8) |
1
Minggu ke 1 |
Mahasiswa mampu membedah perbedaan paradigma Environmental Management (Antroposentris) vs Political Ecology (Ekosentris) dalam menanggapi krisis lingkungan global & lokal. |
- Ketajaman membedakan antara gejala teknis dengan akar struktural masalah kebijakan lingkungan hidup (model ekonomi dan politik).
- Kemampuan mengkritik konsep Sustainable Development dan bias pertumbuhan ekonomi.
- Keaktifan berargumentasi dalam debat kelas.
|
Kriteria:
- Ketajaman argumen
- Logika berpikir
Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
1. Kuliah interaktif & Case Method
2. Debat Paradigma Ekologi 2 X 50 |
1. Kuliah interaktif & Case Method
2. Debat Paradigma Ekologi 2 X 50 |
Materi: Paradigma Lingkungan Hidup Pustaka: Keraf, A.Sonny. 2014. Filsafat Lingkungan Hidup: Alam sebagai Sebuah Sistem Kehidupan Materi: Environmentalism Pustaka: Eckersley, Robyn. 1992. Environmentalism and Political Theory: Toward an Ecocentric Approach. UCL Press: London Materi: Materi pengayaan mengenai landasan filosofis kebijakan lingkungan: Kritik terhadap bias manusia dalam konservasi alam. Pustaka: [Video Materi] Suryajaya, M. (2020). Hantu Antroposentrisme dalam Pelestarian Alam. [Video YouTube]. Kanal Martin Suryajaya. |
2% |
2
Minggu ke 2 |
Mahasiswa mampu membedah perbedaan paradigma Environmental Management (Antroposentris) vs Political Ecology (Ekosentris) dalam menanggapi krisis lingkungan global & lokal. |
- Ketajaman membedakan antara gejala teknis dengan akar struktural masalah kebijakan lingkungan hidup (model ekonomi dan politik).
- Kemampuan mengkritik konsep Sustainable Development dan bias pertumbuhan ekonomi.
- Keaktifan berargumentasi dalam debat kelas.
|
Kriteria:
- Ketajaman argumen
- Logika berpikir
Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
1. Kuliah interaktif & Case Method
2. Debat Paradigma Ekologi 2 X 50 |
1. Kuliah interaktif & Case Method
2. Debat Paradigma Ekologi 2 X 50 |
Materi: Paradigma Lingkungan Hidup Pustaka: Keraf, A.Sonny. 2014. Filsafat Lingkungan Hidup: Alam sebagai Sebuah Sistem Kehidupan Materi: Environmentalism Pustaka: Eckersley, Robyn. 1992. Environmentalism and Political Theory: Toward an Ecocentric Approach. UCL Press: London Materi: Membongkar ilusi bahwa kebijakan pemerintah selalu Pustaka: Li, Tania Murray (2021). The Will To Improve: Perencanaan, Kekuasaan, dan Pembangunan di Indonesia. Marjin Kiri. Materi: Mengenalkan konsep Metabolic Rift (keretakan metabolisme) dan menjelaskan bahwa kerusakan lingkungan adalah fitur bawaan kapitalisme, bukan bug. Pustaka: Foster, J.B., Clark, B. and York, R. (2010) The Ecological Rift. Capitalism’s War on the Earth. Monthly Review Press, New York. |
2% |
3
Minggu ke 3 |
Mahasiswa mampu membedah perbedaan paradigma Environmental Management (Antroposentris) vs Political Ecology (Ekosentris) dalam menanggapi krisis lingkungan global & lokal. |
- Ketajaman membedakan antara gejala teknis dengan akar struktural masalah kebijakan lingkungan hidup (model ekonomi dan politik).
- Kemampuan mengkritik konsep Sustainable Development dan bias pertumbuhan ekonomi.
- Keaktifan berargumentasi dalam debat kelas.
|
Kriteria:
- Ketajaman argumen
- Logika berpikir
Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
1. Kuliah interaktif & Case Method
2. Debat Paradigma Ekologi 2 X 50 |
1. Kuliah interaktif & Case Method
2. Debat Paradigma Ekologi 2 X 50 |
Materi: Paradigma Lingkungan Hidup Pustaka: Keraf, A.Sonny. 2014. Filsafat Lingkungan Hidup: Alam sebagai Sebuah Sistem Kehidupan Materi: Environmentalism Pustaka: Eckersley, Robyn. 1992. Environmentalism and Political Theory: Toward an Ecocentric Approach. UCL Press: London Materi: Studi kasus visual mengenai tata kelola sampah, rantai pasok global limbah, dan dampak kebijakan impor sampah Pustaka: [Film Dokumenter] Watchdoc & Kopernik. (2021). Pulau Plastik (Plastic Island). Visinema Pictures. |
2% |
4
Minggu ke 4 |
Mahasiswa mampu merancang Desain Investigasi Kebijakan (Inquiry Design) dengan memetakan aktor, regulasi, dan potensi konflik kepentingan pada isu lingkungan spesifik. |
- Mampu mengidentifikasi aktor bayangan (shadow actors) di balik kebijakan resmi.
- Mampu melacak sejarah (genealogi) masalah kebijakan lingkungan hidup.
- Desain investigasi realistis untuk dikerjakan dalam 2 bulan.
|
Kriteria:
- Kelengkapan data awal
- Ketajaman pertanyaan penelitian
Bentuk Penilaian : Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk |
1. Pembentukan Tim Investigasi.
2. Riset Data Sekunder (Analisis Dokumen AMDAL/Perda).
3. Penyusunan Proposal Proyek (Storyboard Dokumenter & Outline Policy Brief). 2 X 50 |
1. Pembentukan Tim Investigasi.
2. Riset Data Sekunder (Analisis Dokumen AMDAL/Perda).
3. Penyusunan Proposal Proyek (Storyboard Dokumenter & Outline Policy Brief). 2 X 50 |
Materi: Politik dan Kebijakan Lingkungan Hidup Pustaka: Kraft, Michael E. 2011. Environmental Policy and Politics. Pearson Education, Inc.: United States Materi: Politik dan Kebijakan Lingkungan Hidup Pustaka: Connelly, James and Smith, Graham. 1999. Politics and the Environment: From Theory to Practice. Routledge: London and New York |
2% |
5
Minggu ke 5 |
Mahasiswa mampu merancang Desain Investigasi Kebijakan (Inquiry Design) dengan memetakan aktor, regulasi, dan potensi konflik kepentingan pada isu lingkungan spesifik. |
- Mampu mengidentifikasi aktor bayangan (shadow actors) di balik kebijakan resmi.
- Mampu melacak sejarah (genealogi) masalah kebijakan lingkungan hidup.
- Desain investigasi realistis untuk dikerjakan dalam 2 bulan.
|
Kriteria:
- Kelengkapan data awal
- Ketajaman pertanyaan penelitian
Bentuk Penilaian : Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk |
1. Pembentukan Tim Investigasi.
2. Riset Data Sekunder (Analisis Dokumen AMDAL/Perda).
3. Penyusunan Proposal Proyek (Storyboard Dokumenter & Outline Policy Brief). 2 X 50 |
1. Pembentukan Tim Investigasi.
2. Riset Data Sekunder (Analisis Dokumen AMDAL/Perda).
3. Penyusunan Proposal Proyek (Storyboard Dokumenter & Outline Policy Brief). 2 X 50 |
Materi: Politik dan Kebijakan Lingkungan Hidup Pustaka: Kraft, Michael E. 2011. Environmental Policy and Politics. Pearson Education, Inc.: United States Materi: Politik dan Kebijakan Lingkungan Hidup Pustaka: Connelly, James and Smith, Graham. 1999. Politics and the Environment: From Theory to Practice. Routledge: London and New York |
2% |
6
Minggu ke 6 |
Mahasiswa mampu merancang Desain Investigasi Kebijakan (Inquiry Design) dengan memetakan aktor, regulasi, dan potensi konflik kepentingan pada isu lingkungan spesifik. |
- Mampu mengidentifikasi aktor bayangan (shadow actors) di balik kebijakan resmi.
- Mampu melacak sejarah (genealogi) masalah kebijakan lingkungan hidup.
- Desain investigasi realistis untuk dikerjakan dalam 2 bulan.
|
Kriteria:
- Kelengkapan data awal
- Ketajaman pertanyaan penelitian
Bentuk Penilaian : Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk |
1. Pembentukan Tim Investigasi.
2. Riset Data Sekunder (Analisis Dokumen AMDAL/Perda).
3. Penyusunan Proposal Proyek (Storyboard Dokumenter & Outline Policy Brief). 2 X 50 |
1. Pembentukan Tim Investigasi.
2. Riset Data Sekunder (Analisis Dokumen AMDAL/Perda).
3. Penyusunan Proposal Proyek (Storyboard Dokumenter & Outline Policy Brief). 2 X 50 |
Materi: Politik dan Kebijakan Lingkungan Hidup Pustaka: Kraft, Michael E. 2011. Environmental Policy and Politics. Pearson Education, Inc.: United States Materi: Politik dan Kebijakan Lingkungan Hidup Pustaka: Connelly, James and Smith, Graham. 1999. Politics and the Environment: From Theory to Practice. Routledge: London and New York |
2% |
7
Minggu ke 7 |
Mahasiswa mampu merancang Desain Investigasi Kebijakan (Inquiry Design) dengan memetakan aktor, regulasi, dan potensi konflik kepentingan pada isu lingkungan spesifik. |
- Mampu mengidentifikasi aktor bayangan (shadow actors) di balik kebijakan resmi.
- Mampu melacak sejarah (genealogi) masalah kebijakan lingkungan hidup.
- Desain investigasi realistis untuk dikerjakan dalam 2 bulan.
|
Kriteria:
- Kelengkapan data awal
- Ketajaman pertanyaan penelitian
Bentuk Penilaian : Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk |
1. Pembentukan Tim Investigasi.
2. Riset Data Sekunder (Analisis Dokumen AMDAL/Perda).
3. Penyusunan Proposal Proyek (Storyboard Dokumenter & Outline Policy Brief). 2 X 50 |
1. Pembentukan Tim Investigasi.
2. Riset Data Sekunder (Analisis Dokumen AMDAL/Perda).
3. Penyusunan Proposal Proyek (Storyboard Dokumenter & Outline Policy Brief). 2 X 50 |
Materi: Politik dan Kebijakan Lingkungan Hidup Pustaka: Kraft, Michael E. 2011. Environmental Policy and Politics. Pearson Education, Inc.: United States Materi: Politik dan Kebijakan Lingkungan Hidup Pustaka: Connelly, James and Smith, Graham. 1999. Politics and the Environment: From Theory to Practice. Routledge: London and New York |
2% |
8
Minggu ke 8 |
Ujian Tengah Semester (UTS) |
Kemampuan menjawab soal UTS |
Kriteria:
Bobot soal No. 1 s.d. 5 = 100 Bentuk Penilaian : Tes |
2 X 50 |
|
Materi: Filsafat Lingkungan Hidup Pustaka: Keraf, A.Sonny. 2014. Filsafat Lingkungan Hidup: Alam sebagai Sebuah Sistem Kehidupan Materi: Politik dan Kebijakan Lingkungan Hidup Pustaka: Kraft, Michael E. 2011. Environmental Policy and Politics. Pearson Education, Inc.: United States Materi: Pembangunan lingkungan berkelanjutan Pustaka: Asdak, Chay. 2014. Kajian Lingkungan Hidup Strategis: Jalan Menuju Pembangunan Berkelanjutan. Gajah Mada University Press: Yogyakarta |
11% |
9
Minggu ke 9 |
Mahasiswa mampu mengumpulkan data lapangan (fieldwork) untuk memverifikasi kesenjangan antara teks kebijakan (seharusnya) dengan konteks implementasi (senyatanya). |
- Kualitas temuan lapangan (wawancara mendalam, visual bukti kerusakan, rekaman pengakuan warga).
- Mampu menunjukkan point of friction (di mana kebijakan macet/diselewengkan).
- Pembagian peran yang jelas (Riset, Kamera, Editing, Penulis).
|
Kriteria:
- Konsistensi progres (Progress Report & Logbook)
- Validitas data
Bentuk Penilaian : Praktik / Unjuk Kerja |
1. Investigasi Lapangan/Shooting.
2. Asistensi/Mentoring Mingguan (Dosen memonitor logbook dan temuan sementara).
3. Peer-Review antar kelompok. 2 X 50 |
1. Investigasi Lapangan/Shooting.
2. Asistensi/Mentoring Mingguan (Dosen memonitor logbook dan temuan sementara).
3. Peer-Review antar kelompok. 2 X 50 |
Materi: Environmental Management Pustaka: Brady, John. 2005. Environmental Management in Organization: The IEMA Handbook. Earthscan: London Materi: Manajemen dan Governansi Lingkungan Hidup Pustaka: May, Peter J. et al. 1996. Environmental Management and Governance: Intergovernmental Approaches to Hazards and Sustainability. Routledge: London and NewYork |
2% |
10
Minggu ke 10 |
Mahasiswa mampu mengumpulkan data lapangan (fieldwork) untuk memverifikasi kesenjangan antara teks kebijakan (seharusnya) dengan konteks implementasi (senyatanya). |
- Kualitas temuan lapangan (wawancara mendalam, visual bukti kerusakan, rekaman pengakuan warga).
- Mampu menunjukkan point of friction (di mana kebijakan macet/diselewengkan).
- Pembagian peran yang jelas (Riset, Kamera, Editing, Penulis).
|
Kriteria:
- Konsistensi progres (Progress Report & Logbook)
- Validitas data
Bentuk Penilaian : Praktik / Unjuk Kerja |
1. Investigasi Lapangan/Shooting.
2. Asistensi/Mentoring Mingguan (Dosen memonitor logbook dan temuan sementara).
3. Peer-Review antar kelompok. 2 X 50 |
1. Investigasi Lapangan/Shooting.
2. Asistensi/Mentoring Mingguan (Dosen memonitor logbook dan temuan sementara).
3. Peer-Review antar kelompok. 2 X 50 |
Materi: Environmental Management Pustaka: Brady, John. 2005. Environmental Management in Organization: The IEMA Handbook. Earthscan: London Materi: Manajemen dan Governansi Lingkungan Hidup Pustaka: May, Peter J. et al. 1996. Environmental Management and Governance: Intergovernmental Approaches to Hazards and Sustainability. Routledge: London and NewYork |
2% |
11
Minggu ke 11 |
Mahasiswa mampu mengumpulkan data lapangan (fieldwork) untuk memverifikasi kesenjangan antara teks kebijakan (seharusnya) dengan konteks implementasi (senyatanya). |
- Kualitas temuan lapangan (wawancara mendalam, visual bukti kerusakan, rekaman pengakuan warga).
- Mampu menunjukkan point of friction (di mana kebijakan macet/diselewengkan).
- Pembagian peran yang jelas (Riset, Kamera, Editing, Penulis).
|
Kriteria:
- Konsistensi progres (Progress Report & Logbook)
- Validitas data
Bentuk Penilaian : Praktik / Unjuk Kerja |
1. Investigasi Lapangan/Shooting.
2. Asistensi/Mentoring Mingguan (Dosen memonitor logbook dan temuan sementara).
3. Peer-Review antar kelompok. 2 X 50 |
1. Investigasi Lapangan/Shooting.
2. Asistensi/Mentoring Mingguan (Dosen memonitor logbook dan temuan sementara).
3. Peer-Review antar kelompok. 2 X 50 |
Materi: Environmental Management Pustaka: Brady, John. 2005. Environmental Management in Organization: The IEMA Handbook. Earthscan: London Materi: Manajemen dan Governansi Lingkungan Hidup Pustaka: May, Peter J. et al. 1996. Environmental Management and Governance: Intergovernmental Approaches to Hazards and Sustainability. Routledge: London and NewYork |
2% |
12
Minggu ke 12 |
Mahasiswa mampu mengumpulkan data lapangan (fieldwork) untuk memverifikasi kesenjangan antara teks kebijakan (seharusnya) dengan konteks implementasi (senyatanya). |
- Kualitas temuan lapangan (wawancara mendalam, visual bukti kerusakan, rekaman pengakuan warga).
- Mampu menunjukkan point of friction (di mana kebijakan macet/diselewengkan).
- Pembagian peran yang jelas (Riset, Kamera, Editing, Penulis).
|
Kriteria:
- Konsistensi progres (Progress Report & Logbook)
- Validitas data
Bentuk Penilaian : Praktik / Unjuk Kerja |
1. Investigasi Lapangan/Shooting.
2. Asistensi/Mentoring Mingguan (Dosen memonitor logbook dan temuan sementara).
3. Peer-Review antar kelompok. 2 X 50 |
1. Investigasi Lapangan/Shooting.
2. Asistensi/Mentoring Mingguan (Dosen memonitor logbook dan temuan sementara).
3. Peer-Review antar kelompok. 2 X 50 |
Materi: Environmental Management Pustaka: Brady, John. 2005. Environmental Management in Organization: The IEMA Handbook. Earthscan: London Materi: Manajemen dan Governansi Lingkungan Hidup Pustaka: May, Peter J. et al. 1996. Environmental Management and Governance: Intergovernmental Approaches to Hazards and Sustainability. Routledge: London and NewYork |
2% |
13
Minggu ke 13 |
Mahasiswa mampu mengumpulkan data lapangan (fieldwork) untuk memverifikasi kesenjangan antara teks kebijakan (seharusnya) dengan konteks implementasi (senyatanya). |
- Kualitas temuan lapangan (wawancara mendalam, visual bukti kerusakan, rekaman pengakuan warga).
- Mampu menunjukkan point of friction (di mana kebijakan macet/diselewengkan).
- Pembagian peran yang jelas (Riset, Kamera, Editing, Penulis).
|
Kriteria:
- Konsistensi progres (Progress Report & Logbook)
- Validitas data
Bentuk Penilaian : Praktik / Unjuk Kerja |
1. Investigasi Lapangan/Shooting.
2. Asistensi/Mentoring Mingguan (Dosen memonitor logbook dan temuan sementara).
3. Peer-Review antar kelompok. 2 X 50 |
1. Investigasi Lapangan/Shooting.
2. Asistensi/Mentoring Mingguan (Dosen memonitor logbook dan temuan sementara).
3. Peer-Review antar kelompok. 2 X 50 |
Materi: Environmental Management Pustaka: Brady, John. 2005. Environmental Management in Organization: The IEMA Handbook. Earthscan: London Materi: Manajemen dan Governansi Lingkungan Hidup Pustaka: May, Peter J. et al. 1996. Environmental Management and Governance: Intergovernmental Approaches to Hazards and Sustainability. Routledge: London and NewYork |
2% |
14
Minggu ke 14 |
Mahasiswa mampu memproduksi media advokasi kebijakan (Film Dokumenter & Policy Brief) yang persuasif dan berbasis bukti (evidence-based). |
- Mampu memproduksi narasi kritis yang menjelaskan aspek struktural masalah kebijakan lingkungan hidup.
- Mampu memproduksi infografis akurat dan audio visual menarik.
- Policy Brief menawarkan solusi konkret yang berpihak pada keadilan ekologis.
|
Kriteria:
- Penilaian produk multimedia
- Penilaian karya tulis
Bentuk Penilaian : Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk |
1. Editing & Pasca-Produksi
2. Penyusunan Naskah Policy Brief
3. Strategi Publikasi Digital (Upload ke Youtube/IG) 2 X 50 |
1. Editing & Pasca-Produksi
2. Penyusunan Naskah Policy Brief
3. Strategi Publikasi Digital (Upload ke Youtube/IG) 2 X 50 |
Materi: Environmental Governance Pustaka: Durant, Robert F. 2004. Environmental Governance Reconsidered: Challenges, Choices, and Opportunities. MIT Press: London |
25% |
15
Minggu ke 15 |
Mahasiswa mampu memproduksi media advokasi kebijakan (Film Dokumenter & Policy Brief) yang persuasif dan berbasis bukti (evidence-based). |
- Mampu memproduksi narasi kritis yang menjelaskan aspek struktural masalah kebijakan lingkungan hidup.
- Mampu memproduksi infografis akurat dan audio visual menarik.
- Policy Brief menawarkan solusi konkret yang berpihak pada keadilan ekologis.
|
Kriteria:
- Penilaian produk multimedia
- Penilaian karya tulis
Bentuk Penilaian : Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk |
1. Editing & Pasca-Produksi
2. Penyusunan Naskah Policy Brief
3. Strategi Publikasi Digital (Upload ke Youtube/IG) 2 X 50 |
1. Editing & Pasca-Produksi
2. Penyusunan Naskah Policy Brief
3. Strategi Publikasi Digital (Upload ke Youtube/IG) 2 X 50 |
Materi: Environmental Governance Pustaka: Durant, Robert F. 2004. Environmental Governance Reconsidered: Challenges, Choices, and Opportunities. MIT Press: London |
25% |
16
Minggu ke 16 |
Mahasiswa mampu menjawab soal UAS dengan baik |
Mampu menjawab soal UAS |
Kriteria:
Bobot soal No. 1 s.d. 5 = 100 Bentuk Penilaian : Tes |
Ujian Akhir Semester 100 menit |
|
Materi: Environmental Governance Pustaka: Durant, Robert F. 2004. Environmental Governance Reconsidered: Challenges, Choices, and Opportunities. MIT Press: London Materi: Pembangunan lingkungan berkelanjutan Pustaka: Asdak, Chay. 2014. Kajian Lingkungan Hidup Strategis: Jalan Menuju Pembangunan Berkelanjutan. Gajah Mada University Press: Yogyakarta |
15% |