Universitas Negeri Surabaya
Fakultas Kedokteran
Program Studi S1 Fisioterapi

Kode Dokumen

SEMESTER LEARNING PLAN

Course

KODE

Rumpun MataKuliah

Bobot Kredit

SEMESTER

Tanggal Penyusunan

Neurosains

1120202029

Mata Kuliah Wajib Program Studi

T=2

P=0

ECTS=3.18

4

5 Januari 2026

OTORISASI

Pengembang S.P

Koordinator Rumpun matakuliah

Koordinator Program Studi




Tita Rachma Ayuningtyas, S.Kes., Ftr., M.Biomed.




Tita Rachma Ayuningtyas, S.Kes., Ftr., M.Biomed.




FIRDAUSI KAHFI MAULANA

Model Pembelajaran

Case Study

Program Learning Outcomes (PLO)

PLO program Studi yang dibebankan pada matakuliah

PLO-1

Mampu menunjukkan nilai-nilai agama, kebangsaan dan budaya nasional, serta etika akademik dalam melaksanakan tugasnya

PLO-4

Mengembangkan diri secara berkelanjutan dan berkolaborasi.

PLO-8

Mampu mengimplementasikan fisioterapi pada bidang kesehatan olahraga prestasi, olahraga rekreasi, dan disabilitas

Program Objectives (PO)

PO - 1

Menerapkan prinsip-prinsip dasar neurosains dalam menjelaskan mekanisme kontrol saraf terhadap sistem muskuloskeletal pada manusia (C3)

PO - 2

Menganalisis hubungan antara struktur dan fungsi sistem saraf pusat dan perifer dalam konteks gerak dan fungsi tubuh manusia (C4)

PO - 3

Mengevaluasi temuan pemeriksaan neurologis untuk menentukan gangguan fungsi saraf pada kasus-kasus fisioterapi (C5)

PO - 4

Mengevaluasi perkembangan terkini dalam neurosains dan relevansinya terhadap praktik fisioterapi berbasis bukti (C5)

PO - 5

Menciptakan strategi edukasi pasien tentang mekanisme neurologis yang mendasari kondisi mereka dengan mempertimbangkan nilai budaya dan etika (C6)

Matrik PLO-PO

 
POPLO-1PLO-4PLO-8
PO-1  
PO-2  
PO-3  
PO-4  
PO-5  

Matrik PO pada Kemampuan akhir tiap tahapan belajar (Sub-PO)

 
PO Minggu Ke
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
PO-1
PO-2
PO-3
PO-4
PO-5

Deskripsi Singkat Mata Kuliah

Mata kuliah Neurosains memberikan pemahaman mendasar tentang struktur dan fungsi sistem saraf manusia serta hubungannya dengan fungsi tubuh, khususnya dalam konteks fisioterapi. Isi mata kuliah mencakup anatomi dan fisiologi sistem saraf pusat dan perifer, mekanisme neurotransmisi, dasar-dasar neuroplastisitas, serta prinsip-prinsip integrasi sensorimotor. Tujuannya adalah agar mahasiswa mampu mengaplikasikan pengetahuan neurosains dalam menilai dan menangani gangguan neurologis, memahami dasar patologi kondisi saraf, serta merancang intervensi fisioterapi yang berbasis bukti ilmiah. Ruang lingkup meliputi neurosains klinis yang relevan dengan praktik fisioterapi, seperti mekanisme nyeri, kontrol motorik, pemulihan fungsi pasca cedera saraf, dan dampak penuaan pada sistem saraf.

Pustaka

Utama :

  1. Olson, K. A. (2021). Manual Physical Therapy of the Spine-E-Book. Elsevier Health Sciences.
  2. Bear, M., Connors, B., & Paradiso, M. A. (2025). Neuroscience: Exploring the brain. Jones & Bartlett Learning.
  3. Haier, R. J. (2023). The neuroscience of intelligence. Cambridge University Press.
  4. Ward, J. (2025). The student's guide to cognitive neuroscience. Routledge.
  5. Adolphs, R., & Anderson, D. J. (2018). The neuroscience of emotion: A new synthesis.

Pendukung :

  1. Resmayanti, D. A., & Azizati Rochmania, S. K. (2022). Tingkat motivasi berprestasi atlet dengan hambatan fisik national paralympic committee of Indonesia (NPCI) level Kabupaten. Jurnal Prestasi Olahraga, 5(7), 40-45.
  2. Ayuningtyas, T., Amanati, S., Jaleha, B., & Triyanita, M. (2025). PENINGKATAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL PASIEN STROKE KRONIS MELALUI DIGITALISASI LATIHAN FISIOTERAPI PADA ANGGOTA YAYASAN STROKE INDONESIA CABANG SEMARANG. Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika, 1-5.

Dosen Pengampu

dr. Azizati Rochmania, Sp.KFR.

Romadhiyana Kisno Saputri, S.Gz., M.Biomed.

Tita Rachma Ayuningtyas, S.Kes., Ftr., M.Biomed.

Minggu Ke-

Kemampuan akhir tiap tahapan belajar
(Sub-PO)

Penilaian

Bantuk Pembelajaran,

Metode Pembelajaran,

Penugasan Mahasiswa,

 [ Estimasi Waktu]

Materi Pembelajaran

[ Pustaka ]

Bobot Penilaian (%)

Indikator

Kriteria & Bentuk

Luring (offline)

Daring (online)

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

1

Minggu ke 1

Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat menerapkan konsep neurosains dasar dalam menganalisis dan menjelaskan bagaimana sistem saraf mengendalikan fungsi otot dan gerakan tubuh manusia.

  1. Mahasiswa dapat mengidentifikasi komponen utama sistem saraf yang terlibat dalam kontrol muskuloskeletal.
  2. Mahasiswa dapat menjelaskan proses transmisi sinyal saraf dari sistem saraf pusat ke otot.
  3. Mahasiswa dapat menerapkan konsep potensial aksi dan sinapsis dalam konteks kontrol gerakan.
  4. Mahasiswa dapat menganalisis contoh mekanisme refleks sebagai bentuk kontrol saraf dasar pada sistem muskuloskeletal.
Kriteria:
  1. Rubrik penilaian aktifitas partisipatif
  2. Rubrik penilaian tugas terstruktur
  3. Rubrik penilaian kuis

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Tes
Ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, dan demonstrasi konsep melalui media visual..
100 menit

Materi: Pengantar Neurosains dan Ruang Lingkupnya, Struktur dan Fungsi Neuron serta Neuroglia, Potensial Membran dan Potensial Aksi, Transmisi Sinapsis dan Neurotransmiter, Organisasi Sistem Saraf (Pusat dan Tepi), Prinsip Dasar Kontrol Saraf terhadap Otot dan Gerakan, Mekanisme Refleks Sederhana (misalnya, Refleks Lutut)
Pustaka: Handbook Perkuliahan

Materi: struktur dan fungsi sistem saraf
Pustaka: Olson, K. A. (2021). Manual Physical Therapy of the Spine-E-Book. Elsevier Health Sciences.
8%

2

Minggu ke 2

Mahasiswa mampu menganalisis dan menjelaskan proses kontrol saraf dalam gerakan dan koordinasi sistem muskuloskeletal manusia.

  1. Menerangkan struktur dan fungsi neuron serta sinapsis dalam konteks kontrol muskuloskeletal.
  2. Menganalisis jalur saraf motorik dari otak hingga otot.
  3. Menerapkan konsep unit motorik dan kontraksi otot dalam gerakan sadar dan refleks.
  4. Menjelaskan peran sistem saraf pusat dan perifer dalam koordinasi gerakan.
  5. Mengidentifikasi gangguan kontrol saraf pada sistem muskuloskeletal berdasarkan prinsip neurosains.
Kriteria:
  1. Rubrik penilaian aktifitas partisipatif
  2. Rubrik penilaian tugas terstruktur
  3. Rubrik penilaian kuis

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Tes
Ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, dan demonstrasi simulasi kontrol saraf.
Studi kasus berupa deskripsi atau video singkat tentang seorang individu dengan gejala gangguan kontrol gerakan (misalnya, kelemahan otot, tremor, atau gangguan koordinasi). Mahasiswa diminta untuk menganalisis kasus tersebut dengan menerapkan prinsip-prinsip neurosains yang telah dipelajari untuk menjelaskan mekanisme saraf mana yang diduga terganggu dan bagaimana hal itu mempengaruhi sistem muskuloskeletal.
100 menit

Materi: Review prinsip dasar neurosains: neuron, potensial aksi, dan neurotransmisi., Sistem saraf motorik: jalur piramidal dan ekstrapiramidal., Unit motorik dan mekanisme kontraksi otot., Refleks spinal dan kontrol gerakan tingkat tinggi., Integrasi sensorimotor dan koordinasi muskuloskeletal., Gangguan neurologis yang mempengaruhi sistem muskuloskeletal (misalnya, stroke, penyakit Parkinson).
Pustaka: Handbook Perkuliahan

Materi: Neuroanatomi sistem saraf
Pustaka: Olson, K. A. (2021). Manual Physical Therapy of the Spine-E-Book. Elsevier Health Sciences.
5%

3

Minggu ke 3

Mahasiswa dapat menganalisis struktur anatomi sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) dan sistem saraf perifer (saraf kranial dan spinal) mendukung fungsi gerak dan regulasi tubuh, serta mengidentifikasi implikasi gangguan pada sistem tersebut terhadap fungsi tubuh.

  1. Menganalisis peran struktur otak (seperti korteks motorik, serebelum, ganglia basal) dalam mengontrol gerakan volunter.
  2. Menganalisis fungsi sumsum tulang belakang dan refleks spinal dalam gerak involunter dan protektif.
  3. Menganalisis peran sistem saraf perifer (saraf sensorik dan motorik) dalam menghantarkan informasi untuk gerak dan fungsi tubuh.
  4. Menganalisis integrasi sistem saraf pusat dan perifer dalam koordinasi gerak dan fungsi homeostasis tubuh.
Kriteria:
  1. Rubrik penilaian aktifitas partisipatif
  2. Rubrik penilaian tugas terstruktur
  3. Rubrik penilaian kuis

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Ceramah interaktif, studi kasus analitis, diskusi kelompok terpandu, dan demonstrasi model anatomi/virtual sistem saraf.
100 menit

Materi: Struktur dan fungsi utama sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) dalam konteks gerak., Struktur dan fungsi sistem saraf perifer (saraf kranial dan spinal) serta divisi sensorik dan motoriknya., Mekanisme penghantaran impuls saraf untuk gerak volunter dan involunter (refleks)., Integrasi sistem saraf dalam koordinasi gerak dan fungsi tubuh (seperti keseimbangan, postur, dan respons terhadap rangsang).
Pustaka: Handbook Perkuliahan

Materi: Fungsi sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi
Pustaka: Olson, K. A. (2021). Manual Physical Therapy of the Spine-E-Book. Elsevier Health Sciences.
7%

4

Minggu ke 4

Mahasiswa dapat mengidentifikasi mekanisme sistem somatosensory dan spatial perception

  1. - Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar sistem somatosensori dan komponen reseptornya (mekanoreseptor, nosiseptor, termoreseptor, proprioseptor).
  2. - Mahasiswa mampu mengidentifikasi jalur somatosensori dari reseptor perifer menuju korteks somatosensorik.
  3. - Mahasiswa mampu menelaah mekanisme transduksi dan transmisi rangsang somatosensori pada sistem saraf pusat dan tepi.
  4. - Mahasiswa mampu menganalisis peran korteks somatosensorik primer dan sekunder dalam pemrosesan informasi sensorik.
  5. - Mahasiswa mampu menelaah mekanisme integrasi somatosensori dalam pembentukan persepsi spasial.
  6. - Mahasiswa mampu menghubungkan sistem somatosensori dengan kontrol postur dan gerak berdasarkan persepsi spasial tubuh.
  7. - Mahasiswa mampu menganalisis hubungan antara body schema, body awareness, dan spatial perception dalam aktivitas fungsional.
  8. - Mahasiswa mampu menelaah implikasi gangguan sistem somatosensori dan spatial perception terhadap fungsi gerak dan aktivitas sehari-hari melalui studi kasus sederhana.
Kriteria:
  1. Rubrik penilaian aktifitas partisipatif
  2. Rubrik penilaian kuis

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, dan demonstrasi visual (video/model anatomi).
100 menit

Materi: mekanisme sistem somatosensory dan persepsi spasial
Pustaka: Olson, K. A. (2021). Manual Physical Therapy of the Spine-E-Book. Elsevier Health Sciences.
5%

5

Minggu ke 5

Mahasiswa mampu menelaah proses perkembangan dan penuaan otak

  1. - Mahasiswa mampu menjelaskan tahapan perkembangan otak sejak prenatal, masa kanak-kanak, remaja, hingga dewasa.
  2. - Mahasiswa mampu menelaah proses neurogenesis, migrasi neuron, sinaptogenesis, dan mielinisasi dalam perkembangan otak.
  3. - Mahasiswa mampu menganalisis perubahan struktur dan fungsi otak yang terjadi sepanjang rentang kehidupan.
  4. - Mahasiswa mampu menelaah mekanisme plastisitas saraf pada otak yang berkembang dan menua.
  5. - Mahasiswa mampu mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi perkembangan dan penuaan otak (genetik, nutrisi, lingkungan, aktivitas).
  6. - Mahasiswa mampu menelaah perubahan neurokognitif dan neuromotorik yang berkaitan dengan proses penuaan normal.
  7. - Mahasiswa mampu menganalisis perbedaan antara penuaan otak normal dan patologis secara konseptual.
  8. - Mahasiswa mampu menelaah implikasi perkembangan dan penuaan otak terhadap fungsi perilaku, kognisi, dan gerak melalui studi kasus sederhana.
Kriteria:
  1. Rubrik penilaian aktifitas partisipatif
  2. Rubrik penilaian tugas

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Portofolio
Ceramah interaktif, studi kasus analitis, diskusi kelompok terpandu, dan demonstrasi model anatomi/virtual sistem saraf.
100 menit

Materi: perkembangan otak dan ageing otak
Pustaka: Olson, K. A. (2021). Manual Physical Therapy of the Spine-E-Book. Elsevier Health Sciences.
5%

6

Minggu ke 6

Mahasiswa mampu menganalisis Proses vision dan hearing

  1. - Mahasiswa mampu menjelaskan dasar neuroanatomi dan neurofisiologi sistem visual dan auditori.
  2. - Mahasiswa mampu mengidentifikasi struktur utama sistem visual (retina, nervus optikus, LGN, korteks visual) dan sistem auditori (telinga luar–tengah–dalam, nervus vestibulokoklearis, korteks auditori).
  3. - Mahasiswa mampu menganalisis mekanisme transduksi rangsang cahaya dan suara pada reseptor visual dan auditori.
  4. - Mahasiswa mampu menganalisis jalur penghantaran impuls visual dan auditori dari reseptor menuju korteks serebri.
  5. - Mahasiswa mampu menganalisis pemrosesan informasi visual (ketajaman, warna, gerak, kedalaman) dan auditori (frekuensi, intensitas, lokalisasi suara).
  6. - Mahasiswa mampu membandingkan karakteristik pemrosesan sensorik antara sistem visual dan sistem auditori.
  7. - Mahasiswa mampu menganalisis integrasi sistem visual dan auditori dalam persepsi lingkungan dan kontrol gerak.
  8. - Mahasiswa mampu menganalisis implikasi gangguan sistem visual dan auditori terhadap fungsi sensorimotor melalui studi kasus sederhana.
Kriteria:
  1. Rubrik penilaian aktifitas partisipatif
  2. Rubrik penilaian tugas terstruktur

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Portofolio
Studi Kasus Terbimbing, Diskusi Kelompok Terfokus, Simulasi Evaluasi Pasien, dan Tanya Jawab Interaktif.
100 menit

Materi: Proses vision dan hearing
Pustaka: Bear, M., Connors, B., & Paradiso, M. A. (2025). Neuroscience: Exploring the brain. Jones & Bartlett Learning.
5%

7

Minggu ke 7

Mahasiswa mampu menganalisis proses pengendalian kimia otak dan perilaku

  1. - Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar neurokimia dalam sistem saraf dan kaitannya dengan perilaku.
  2. - Mahasiswa mampu mengidentifikasi jenis neurotransmiter, neuromodulator, dan hormon yang berperan dalam pengendalian fungsi otak dan perilaku.
  3. - Mahasiswa mampu menganalisis mekanisme sintesis, pelepasan, dan reuptake neurotransmiter pada sinaps.
  4. - Mahasiswa mampu menganalisis interaksi antara neurotransmiter dan reseptor dalam memengaruhi aktivitas neuron.
  5. - Mahasiswa mampu menelaah peran sistem neurokimia (misalnya dopaminergik, serotonergik, kolinergik) terhadap emosi, kognisi, dan perilaku.
  6. - Mahasiswa mampu menganalisis hubungan ketidakseimbangan kimia otak dengan perubahan perilaku secara konseptual.
  7. - Mahasiswa mampu menganalisis pengaruh zat eksternal (obat, alkohol, dan zat adiktif) terhadap pengendalian kimia otak dan perilaku.
  8. - Mahasiswa mampu menganalisis studi kasus sederhana terkait gangguan perilaku berdasarkan mekanisme neurokimia.
Kriteria:

Rubrik penilaian aktifitas partisipatif


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Ceramah interaktif, studi kasus analitis, diskusi kelompok terpandu
100 menit

Materi: Proses pengendalian kimia otak dan perilaku
Pustaka: Olson, K. A. (2021). Manual Physical Therapy of the Spine-E-Book. Elsevier Health Sciences.
7%

8

Minggu ke 8

Mahasiswa mampu: 1) Mengidentifikasi temuan abnormal dari berbagai pemeriksaan neurologis (sensorik, motorik, refleks, kognitif). 2) Menganalisis korelasi antara temuan pemeriksaan dengan lokasi lesi pada sistem saraf (sentral/perifer). 3) Mengevaluasi dampak gangguan fungsi saraf terhadap aktivitas fungsional pasien. 4) Menentukan prioritas masalah dan implikasi klinis untuk perencanaan fisioterapi.

  1. Kemampuan menginterpretasi data hasil pemeriksaan neurologis (refleks, kekuatan otot, sensasi, koordinasi).
  2. Ketepatan dalam mengidentifikasi pola gangguan saraf (misalnya, upper motor neuron vs lower motor neuron lesion).
  3. Kemampuan menghubungkan temuan neurologis dengan gangguan aktivitas fungsional spesifik pada kasus fisioterapi.
  4. Ketepatan dalam merumuskan kesimpulan evaluasi dan rekomendasi awal untuk intervensi fisioterapi berdasarkan temuan.
  5. Mekanisme sistem somatosensory dan persepsi spasial
  6. Proses perkembangan dan penuaan otak
  7. Proses vision dan hearing
  8. Proses pengendalian kimia otak dan perilaku
Kriteria:

Rubrik penilaian sumatif


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Tes
Tes dan Studi Kasus
100 menit

Materi: Prinsip Interpretasi Pemeriksaan Neurologis: Sensorik, Motorik, Refleks, dan Kognitif., Pola Gangguan Saraf: Upper Motor Neuron Lesion (UMNL) vs Lower Motor Neuron Lesion (LMNL), gangguan saraf perifer, dan sindrom spesifik., Korelasi Temuan Klinis dengan Lokasi Lesi (Serebral, Spinal, Radikuler, Pleksus, Perifer)., Analisis Dampak Gangguan Neurologis terhadap Fungsi dan Partisipasi (berdasarkan ICF)., Langkah-langkah Sintesis Temuan untuk Perencanaan Fisioterapi.
Pustaka: Handbook Perkuliahan
15%

9

Minggu ke 9

Mahasiswa mampu menganalisis Proses bahasa, belajar, dan memori

  1. - Mahasiswa mampu menjelaskan struktur otak yang berperan dalam bahasa (misalnya area Broca, Wernicke).
  2. - Mahasiswa mampu menguraikan mekanisme dasar proses belajar (neuroplastisitas, sinaptogenesis).
  3. - Mahasiswa mampu menjelaskan tahapan memori (encoding, storage, retrieval) serta jenis memori (jangka pendek, jangka panjang, prosedural, deklaratif).
  4. - Mahasiswa mampu membedakan peran korteks prefrontal, hippocampus, dan sistem limbik dalam belajar dan memori.
  5. - Mahasiswa mampu menganalisis hubungan antara gangguan neurologis (misalnya afasia, Alzheimer, amnesia) dengan defisit bahasa, belajar, dan memori.
  6. - Mahasiswa mampu menganalisis studi kasus sederhana (misalnya pasien dengan afasia Broca vs Wernicke, pasien dengan gangguan memori akibat trauma kepala).
Kriteria:
  1. Rubrik penilaian aktifitas partisipatif
  2. Rubrik penilaian kuis

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Portofolio
Ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, dan demonstrasi
100 menit

Materi: proses bahasa, belajar, dan memori
Pustaka: Olson, K. A. (2021). Manual Physical Therapy of the Spine-E-Book. Elsevier Health Sciences.
5%

10

Minggu ke 10

Mahasiswa mampu memahami Proses motivasi, emosi dan tidur

  1. - Mahasiswa mampu menjelaskan struktur otak yang berperan dalam motivasi (hipotalamus, sistem reward dopamin).
  2. - Mahasiswa mampu menguraikan mekanisme neurobiologis emosi (sistem limbik: amigdala, hippocampus).
  3. - Mahasiswa mampu menjelaskan tahapan tidur (NREM, REM) dan fungsi fisiologisnya.
  4. - Mahasiswa mampu mengidentifikasi neurotransmiter utama yang terlibat (dopamin, serotonin, melatonin).
  5. - Mahasiswa mampu membedakan peran sistem limbik dalam regulasi emosi positif dan negatif.
  6. - Mahasiswa mampu menganalisis hubungan motivasi dengan proses belajar motorik dan rehabilitasi.
  7. - Mahasiswa mampu menghubungkan gangguan tidur (insomnia, sleep apnea) dengan dampaknya pada fungsi kognitif dan emosi.
  8. - Mahasiswa mampu menilai keterkaitan stres dengan perubahan motivasi, emosi, dan kualitas tidur.
  9. - Mahasiswa mampu menganalisis studi kasus sederhana (misalnya pasien dengan depresi, gangguan tidur, atau motivasi rendah dalam rehabilitasi).
Kriteria:
  1. Rubrik penilaian aktifitas partisipatif
  2. Rubrik penilaian tugas terstruktur

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Ceramah interaktif, studi kasus analitis, diskusi kelompok terpandu, dan demonstrasi
100 menit

Materi: Proses motivasi, emosi dan tidur
Pustaka: Olson, K. A. (2021). Manual Physical Therapy of the Spine-E-Book. Elsevier Health Sciences.
5%

11

Minggu ke 11

Mahasiswa mampu memahami Proses neural recovery dan prinsip neuroplastisitas

  1. - Mahasiswa mampu menjelaskan mekanisme dasar neural recovery setelah cedera sistem saraf (misalnya regenerasi akson, remielinisasi).
  2. - Mahasiswa mampu menguraikan prinsip neuroplastisitas (long-term potentiation, synaptic pruning, cortical reorganization).
  3. - Mahasiswa mampu mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi neural recovery dan neuroplastisitas (usia, lingkungan, latihan, farmakologi).
  4. - Mahasiswa mampu membedakan proses spontaneous recovery dengan functional recovery melalui latihan rehabilitasi.
  5. - Mahasiswa mampu menganalisis peran neuroplastic changes dalam pembelajaran motorik dan rehabilitasi pasien pasca stroke atau cedera medula spinalis.
  6. - Mahasiswa mampu membuat diagram alur proses neural recovery dan neuroplastisitas.
  7. - Mahasiswa mampu menganalisis studi kasus sederhana (misalnya pasien pasca stroke yang menunjukkan reorganisasi kortikal).
Kriteria:

Rubrik penilaian aktifitas partisipatif


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Portofolio
Studi Kasus Terbimbing, Diskusi Kelompok Terfokus, Simulasi Evaluasi Pasien, dan Tanya Jawab Interaktif.
100 menit

Materi: Proses neural recovery dan prinsip neuroplastisitas
Pustaka: Bear, M., Connors, B., & Paradiso, M. A. (2025). Neuroscience: Exploring the brain. Jones & Bartlett Learning.
7%

12

Minggu ke 12

Mahasiswa mampu menganalisis gambaran klinis dan patofisiologi lesi system saraf (upper motor neuron lesion)

  1. - Mahasiswa mampu membedakan gambaran klinis UMN lesion dengan lower motor neuron lesion.
  2. - Mahasiswa mampu menganalisis kasus klinis pasien dengan gejala UMN lesion berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan neurologis.
  3. - Mahasiswa mampu mengintegrasikan hasil pemeriksaan klinis dengan teori patofisiologi untuk menentukan diagnosis
  4. - Mahasiswa mampu bekerja kolaboratif dalam diskusi kasus neurosains.
Kriteria:

Rubrik penilaian aktifitas partisipatif


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Portofolio
Ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, dan demonstrasi
100 menit

Materi: Patofisiologi lesi system saraf (upper motor neuron lesion)
Pustaka: Bear, M., Connors, B., & Paradiso, M. A. (2025). Neuroscience: Exploring the brain. Jones & Bartlett Learning.
7%

13

Minggu ke 13

Mahasiswa mampu menganalisis Gambaran klinis dan patofisiologi lesi system saraf (lower motor neuron lesion)

  1. - Mahasiswa mampu menjelaskan mekanisme patofisiologi lesi lower motor neuron (LMN).
  2. - Mahasiswa mampu mengidentifikasi tanda klinis khas LMN lesion
  3. - Mahasiswa mampu menganalisis kasus klinis pasien dengan gejala LMN lesion berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan neurologis.
  4. - Mahasiswa mampu mengintegrasikan hasil pemeriksaan klinis dengan teori patofisiologi untuk menentukan diagnosis.
  5. - Mahasiswa bersikap kritis dalam membandingkan teori dengan kasus klinis.
Kriteria:
  1. Rubrik penilaian aktifitas partisipatif
  2. Rubrik penilaian kuis

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, dan demonstrasi
100 menit

Materi: Patofisiologi lesi system saraf (lower motor neuron lesion)
Pustaka: Adolphs, R., & Anderson, D. J. (2018). The neuroscience of emotion: A new synthesis.
5%

14

Minggu ke 14

  1. - Mahasiswa mampu menelaah Vestibular dysfunction
  2. - Mahasiswa mampu mengidentifikasi peran dan kontribusi profesi kesehatan lain (dokter, perawat, fisioterapis, okupasi terapis, psikolog, ahli gizi) dalam penanganan kasus yang berkaitan dengan neurosains.
  1. Mahasiswa mampu menjelaskan anatomi dan fisiologi sistem vestibular.
  2. Mahasiswa mampu mengidentifikasi jenis-jenis gangguan vestibular (misalnya vertigo perifer, sentral, Meniere’s disease, vestibular neuritis).
  3. Mahasiswa mampu menjelaskan mekanisme patofisiologi vestibular dysfunction.
  4. Mahasiswa mampu menyebutkan tanda dan gejala klinis khas (vertigo, nistagmus, gangguan keseimbangan, mual).
  5. Mahasiswa mampu menganalisis kasus klinis pasien dengan gejala vestibular dysfunction berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik/neurologis.
  6. Mahasiswa mampu membedakan gambaran klinis vestibular dysfunction perifer vs sentral.
Kriteria:

Rubrik penilaian aktifitas partisipatif


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Ceramah interaktif, studi kasus analitis, diskusi kelompok
100 menit

Materi: Vestibular sistem
Pustaka: Olson, K. A. (2021). Manual Physical Therapy of the Spine-E-Book. Elsevier Health Sciences.
5%

15

Minggu ke 15

  1. - Mahasiswa mampu mensimulasikan Assessment cranial nerves, koordinasi, somatosensasi dan sistem motorik.
  2. - Mahasiswa mampu menerapkan prinsip keselamatan pasien dalam pemeriksaan, analisis, dan intervensi kasus neurosains.
  1. - Mahasiswa mampu menjelaskan prinsip dasar pemeriksaan cranial nerves, koordinasi, somatosensasi, dan sistem motorik.
  2. - Mahasiswa mampu mengidentifikasi parameter klinis yang dinilai pada tiap pemeriksaan (misalnya refleks, kekuatan otot, pola gerakan, sensasi).
  3. - Mahasiswa mampu menyebutkan interpretasi hasil normal dan abnormal dari tiap jenis assessment
  4. - Mahasiswa mampu melakukan simulasi pemeriksaan cranial nerves sesuai prosedur standar (misalnya pemeriksaan nervus optikus, nervus trigeminus, nervus facialis).
  5. - Mahasiswa mampu mensimulasikan tes koordinasi (finger-to-nose, heel-to-shin, rapid alternating movement).
  6. - Mahasiswa mampu mensimulasikan pemeriksaan somatosensasi (light touch, pain, vibration, proprioception).
  7. - Mahasiswa mampu mensimulasikan pemeriksaan sistem motorik (muscle strength grading, tone, reflexes).
  8. - Mahasiswa menjaga komunikasi yang baik saat melakukan simulasi
  9. - Mahasiswa mampu mengidentifikasi potensi risiko klinis pada pemeriksaan sistem saraf (cranial nerves, koordinasi, somatosensasi, motorik).
Kriteria:
  1. Rubrik penilaian aktifitas partisipatif
  2. Rubrik penilaian kuis

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Tes
Ceramah interaktif, studi kasus analitis, diskusi kelompok terpandu, dan demonstrasi
100 menit

Materi: Assessment cranial nerves, koordinasi, somatosensasi dan sistem motorik.
Pustaka: Olson, K. A. (2021). Manual Physical Therapy of the Spine-E-Book. Elsevier Health Sciences.
6%

16

Minggu ke 16

Mahasiswa mampu menganalisis gambaran klinis dan patofisiologi berbagai lesi sistem saraf

  1. Mahasiswa mampu menganalisis Proses bahasa, belajar, dan memori
  2. Mahasiswa mampu memahami Proses motivasi, emosi dan tidur
  3. Mahasiswa mampu memahami Proses neural recovery dan prinsip neuroplastisitas
  4. Mahasiswa mampu menganalisis Gambaran klinis dan patofisiologi lesi system saraf (upper motor neuron lesion)
  5. Mahasiswa mampu menganalisis Gambaran klinis dan patofisiologi lesi system saraf (lower motor neuron lesion)
  6. Mahasiswa mampu menelaah Vestibular dysfunction
  7. Mahasiswa mampu mengidentifikasi peran dan kontribusi profesi kesehatan lain
  8. Mahasiswa mampu mensimulasikan Assessment cranial nerves, koordinasi, somatosensasi dan sistem motorik
  9. Mahasiswa mampu menerapkan prinsip keselamatan pasien dalam pemeriksaan, analisis, dan intervensi kasus neurosains.
Kriteria:

Rubrik Penilaian Sumatif


Bentuk Penilaian :
Tes
Ujian Akhir Semester
100 menit

Materi: Assessment cranial nerves, koordinasi, somatosensasi dan sistem motorik.
Pustaka: Olson, K. A. (2021). Manual Physical Therapy of the Spine-E-Book. Elsevier Health Sciences.

Materi: patofisiologi lesi system saraf
Pustaka: Bear, M., Connors, B., & Paradiso, M. A. (2025). Neuroscience: Exploring the brain. Jones & Bartlett Learning.
20%



Rekap Persentase Evaluasi : Case Study

No Evaluasi Persentase
1. Aktifitas Partisipasif 65.5%
2. Penilaian Portofolio 14.5%
3. Tes 37%
100%

Catatan

  1. Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi (PLO - Program Studi) adalah kemampuan yang dimiliki oleh setiap lulusan Program Studi yang merupakan internalisasi dari sikap, penguasaan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan jenjang prodinya yang diperoleh melalui proses pembelajaran.
  2. PLO yang dibebankan pada mata kuliah adalah beberapa capaian pembelajaran lulusan program studi (CPL-Program Studi) yang digunakan untuk pembentukan/pengembangan sebuah mata kuliah yang terdiri dari aspek sikap, ketrampulan umum, ketrampilan khusus dan pengetahuan.
  3. Program Objectives (PO) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari PLO yang dibebankan pada mata kuliah, dan bersifat spesifik terhadap bahan kajian atau materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
  4. Sub-PO Mata kuliah (Sub-PO) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari PO yang dapat diukur atau diamati dan merupakan kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap tahap pembelajaran, dan bersifat spesifik terhadap materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
  5. Indikator penilaian kemampuan dalam proses maupun hasil belajar mahasiswa adalah pernyataan spesifik dan terukur yang mengidentifikasi kemampuan atau kinerja hasil belajar mahasiswa yang disertai bukti-bukti.
  6. Kreteria Penilaian adalah patokan yang digunakan sebagai ukuran atau tolok ukur ketercapaian pembelajaran dalam penilaian berdasarkan indikator-indikator yang telah ditetapkan. Kreteria penilaian merupakan pedoman bagi penilai agar penilaian konsisten dan tidak bias. Kreteria dapat berupa kuantitatif ataupun kualitatif.
  7. Bentuk penilaian: tes dan non-tes.
  8. Bentuk pembelajaran: Kuliah, Responsi, Tutorial, Seminar atau yang setara, Praktikum, Praktik Studio, Praktik Bengkel, Praktik Lapangan, Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan/atau bentuk pembelajaran lain yang setara.
  9. Metode Pembelajaran: Small Group Discussion, Role-Play & Simulation, Discovery Learning, Self-Directed Learning, Cooperative Learning, Collaborative Learning, Contextual Learning, Project Based Learning, dan metode lainnya yg setara.
  10. Materi Pembelajaran adalah rincian atau uraian dari bahan kajian yg dapat disajikan dalam bentuk beberapa pokok dan sub-pokok bahasan.
  11. Bobot penilaian adalah prosentasi penilaian terhadap setiap pencapaian sub-PO yang besarnya proposional dengan tingkat kesulitan pencapaian sub-PO tsb., dan totalnya 100%.
  12. TM=Tatap Muka, PT=Penugasan terstruktur, BM=Belajar mandiri.