Universitas Negeri Surabaya
Fakultas Ilmu Keolahragaan Dan Kesehatan
Program Studi S1 Gizi

Kode Dokumen

SEMESTER LEARNING PLAN

Course

KODE

Rumpun MataKuliah

Bobot Kredit

SEMESTER

Tanggal Penyusunan

Gizi Bencana

1321102126

Mata Kuliah Pilihan Program Studi

T=2

P=0

ECTS=3.18

5

23 Mei 2026

OTORISASI

Pengembang S.P

Koordinator Rumpun matakuliah

Koordinator Program Studi




Cleonara Yanuar Dini, S.Gz., M.Sc., RDss




Choirul Anna NA, S.Pd., M.Si




AMALIA RUHANA

Model Pembelajaran

Case Study

Program Learning Outcomes (PLO)

PLO program Studi yang dibebankan pada matakuliah

PLO-9

Mampu mambuat keputusan dalam proses pemecahan masalah gizi olahraga dan kebugaran, triple burden malnutrition pada perorangan, kelompok dan masyarakat melalui penilaian status gizi dan faktor terkait

PLO-10

Mampu berkolaborasi interprofesional untuk mengembangkan pelayanan gizi promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif

PLO-12

Mampu mendesain dan mengelola penyelenggaraan makanan pada institusi, rencana bisnis untuk program, produk atau layanan dengan menerapkan konsep – konsep gizi dan manajemen

Program Objectives (PO)

PO - 1

Mampu merumuskan keputusan penatalaksanaan gizi darurat melalui penilaian statu gizi cepat dan intervensi spesifik pada kelompok rentan

PO - 2

Mampu mendesain dan mengelola sistem penyelenggaraan makanan dapur umu daruraat, logistik bantuan pangan, serta sanitasi keamanan pangan di lokasi pengungsian secara manajerial

PO - 3

Mampu merancang strategi kolaborasi interprofesional serta sistem surveillance gizi pada siklus tanggap darurat hingga pemulihan pasca bencana

Matrik PLO-PO

 
POPLO-9PLO-10PLO-12
PO-1✔  
PO-2  ✔
PO-3 ✔ 

Matrik PO pada Kemampuan akhir tiap tahapan belajar (Sub-PO)

 
PO Minggu Ke
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
PO-1✔✔✔✔✔✔✔✔
PO-2✔✔✔✔
PO-3✔✔

Deskripsi Singkat Mata Kuliah

Mata kuliah ini memberikan pengetahun dan keterampilan taktis dalam mengelola penanganan gizi pada situasi darurat dan bencana. Mahasiswa akan mempelajari cara melakukan penilaian cepat status gizi (rapid nutrition assessment) pada kondisi kegawatan, membuat keputusan penatalaksanaan gizi pada kelompok rentan, serta merancang dan mengelola penyelenggaraan makanan dapur umum lapangan dan logistik pangan darurat.

Pustaka

Utama :

  1. Kementerian Kesehatan RI. (2018). Pedoman Kegiatan Gizi dalam Penanggulangan Bencana. Kemenkes RI.
  2. WHO, UNHCR, UNICEF, & WFP. (2000). The Management of Nutrition in Major Emergencies. World Health Organization.
  3. Sphere Association. (2018). The Sphere Handbook: Humanitarian Charter and Minimum Standards in Humanitarian Response (4th Ed). Sphere Association.

Pendukung :

  1. Bilukha, O. O., & Leidman, E. (2018). Nutrition assessment in emergency-affected populations: current status and future directions. Global Health: Science and Practice, 6(1), 10–19. https://doi.org/10.9745/GHSP-D-17-00438
  2. Gribble, K. D., & McGrath, M. (2019). Infant and young child feeding in emergencies: Operational guidance for emergency relief staff and programme managers. Maternal & Child Nutrition, 15(S1), e12718. https://doi.org/10.1111/mcn.12718
  3. Hipgrave, D. B., & Assefa, F. (2019). Food security and nutrition in humanitarian emergencies: A review of current practice and future challenges. Disasters, 43(S3), S280–S302. https://doi.org/10.1111/disa.12389
  4. IFE Core Group. (2017). Infant and Young Child Feeding in Emergencies: Operational Guidance for Emergency Relief Staff and Programme Managers (v3.0). Emergency Nutrition Network (ENN). https://doi.org/10.21201/2017.0001
  5. Seal, A., & Kerac, M. (2021). Operationalizing nutrition in emergencies: Progress, gaps, and future directions. Nutrients, 13(9), Article 3120. https://doi.org/10.3390/nu13093120

Dosen Pengampu

Cleonara Yanuar Dini, S.Gz., M.Sc., RD.

Idcha Kusma Ristanti, M.Gz

Novianti Tysmala Dewi, S.Gz., M.Gizi

Hamidah Aula Rusydiana, M.Gz.

Minggu Ke-

Kemampuan akhir tiap tahapan belajar
(Sub-PO)

Penilaian

Bantuk Pembelajaran,

Metode Pembelajaran,

Penugasan Mahasiswa,

 [ Estimasi Waktu]

Materi Pembelajaran

[ Pustaka ]

Bobot Penilaian (%)

Indikator

Kriteria & Bentuk

Luring (offline)

Daring (online)

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

1

Minggu ke 1

Mampu menganalisis konsep dasar bencana, jenis-jenis bencana, serta alur siklus penanggulangan bencana pada fase pra bencana, tanggap darurat dan pasca-bencana


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Kuliah tatap muka, small group
discussion
100 menit

Materi: 1. Definisi bencana 2. Jenis bencana di Indonesia 3. Siklus manajemen bencana
Pustaka: Kementerian Kesehatan RI. (2018). Pedoman Kegiatan Gizi dalam Penanggulangan Bencana. Kemenkes RI.

Materi: Dampak bencana terhadap status gizi
Pustaka: Seal, A., & Kerac, M. (2021). Operationalizing nutrition in emergencies: Progress, gaps, and future directions. Nutrients, 13(9), Article 3120. https://doi.org/...
0%

2

Minggu ke 2

Mahasiswa mampu mendesain dan mensimulasikan instrumen penilaian cepat gizi (rapid nutrition assessment) untuk mengukur prevalensi malnutrisi akut di lokasi pengungsian

Ketepatan analisi dan formulasi indikator RNA (LiLA, antropometri cepat)


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Praktik / Unjuk Kerja
Tatap Muka
Case Based Method
(CBM).
Analisis Kasus
100 menit

Materi: Metode RNA
Pustaka: WHO, UNHCR, UNICEF, & WFP. (2000). The Management of Nutrition in Major Emergencies. World Health Organization.

Materi: Penggunaan pita LiLA 3. Kalkulasi Global Acute Malnutrition (GAM) & Severe Acute Malnutrition (SAM).
Pustaka: Bilukha, O. O., & Leidman, E. (2018). Nutrition assessment in emergency-affected populations: current status and future directions. Global Health: Science and Practice, 6(1), 10–19. https://doi.org/...
0%

3

Minggu ke 3

Mahasiswa mampu menghitung standar kebutuhan energi minimal pengungsi dan merancang komposisi ransum pangan darurat (emergency ration) sesuai standar Sphere Project

Kriteria:

Ketepatan kalkulasi kalori minimal untuk setiap kelompok usia rentan& mikronutrien sesuai rubrik penilaian


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Praktik / Unjuk Kerja
Tatap Muka, Case Based Method, Analisis Kasus
100 menit

Materi: 1. Standar Sphere 2. Kalkulasi kebutuhan energi kelompok
Pustaka: Sphere Association. (2018). The Sphere Handbook: Humanitarian Charter and Minimum Standards in Humanitarian Response (4th Ed). Sphere Association.

Materi: Kalkulasi kebutuhan energi kelompok; Formulasi biscuit/bar makanan darurat.
Pustaka: Hipgrave, D. B., & Assefa, F. (2019). Food security and nutrition in humanitarian emergencies: A review of current practice and future challenges. Disasters, 43(S3), S280–S302. https://doi.org/...
5%

4

Minggu ke 4

Mahasiswa mampu mendesain tata letak (layout), alur kerja, dan manajemen operasional Dapur Umum Darurat untuk pelayanan makanan massal pengungsi.


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Praktik / Unjuk Kerja
Tatap Muka, Case Based Method, Analisis Kasus
100 menit

Materi: Struktur organisasi dapur umum
Pustaka: Kementerian Kesehatan RI. (2018). Pedoman Kegiatan Gizi dalam Penanggulangan Bencana. Kemenkes RI.

Materi: Siklus menu darurat; Pengolahan bahan pangan darurat massal.
Pustaka: Sphere Association. (2018). The Sphere Handbook: Humanitarian Charter and Minimum Standards in Humanitarian Response (4th Ed). Sphere Association.
0%

5

Minggu ke 5

Mahasiswa mampu mengelola alur penerimaan, penyimpanan, serta metode distribusi bantuan pangan darurat secara adil dan transparan.

Ketepatan penyusunan alur logistik & pencegahan food waste

Kriteria:

Ketepatan penyusunan alur logistik & pencegahan food waste sesuai Rubrik penilaian


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Praktik / Unjuk Kerja
Tatap Muka, Case-Based Method, Analisis Kasus
100 menit

Materi: 1. Gudang logistik darurat; 2. FIFO/FEFO
Pustaka: WHO, UNHCR, UNICEF, & WFP. (2000). The Management of Nutrition in Major Emergencies. World Health Organization.

Materi: 1. Sistem kupon/kartu distribusi; 2. General food distribution.
Pustaka: Hipgrave, D. B., & Assefa, F. (2019). Food security and nutrition in humanitarian emergencies: A review of current practice and future challenges. Disasters, 43(S3), S280–S302. https://doi.org/...
0%

6

Minggu ke 6

Ketepatan rekomendasi MPASI darurat & pembuatan Pos Dapur Balita

Kriteria:

Ketepatan rekomendasi MPASI darurat & pembuatan Pos Dapur Balita sesuai rubrik penilaian


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Tatap Muka
Diskusi Kasus.
Analisis Kasus:
Penanganan
penurunan produksi ASI ibu menyusui
akibat trauma di
pengungsian
100 menit

Materi: Panduan operasional IYCF E/PMBA darurat
Pustaka: Kementerian Kesehatan RI. (2018). Pedoman Kegiatan Gizi dalam Penanggulangan Bencana. Kemenkes RI.

Materi: Pendirian Baby Friendly Spaces (Tenda Ramah Ibu & Anak).
Pustaka: IFE Core Group. (2017). Infant and Young Child Feeding in Emergencies: Operational Guidance for Emergency Relief Staff and Programme Managers (v3.0). Emergency Nutrition Network (ENN). https://doi.org/...
0%

7

Minggu ke 7

Mahasiswa mampu mengawasi dan mengevaluasi bahaya bantuan susu formula tak terkontrol serta menyusun

Kriteria:

Ketepatan analisis kasus pelanggaran Kode Etik sesuai rubrik penilaian


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Tatap Muka
Case-Based Method. Analisis Kasus:
Penanganan banjir, bantuan donasi susu formula komersial tanpa izin
100 menit

5%

8

Minggu ke 8

Mahasiswa mampu menjawab pertanyaan dengan benar

Kriteria:

Ketepatan dalam menjawab pertanyaan


Bentuk Penilaian :
Tes
Tes sumatif 1

10%

9

Minggu ke 9

Ketepatan rumusan formulasi suplemen & prioritas distribusi

Kriteria:

Ketepatan formulasi suplemen & prioritas distribusi sesuai rubruk penilaian


Bentuk Penilaian :
Praktik / Unjuk Kerja
Tatap Muka
Case-Based Method
Analisis Kasus
100 menit

Materi: Kebutuhan mikronutrien darurat (Tablet Tambah Darah, Kapsul Vitamin A, MNP/Taburia)
Pustaka: Kementerian Kesehatan RI. (2018). Pedoman Kegiatan Gizi dalam Penanggulangan Bencana. Kemenkes RI.

Materi: Penyesuaian tekstur makanan lansia/disabilitas.
Pustaka: Sphere Association. (2018). The Sphere Handbook: Humanitarian Charter and Minimum Standards in Humanitarian Response (4th Ed). Sphere Association.
0%

10

Minggu ke 10

Mahasiswa mampu menganalisis protokol penanganan gizi buruk pada balita pengungsi menggunakan pendekatan Community-Based Management of Acute Malnutrition (CMAM).

Ketepatan analisis protokol penggunaan RUTF (Ready-to-Use Therapeutic Food)

Kriteria:

Ketepatan protokol penggunaan RUTF (Ready-to-Use Therapeutic Food) sesuai rubrik


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Tatap Muka
Bedah pedoman
CMAM/POTS
(Pelayanan Gizi
Buruk Rawat
Jalan/Inap) pada
kondisi darurat

Materi: 1. Konsep CMAM/POTS, F-75, F-100, RUTF 2. Penanganan komplikasi medis gizi buruk pengungsian.
Pustaka: WHO, UNHCR, UNICEF, & WFP. (2000). The Management of Nutrition in Major Emergencies. World Health Organization.

Materi: 1. Konsep CMAM/POTS, F-75, F-100, RUTF 2. Penanganan komplikasi medis gizi buruk pengungsian.
Pustaka: Seal, A., & Kerac, M. (2021). Operationalizing nutrition in emergencies: Progress, gaps, and future directions. Nutrients, 13(9), Article 3120. https://doi.org/...
5%

11

Minggu ke 11

Mahasiswa mampu merancang standar WASH (Water, Sanitation, and Hygiene) dalam proses pengolahan dan distribusi makanan untuk mencegah penyakit pasca-bencana.

Kriteria:

Ketepatan kriteria sanitasi air & makanan darurat / Kesesuaian standar dengan Sphere sesuai rubrik penilaian


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Praktik / Unjuk Kerja
Tatap Muka terkait
Sanitasi/WASH
100 menit

Materi: Sanitasi air minum, vektor penyakit, fasilitas cuci tangan di dapur umum, pencegahan Outbreak Diare/Muntaber.
Pustaka: Kementerian Kesehatan RI. (2018). Pedoman Kegiatan Gizi dalam Penanggulangan Bencana. Kemenkes RI.

Materi: Sanitasi air minum, vektor penyakit, fasilitas cuci tangan di dapur umum, pencegahan Outbreak Diare/Muntaber.
Pustaka: Hipgrave, D. B., & Assefa, F. (2019). Food security and nutrition in humanitarian emergencies: A review of current practice and future challenges. Disasters, 43(S3), S280–S302. https://doi.org/...
0%

12

Minggu ke 12

Mahasiswa mampu merumuskan rencana transisi penanganan gizi dari fase tanggap darurat menuju pemulihan dan pemulihan ketahanan pangan keluarga pasca bencana.

Kriteria:

Ketepatan strategi transisi bantuan makanan ke kemandirian sesuai rubrik penilaian


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Praktik / Unjuk Kerja
Tatap Muka, Case Based Method.
Analisis Kasus:
Program Cash for
Food / Voucher
Pangan pada fase pemulihan
100 menit

Materi: Transisi dapur umum ke kemandirian keluarga Program Cash/Voucher Transfer
Pustaka: Kementerian Kesehatan RI. (2018). Pedoman Kegiatan Gizi dalam Penanggulangan Bencana. Kemenkes RI.

Materi: Pemulihan sarana mata pencaharian gizi.
Pustaka: Bilukha, O. O., & Leidman, E. (2018). Nutrition assessment in emergency-affected populations: current status and future directions. Global Health: Science and Practice, 6(1), 10–19. https://doi.org/...
5%

13

Minggu ke 13

Mahasiswa mampu melakukan pemantauan (surveillance) status gizi secara berkala untuk mengevaluasi efektivitas intervensi gizi bencana.

Ketepatan dalam menyusun instrumen Surveillance gizi

Kriteria:

Ketepatan dalam menyusun instrumen Surveillance gizi sesuai rubrik penilaian


Bentuk Penilaian :
Praktik / Unjuk Kerja
Menyusun draf
pencatatan dan
pelaporan mingguan gizi bencana
100 menit

Materi: Sistem pelaporan cepat (e PPGBM darurat / form rekapitulasi krisis kesehatan). Integrasi Selur
Pustaka: Kementerian Kesehatan RI. (2018). Pedoman Kegiatan Gizi dalam Penanggulangan Bencana. Kemenkes RI.

Materi: Sistem pelaporan cepat (e PPGBM darurat / form rekapitulasi krisis kesehatan). Integrasi Selur
Pustaka: WHO, UNHCR, UNICEF, & WFP. (2000). The Management of Nutrition in Major Emergencies. World Health Organization.

Materi: Sistem pelaporan cepat (e PPGBM darurat / form rekapitulasi krisis kesehatan). Integrasi Selur
Pustaka: Sphere Association. (2018). The Sphere Handbook: Humanitarian Charter and Minimum Standards in Humanitarian Response (4th Ed). Sphere Association.

Materi: Sistem pelaporan cepat (e PPGBM darurat / form rekapitulasi krisis kesehatan). Integrasi Selur
Pustaka: Bilukha, O. O., & Leidman, E. (2018). Nutrition assessment in emergency-affected populations: current status and future directions. Global Health: Science and Practice, 6(1), 10–19. https://doi.org/...

Materi: Sistem pelaporan cepat (e PPGBM darurat / form rekapitulasi krisis kesehatan). Integrasi Selur
Pustaka: Gribble, K. D., & McGrath, M. (2019). Infant and young child feeding in emergencies: Operational guidance for emergency relief staff and programme managers. Maternal & Child Nutrition, 15(S1), e12718. https://doi.org/...

Materi: Sistem pelaporan cepat (e PPGBM darurat / form rekapitulasi krisis kesehatan). Integrasi Selur
Pustaka: Hipgrave, D. B., & Assefa, F. (2019). Food security and nutrition in humanitarian emergencies: A review of current practice and future challenges. Disasters, 43(S3), S280–S302. https://doi.org/...

Materi: Sistem pelaporan cepat (e PPGBM darurat / form rekapitulasi krisis kesehatan). Integrasi Selur
Pustaka: IFE Core Group. (2017). Infant and Young Child Feeding in Emergencies: Operational Guidance for Emergency Relief Staff and Programme Managers (v3.0). Emergency Nutrition Network (ENN). https://doi.org/...

Materi: Sistem pelaporan cepat (e PPGBM darurat / form rekapitulasi krisis kesehatan). Integrasi Selur
Pustaka: Seal, A., & Kerac, M. (2021). Operationalizing nutrition in emergencies: Progress, gaps, and future directions. Nutrients, 13(9), Article 3120. https://doi.org/...
0%

14

Minggu ke 14

Mahasiswa mampu memetakan peran dan berkolaborasi secara efektif dalam jejaring Klaster Gizi (Kemenkes, BPBD, Dinas Sosial, TNI/POLRI, LSM, dan Lembaga Internasional).

Kejelasan pemetaan peran interprofesional

Kriteria:

Kejelasan pemetaan peran interprofesional


Bentuk Penilaian :
Praktik / Unjuk Kerja
Mahasiswa mampu
memetakan peran dan
berkolaborasi secara
efektif dalam jejaring
Klaster Gizi (Kemenkes, BPBD, Dinas Sosial,
TNI/POLRI, LSM, dan
Lembaga Internasional).
100 menit

0%

15

Minggu ke 15

Mahasiswa mampu mendiseminasikan rencana komprehensif penanganan gizi bencana (mulai dari RNA, Dapur Umum, IYCF-E, hingga Kolaborasi Klaster) pada skenario bencana skala besar melalui presentasi panel kolaboratif.

Kejelasan argumen, ketepatan solusi, efektivitas kolaborasi

Kriteria:

Kejelasan argumen, ketepatan solusi, efektivitas kolaborasi sesuai rubrik penilaian


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Tatap Muka,
Seminar Kelas
(Diskusi Panel
Skenario Bencana). Presentasi Kelompok
100 menit

0%

16

Minggu ke 16

Mampu mengintegrasikan pengetahuan paska UTS

Menjawab pertanyaan dengan benar

Kriteria:

Dapat menjawab pertanyaan dengan benar


Bentuk Penilaian :
Tes
Ujian
100 menit

10%



Rekap Persentase Evaluasi : Case Study

No Evaluasi Persentase
1. Aktifitas Partisipasif 15%
2. Praktik / Unjuk Kerja 5%
3. Tes 20%
40%

Catatan

  1. Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi (PLO - Program Studi) adalah kemampuan yang dimiliki oleh setiap lulusan Program Studi yang merupakan internalisasi dari sikap, penguasaan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan jenjang prodinya yang diperoleh melalui proses pembelajaran.
  2. PLO yang dibebankan pada mata kuliah adalah beberapa capaian pembelajaran lulusan program studi (CPL-Program Studi) yang digunakan untuk pembentukan/pengembangan sebuah mata kuliah yang terdiri dari aspek sikap, ketrampulan umum, ketrampilan khusus dan pengetahuan.
  3. Program Objectives (PO) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari PLO yang dibebankan pada mata kuliah, dan bersifat spesifik terhadap bahan kajian atau materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
  4. Sub-PO Mata kuliah (Sub-PO) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari PO yang dapat diukur atau diamati dan merupakan kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap tahap pembelajaran, dan bersifat spesifik terhadap materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
  5. Indikator penilaian kemampuan dalam proses maupun hasil belajar mahasiswa adalah pernyataan spesifik dan terukur yang mengidentifikasi kemampuan atau kinerja hasil belajar mahasiswa yang disertai bukti-bukti.
  6. Kreteria Penilaian adalah patokan yang digunakan sebagai ukuran atau tolok ukur ketercapaian pembelajaran dalam penilaian berdasarkan indikator-indikator yang telah ditetapkan. Kreteria penilaian merupakan pedoman bagi penilai agar penilaian konsisten dan tidak bias. Kreteria dapat berupa kuantitatif ataupun kualitatif.
  7. Bentuk penilaian: tes dan non-tes.
  8. Bentuk pembelajaran: Kuliah, Responsi, Tutorial, Seminar atau yang setara, Praktikum, Praktik Studio, Praktik Bengkel, Praktik Lapangan, Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan/atau bentuk pembelajaran lain yang setara.
  9. Metode Pembelajaran: Small Group Discussion, Role-Play & Simulation, Discovery Learning, Self-Directed Learning, Cooperative Learning, Collaborative Learning, Contextual Learning, Project Based Learning, dan metode lainnya yg setara.
  10. Materi Pembelajaran adalah rincian atau uraian dari bahan kajian yg dapat disajikan dalam bentuk beberapa pokok dan sub-pokok bahasan.
  11. Bobot penilaian adalah prosentasi penilaian terhadap setiap pencapaian sub-PO yang besarnya proposional dengan tingkat kesulitan pencapaian sub-PO tsb., dan totalnya 100%.
  12. TM=Tatap Muka, PT=Penugasan terstruktur, BM=Belajar mandiri.