Universitas Negeri Surabaya
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Program Studi S1 Ilmu Administrasi Negara

Kode Dokumen

SEMESTER LEARNING PLAN

Course

KODE

Rumpun MataKuliah

Bobot Kredit

SEMESTER

Tanggal Penyusunan

Advokasi dan Komunikasi Kebijakan

6320103665

Mata Kuliah Wajib Program Studi

T=3

P=0

ECTS=4.77

4

1 Januari 2026

OTORISASI

Pengembang S.P

Koordinator Rumpun matakuliah

Koordinator Program Studi




Ahmad Nizar Hilmi, S.AP., MPA.




Ahmad Nizar Hilmi, S.AP., MPA.




EVA HANY FANIDA

Model Pembelajaran

Project Based Learning

Program Learning Outcomes (PLO)

PLO program Studi yang dibebankan pada matakuliah

PLO-10

Mampu mengolah informasi sebagai pendukung penyusunan rekomendasi kebijakan.

PLO-11

Mampu menyusun analisis kebijakan dalam ruang lingkup dan kompleksitas tertentu.

PLO-13

Mampu mengorganisasikan kegiatan pelayanan publik dan pembangunan, baik organisasi pemerintah, swasta, nirlaba, atau badan usaha milik pemerintah yang memenuhi kepentingan publik yang berintegritas.

Program Objectives (PO)

PO - 1

Mampu mendekonstruksi struktur komunikasi kebijakan dengan menganalisis peta aktor, relasi kuasa, dan ekonomi-politik media yang mempengaruhi agenda publik.

PO - 2

Mampu menganalisis berbagai isu kebijakan publik dalam konteks teori dan praktik administrasi publik

PO - 3

Mampu memproduksi konten komunikasi strategis dan narasi alternatif (counter-narrative) yang persuasif menggunakan media digital untuk memobilisasi dukungan publik.

PO - 4

Mampu mengorganisasikan jejaring masyarakat sipil (coalition building) dalam kerangka gerakan sosial untuk mendorong akuntabilitas publik.

Matrik PLO-PO

 
POPLO-10PLO-11PLO-13
PO-1  
PO-2  
PO-3  
PO-4  

Matrik PO pada Kemampuan akhir tiap tahapan belajar (Sub-PO)

 
PO Minggu Ke
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
PO-1
PO-2
PO-3
PO-4

Deskripsi Singkat Mata Kuliah

Mata kuliah ini menelaah komunikasi kebijakan publik melampaui fungsi humas pemerintah, mendudukkannya sebagai arena kontestasi diskursus antara negara, pasar, dan masyarakat sipil. Mahasiswa akan diajak membedah bagaimana narasi kebijakan diproduksi, didistribusikan, dan seringkali dimanipulasi dalam ekosistem demokrasi digital yang rentan terhadap distorsi informasi (buzzers & post-truth). Fokus pembelajaran mencakup strategi advokasi berbasis bukti (evidence-based advocacy) dan teknik mobilisasi sumber daya sosial. Mahasiswa tidak hanya belajar menyusun strategi komunikasi, tetapi juga menganalisis struktur kesempatan politik (political opportunity structure) untuk merancang gerakan sosial baru dan kampanye digital yang efektif. Tujuannya adalah mencetak komunikator publik yang mampu mengorganisir aspirasi publik menjadi kekuatan penekan yang sah untuk mengoreksi ketimpangan kebijakan.

Pustaka

Utama :

  1. Deddy Mulyana, “ Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar ”. Bandung: Rosda
  2. Julia T. Wood. “ Communications Mosaics ”. Boston: Wadsworth.
  3. EM Griffin. “ A First Look at Communication Theory (8th edition) . Boston: Mc Graw Hill.
  4. Richard W dan Lynn Turner. “ Introducing Communication Theory: Analysis and application .” Bab 1. Mc Graw Hill
  5. Sapei, dkk. (2010) Memecah Ketakutan Menjadi Kekuatan: Kisah-kisah Advokasi di Indonesia. INSIST Press
  6. Jo Hann Tan & Roem Topatimasang. (2011). Mengorganisasi Rakyat: Refleksi Pengalaman Pengorganisasian Rakyat di Asia Tenggara. INSIST Press
  7. Robison, Richard. 2008. Indonesia: The rise capital. Equinox Publishing
  8. Robison, Richard & Vedi Hadiz. Reorganising Power in Indonesia
  9. Winters, Jeffrey A. (2011). Oligarki. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
  10. Alinsky, Saul. (1971). Rules for Radicals: A Practical Primer for Realistic Radicals. New York: Vintage Books.
  11. Tapsell, R. (2018). Kuasa Media di Indonesia: Kaum Oligarki, Warga, dan Revolusi Digital. Tangerang:: Marjin Kiri
  12. Li, Tania Murray (2021). The Will To Improve: Perencanaan, Kekuasaan, dan Pembangunan di Indonesia. Tangerang: Marjin Kiri.

Pendukung :

  1. Romli, Khomsarial. 2017. Komunikasi Massa. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.
  2. Saleh, Akh. Muwafik. 2016. Komunikasi Dalam Kepemimpinan Organisasi. Malang: Universitas Brawijaya Press
  3. Liliweri, Alo. 2017. Komunikasi Antar-Personal. Jakarta: Prenada Media
  4. Ginting, Desmon. 2017. Komunikasi Cerdas: Panduan Komunikasi di Dunia Kerja. Jakarta: Elex Media Komputindo
  5. Film Dokumenter: Nyanyian Akar Rumput (2018)
  6. Watchdoc Documentary. (2019). Sexy Killers [Video]. YouTube.
  7. Project Multatuli. (Series). Arsip Laporan Investigasi Lingkungan & HAM.
  8. Tarrow, S. (2011). Power in Movement: Social Movements and Contentious Politics. Cambridge University Press.

Dosen Pengampu

Tauran, S.Sos., M.Soc.Sc.

Dr. Suci Megawati, S.IP., M.Si.

Wilda Sumarsyah, M.A.P.

Melda Fadiyah Hidayat, M.P.A.

Lili Nur Indah Sari, S.Sos., M.Sc.

Ahmad Nizar Hilmi, S.AP., MPA.

Minggu Ke-

Kemampuan akhir tiap tahapan belajar
(Sub-PO)

Penilaian

Bantuk Pembelajaran,

Metode Pembelajaran,

Penugasan Mahasiswa,

 [ Estimasi Waktu]

Materi Pembelajaran

[ Pustaka ]

Bobot Penilaian (%)

Indikator

Kriteria & Bentuk

Luring (offline)

Daring (online)

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

1

Minggu ke 1

Mampu membedah ekonomi-politik media dan distorsi informasi dalam komunikasi kebijakan publik.

  1. Ketajaman analisis relasi antara pemilik media dan agenda kebijakan.
  2. Kemampuan mengidentifikasi narasi buzzer vs organik.
  3. Keaktifan debat.
Kriteria:
  1. Kehadiran
  2. Tingkat partisipasi

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Mahasiswa melacak kepemilikan media massa besar dan afiliasi politiknya
3 X 50
Mahasiswa melacak kepemilikan media massa besar dan afiliasi politiknya
3 X 50
Materi: Pengertian komunikasi dari beberapa sarjana komunikasi.
Pustaka: Deddy Mulyana, “ Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar ”. Bandung: Rosda

Materi: Pengerian advokasi
Pustaka: Sapei, dkk. (2010) Memecah Ketakutan Menjadi Kekuatan: Kisah-kisah Advokasi di Indonesia. INSIST Press

Materi: Kuasa Media di Indonesia
Pustaka: Tapsell, R. (2018). Kuasa Media di Indonesia: Kaum Oligarki, Warga, dan Revolusi Digital. Tangerang:: Marjin Kiri
5%

2

Minggu ke 2

Mampu membedah ekonomi-politik media dan distorsi informasi dalam komunikasi kebijakan publik.

  1. Ketajaman analisis relasi antara pemilik media dan agenda kebijakan.
  2. Kemampuan mengidentifikasi narasi buzzer vs organik.
  3. Keaktifan debat.
Kriteria:
  1. Kehadiran
  2. Tingkat partisipasi

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Mahasiswa melacak kepemilikan media massa besar dan afiliasi politiknya
3 X 50
Mahasiswa melacak kepemilikan media massa besar dan afiliasi politiknya
3 X 50
Materi: Pengertian komunikasi dari beberapa sarjana komunikasi.
Pustaka: Deddy Mulyana, “ Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar ”. Bandung: Rosda

Materi: Pengerian advokasi
Pustaka: Sapei, dkk. (2010) Memecah Ketakutan Menjadi Kekuatan: Kisah-kisah Advokasi di Indonesia. INSIST Press
5%

3

Minggu ke 3

Mampu memetakan aktor kebijakan (actor network) dan relasi kuasa informal di balik isu publik lokal.

  1. Menemukan aktor bayangan (shadow actors) di luar struktur resmi
  2. Peta jaringan mudah dipahami
  3. Isu yang dipilih berdampak luas pada publik
Kriteria:
  1. Penilaian Hasil Project (Poster Infografis Peta Aktor)
  2. Kemampuan analisis

Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
Mahasiswa turun lapangan/riset dokumen untuk membuat peta jaringan aktor pada isu pilihan
3 X 50
Mahasiswa turun lapangan/riset dokumen untuk membuat peta jaringan aktor pada isu pilihan
3 X 50
Materi: Menjelaskan nilai-nilai penting dan fungsi komunikasi.
Pustaka: EM Griffin. “ A First Look at Communication Theory (8th edition) . Boston: Mc Graw Hill.
7%

4

Minggu ke 4

Mampu memetakan aktor kebijakan (actor network) dan relasi kuasa informal di balik isu publik lokal.

  1. Menemukan aktor bayangan (shadow actors) di luar struktur resmi
  2. Peta jaringan mudah dipahami
  3. Isu yang dipilih berdampak luas pada publik
Kriteria:
  1. Penilaian Hasil Project (Poster Infografis Peta Aktor)
  2. Kemampuan analisis

Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
Mahasiswa turun lapangan/riset dokumen untuk membuat peta jaringan aktor pada isu pilihan
3 X 50
Mahasiswa turun lapangan/riset dokumen untuk membuat peta jaringan aktor pada isu pilihan
3 X 50
Materi: Menjelaskan nilai-nilai penting dan fungsi komunikasi.
Pustaka: EM Griffin. “ A First Look at Communication Theory (8th edition) . Boston: Mc Graw Hill.
7%

5

Minggu ke 5

Mampu mengevaluasi sejarah gerakan sosial dan strategi advokasi di Indonesia (Refleksi keberhasilan/kegagalan)

  1. Kemampuan kritik terhadap elitisme gerakan mahasiswa
  2. Analisis kesalahan strategi masa lalu
  3. Kerjasama tim
Kriteria:
  1. Kuis Analisis Kasus
  2. Esai Pendek

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Collaborative Learning, Bedah kasus 1998, Kendeng, atau Reformasi Dikorupsi. Mengapa gerakan sering gembos?
3 X 50
Collaborative Learning, Bedah kasus 1998, Kendeng, atau Reformasi Dikorupsi. Mengapa gerakan sering gembos?
3 X 50
Materi: keterampilan komunikasi dan keterampilan mendengarkan
Pustaka: Deddy Mulyana, “ Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar ”. Bandung: Rosda

Materi: keterampilan komunikasi dan keterampilan mendengarkan
Pustaka: EM Griffin. “ A First Look at Communication Theory (8th edition) . Boston: Mc Graw Hill.

Materi: keterampilan komunikasi dan keterampilan mendengarkan
Pustaka: Richard W dan Lynn Turner. “ Introducing Communication Theory: Analysis and application .” Bab 1. Mc Graw Hill
5%

6

Minggu ke 6

Mampu mengevaluasi sejarah gerakan sosial dan strategi advokasi di Indonesia (Refleksi keberhasilan/kegagalan)

  1. Kemampuan kritik terhadap elitisme gerakan mahasiswa
  2. Analisis kesalahan strategi masa lalu
  3. Kerjasama tim
Kriteria:
  1. Kuis Analisis Kasus
  2. Esai Pendek

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Collaborative Learning, Bedah kasus 1998, Kendeng, atau Reformasi Dikorupsi. Mengapa gerakan sering gembos?
3 X 50
Collaborative Learning, Bedah kasus 1998, Kendeng, atau Reformasi Dikorupsi. Mengapa gerakan sering gembos?
3 X 50
Materi: keterampilan komunikasi dan keterampilan mendengarkan
Pustaka: Deddy Mulyana, “ Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar ”. Bandung: Rosda

Materi: keterampilan komunikasi dan keterampilan mendengarkan
Pustaka: EM Griffin. “ A First Look at Communication Theory (8th edition) . Boston: Mc Graw Hill.

Materi: keterampilan komunikasi dan keterampilan mendengarkan
Pustaka: Richard W dan Lynn Turner. “ Introducing Communication Theory: Analysis and application .” Bab 1. Mc Graw Hill
5%

7

Minggu ke 7

Mampu merumuskan Theory of Change (ToC) dan Desain Strategi Advokasi yang terukur

  1. Logika ToC: Hubungan sebab-akibat strategi masuk akal
  2. Inklusivitas: Strategi melibatkan warga biasa
Kriteria:

Dokumen Proposal Kampanye


Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
Kelompok menyusun Proposal Kampanye: Siapa targetnya? Apa tekanannya?
3 X 50
Kelompok menyusun Proposal Kampanye: Siapa targetnya? Apa tekanannya?
3 X 50
Materi: keterampilan komunikasi dan keterampilan mendengarkan
Pustaka: Deddy Mulyana, “ Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar ”. Bandung: Rosda

Materi: keterampilan komunikasi dan keterampilan mendengarkan
Pustaka: EM Griffin. “ A First Look at Communication Theory (8th edition) . Boston: Mc Graw Hill.

Materi: keterampilan komunikasi dan keterampilan mendengarkan
Pustaka: Richard W dan Lynn Turner. “ Introducing Communication Theory: Analysis and application .” Bab 1. Mc Graw Hill
5%

8

Minggu ke 8

Memahami materi pertemuan 1-7

Ketepatan, kelengkapan, kejelasan serta kedalaman uraian dan analisis jawaban soal ujian tengah semester

Kriteria:

Jawaban diuraikan dengan tepat, lengkap, jelas dan mendalam


Bentuk Penilaian :
Tes
Tes Tulis
2 X 50

Materi: Materi 1-8
Pustaka: Ginting, Desmon. 2017. Komunikasi Cerdas: Panduan Komunikasi di Dunia Kerja. Jakarta: Elex Media Komputindo
10%

9

Minggu ke 9

Mampu menyusun Policy Brief dan Press Release tandingan yang berbasis bukti (evidence-based)

  1. Penggunaan data lapangan (wawancara/foto) untuk membantah klaim status quo
  2. Bahasa tidak birokratis/bertele-tele
  3. Tawaran kebijakan pro-publik
Kriteria:

Naskah Policy Brief


Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
Menulis dokumen kebijakan yang tajam, ringkas, dan mampu menandingi argumen status quo
3 X 50
Menulis dokumen kebijakan yang tajam, ringkas, dan mampu menandingi argumen status quo
3 X 50
Materi: Kerja-Kerja Advokasi
Pustaka: Sapei, dkk. (2010) Memecah Ketakutan Menjadi Kekuatan: Kisah-kisah Advokasi di Indonesia. INSIST Press

Materi: Metode-metode mengorganisasi masyarakat
Pustaka: Jo Hann Tan & Roem Topatimasang. (2011). Mengorganisasi Rakyat: Refleksi Pengalaman Pengorganisasian Rakyat di Asia Tenggara. INSIST Press
5%

10

Minggu ke 10

Mampu menyusun Policy Brief dan Press Release tandingan yang berbasis bukti (evidence-based)

  1. Penggunaan data lapangan (wawancara/foto) untuk membantah klaim status quo
  2. Bahasa tidak birokratis/bertele-tele
  3. Tawaran kebijakan pro-publik
Kriteria:

Naskah Policy Brief


Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
Menulis dokumen kebijakan yang tajam, ringkas, dan mampu menandingi argumen status quo
3 X 50
Menulis dokumen kebijakan yang tajam, ringkas, dan mampu menandingi argumen status quo
3 X 50
Materi: Kerja-Kerja Advokasi
Pustaka: Sapei, dkk. (2010) Memecah Ketakutan Menjadi Kekuatan: Kisah-kisah Advokasi di Indonesia. INSIST Press

Materi: Metode-metode mengorganisasi masyarakat
Pustaka: Jo Hann Tan & Roem Topatimasang. (2011). Mengorganisasi Rakyat: Refleksi Pengalaman Pengorganisasian Rakyat di Asia Tenggara. INSIST Press
7%

11

Minggu ke 11

Memahami proses implementasi dan evaluasi advokasi kebijakan

  1. Konten menarik perhatian dalam 3 detik pertama
  2. Pesan politik tersampaikan
  3. Penggunaan algoritma/tren yang tepat
Kriteria:
  1. Video/Konten Grafis
  2. Partisipasi dalam diskusi

Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
Produksi video TikTok, Instagram Carousel, atau Thread Twitter (X)
3 X 50
Produksi video TikTok, Instagram Carousel, atau Thread Twitter (X)
3 X 50
Materi: Proses advokasi dan implementasi kebijakan
Pustaka: Sapei, dkk. (2010) Memecah Ketakutan Menjadi Kekuatan: Kisah-kisah Advokasi di Indonesia. INSIST Press

Materi: Studi kasus pengorganisasian advokasi
Pustaka: Jo Hann Tan & Roem Topatimasang. (2011). Mengorganisasi Rakyat: Refleksi Pengalaman Pengorganisasian Rakyat di Asia Tenggara. INSIST Press
7%

12

Minggu ke 12

Memahami proses implementasi dan evaluasi advokasi kebijakan

  1. Konten menarik perhatian dalam 3 detik pertama
  2. Pesan politik tersampaikan
  3. Penggunaan algoritma/tren yang tepat
Kriteria:

Video/Konten Grafis


Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
Produksi video TikTok, Instagram Carousel, atau Thread Twitter (X)
3 X 50
Produksi video TikTok, Instagram Carousel, atau Thread Twitter (X)
3 X 50
Materi: Proses advokasi dan implementasi kebijakan
Pustaka: Sapei, dkk. (2010) Memecah Ketakutan Menjadi Kekuatan: Kisah-kisah Advokasi di Indonesia. INSIST Press

Materi: Studi kasus pengorganisasian advokasi
Pustaka: Jo Hann Tan & Roem Topatimasang. (2011). Mengorganisasi Rakyat: Refleksi Pengalaman Pengorganisasian Rakyat di Asia Tenggara. INSIST Press
7%

13

Minggu ke 13

Mampu mengorganisir kampanye publik (simulasi atau nyata) dan merespons dinamika kontra-narasi

  1. Engagement Riil: Jumlah dukungan (tanda tangan petisi/share) dan like
  2. Resiliensi: Kemampuan menjawab serangan balik (counter) dari pihak kontra
  3. Konsistensi: Sinergi narasi antar platform
Kriteria:
  1. Eksekusi Kampanye
  2. Partisipasi dalam diskusi

Bentuk Penilaian :
Praktik / Unjuk Kerja
Publikasi konten, penggalangan petisi online, dan debat publik melawan "buzzer"
3 X 50
Publikasi konten, penggalangan petisi online, dan debat publik melawan "buzzer"
3 X 50
Materi: Proses advokasi dan implementasi kebijakan
Pustaka: Sapei, dkk. (2010) Memecah Ketakutan Menjadi Kekuatan: Kisah-kisah Advokasi di Indonesia. INSIST Press

Materi: Studi kasus pengorganisasian advokasi
Pustaka: Jo Hann Tan & Roem Topatimasang. (2011). Mengorganisasi Rakyat: Refleksi Pengalaman Pengorganisasian Rakyat di Asia Tenggara. INSIST Press
5%

14

Minggu ke 14

Mampu mengorganisir kampanye publik (simulasi atau nyata) dan merespons dinamika kontra-narasi

  1. Engagement Riil: Jumlah dukungan (tanda tangan petisi/share) dan like
  2. Resiliensi: Kemampuan menjawab serangan balik (counter) dari pihak kontra
  3. Konsistensi: Sinergi narasi antar platform
Kriteria:
  1. Eksekusi Kampanye
  2. Partisipasi dalam diskusi

Bentuk Penilaian :
Praktik / Unjuk Kerja
Publikasi konten, penggalangan petisi online, dan debat publik melawan "buzzer"
3 X 50
Publikasi konten, penggalangan petisi online, dan debat publik melawan "buzzer"
3 X 50
Materi: Proses advokasi dan implementasi kebijakan
Pustaka: Sapei, dkk. (2010) Memecah Ketakutan Menjadi Kekuatan: Kisah-kisah Advokasi di Indonesia. INSIST Press

Materi: Studi kasus pengorganisasian advokasi
Pustaka: Jo Hann Tan & Roem Topatimasang. (2011). Mengorganisasi Rakyat: Refleksi Pengalaman Pengorganisasian Rakyat di Asia Tenggara. INSIST Press
5%

15

Minggu ke 15

Mampu mengevaluasi efektivitas strategi advokasi dan merefleksikan dinamika gerakan

  1. Kejujuran Intelektual: Mengakui kegagalan strategi (jika ada)
  2. Analisis Kritis: Menghubungkan praktik dengan teori
Kriteria:
  1. Laporan Akhir
  2. Kemampuan refleksi

Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
Presentasi Laporan Akhir: Apa yang berhasil? Apa yang gagal? Mengapa?
3 X 50
Presentasi Laporan Akhir: Apa yang berhasil? Apa yang gagal? Mengapa?
3 X 50
Materi: Memahami bentuk-bentuk komunikasi, komunikasi intrapersonal, dan komunikasi interpersonal
Pustaka: Romli, Khomsarial. 2017. Komunikasi Massa. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.

Materi: Memahami bentuk-bentuk komunikasi, komunikasi intrapersonal, dan komunikasi interpersonal
Pustaka: Liliweri, Alo. 2017. Komunikasi Antar-Personal. Jakarta: Prenada Media

Materi: Studi kasus advokasi kebijakan
Pustaka: Sapei, dkk. (2010) Memecah Ketakutan Menjadi Kekuatan: Kisah-kisah Advokasi di Indonesia. INSIST Press

Materi: Studi kasus advokasi kebijakan
Pustaka: Jo Hann Tan & Roem Topatimasang. (2011). Mengorganisasi Rakyat: Refleksi Pengalaman Pengorganisasian Rakyat di Asia Tenggara. INSIST Press
5%

16

Minggu ke 16

Memahami materi pertemuan 1-15

Ketepatan, kejelasan, kelengkapan dan kedalaman uraian jawaban soal ujian akhir semester

Kriteria:

Jawaban diuraikan dengan tepat, jelas, lengkap dan mendalam


Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Tes
Tes tulis
2 X 50

Materi: Studi kasus advokasi
Pustaka: Sapei, dkk. (2010) Memecah Ketakutan Menjadi Kekuatan: Kisah-kisah Advokasi di Indonesia. INSIST Press

Materi: Studi kasus advokasi
Pustaka: Jo Hann Tan & Roem Topatimasang. (2011). Mengorganisasi Rakyat: Refleksi Pengalaman Pengorganisasian Rakyat di Asia Tenggara. INSIST Press

Materi: Konsep komunikasi
Pustaka: Richard W dan Lynn Turner. “ Introducing Communication Theory: Analysis and application .” Bab 1. Mc Graw Hill

Materi: Komunikasi efektif
Pustaka: Ginting, Desmon. 2017. Komunikasi Cerdas: Panduan Komunikasi di Dunia Kerja. Jakarta: Elex Media Komputindo

Materi: Komunikasi antar personal
Pustaka: Liliweri, Alo. 2017. Komunikasi Antar-Personal. Jakarta: Prenada Media
10%



Rekap Persentase Evaluasi : Project Based Learning

No Evaluasi Persentase
1. Aktifitas Partisipasif 20%
2. Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk 55%
3. Praktik / Unjuk Kerja 10%
4. Tes 15%
100%

Catatan

  1. Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi (PLO - Program Studi) adalah kemampuan yang dimiliki oleh setiap lulusan Program Studi yang merupakan internalisasi dari sikap, penguasaan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan jenjang prodinya yang diperoleh melalui proses pembelajaran.
  2. PLO yang dibebankan pada mata kuliah adalah beberapa capaian pembelajaran lulusan program studi (CPL-Program Studi) yang digunakan untuk pembentukan/pengembangan sebuah mata kuliah yang terdiri dari aspek sikap, ketrampulan umum, ketrampilan khusus dan pengetahuan.
  3. Program Objectives (PO) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari PLO yang dibebankan pada mata kuliah, dan bersifat spesifik terhadap bahan kajian atau materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
  4. Sub-PO Mata kuliah (Sub-PO) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari PO yang dapat diukur atau diamati dan merupakan kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap tahap pembelajaran, dan bersifat spesifik terhadap materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
  5. Indikator penilaian kemampuan dalam proses maupun hasil belajar mahasiswa adalah pernyataan spesifik dan terukur yang mengidentifikasi kemampuan atau kinerja hasil belajar mahasiswa yang disertai bukti-bukti.
  6. Kreteria Penilaian adalah patokan yang digunakan sebagai ukuran atau tolok ukur ketercapaian pembelajaran dalam penilaian berdasarkan indikator-indikator yang telah ditetapkan. Kreteria penilaian merupakan pedoman bagi penilai agar penilaian konsisten dan tidak bias. Kreteria dapat berupa kuantitatif ataupun kualitatif.
  7. Bentuk penilaian: tes dan non-tes.
  8. Bentuk pembelajaran: Kuliah, Responsi, Tutorial, Seminar atau yang setara, Praktikum, Praktik Studio, Praktik Bengkel, Praktik Lapangan, Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan/atau bentuk pembelajaran lain yang setara.
  9. Metode Pembelajaran: Small Group Discussion, Role-Play & Simulation, Discovery Learning, Self-Directed Learning, Cooperative Learning, Collaborative Learning, Contextual Learning, Project Based Learning, dan metode lainnya yg setara.
  10. Materi Pembelajaran adalah rincian atau uraian dari bahan kajian yg dapat disajikan dalam bentuk beberapa pokok dan sub-pokok bahasan.
  11. Bobot penilaian adalah prosentasi penilaian terhadap setiap pencapaian sub-PO yang besarnya proposional dengan tingkat kesulitan pencapaian sub-PO tsb., dan totalnya 100%.
  12. TM=Tatap Muka, PT=Penugasan terstruktur, BM=Belajar mandiri.