Universitas Negeri Surabaya
Fakultas Sekolah Pascasarjana
Program Studi S2 Pendidikan Teknologi Dan Kejuruan

Kode Dokumen

SEMESTER LEARNING PLAN

Course

KODE

Rumpun MataKuliah

Bobot Kredit

SEMESTER

Tanggal Penyusunan

Teknik Thermal dan Fluida

8310102137

T=2

P=0

ECTS=4.48

1

8 Januari 2026

OTORISASI

Pengembang S.P

Koordinator Rumpun matakuliah

Koordinator Program Studi




.......................................




.......................................




ACHMAD IMAM AGUNG

Model Pembelajaran

Case Study

Program Learning Outcomes (PLO)

PLO program Studi yang dibebankan pada matakuliah

PLO-11

Mampu menerapkan riset terapan untuk inovasi metode pembelajaran kejuruan, optimalisasi teknologi yang relevan dengan industri

PLO-12

Memiliki pengetahuan yang komprehensif sehingga dapat menyelesaikan permasalahan kompleks yang khas di program S2 Pendidikan teknologi kejuruan dan mengikuti kaidah penulisan ilmiah

PLO-13

Mampu melakukan analisis pada penelitian dan pengembangan program S2 Pendidikan teknologi kejuruan dengan mengikuti kaidah penulisan ilmiah

PLO-14

Mampu mendesain rangkaian, perangkat, dan produk pada program S2 Pendidikan teknologi kejuruan

Program Objectives (PO)

PO - 1

Menerapkan prinsip-prinsip termodinamika dan mekanika fluida untuk menganalisis dan mengoptimalkan sistem energi dalam konteks pembelajaran kejuruan (C4)

PO - 2

Menganalisis performa sistem thermal dan fluida industri untuk mengidentifikasi permasalahan kompleks dan merumuskan strategi perbaikan (C4)

PO - 3

Mengevaluasi efektivitas teknologi thermal dan fluida terkini serta potensi penerapannya dalam inovasi metode pembelajaran kejuruan (C5)

PO - 4

Mendesain modul pembelajaran atau alat peraga berbasis sistem thermal dan fluida untuk mendukung pendidikan teknologi kejuruan (C6)

PO - 5

Menerapkan metode numerik dan simulasi dalam menganalisis fenomena perpindahan panas dan aliran fluida untuk penyelesaian masalah teknik (C3)

PO - 6

Mengevaluasi hasil penelitian terapan di bidang teknik thermal dan fluida berdasarkan kaidah ilmiah dan relevansinya dengan kebutuhan industri (C5)

PO - 7

Menciptakan solusi inovatif untuk meningkatkan efisiensi sistem thermal atau fluida dalam konteks pengembangan produk kejuruan (C6)

PO - 8

Menganalisis interaksi antara komponen dalam sistem thermal dan fluida kompleks untuk memahami pola kinerja dan keandalan sistem (C4)

PO - 9

Menerapkan konsep konservasi energi dan massa dalam merancang eksperimen atau proyek terkait teknik thermal dan fluida (C3)

Matrik PLO-PO

 
POPLO-11PLO-12PLO-13PLO-14
PO-1   
PO-2   
PO-3  
PO-4   
PO-5   
PO-6   
PO-7  
PO-8  
PO-9   

Matrik PO pada Kemampuan akhir tiap tahapan belajar (Sub-PO)

 
PO Minggu Ke
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
PO-1
PO-2
PO-3
PO-4
PO-5
PO-6
PO-7
PO-8
PO-9

Deskripsi Singkat Mata Kuliah

Mata kuliah Teknik Thermal Dan Fluida pada jenjang S2 Program Studi Pendidikan Teknologi Dan Kejuruan merupakan mata kuliah lanjutan yang mengkaji prinsip-prinsip termodinamika, perpindahan panas, dan mekanika fluida serta aplikasinya dalam konteks pendidikan teknologi dan kejuruan. Isi mata kuliah mencakup analisis sistem termal dan aliran fluida, hukum-hukum konservasi (massa, energi, momentum), siklus daya dan refrigerasi, konduksi, konveksi, radiasi, aliran dalam saluran terbuka dan tertutup, serta dinamika fluida komputasi dasar. Tujuannya adalah membekali mahasiswa dengan pemahaman mendalam tentang konsep-konsep teknik thermal dan fluida untuk dapat merancang, menganalisis, dan mengevaluasi sistem terkait, serta mengembangkan kemampuan untuk merancang dan mengimplementasikan strategi pembelajaran yang efektif dalam bidang ini di lingkungan pendidikan vokasi. Ruang lingkupnya meliputi integrasi teori dengan aplikasi praktis dalam industri dan dunia kerja, pengembangan media dan metode pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning) yang relevan dengan kebutuhan kurikulum teknologi dan kejuruan, serta analisis kasus-kasus terkini dalam disiplin teknik thermal dan fluida untuk memperkaya materi ajar.

Pustaka

Utama :

Pendukung :

Dosen Pengampu

Minggu Ke-

Kemampuan akhir tiap tahapan belajar
(Sub-PO)

Penilaian

Bantuk Pembelajaran,

Metode Pembelajaran,

Penugasan Mahasiswa,

 [ Estimasi Waktu]

Materi Pembelajaran

[ Pustaka ]

Bobot Penilaian (%)

Indikator

Kriteria & Bentuk

Luring (offline)

Daring (online)

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

1

Minggu ke 1

Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat: 1) Menerapkan hukum pertama termodinamika untuk menganalisis keseimbangan energi pada sistem tertutup dan terbuka sederhana. 2) Menerapkan hukum kedua termodinamika dan konsep efisiensi untuk mengevaluasi kinerja mesin kalor. 3) Mengidentifikasi dan mengoptimalkan parameter operasi sistem energi berdasarkan analisis termodinamika.

  1. Mampu menjelaskan penerapan hukum pertama termodinamika pada studi kasus sistem energi.
  2. Mampu menghitung efisiensi termal mesin kalor berdasarkan hukum kedua termodinamika.
  3. Mampu memberikan rekomendasi optimasi sederhana pada sistem energi berdasarkan analisis termodinamika yang dilakukan.

Bentuk Penilaian :
Tes, Aktifitas Partisipasif
Ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, dan demonstrasi konsep..
Analisis Studi Kasus Online, Mahasiswa diberikan studi kasus sistem energi sederhana (misalnya, data operasi pembangkit listrik tenaga uap sederhana) melalui LMS. Mahasiswa diminta untuk menganalisis sistem tersebut dengan menerapkan hukum pertama dan kedua termodinamika, menghitung efisiensinya, serta memberikan usulan optimasi berbasis analisis mereka dalam bentuk laporan singkat atau presentasi digital yang diunggah ke LMS.
Materi: Review konsep dasar sistem, properti, dan keadaan termodinamika., Penerapan Hukum Pertama Termodinamika untuk sistem tertutup dan volume kontrol., Penerapan Hukum Kedua Termodinamika: Mesin Kalor, Efisiensi Termal, dan Koefisien Kinerja., Analisis dan optimasi sederhana sistem energi (contoh: siklus Rankine sederhana atau mesin pembakaran internal).
Pustaka: Handbook Perkuliahan
5%

2

Minggu ke 2



5%

3

Minggu ke 3

Setelah mengikuti pertemuan ini, mahasiswa diharapkan dapat: 1) Menganalisis data operasional sistem thermal dan fluida industri; 2) Mengidentifikasi akar penyebab inefisiensi atau kegagalan sistem; 3) Merumuskan rekomendasi perbaikan yang feasible secara teknis dan ekonomis.

  1. Kemampuan menganalisis data performa sistem (seperti efisiensi, tekanan, aliran, suhu) dari studi kasus industri.
  2. Ketepatan dalam mengidentifikasi dan mendiagnosis permasalahan kompleks pada sistem thermal/fluida.
  3. Kualitas dan kelayakan strategi atau rekomendasi perbaikan yang dirumuskan.
  4. Kemampuan menyajikan analisis dan rekomendasi secara sistematis dan logis.

Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Penilaian Praktikum, Tes
Studi Kasus, Diskusi Terpimpin, Simulasi/Modeling Sederhana, Presentasi dan Tanya Jawab..
Analisis Studi Kasus Online, Mahasiswa diberikan data operasional (misalnya grafik tekanan vs waktu, data suhu inlet/outlet, spesifikasi peralatan) dari sebuah sistem thermal atau fluida industri sederhana melalui LMS. Mahasiswa diminta untuk menganalisis data tersebut, mengidentifikasi indikasi masalah atau inefisiensi, dan menyusun laporan singkat berisi diagnosis serta usulan langkah perbaikan awal. Tugas dikumpulkan dan didiskusikan dalam forum asinkronus.
Materi: Konsep dasar performa sistem: efisiensi, koefisien performa (COP), head loss, pressure drop., Analisis sistem thermal industri (contoh: sistem pemanas, pendingin, boiler, heat exchanger)., Analisis sistem fluida industri (contoh: sistem perpipaan, pompa, kompresor, turbin)., Teknik identifikasi masalah: fault tree analysis, analisis data trend, benchmarking., Prinsip perumusan strategi perbaikan: optimasi, retrofitting, preventive maintenance.
Pustaka: Handbook Perkuliahan
5%

4

Minggu ke 4

Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat: 1) Menganalisis data operasional sistem thermal dan fluida industri, 2) Mengidentifikasi akar penyebab permasalahan kompleks seperti inefisiensi energi, penurunan performa, atau kegagalan sistem, 3) Merumuskan strategi perbaikan atau optimasi yang didasarkan pada prinsip-prinsip teknik thermal dan fluida.

  1. Kemampuan menganalisis data performa sistem (misal: efisiensi, laju aliran, tekanan, temperatur) dari studi kasus industri.
  2. Kemampuan mengidentifikasi dan mendiagnosis permasalahan kompleks berdasarkan analisis data dan gejala yang diamati.
  3. Kemampuan merumuskan rekomendasi perbaikan atau strategi optimasi yang relevan, sistematis, dan berdasar teori.

Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Penilaian Praktikum
Studi Kasus, Diskusi Terpandang, Simulasi Komputer (jika tersedia), Presentasi dan Tanya Jawab..
Analisis Studi Kasus Online, Mahasiswa diberikan data operasional (misal: grafik tekanan vs. aliran, data temperatur inlet/outlet) dari sebuah sistem industri sederhana melalui LMS. Mahasiswa diminta untuk menganalisis data, mengidentifikasi potensi masalah, dan menyusun laporan singkat berisi diagnosis serta rekomendasi perbaikan. Diskusi dapat dilakukan melalui forum asinkronus.
Materi: Konsep dasar performa sistem: efisiensi, koefisien performa (COP), head loss, pressure drop., Teknik pengumpulan dan analisis data operasional sistem thermal (siklus daya, HVAC) dan sistem fluida (jaringan pipa, pompa)., Identifikasi masalah umum dan kompleks pada sistem industri: fouling, kavitasi, ketidakseimbangan aliran, kebocoran energi., Pendekatan sistematis untuk diagnosa masalah dan formulasi strategi perbaikan (root cause analysis)., Studi kasus nyata aplikasi sistem thermal dan fluida di industri (misal: pabrik, pembangkit listrik, sistem pendingin).
Pustaka: Handbook Perkuliahan
5%

5

Minggu ke 5

Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat: 1) Mengidentifikasi dan menganalisis prinsip kerja serta karakteristik teknologi thermal dan fluida terkini; 2) Mengevaluasi efektivitas, kelebihan, dan kekurangan teknologi tersebut dalam konteks aplikasi praktis; 3) Merancang atau mengusulkan ide inovatif untuk penerapan teknologi tersebut dalam metode pembelajaran kejuruan yang lebih efektif dan kontekstual.

  1. Kemampuan mengidentifikasi dan menjelaskan teknologi thermal dan fluida terkini yang relevan.
  2. Kemampuan mengevaluasi efektivitas teknologi berdasarkan parameter kinerja, efisiensi, dan aplikabilitas.
  3. Kemampuan menganalisis potensi dan tantangan penerapan teknologi dalam konteks pembelajaran kejuruan.
  4. Kemampuan merancang usulan atau skenario inovatif untuk integrasi teknologi dalam metode pembelajaran.

Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Penilaian Portofolio
Kuliah interaktif, studi kasus, diskusi kelompok terpumpun (focused group discussion), presentasi, dan penugasan proyek analisis..
Analisis dan Proposal Inovasi Pembelajaran, Mahasiswa secara individu atau berkelompok diminta untuk: 1) Memilih satu teknologi thermal atau fluida terkini; 2) Melakukan evaluasi mendalam terhadap efektivitas dan aplikasinya; 3) Merancang sebuah proposal singkat atau storyboard tentang bagaimana teknologi tersebut dapat diintegrasikan ke dalam sebuah modul atau metode pembelajaran kejuruan yang inovatif. Proposal disusun dalam bentuk dokumen tertulis dan/atau presentasi video yang diunggah ke LMS.
Materi: Review konsep dasar teknik thermal dan fluida yang relevan., Teknologi thermal terkini (e.g., sistem pendingin/pemanas berpresisi tinggi, heat exchanger canggih, aplikasi energi terbarukan)., Teknologi fluida terkini (e.g., sistem pneumatik/hidrolik otomatis, simulasi aliran CFD, aplikasi mikrofluida)., Prinsip-prinsip pedagogi dan metode pembelajaran kejuruan., Analisis studi kasus integrasi teknologi dalam pembelajaran., Teknik evaluasi dan penyusunan proposal inovasi pembelajaran.
Pustaka: Handbook Perkuliahan
5%

6

Minggu ke 6

Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa dapat: 1) Mengidentifikasi dan menjelaskan prinsip kerja teknologi thermal dan fluida terkini; 2) Mengevaluasi efektivitas, kelebihan, dan kekurangan teknologi tersebut; 3) Menganalisis potensi penerapan teknologi tersebut dalam konteks pembelajaran kejuruan; 4) Merancang konsep inovasi metode pembelajaran yang memanfaatkan teknologi tersebut.

  1. Kemampuan mengidentifikasi teknologi thermal dan fluida terkini yang relevan.
  2. Kemampuan mengevaluasi efektivitas teknologi berdasarkan parameter teknis dan kontekstual.
  3. Kemampuan menganalisis kesesuaian teknologi untuk diterapkan dalam metode pembelajaran kejuruan.
  4. Kemampuan merancang konsep inovatif penerapan teknologi dalam skenario pembelajaran.

Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Penilaian Portofolio
Studi kasus, diskusi kelompok terpandu, presentasi, dan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning)..
Tugas Analisis Studi Kasus dan Rancangan Konsep, Mahasiswa diminta untuk: 1) Mencari dan memilih satu teknologi thermal/fluida terkini (dari jurnal, situs web, atau video); 2) Membuat laporan singkat yang mengevaluasi efektivitas teknologi tersebut berdasarkan kriteria yang ditetapkan; 3) Menganalisis potensi penerapannya dalam sebuah metode pembelajaran kejuruan tertentu; 4) Merancang konsep atau sketsa ide inovasi pembelajaran yang memanfaatkan teknologi tersebut. Tugas dikumpulkan dan didiskusikan dalam forum LMS.
Materi: Review teknologi thermal dan fluida terkini (e.g., sistem pendingin mikro, pompa panas, aplikasi CFD dalam desain)., Kriteria evaluasi efektivitas teknologi: efisiensi, biaya, kemudahan implementasi, dampak lingkungan., Prinsip-prinsip pembelajaran kejuruan dan kebutuhan inovasi metode pengajaran., Studi kasus integrasi teknologi dalam simulasi atau alat peraga pembelajaran., Teknik perancangan konsep inovasi pembelajaran.
Pustaka: Handbook Perkuliahan
5%

7

Minggu ke 7

Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa mampu merancang sebuah prototipe modul pembelajaran atau alat peraga yang menerapkan konsep thermal dan fluida (seperti siklus termodinamika, aliran fluida, atau perpindahan panas) yang sesuai untuk konteks pendidikan kejuruan, dilengkapi dengan panduan penggunaan dan rencana evaluasi pembelajaran.

  1. Kesesuaian desain modul/alat peraga dengan prinsip dasar sistem thermal dan fluida yang dipilih.
  2. Kreativitas dan inovasi dalam integrasi konsep teknik ke dalam media pembelajaran kejuruan.
  3. Kelengkapan dan kejelasan panduan penggunaan serta rencana evaluasi pembelajaran.
  4. Pertimbangan aspek keamanan dan kesesuaian dengan target peserta didik di lingkungan kejuruan.

Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Penilaian Portofolio
Project-Based Learning, Diskusi Kelompok, Presentasi dan Review Desain, Simulasi Desain (jika memungkinkan)..

Materi: Prinsip Dasar Sistem Thermal dan Fluida yang Relevan untuk Alat Peraga, Kebutuhan dan Karakteristik Pembelajaran di Pendidikan Teknologi Kejuruan, Teknik dan Metode Perancangan Modul/Alat Peraga Edukatif, Aspek Keselamatan dan Ergonomi dalam Desain Alat Peraga, Penyusunan Panduan Pembelajaran dan Instrumen Evaluasi
Pustaka: Handbook Perkuliahan
5%

8

Minggu ke 8

Setelah mengikuti pertemuan ini, mahasiswa diharapkan dapat: 1) Mengidentifikasi komponen-komponen utama dan interaksinya dalam sistem thermal dan fluida kompleks (misalnya, sistem pembangkit listrik, HVAC industri, sistem pendingin). 2) Menganalisis pengaruh kinerja satu komponen terhadap komponen lain dan performa sistem secara keseluruhan. 3) Mengevaluasi pola kinerja sistem berdasarkan data operasional atau simulasi. 4) Mengidentifikasi potensi kegagalan dan merekomendasikan strategi untuk meningkatkan keandalan sistem.

  1. Mampu memetakan diagram interaksi komponen dalam sistem thermal/fluida kompleks.
  2. Mampu menganalisis data simulasi atau operasional untuk mengidentifikasi pola kinerja sistem.
  3. Mampu mengevaluasi dampak perubahan parameter satu komponen terhadap kinerja sistem secara keseluruhan.
  4. Mampu mengidentifikasi titik rawan kegagalan dan memberikan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan keandalan.

Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Penilaian Praktikum
Studi Kasus, Diskusi Terpumpun, Simulasi Komputer, Presentasi dan Analisis Kelompok.
Analisis Studi Kasus dan Simulasi, Mahasiswa secara individu atau berkelompok diberikan data operasional atau skenario sistem thermal/fluida kompleks (misalnya, data efisiensi komponen PLTU). Tugas mereka adalah menganalisis interaksi antar komponen, mengidentifikasi pola kinerja, titik lemah, dan memberikan rekomendasi tertulis untuk perbaikan. Analisis disusun dalam bentuk laporan atau presentasi video singkat yang diunggah ke LMS.
Materi: Konsep Sistem Kompleks dalam Konteks Thermal dan Fluida, Pemodelan Interaksi dan Ketergantungan Antar Komponen, Analisis Pola Kinerja Sistem dari Data Operasional/Simulasi, Identifikasi Titik Kritis dan Evaluasi Keandalan Sistem, Studi Kasus: Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) atau Sistem HVAC Industri Besar
Pustaka: Handbook Perkuliahan
15%

9

Minggu ke 9

Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat: 1) Memilih metode numerik yang sesuai untuk masalah perpindahan panas atau aliran fluida tertentu, 2) Menyusun formulasi numerik sederhana dari persamaan dasar, 3) Menggunakan perangkat lunak simulasi (atau kode sederhana) untuk menganalisis suatu kasus, dan 4) Menginterpretasikan hasil simulasi untuk pengambilan keputusan teknik.

  1. Mampu menjelaskan konsep dasar metode numerik (beda hingga/elemen hingga) untuk persamaan perpindahan panas dan aliran fluida.
  2. Mampu menyusun diskritisasi sederhana dari persamaan konduksi panas 1D atau persamaan aliran inviscid.
  3. Mampu menjalankan simulasi sederhana menggunakan perangkat lunak (misal: ANSYS Fluent/CFD, COMSOL, atau Python dengan library numerik) untuk kasus yang diberikan.
  4. Mampu menganalisis dan memvalidasi hasil simulasi dengan solusi analitis atau data empiris.
  5. Mampu menyajikan dan menginterpretasikan hasil simulasi (kontur, grafik, data) dalam laporan teknis.

Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Penilaian Praktikum, Tes
Kombinasi ceramah interaktif, demonstrasi perangkat lunak, diskusi kelompok, dan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning)..
Project-based Assignment, Mahasiswa diberikan studi kasus (misal: analisis distribusi suhu pada sirip dengan geometri tertentu atau aliran dalam saluran sederhana). Mereka diminta untuk: 1) Membuat laporan pra-studi yang berisi formulasi masalah dan metode numerik yang akan digunakan, 2) Melakukan simulasi menggunakan perangkat lunak yang tersedia (dapat diakses via remote/LMS atau software open-source), 3) Menganalisis hasil simulasi, dan 4) Menyusun laporan akhir yang berisi hasil dan interpretasi. Tugas dikumpulkan dan didiskusikan secara asinkronus melalui forum di LMS.
Materi: Review persamaan dasar perpindahan panas (konduksi, konveksi) dan aliran fluida (kekekalan massa, momentum)., Konsep dasar diskritisasi: metode beda hingga (Finite Difference Method) dan metode elemen hingga (Finite Element Method)., Langkah-langkah simulasi numerik: pra-pemrosesan (geometri, mesh), pemrosesan (setting solver), pasca-pemrosesan (visualisasi)., Aplikasi perangkat lunak Computational Fluid Dynamics (CFD) dan perangkat lunak elemen hingga untuk analisis termal-fluida., Studi kasus: Simulasi konduksi panas pada sirip (fin), simulasi aliran dalam pipa, atau simulasi perpindahan panas konveksi.
Pustaka: Handbook Perkuliahan
5%

10

Minggu ke 10

Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa dapat menganalisis, mengkritisi, dan menilai kualitas serta relevansi praktis dari suatu penelitian terapan dalam bidang teknik thermal dan fluida terhadap permasalahan dan kebutuhan industri.

  1. Mampu mengidentifikasi komponen kaidah ilmiah dalam suatu penelitian terapan teknik thermal dan fluida.
  2. Mampu menganalisis metodologi, data, dan hasil penelitian berdasarkan prinsip-prinsip teknik thermal dan fluida.
  3. Mampu mengevaluasi kesesuaian temuan penelitian dengan kebutuhan dan tantangan industri yang spesifik.
  4. Mampu memberikan rekomendasi atau kritik konstruktif terhadap penelitian untuk peningkatan relevansi dan aplikabilitas industri.

Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Penilaian Portofolio
Studi kasus, diskusi kelompok terpandu, presentasi dan review kritis, serta kuliah interaktif..
Critical Review Paper, Mahasiswa diminta untuk memilih satu artikel jurnal penelitian terapan di bidang teknik thermal dan fluida, kemudian membuat sebuah dokumen review kritis yang mengevaluasi penelitian tersebut berdasarkan kaidah ilmiah dan relevansinya dengan satu sektor industri tertentu.
Materi: Prinsip-prinsip evaluasi penelitian terapan (validitas, reliabilitas, signifikansi)., Kaidah ilmiah dalam penelitian teknik (metodologi, analisis data, kesimpulan)., Kebutuhan dan tantangan industri terkini di bidang thermal dan fluida (efisiensi energi, sistem pendingin, aliran fluida industri)., Studi kasus jurnal penelitian terapan teknik thermal dan fluida., Kerangka evaluasi untuk mengukur relevansi industri.
Pustaka: Handbook Perkuliahan
5%

11

Minggu ke 11

Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat merancang dan mengusulkan solusi inovatif yang meningkatkan efisiensi energi atau kinerja pada suatu sistem thermal atau fluida yang relevan dengan bidang kejuruan, seperti sistem HVAC, mesin kalor, atau sistem perpipaan.

  1. Mampu mengidentifikasi masalah atau peluang peningkatan efisiensi pada sistem thermal/fluida yang diberikan.
  2. Mampu menghasilkan ide-ide kreatif dan inovatif untuk solusi perbaikan.
  3. Mampu merancang konsep solusi dengan justifikasi berdasarkan prinsip teknik thermal dan fluida.
  4. Mampu menyajikan proposal desain solusi secara komprehensif, termasuk analisis dampak potensial terhadap efisiensi.

Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Penilaian Portofolio
Project-Based Learning, Diskusi Kelompok Terpumpun, Presentasi dan Kritik Desain, Simulasi/Kasus Studi..
Pengembangan Proposal Desain Awal dan Forum Diskusi Asinkronus Ide Inovatif
Materi: Prinsip Dasar Efisiensi Energi dalam Sistem Thermal dan Fluida, Metodologi Desain dan Inovasi Teknik (Design Thinking, Brainstorming), Studi Kasus Inovasi pada Sistem HVAC, Mesin Kalor, atau Sistem Perpipaan Industri, Teknik Presentasi dan Justifikasi Teknis untuk Proposal Desain
Pustaka: Handbook Perkuliahan
5%

12

Minggu ke 12



5%

13

Minggu ke 13

Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat: 1) Mengidentifikasi komponen-komponen utama dan interaksinya dalam sistem thermal dan fluida kompleks; 2) Menganalisis pengaruh interaksi antar komponen terhadap kinerja sistem secara keseluruhan; 3) Mengevaluasi faktor-faktor yang mempengaruhi keandalan sistem berdasarkan pola interaksi yang terjadi.

  1. Kemampuan mengidentifikasi dan memetakan interaksi antar komponen dalam studi kasus sistem kompleks (misalnya, sistem HVAC, pembangkit listrik, atau sistem pendingin mesin).
  2. Kemampuan menganalisis dampak perubahan pada satu komponen terhadap kinerja komponen lain dan sistem secara keseluruhan menggunakan prinsip-prinsip dasar thermal dan fluida.
  3. Kemampuan mengevaluasi pola kinerja sistem dan mengidentifikasi titik-titik kritis yang mempengaruhi keandalan sistem berdasarkan analisis interaksi komponen.

Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Penilaian Praktikum, Tes
Studi Kasus, Diskusi Terpandu, Simulasi Komputer (jika memungkinkan), dan Presentasi Analisis..
1, Analisis Studi Kasus dan Laporan Tertulis. Mahasiswa diberikan dokumen studi kasus sistem thermal/fluida kompleks (misalnya, diagram P&ID suatu proses) melalui LMS. Tugas mereka adalah menganalisis interaksi antar komponen, memprediksi dampak dari skenario perubahan tertentu terhadap kinerja sistem, dan mengevaluasi titik rawan keandalan, kemudian menyusun laporan analisis.
Materi: Konsep sistem kompleks dalam konteks thermal dan fluida., Identifikasi dan pemetaan interaksi komponen (aliran energi, massa, dan momentum)., Analisis pengaruh interaksi terhadap parameter kinerja (efisiensi, tekanan, temperatur, laju aliran)., Evaluasi keandalan sistem berdasarkan pola interaksi dan titik kegagalan potensial., Studi kasus: Analisis sistem seperti siklus Rankine kombinasi, sistem refrigerasi kaskade, atau jaringan perpipaan kompleks.
Pustaka: Handbook Perkuliahan
5%

14

Minggu ke 14

Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat: 1) Mengidentifikasi komponen-komponen utama dalam sistem thermal dan fluida kompleks, 2) Menganalisis hubungan dan interaksi antar komponen dalam sistem, 3) Mengevaluasi pola kinerja sistem berdasarkan interaksi komponen, 4) Menilai faktor-faktor yang mempengaruhi keandalan sistem.

  1. Kemampuan mengidentifikasi komponen dan fungsinya dalam sistem kompleks (misalnya, sistem HVAC, pembangkit listrik, atau sistem pendingin industri).
  2. Kemampuan menganalisis diagram alir energi dan massa serta interaksi antar komponen.
  3. Kemampuan mengevaluasi parameter kinerja sistem (seperti efisiensi, tekanan, aliran) dari data simulasi atau studi kasus.
  4. Kemampuan mengidentifikasi titik kritis dan potensi kegagalan yang mempengaruhi keandalan sistem.

Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Penilaian Praktikum, Tes
Studi Kasus, Diskusi Terpandang, Simulasi Komputer, dan Presentasi..

Materi: Konsep sistem thermal dan fluida kompleks (contoh: siklus gabungan, sistem refrigerasi kaskade, jaringan perpipaan kompleks)., Interaksi komponen (pompa, kompresor, heat exchanger, turbin, katup) dalam sistem., Analisis kinerja sistem melalui neraca massa dan energi., Faktor-faktor yang mempengaruhi keandalan dan stabilitas sistem., Studi kasus sistem nyata (misalnya, analisis gangguan pada sistem HVAC sebuah gedung).
Pustaka: Handbook Perkuliahan
5%

15

Minggu ke 15

Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat merancang eksperimen atau proyek sederhana yang mengintegrasikan prinsip konservasi energi dan massa untuk menganalisis atau memecahkan masalah dalam bidang teknik thermal dan fluida.

  1. Mampu mengidentifikasi komponen sistem dan batas sistem dalam konteks perancangan eksperimen/proyek.
  2. Mampu merumuskan persamaan keseimbangan energi (energi masuk, keluar, tersimpan) untuk sistem yang dirancang.
  3. Mampu merumuskan persamaan keseimbangan massa (massa masuk, keluar, akumulasi) untuk sistem yang dirancang.
  4. Mampu menyusun langkah-langkah eksperimen atau implementasi proyek berdasarkan prinsip konservasi yang telah dirumuskan.
  5. Mampu menjelaskan asumsi dan keterbatasan dalam rancangan yang dibuat.

Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Penilaian Praktikum
Project-Based Learning (Pembelajaran Berbasis Proyek), Diskusi Kelompok, Presentasi, dan Tanya Jawab..
Perancangan Awal Proyek/Eksperimen, Mahasiswa secara individu atau berkelompok (melalui forum diskusi LMS) diminta untuk mengumpulkan proposal awal rancangan eksperimen atau proyek sederhana yang menerapkan konservasi energi dan massa. Proposal mencakup: judul, tujuan, deskripsi sistem dan diagram, rumusan persamaan keseimbangan energi dan massa, serta langkah-langkah kerja yang direncanakan.
Materi: Review Hukum Termodinamika I (Konservasi Energi) untuk sistem terbuka dan tertutup., Review Persamaan Kontinuitas (Konservasi Massa) untuk aliran tunak dan tak-tunak., Integrasi Hukum Konservasi Energi dan Massa dalam analisis sistem., Langkah-langkah perancangan eksperimen/proyek teknik (identifikasi masalah, tujuan, metodologi, analisis)., Studi kasus penerapan konservasi energi dan massa dalam perancangan sederhana (misal: sistem pemanas air, sirkulasi fluida dalam pipa, heat exchanger sederhana).
Pustaka: Handbook Perkuliahan
5%

16

Minggu ke 16

Setelah mengikuti pertemuan ini, mahasiswa diharapkan mampu: 1) Menganalisis kebutuhan pembelajaran sistem thermal dan fluida di konteks kejuruan; 2) Merancang desain konseptual modul atau alat peraga yang efektif dan aman; 3) Mengembangkan prototipe atau rencana implementasi yang feasible; 4) Mengevaluasi desain berdasarkan kriteria pedagogis dan teknis.

  1. Kemampuan mengidentifikasi dan menganalisis kebutuhan pembelajaran spesifik di bidang kejuruan terkait thermal dan fluida.
  2. Kreativitas dan orisinalitas dalam merancang konsep modul atau alat peraga.
  3. Ketepatan penerapan prinsip-prinsip teknik thermal dan fluida dalam desain.
  4. Kelengkapan dan sistematika penyusunan dokumen desain (modul) atau spesifikasi teknis (alat peraga).
  5. Kemampuan mengevaluasi dan merefleksikan kelebihan serta keterbatasan desain yang dibuat.

Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Penilaian Portofolio
Project-Based Learning, Diskusi Terpandu, Presentasi dan Review Desain, Studi Kasus..
Asinkronus, Pengumpulan Proposal Desain Awal dan Portofolio Perkembangan Ide dalam bentuk dokumen digital (PDF/PPT) serta video presentasi singkat konsep melalui forum diskusi LMS untuk peer review.
Materi: Analisis Kebutuhan Pembelajaran di Pendidikan Teknologi Kejuruan, Prinsip Desain Alat Peraga dan Modul Pembelajaran yang Efektif, Integrasi Konsep Thermal dan Fluida dalam Media Pembelajaran, Aspek Keselamatan dan Kelayakan Teknis dalam Pengembangan Alat Peraga, Teknik Evaluasi dan Validasi Desain Pembelajaran
Pustaka: Handbook Perkuliahan
15%



Rekap Persentase Evaluasi : Case Study

No Evaluasi Persentase
1. Aktifitas Partisipasif 2.5%
2. Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk 39.18%
3. Penilaian Portofolio 20%
4. Penilaian Praktikum 19.18%
5. Tes 9.18%
90.04%

Catatan

  1. Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi (PLO - Program Studi) adalah kemampuan yang dimiliki oleh setiap lulusan Program Studi yang merupakan internalisasi dari sikap, penguasaan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan jenjang prodinya yang diperoleh melalui proses pembelajaran.
  2. PLO yang dibebankan pada mata kuliah adalah beberapa capaian pembelajaran lulusan program studi (CPL-Program Studi) yang digunakan untuk pembentukan/pengembangan sebuah mata kuliah yang terdiri dari aspek sikap, ketrampulan umum, ketrampilan khusus dan pengetahuan.
  3. Program Objectives (PO) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari PLO yang dibebankan pada mata kuliah, dan bersifat spesifik terhadap bahan kajian atau materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
  4. Sub-PO Mata kuliah (Sub-PO) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari PO yang dapat diukur atau diamati dan merupakan kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap tahap pembelajaran, dan bersifat spesifik terhadap materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
  5. Indikator penilaian kemampuan dalam proses maupun hasil belajar mahasiswa adalah pernyataan spesifik dan terukur yang mengidentifikasi kemampuan atau kinerja hasil belajar mahasiswa yang disertai bukti-bukti.
  6. Kreteria Penilaian adalah patokan yang digunakan sebagai ukuran atau tolok ukur ketercapaian pembelajaran dalam penilaian berdasarkan indikator-indikator yang telah ditetapkan. Kreteria penilaian merupakan pedoman bagi penilai agar penilaian konsisten dan tidak bias. Kreteria dapat berupa kuantitatif ataupun kualitatif.
  7. Bentuk penilaian: tes dan non-tes.
  8. Bentuk pembelajaran: Kuliah, Responsi, Tutorial, Seminar atau yang setara, Praktikum, Praktik Studio, Praktik Bengkel, Praktik Lapangan, Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan/atau bentuk pembelajaran lain yang setara.
  9. Metode Pembelajaran: Small Group Discussion, Role-Play & Simulation, Discovery Learning, Self-Directed Learning, Cooperative Learning, Collaborative Learning, Contextual Learning, Project Based Learning, dan metode lainnya yg setara.
  10. Materi Pembelajaran adalah rincian atau uraian dari bahan kajian yg dapat disajikan dalam bentuk beberapa pokok dan sub-pokok bahasan.
  11. Bobot penilaian adalah prosentasi penilaian terhadap setiap pencapaian sub-PO yang besarnya proposional dengan tingkat kesulitan pencapaian sub-PO tsb., dan totalnya 100%.
  12. TM=Tatap Muka, PT=Penugasan terstruktur, BM=Belajar mandiri.