Universitas Negeri Surabaya
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Program Studi S2 Fisika

Kode Dokumen

SEMESTER LEARNING PLAN

Course

KODE

Rumpun MataKuliah

Bobot Kredit

SEMESTER

Tanggal Penyusunan

Seismologi Tektonik

4510203037

T=3

P=0

ECTS=6.72

1

29 Januari 2026

OTORISASI

Pengembang S.P

Koordinator Rumpun matakuliah

Koordinator Program Studi




Prof. Dr. Madlazim, M.Si.




Prof. Dr. Madlazim, M.Si.




NUGRAHANI PRIMARY PUTRI

Model Pembelajaran

Case Study

Program Learning Outcomes (PLO)

PLO program Studi yang dibebankan pada matakuliah

PLO-1

Mampu menunjukkan nilai-nilai agama, kebangsaan dan budaya nasional, serta etika akademik dalam melaksanakan tugasnya

PLO-3

Mengembangkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan kreatif dalam melakukan pekerjaan yang spesifik di bidang keahliannya serta sesuai dengan standar kompetensi kerja bidang yang bersangkutan

PLO-5

Mampu mengelola riset dan mengembangkan keilmuan fisika atau fisika terapan untuk menghasilkan model/metode/teori yang teruji dan inovatif, serta mempublikasikannya pada forum atau jurnal ilmiah pada tingkat nasional/internasional.

Program Objectives (PO)

PO - 1

Mahasiswa mampu menganalisis konsep dasar seismotektonik, meliputi struktur internal Bumi, tegangan-regangan, batas lempeng, dan distribusi kegempaan global dalam kerangka tektonika lempeng.

PO - 2

Mahasiswa mampu mengevaluasi mekanisme sumber gempa bumi berdasarkan konsep focal mechanism, double-couple source, seismic moment, moment tensor, dan magnitudo momen.

PO - 3

Mahasiswa mampu menganalisis hubungan antara gempa bumi, dinamika lempeng, zona subduksi, deformasi kerak, dan seismisitas pada batas lempeng maupun wilayah intraplate.

PO - 4

Mahasiswa mampu mengembangkan model konseptual zona subduksi dan sistem seismotektonik berdasarkan data geologi, geofisika, seismisitas, dan fenomena tektonik aktif.

PO - 5

Mahasiswa mampu mengintegrasikan data GNSS, data seismik, model slip deficit, seismic gap, dan parameter siklus gempa untuk menganalisis potensi bahaya gempa bumi dan tsunami.

PO - 6

Mahasiswa mampu menyusun dan mengomunikasikan laporan ilmiah atau mini research seismotektonik secara sistematis, berbasis data, dan sesuai dengan etika akademik.

Matrik PLO-PO

 
POPLO-1PLO-3PLO-5
PO-1  
PO-2  
PO-3  
PO-4  
PO-5  
PO-6  

Matrik PO pada Kemampuan akhir tiap tahapan belajar (Sub-PO)

 
PO Minggu Ke
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
PO-1
PO-2
PO-3
PO-4
PO-5
PO-6

Deskripsi Singkat Mata Kuliah

Mata kuliah Seismo Tektonik membahas hubungan antara proses tektonik aktif dan kejadian gempa bumi dalam kerangka fisika Bumi padat. Kajian mencakup konsep dasar seismotektonik, struktur internal Bumi, tegangan dan regangan tektonik, batas lempeng, distribusi seismisitas global, mekanisme sumber gempa, focal mechanism, seismic moment, moment tensor, serta hubungan antara gempa bumi dan dinamika lempeng. Mata kuliah ini juga membahas zona subduksi, gempa intraplate, rheologi litosfer, friction law, seismic gap, hukum Gutenberg-Richter, seismotektonik Indonesia, integrasi data GNSS dan seismik, siklus gempa, potensi tsunami, serta penyusunan laporan mini research berbasis data atau kajian literatur ilmiah. Melalui pendekatan case study dan research-based learning, mahasiswa diharapkan mampu menganalisis fenomena seismotektonik secara kritis, mengintegrasikan data geofisika, serta mengomunikasikan hasil kajian secara akademik dan etis.

Pustaka

Utama :

  1. Stein, S., & Wysession, M. (2003). An Introduction to Seismology, Earthquakes, and Earth Structure. Blackwell Publishing.
  2. Scholz, C. H. (2019). The Mechanics of Earthquakes and Faulting (3rd ed.). Cambridge University Press.
  3. Turcotte, D. L., & Schubert, G. (2014). Geodynamics (3rd ed.). Cambridge University Press.
  4. Lay, T., & Wallace, T. C. (1995). Modern Global Seismology. Academic Press.
  5. Shearer, P. M. (2019). Introduction to Seismology (3rd ed.). Cambridge University Press.

Pendukung :

  1. Lowrie, W., & Fichtner, A. (2020). Fundamentals of Geophysics (3rd ed.). Cambridge University Press.
  2. Kearey, P., Klepeis, K. A., & Vine, F. J. (2009). Global Tectonics (3rd ed.). Wiley-Blackwell.
  3. USGS Earthquake Hazard Program.
  4. IRIS Seismology Resources.
  5. BMKG earthquake and tsunami catalogues.
  6. UNAVCO / EarthScope GNSS data resources.
  7. Artikel ilmiah, katalog seismik, data GNSS, data focal mechanism, modul, handbook, power point, dan sumber daring akademik yang relevan.

Dosen Pengampu

Prof. Dr. Madlazim, M.Si.

Minggu Ke-

Kemampuan akhir tiap tahapan belajar
(Sub-PO)

Penilaian

Bantuk Pembelajaran,

Metode Pembelajaran,

Penugasan Mahasiswa,

 [ Estimasi Waktu]

Materi Pembelajaran

[ Pustaka ]

Bobot Penilaian (%)

Indikator

Kriteria & Bentuk

Luring (offline)

Daring (online)

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

1

Minggu ke 1

Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar seismotektonik, struktur internal Bumi, stress-strain, batas lempeng, dan distribusi seismisitas global.

  1. Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian seismotektonik dan ruang lingkup kajiannya.
  2. Mahasiswa mampu menjelaskan struktur internal Bumi dalam kaitannya dengan aktivitas tektonik.
  3. Mahasiswa mampu menjelaskan konsep stress dan strain dalam deformasi kerak Bumi.
  4. Mahasiswa mampu mengidentifikasi batas lempeng dan pola seismisitas global.
Kriteria:
  1. Ketepatan menjelaskan konsep dasar seismotektonik.
  2. Ketepatan penggunaan istilah ilmiah geofisika dan tektonik.
  3. Kelogisan argumentasi dalam diskusi.

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Perkuliahan pengantar dan diskusi interaktif mengenai konsep dasar seismotektonik; pembelajaran berbasis case method dengan mengkaji peta seismisitas global dan batas lempeng tektonik.
2 × 50 menit dan dilanjutkan kegiatan daring.
Mahasiswa menelaah peta seismisitas global dan menuliskan interpretasi singkat mengenai hubungan episenter gempa dengan batas lempeng (Studi Kasus).
50 menit.
Materi: Struktur internal Bumi, gelombang seismik, dan distribusi gempa.
Pustaka: Stein, S., & Wysession, M. (2003). An Introduction to Seismology, Earthquakes, and Earth Structure. Blackwell Publishing.

Materi: Batas lempeng dan global seismicity.
Pustaka: Kearey, P., Klepeis, K. A., & Vine, F. J. (2009). Global Tectonics (3rd ed.). Wiley-Blackwell.
3%

2

Minggu ke 2

Mahasiswa mampu menganalisis distribusi tegangan tektonik, stress tensor, elastisitas batuan, dan representasi Mohr Circle.

  1. Mahasiswa mampu menjelaskan konsep tegangan, regangan, dan elastisitas pada batuan.
  2. Mahasiswa mampu menganalisis komponen stress tensor dalam sistem tektonik.
  3. Mahasiswa mampu menggunakan Mohr Circle untuk menginterpretasikan kondisi tegangan.
  4. Mahasiswa mampu menyelesaikan permasalahan numerik sederhana terkait tegangan tektonik.
Kriteria:
  1. Ketepatan menjelaskan konsep tegangan dan regangan.
  2. Ketepatan analisis stress tensor dan Mohr Circle.
  3. Kesesuaian langkah penyelesaian tugas numerik

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Perkuliahan dan problem solving mengenai distribusi tegangan tektonik, stress tensor, elastisitas, dan Mohr Circle.
2 × 50 menit dan dilanjutkan kegiatan daring.
Mahasiswa mengerjakan latihan numerik terkait tegangan utama, bidang patahan, dan interpretasi Mohr Circle.
50 menit.
Materi: Stress, strain, dan elastisitas batuan.
Pustaka: Turcotte, D. L., & Schubert, G. (2014). Geodynamics (3rd ed.). Cambridge University Press.

Materi: Mechanics of faulting dan Mohr Circle.
Pustaka: Scholz, C. H. (2019). The Mechanics of Earthquakes and Faulting (3rd ed.). Cambridge University Press.
4%

3

Minggu ke 3

Mahasiswa mampu menginterpretasikan focal mechanism dan beachball diagram untuk memahami orientasi patahan dan mekanisme sumber gempa.

  1. Mahasiswa mampu menjelaskan konsep focal mechanism dalam analisis sumber gempa.
  2. Mahasiswa mampu menginterpretasikan beachball diagram.
  3. Mahasiswa mampu membedakan mekanisme normal fault, reverse fault, strike-slip fault, dan oblique fault.
  4. Mahasiswa mampu menghubungkan focal mechanism dengan kondisi tektonik regional.
Kriteria:
  1. Ketepatan menjelaskan focal mechanism.
  2. Ketepatan interpretasi beachball diagram.
  3. Kejelasan hubungan antara mekanisme sumber dan rezim tektonik.

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Diskusi kasus dan praktik interpretasi focal mechanism berdasarkan contoh beachball diagram dari berbagai zona tektonik.
2 × 50 menit dan dilanjutkan kegiatan daring.
Mahasiswa mengerjakan tugas interpretasi beberapa beachball diagram.
50 menit.
Materi: Focal mechanism dan double-couple source.
Pustaka: Lay, T., & Wallace, T. C. (1995). Modern Global Seismology. Academic Press.

Materi: Source mechanism dan interpretasi gelombang seismik.
Pustaka: Shearer, P. M. (2019). Introduction to Seismology (3rd ed.). Cambridge University Press.
4%

4

Minggu ke 4

Mahasiswa mampu menghitung seismic moment, moment magnitude, dan menganalisis konsep moment tensor dalam kajian sumber gempa.

  1. Mahasiswa mampu menjelaskan konsep seismic moment dan moment magnitude.
  2. Mahasiswa mampu menghitung Mo dan Mw berdasarkan parameter sumber gempa.
  3. Mahasiswa mampu menjelaskan konsep moment tensor.
  4. Mahasiswa mampu menganalisis hubungan antara luas patahan, slip, rigiditas, dan magnitudo gempa.
Kriteria:
  1. Ketepatan menjelaskan konsep seismic moment dan moment magnitude.
  2. Ketepatan perhitungan Mo dan Mw.
  3. Kejelasan analisis hubungan parameter sumber gempa.

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Praktik / Unjuk Kerja
Latihan numerik dan diskusi interaktif mengenai seismic moment, moment magnitude, dan moment tensor.
2 × 50 menit dan dilanjutkan kegiatan daring.
Mahasiswa menyelesaikan tugas modeling sederhana untuk menghitung Mo dan Mw dari kasus gempa tertentu.
50 menit.
Materi: Seismic moment dan moment magnitude.
Pustaka: Stein, S., & Wysession, M. (2003). An Introduction to Seismology, Earthquakes, and Earth Structure. Blackwell Publishing.

Materi: Moment tensor dan representasi sumber gempa.
Pustaka: Lay, T., & Wallace, T. C. (1995). Modern Global Seismology. Academic Press.
5%

5

Minggu ke 5

Mahasiswa mampu menganalisis seismisitas global, mid-ocean ridge, zona subduksi, transform fault, dan hubungan gempa dengan batas lempeng.

  1. Mahasiswa mampu menjelaskan pola seismisitas global.
  2. Mahasiswa mampu menganalisis seismisitas pada mid-ocean ridge, zona subduksi, dan transform fault.
  3. Mahasiswa mampu menghubungkan kedalaman gempa dengan tipe batas lempeng.
  4. Mahasiswa mampu menghubungkan kedalaman gempa dengan tipe batas lempeng.
Kriteria:
  1. Ketepatan analisis pola seismisitas global.
  2. Ketepatan menghubungkan gempa dan batas lempeng.
  3. Relevansi topik proyek dengan materi seismotektonik.
  4. Kejelasan rancangan awal proyek.

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Praktik / Unjuk Kerja
Diskusi kelompok mengenai seismisitas global; pembelajaran berbasis project-based learning dengan mengarahkan mahasiswa menyusun rancangan awal proyek kajian seismotektonik berbasis katalog gempa atau data tektonik.
2 × 50 menit dan dilanjutkan kegiatan daring.
Mahasiswa menyusun proposal awal proyek yang memuat topik, latar belakang, rumusan masalah, data yang digunakan, dan pendekatan analisis.
50 menit.
Materi: Global plate boundary dan pola seismisitas global.
Pustaka: Kearey, P., Klepeis, K. A., & Vine, F. J. (2009). Global Tectonics (3rd ed.). Wiley-Blackwell.

Materi: Earthquake distribution dan struktur Bumi.
Pustaka: Stein, S., & Wysession, M. (2003). An Introduction to Seismology, Earthquakes, and Earth Structure. Blackwell Publishing.
5%

6

Minggu ke 6

Mahasiswa mampu mengembangkan model konseptual zona subduksi, khususnya sistem Sumatra-Sunda, berdasarkan mekanika subduksi dan seismisitas regional.

  1. Mahasiswa mampu menjelaskan mekanika zona subduksi.
  2. Mahasiswa mampu menganalisis hubungan slab, megathrust, forearc, backarc, dan seismisitas.
  3. Mahasiswa mampu mengkaji sistem subduksi Sumatra-Sunda sebagai studi kasus.
  4. Mahasiswa mampu mengembangkan model konseptual awal zona subduksi.
Kriteria:
  1. Ketepatan menjelaskan mekanika subduksi.
  2. Kejelasan model konseptual yang dikembangkan.
  3. Ketepatan analisis struktur zona subduksi.

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Case study sistem subduksi Sumatra-Sunda; diskusi kelompok mengenai hubungan geometri subduksi, megathrust, dan pola kegempaan.
2 × 50 menit dan dilanjutkan kegiatan daring.
Mahasiswa membuat skema konseptual zona subduksi dan menjelaskan komponen tektoniknya.
50 menit.
Materi: Subduction mechanics dan zona megathrust.
Pustaka: Scholz, C. H. (2019). The Mechanics of Earthquakes and Faulting (3rd ed.). Cambridge University Press.

Materi: Geodinamika zona subduksi.
Pustaka: Turcotte, D. L., & Schubert, G. (2014). Geodynamics (3rd ed.). Cambridge University Press.
5%

7

Minggu ke 7

Mahasiswa mampu menganalisis gempa intraplate dan deformasi kontinental berdasarkan studi kasus gempa Palu, Sichuan, atau kasus relevan lainnya.

  1. Mahasiswa mampu menjelaskan karakteristik gempa intraplate.
  2. Mahasiswa mampu menganalisis deformasi kontinental dan sistem sesar aktif.
  3. Mahasiswa mampu mengkaji kasus gempa Palu dan Sichuan dalam konteks tektonik regional.
  4. Mahasiswa mampu mengembangkan analisis berbasis literatur ilmiah.
Kriteria:
  1. Ketepatan menjelaskan konsep intraplate earthquake.
  2. Ketepatan analisis deformasi kontinental.
  3. Kedalaman kajian literatur dan argumentasi ilmiah.

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Studi literatur dan diskusi kritis mengenai gempa intraplate dan deformasi kontinental; pembelajaran berbasis case method pada kasus Palu, Sichuan, atau gempa intraplate lainnya.
2 × 50 menit dan dilanjutkan kegiatan daring.
Mahasiswa menyusun ringkasan analisis literatur terkait satu kasus gempa intraplate.
50 menit.
Materi: Continental deformation dan intraplate earthquake.
Pustaka: Kearey, P., Klepeis, K. A., & Vine, F. J. (2009). Global Tectonics (3rd ed.). Wiley-Blackwell.

Materi: Mechanics of active faulting.
Pustaka: Scholz, C. H. (2019). The Mechanics of Earthquakes and Faulting (3rd ed.). Cambridge University Press.
4%

8

Minggu ke 8

Mahasiswa mampu menunjukkan penguasaan konsep dasar seismotektonik, stress-strain, focal mechanism, seismic moment, seismisitas global, zona subduksi, dan gempa intraplate melalui Ujian Tengah Semester.

  1. Mahasiswa mampu menjelaskan konsep utama pada materi minggu 1 sampai minggu 7.
  2. Mahasiswa mampu menganalisis persoalan dasar seismotektonik secara sistematis.
  3. Mahasiswa mampu menyelesaikan soal evaluasi berbasis konsep, data, dan studi kasus.
  4. Mahasiswa mampu menggunakan istilah ilmiah seismologi dan tektonik secara tepat.
Kriteria:
  1. Ketepatan jawaban terhadap soal UTS.
  2. Kelengkapan langkah analisis dan penyelesaian.
  3. Ketepatan penggunaan konsep dan istilah ilmiah.
  4. Kemampuan analisis terhadap permasalahan yang diberikan.

Bentuk Penilaian :
Tes
Pelaksanaan Ujian Tengah Semester untuk mengevaluasi penguasaan mahasiswa terhadap materi minggu 1 sampai minggu 7.
2 × 50 menit.
Tidak ada / menyesuaikan kebijakan penyelenggaraan UTS.
0 menit.
Materi: Evaluasi konsep dasar seismotektonik dan mekanisme sumber gempa.
Pustaka: Artikel ilmiah, katalog seismik, data GNSS, data focal mechanism, modul, handbook, power point, dan sumber daring akademik yang relevan.
15%

9

Minggu ke 9

Mahasiswa mampu menganalisis rheologi litosfer, mekanisme friksi, dan rate-and-state friction dalam konteks siklus gempa.

  1. Mahasiswa mampu menjelaskan rheologi litosfer dan perilaku mekanik batuan.
  2. Mahasiswa mampu menganalisis mekanisme friksi pada bidang sesar.
  3. Mahasiswa mampu menjelaskan konsep rate-and-state friction.
  4. Mahasiswa mampu menghubungkan rheologi dan friksi dengan proses nukleasi gempa.
Kriteria:
  1. Ketepatan menjelaskan rheologi litosfer.
  2. Ketepatan analisis mekanisme friksi.
  3. Kejelasan hubungan antara friksi, sesar, dan gempa.

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Ceramah interaktif dan diskusi mengenai rheologi litosfer, friksi, dan rate-and-state friction dalam sistem patahan aktif.
2 × 50 menit dan dilanjutkan kegiatan daring.
Mahasiswa mengerjakan tugas analisis singkat tentang peran friksi dalam siklus gempa.
50 menit.
Materi: Rheologi litosfer dan deformasi batuan.
Pustaka: Turcotte, D. L., & Schubert, G. (2014). Geodynamics (3rd ed.). Cambridge University Press.

Materi: Rate-and-state friction dan earthquake faulting.
Pustaka: Scholz, C. H. (2019). The Mechanics of Earthquakes and Faulting (3rd ed.). Cambridge University Press.
4%

10

Minggu ke 10

Mahasiswa mampu menganalisis seismic gap, hukum Gutenberg-Richter, dan probabilitas gempa berdasarkan data seismisitas.

  1. Mahasiswa mampu menjelaskan konsep seismic gap.
  2. Mahasiswa mampu menganalisis hubungan frekuensi-magnitudo menggunakan hukum Gutenberg-Richter.
  3. Mahasiswa mampu menginterpretasikan nilai a-value dan b-value secara konseptual.
  4. Mahasiswa mampu mengembangkan analisis proyek berbasis data seismisitas.
Kriteria:
  1. Ketepatan menjelaskan konsep seismic gap.
  2. Ketepatan analisis Gutenberg-Richter.
  3. Kejelasan interpretasi parameter statistik seismisitas.
  4. Kesesuaian analisis proyek dengan konsep yang dipelajari.

Bentuk Penilaian :
Praktik / Unjuk Kerja
Diskusi dan praktik analisis data seismisitas; pembelajaran berbasis project-based learning dengan membimbing mahasiswa menghitung parameter Gutenberg-Richter atau mengidentifikasi seismic gap.
2 × 50 menit dan dilanjutkan kegiatan daring.
Mahasiswa mengembangkan analisis proyek menggunakan katalog gempa dan mengunggah perkembangan hasil analisis.
50 menit.
Materi: Seismic gap dan probabilitas gempa.
Pustaka: Stein, S., & Wysession, M. (2003). An Introduction to Seismology, Earthquakes, and Earth Structure. Blackwell Publishing.

Materi: Statistical seismology dan Gutenberg-Richter relationship.
Pustaka: Shearer, P. M. (2019). Introduction to Seismology (3rd ed.). Cambridge University Press.
4%

11

Minggu ke 11

Mahasiswa mampu menganalisis seismotektonik Indonesia, khususnya sistem Mentawai, Banda Arc, dan zona tektonik aktif lainnya.

  1. Mahasiswa mampu menjelaskan kerangka tektonik Indonesia.
  2. Mahasiswa mampu menganalisis seismotektonik Mentawai dan Banda Arc.
  3. Mahasiswa mampu menghubungkan pola seismisitas Indonesia dengan interaksi lempeng Indo-Australia, Eurasia, Pasifik, dan Filipina.
  4. Mahasiswa mampu menyajikan analisis kasus seismotektonik Indonesia secara ilmiah.
Kriteria:
  1. Ketepatan menjelaskan kerangka tektonik Indonesia.
  2. Ketepatan analisis Mentawai dan Banda Arc.
  3. Kejelasan presentasi dan argumentasi ilmiah.

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Diskusi dan presentasi kelompok mengenai seismotektonik Indonesia dengan studi kasus Mentawai, Banda Arc, Palu-Koro, Flores, atau zona aktif lainnya.
2 × 50 menit dan dilanjutkan kegiatan daring.
Mahasiswa menyusun ringkasan studi kasus seismotektonik Indonesia
50 menit.
Materi: Global tectonics dan kerangka tektonik Indonesia.
Pustaka: Kearey, P., Klepeis, K. A., & Vine, F. J. (2009). Global Tectonics (3rd ed.). Wiley-Blackwell.

Materi: Seismisitas dan struktur sumber gempa Indonesia.
Pustaka: BMKG earthquake and tsunami catalogues.
4%

12

Minggu ke 12

Mahasiswa mampu mengintegrasikan data GNSS dan data seismik untuk menganalisis deformasi kerak dan interseismic coupling.

  1. Mahasiswa mampu menjelaskan prinsip dasar GNSS dalam studi deformasi kerak.
  2. Mahasiswa mampu menginterpretasikan vektor kecepatan GNSS.
  3. Mahasiswa mampu menganalisis interseismic coupling pada zona subduksi.
  4. Mahasiswa mampu mengintegrasikan data GNSS dan seismik dalam proyek kecil.
Kriteria:
  1. Ketepatan menjelaskan prinsip GNSS.
  2. Ketepatan interpretasi deformasi kerak.
  3. Kejelasan integrasi data GNSS dan seismik.
  4. Kesesuaian hasil proyek kecil dengan konsep seismotektonik.

Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Praktik / Unjuk Kerja
Studi kasus integrasi data GNSS dan seismik; mahasiswa menganalisis vektor deformasi dan pola seismisitas pada zona tektonik aktif.
2 × 50 menit dan dilanjutkan kegiatan daring.
Mahasiswa mengerjakan proyek kecil berbasis data GNSS atau data deformasi terbuka.
50 menit.
Materi: GNSS dan deformasi kerak.
Pustaka: UNAVCO / EarthScope GNSS data resources.

Materi: Interseismic coupling dan deformasi zona subduksi.
Pustaka: Scholz, C. H. (2019). The Mechanics of Earthquakes and Faulting (3rd ed.). Cambridge University Press.
5%

13

Minggu ke 13

Mahasiswa mampu menganalisis earthquake cycle, slip deficit model, akumulasi regangan, dan implikasinya terhadap potensi gempa besar.

  1. Mahasiswa mampu menjelaskan konsep siklus gempa.
  2. Mahasiswa mampu menganalisis fase interseismic, coseismic, postseismic, dan preseismic.
  3. Mahasiswa mampu menjelaskan konsep slip deficit model.
  4. Mahasiswa mampu menghubungkan slip deficit dengan potensi gempa besar.
Kriteria:
  1. Ketepatan menjelaskan siklus gempa.
  2. Ketepatan analisis slip deficit model.
  3. Kejelasan hubungan antara akumulasi regangan dan potensi

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Ceramah interaktif dan diskusi model mengenai earthquake cycle, slip deficit, dan akumulasi regangan pada zona subduksi atau sesar aktif.
2 × 50 menit dan dilanjutkan kegiatan daring.
Mahasiswa menyusun interpretasi konseptual mengenai slip deficit dan potensi gempa berdasarkan studi kasus yang diberikan.
50 menit.
Materi: Siklus gempa dan deformasi kerak.
Pustaka: Shearer, P. M. (2019). Introduction to Seismology (3rd ed.). Cambridge University Press.

Materi: Geodinamika akumulasi regangan dan slip deficit.
Pustaka: Turcotte, D. L., & Schubert, G. (2014). Geodynamics (3rd ed.). Cambridge University Press.
5%

14

Minggu ke 14

Mahasiswa mampu menganalisis hubungan gempa bumi, rupture process, dan potensi tsunami berdasarkan karakteristik sumber gempa.

  1. Mahasiswa mampu menjelaskan mekanisme pembangkitan tsunami oleh gempa bumi.
  2. Mahasiswa mampu menganalisis hubungan antara rupture, slip, kedalaman, dan potensi tsunami.
  3. Mahasiswa mampu mengidentifikasi karakteristik gempa tsunamigenik.
  4. Mahasiswa mampu mengevaluasi potensi tsunami berdasarkan studi kasus.
Kriteria:
  1. Ketepatan menjelaskan mekanisme tsunami.
  2. Ketepatan analisis hubungan rupture dan potensi tsunami.
  3. Kejelasan penggunaan studi kasus dan data pendukung.

Bentuk Penilaian :
Praktik / Unjuk Kerja
Diskusi dan studi kasus mengenai gempa tsunamigenik; mahasiswa menganalisis hubungan parameter sumber gempa dengan potensi tsunami.
2 × 50 menit dan dilanjutkan kegiatan daring.
Mahasiswa menelaah satu kasus gempa dan tsunami, kemudian menyusun ringkasan analisis berbasis parameter sumber gempa dan kondisi tektonik.
50 menit.
Materi: Rupture process dan gempa tsunamigenik.
Pustaka: Lay, T., & Wallace, T. C. (1995). Modern Global Seismology. Academic Press.

Materi: Earthquake source dan potensi tsunami.
Pustaka: Stein, S., & Wysession, M. (2003). An Introduction to Seismology, Earthquakes, and Earth Structure. Blackwell Publishing.

Materi: Katalog gempa dan tsunami Indonesia.
Pustaka: BMKG earthquake and tsunami catalogues.
6%

15

Minggu ke 15

Mahasiswa mampu menyusun dan mengomunikasikan mini research seismotektonik dalam bentuk presentasi ilmiah dan draft paper.

  1. Mahasiswa mampu menyajikan hasil mini research secara sistematis dan ilmiah.
  2. Mahasiswa mampu menjelaskan latar belakang, data, metode, hasil, pembahasan, dan kesimpulan penelitian.
  3. Mahasiswa mampu mempertahankan argumentasi ilmiah dalam sesi diskusi dan tanya jawab.
  4. Mahasiswa mampu menyusun draft paper seismotektonik secara akademik.
  5. Mahasiswa mampu menggunakan referensi ilmiah secara relevan dan etis.
Kriteria:
  1. Ketepatan substansi ilmiah yang disampaikan.
  2. Kejelasan dan sistematika presentasi mini research.
  3. Kedalaman analisis data atau studi literatur.
  4. Kualitas draft paper.
  5. Ketepatan penggunaan referensi ilmiah dan etika akademik.

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Praktik / Unjuk Kerja
Seminar mini research dan diskusi kelas; pembelajaran berbasis research-based learning dengan menekankan kemampuan mahasiswa dalam mengomunikasikan hasil kajian seismotektonik secara ilmiah.
2 × 50 menit dan dilanjutkan kegiatan daring.
Mahasiswa mengunggah draft paper sekitar 10 halaman, bahan presentasi, dan data pendukung.
50 menit.
Materi: Mini research seismotektonik dan penulisan draft paper.
Pustaka: Artikel ilmiah, katalog seismik, data GNSS, data focal mechanism, modul, handbook, power point, dan sumber daring akademik yang relevan.

Materi: Interpretasi data seismik dan tektonik untuk laporan ilmiah.
Pustaka: Stein, S., & Wysession, M. (2003). An Introduction to Seismology, Earthquakes, and Earth Structure. Blackwell Publishing.
7%

16

Minggu ke 16

Mahasiswa mampu menunjukkan penguasaan konsep, prinsip, analisis data, model, dan aplikasi seismotektonik secara komprehensif melalui Ujian Akhir Semester.

  1. Mahasiswa mampu menjelaskan konsep-konsep utama seismotektonik secara komprehensif.
  2. Mahasiswa mampu menganalisis persoalan seismotektonik berbasis konsep, data, dan studi kasus.
  3. Mahasiswa mampu menyelesaikan soal evaluasi secara sistematis, logis, dan benar.
  4. Mahasiswa mampu mensintesis hubungan antara tektonika lempeng, mekanisme sumber gempa, deformasi kerak, siklus gempa, dan bahaya seismik.
Kriteria:
  1. Ketepatan jawaban terhadap soal UAS.
  2. Kelengkapan langkah analisis dan penyelesaian.
  3. Ketepatan penggunaan konsep dan istilah ilmiah.
  4. Kemampuan sintesis terhadap keseluruhan materi perkuliahan.

Bentuk Penilaian :
Tes
Pelaksanaan Ujian Akhir Semester untuk mengevaluasi penguasaan mahasiswa terhadap keseluruhan materi perkuliahan Seismo Tektonik.
2 × 50 menit.
Tidak ada / menyesuaikan kebijakan penyelenggaraan UAS.
0 menit.
Materi: Evaluasi keseluruhan konsep seismotektonik
Pustaka: Artikel ilmiah, katalog seismik, data GNSS, data focal mechanism, modul, handbook, power point, dan sumber daring akademik yang relevan.
20%



Rekap Persentase Evaluasi : Case Study

No Evaluasi Persentase
1. Aktifitas Partisipasif 41.5%
2. Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk 2.5%
3. Praktik / Unjuk Kerja 21%
4. Tes 35%
100%

Catatan

  1. Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi (PLO - Program Studi) adalah kemampuan yang dimiliki oleh setiap lulusan Program Studi yang merupakan internalisasi dari sikap, penguasaan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan jenjang prodinya yang diperoleh melalui proses pembelajaran.
  2. PLO yang dibebankan pada mata kuliah adalah beberapa capaian pembelajaran lulusan program studi (CPL-Program Studi) yang digunakan untuk pembentukan/pengembangan sebuah mata kuliah yang terdiri dari aspek sikap, ketrampulan umum, ketrampilan khusus dan pengetahuan.
  3. Program Objectives (PO) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari PLO yang dibebankan pada mata kuliah, dan bersifat spesifik terhadap bahan kajian atau materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
  4. Sub-PO Mata kuliah (Sub-PO) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari PO yang dapat diukur atau diamati dan merupakan kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap tahap pembelajaran, dan bersifat spesifik terhadap materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
  5. Indikator penilaian kemampuan dalam proses maupun hasil belajar mahasiswa adalah pernyataan spesifik dan terukur yang mengidentifikasi kemampuan atau kinerja hasil belajar mahasiswa yang disertai bukti-bukti.
  6. Kreteria Penilaian adalah patokan yang digunakan sebagai ukuran atau tolok ukur ketercapaian pembelajaran dalam penilaian berdasarkan indikator-indikator yang telah ditetapkan. Kreteria penilaian merupakan pedoman bagi penilai agar penilaian konsisten dan tidak bias. Kreteria dapat berupa kuantitatif ataupun kualitatif.
  7. Bentuk penilaian: tes dan non-tes.
  8. Bentuk pembelajaran: Kuliah, Responsi, Tutorial, Seminar atau yang setara, Praktikum, Praktik Studio, Praktik Bengkel, Praktik Lapangan, Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan/atau bentuk pembelajaran lain yang setara.
  9. Metode Pembelajaran: Small Group Discussion, Role-Play & Simulation, Discovery Learning, Self-Directed Learning, Cooperative Learning, Collaborative Learning, Contextual Learning, Project Based Learning, dan metode lainnya yg setara.
  10. Materi Pembelajaran adalah rincian atau uraian dari bahan kajian yg dapat disajikan dalam bentuk beberapa pokok dan sub-pokok bahasan.
  11. Bobot penilaian adalah prosentasi penilaian terhadap setiap pencapaian sub-PO yang besarnya proposional dengan tingkat kesulitan pencapaian sub-PO tsb., dan totalnya 100%.
  12. TM=Tatap Muka, PT=Penugasan terstruktur, BM=Belajar mandiri.