|

|
Universitas Negeri Surabaya
Fakultas Kedokteran
Program Studi S1 Fisioterapi
|
Kode Dokumen
|
SEMESTER LEARNING PLAN
|
|
Course
|
KODE
|
Rumpun MataKuliah
|
Bobot Kredit
|
SEMESTER
|
Tanggal Penyusunan
|
|
Kebencanaan dan Kegawatdaruratan
|
1120202046
|
|
T=1
|
P=1
|
ECTS=3.18
|
6
|
23 Februari 2026
|
|
OTORISASI
|
Pengembang S.P
|
Koordinator Rumpun matakuliah
|
Koordinator Program Studi
|
Isma Nur Azzizah, S.Si., M.Biomed.
|
Firdausi Kahfi Maulana, S.Tr. Fis., M.Pt.
|
FIRDAUSI KAHFI MAULANA
|
|
Model Pembelajaran
|
Project Based Learning
|
|
Program Learning Outcomes (PLO)
|
PLO program Studi yang dibebankan pada matakuliah
|
|
PLO-1
|
Mampu menunjukkan nilai-nilai agama, kebangsaan dan budaya nasional, serta etika akademik dalam melaksanakan tugasnya
|
|
PLO-3
|
Mengembangkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan kreatif dalam melakukan pekerjaan yang spesifik di bidang keahliannya serta sesuai dengan standar kompetensi kerja bidang yang bersangkutan
|
|
PLO-5
|
Menguasai konsep teoritis dalam IPTEKS dan psikososial yang spesifik di bidang keahlainnya sesuai standar kompetensi
|
|
PLO-8
|
Mampu mengimplementasikan fisioterapi pada bidang kesehatan olahraga prestasi, olahraga rekreasi, dan disabilitas
|
Program Objectives (PO)
|
|
PO - 1
|
Mampu menjelaskan konsep dasar kebencanaan, manajemen bencana, sistem penanggulangan bencana di Indonesia, dan peran fisioterapi dalam respons bencana
|
|
PO - 2
|
Mampu mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis-jenis bencana alam dan non-alam serta potensi dampak fisik dan fungsional pada korban bencana
|
|
PO - 3
|
Mampu melakukan primary survey dan secondary survey (pengkajian awal) terhadap korban kegawatdaruratan medis sesuai prinsip triase START/SALT
|
|
PO - 4
|
Mampu melaksanakan tatalaksana fisioterapi kegawatdaruratan meliputi Basic Life Support (BLS/RJPO), penanganan airway, breathing, dan circulation
|
|
PO - 5
|
Mampu menerapkan prinsip fisioterapi dalam manajemen korban bencana pada fase akut, subakut, dan rehabilitasi pasca bencana
|
Matrik PLO-PO
|
| |
| PO | PLO-1 | PLO-3 | PLO-5 | PLO-8 | | PO-1 | ✔ | | | | | PO-2 | | ✔ | | | | PO-3 | | | | ✔ | | PO-4 | | | ✔ | | | PO-5 | | ✔ | | |
|
|
Matrik PO pada Kemampuan akhir tiap tahapan belajar (Sub-PO)
|
| |
| PO |
Minggu Ke |
| 1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
6 |
7 |
8 |
9 |
10 |
11 |
12 |
13 |
14 |
15 |
16 |
| PO-1 | ✔ | ✔ | ✔ | | | | | | | | | | | | | | | PO-2 | | | | ✔ | ✔ | ✔ | | | | | | | | | | | | PO-3 | | | | | | | ✔ | ✔ | ✔ | | | | | | | | | PO-4 | | | | | | | | | | ✔ | ✔ | ✔ | | | | | | PO-5 | | | | | | | | | | | | | ✔ | ✔ | ✔ | ✔ |
|
|
Deskripsi Singkat Mata Kuliah
|
Mata kuliah Kebencanaan dan Kegawatdaruratan memberikan pemahaman komprehensif kepada mahasiswa fisioterapi mengenai konsep dasar bencana, sistem penanggulangan bencana, serta kemampuan praktis dalam memberikan pertolongan pertama dan manajemen fisioterapi pada situasi darurat. Mahasiswa akan mempelajari jenis-jenis bencana, prinsip triase, Basic Life Support (BLS), penanganan cedera muskuloskeletal akut, serta peran fisioterapi dalam tim respons bencana dari fase akut hingga rehabilitasi.
|
|
Pustaka
|
Utama :
|
|
- Kemenkes RI. (2024). Pedoman Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT). Kementerian Kesehatan RI.
- WHO. (2008). Emergency Medical Services Systems in the European Union. World Health Organization.
|
|
Pendukung :
|
|
- Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2020). Rencana Nasional Penanggulangan Bencana 2020-2024.
|
|
Dosen Pengampu
|
|
|
Minggu Ke-
|
Kemampuan akhir tiap tahapan belajar
(Sub-PO)
|
Penilaian
|
Bantuk Pembelajaran,
Metode Pembelajaran,
Penugasan Mahasiswa,
[ Estimasi Waktu]
|
Materi Pembelajaran
[ Pustaka ]
|
Bobot Penilaian (%)
|
|
Indikator
|
Kriteria & Bentuk
|
Luring (offline)
|
Daring (online)
|
|
(1)
|
(2)
|
(3)
|
(4)
|
(5)
|
(6)
|
(7)
|
(8)
|
|
1
Minggu ke 1
|
Memahami konsep dasar kebencanaan, jenis-jenis bencana, dan siklus manajemen bencana |
- Menjelaskan definisi bencana dan kegawatdaruratan
- Mengklasifikasikan jenis bencana alam dan non-alam
- Menjelaskan tahapan siklus manajemen bencana (mitigasi, kesiapsiagaan, respons, pemulihan)
|
Kriteria:
- Ketepatan konsep
- Kuis & diskusi
Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
Ceramah, diskusi 2×50 menit |
|
Materi: Konsep dasar kebencanaan, jenis-jenis bencana, dan siklus manajemen bencana Pustaka: Kemenkes RI. (2024). Pedoman Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT). Kementerian Kesehatan RI. |
5% |
|
2
Minggu ke 2
|
Memahami regulasi penanggulangan bencana di Indonesia dan peran fisioterapi |
- Menjelaskan struktur BNPB dan BPBD
- Mengidentifikasi regulasi terkait penanggulangan bencana (UU No. 24/2007)
- Mendeskripsikan kompetensi fisioterapis dalam tim respons bencana
|
Kriteria:
- Diskusi kelompok
- Presentasi singkat
Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
Small Group Discussion 2 x 50 Menit |
|
Materi: Regulasi penanggulangan bencana di Indonesia dan peran fisioterapi Pustaka: Kemenkes RI. (2024). Pedoman Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT). Kementerian Kesehatan RI. |
5% |
|
3
Minggu ke 3
|
Mampu melakukan triase menggunakan metode START dan SALT |
- Menjelaskan prinsip dan kategori triase
- Melakukan simulasi triase START pada skenario bencana
- Membedakan kategori immediate, delayed, minimal, dan expectant
|
Kriteria:
- Simulasi/roleplay
- Observasi
Bentuk Penilaian : Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk |
Simulasi triase, roleplay 2×50 menit |
|
Materi: Triase menggunakan metode START dan SALT Pustaka: WHO. (2008). Emergency Medical Services Systems in the European Union. World Health Organization. |
5% |
|
4
Minggu ke 4
|
Mampu melaksanakan Basic Life Support (BLS/RJPO) sesuai standar AHA |
- Mendemonstrasikan algoritma BLS dewasa (kompresi dada, ventilasi)
- Menggunakan Automated External Defibrillator (AED)
- Menjalankan chain of survival dengan benar
|
Kriteria:
OSCE/demonstrasi praktik Bentuk Penilaian : Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk |
Simulasi BLS dengan manekin, OSCE 2×50 menit |
|
Materi: Basic Life Support (BLS/RJPO) sesuai standar AHA Pustaka: WHO. (2008). Emergency Medical Services Systems in the European Union. World Health Organization. |
8% |
|
5
Minggu ke 5
|
Mampu mengelola airway, breathing, dan circulation pada kondisi darurat |
- Mendemonstrasikan teknik membuka jalan nafas (head tilt, jaw thrust)
- Melakukan penanganan perdarahan dan syok hipovolemik awal
- Mengaplikasikan manajemen ABC pada korban trauma
|
Kriteria:
- Simulasi praktis
- Observasi
Bentuk Penilaian : Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk |
Simulasi Airway-Breathing-Circulation 2×50 menit |
|
Materi: Airway, breathing, dan circulation pada kondisi darurat Pustaka: WHO. (2008). Emergency Medical Services Systems in the European Union. World Health Organization. |
7% |
|
6
Minggu ke 6
|
Mampu mengelola airway, breathing, dan circulation pada kondisi darurat |
- Mendemonstrasikan teknik membuka jalan nafas (head tilt, jaw thrust)
- Melakukan penanganan perdarahan dan syok hipovolemik awal
- Mengaplikasikan manajemen ABC pada korban trauma
|
Kriteria:
- Simulasi praktis
- Observasi
Bentuk Penilaian : Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk |
Simulasi Airway-Breathing-Circulation 2×50 menit |
|
Materi: Airway, breathing, dan circulation pada kondisi darurat Pustaka: Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2020). Rencana Nasional Penanggulangan Bencana 2020-2024. |
7% |
|
7
Minggu ke 7
|
Mampu mengelola cedera muskuloskeletal akut: fraktur, dislokasi, dan sprain/strain |
- Mengidentifikasi tanda dan gejala fraktur, dislokasi, dan sprain
- Melakukan imobilisasi sementara menggunakan bidai/splint
- Melakukan pembalutan (bandaging) yang tepat
|
Kriteria:
- Demonstrasi
- Penilaian keterampilan
Bentuk Penilaian : Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk |
Praktik imobilisasi, bandaging 2×50 menit |
|
Materi: Cedera muskuloskeletal akut: fraktur, dislokasi, dan sprain/strain Pustaka: WHO. (2008). Emergency Medical Services Systems in the European Union. World Health Organization. |
5% |
|
8
Minggu ke 8
|
UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS) |
|
Bentuk Penilaian : Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Tes |
CBT 90 menit |
|
Materi: UTS Pustaka: Kemenkes RI. (2024). Pedoman Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT). Kementerian Kesehatan RI. Materi: UTS Pustaka: WHO. (2008). Emergency Medical Services Systems in the European Union. World Health Organization. Materi: UTS Pustaka: Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2020). Rencana Nasional Penanggulangan Bencana 2020-2024. |
18% |
|
9
Minggu ke 9
|
Mampu memberikan fisioterapi pada fase akut pasca bencana |
- Mengidentifikasi prioritas fisioterapi pada fase akut bencana
- Melakukan penanganan pain management non-farmakologi akut 3
- Mencegah komplikasi imobilisasi pada korban bencana
|
Kriteria:
- Studi kasus
- Diskusi
Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
Ceramah, diskusi kasus 2 x 50 menit |
|
Materi: Fisioterapi pada fase akut pasca bencana Pustaka: Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2020). Rencana Nasional Penanggulangan Bencana 2020-2024. |
5% |
|
10
Minggu ke 10
|
Mampu memberikan fisioterapi rehabilitasi pada korban pasca bencana |
- Merancang program rehabilitasi fisioterapi pasca bencana
- Menerapkan latihan fungsional dan mobilisasi dini
- Mengidentifikasi kebutuhan alat bantu (assistive device) pada korban bencana
|
Kriteria:
Presentasi rencana rehabilitasi |
Diskusi kelompok, presentasi 2×50 menit |
|
Materi: Fisioterapi rehabilitasi pada korban pasca bencana Pustaka: Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2020). Rencana Nasional Penanggulangan Bencana 2020-2024. |
5% |
|
11
Minggu ke 11
|
Mampu menangani kondisi kegawatdaruratan khusus: tenggelam, trauma kepala, luka bakar |
- Menjelaskan patofisiologi dan penanganan korban tenggelam
- Mengidentifikasi tanda peringatan trauma kepala dan tatalaksana awal
- Melakukan first aid pada luka bakar (grade I–II)
|
Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
Simulasi multi-kasus 2×50 menit |
|
Materi: Kondisi kegawatdaruratan khusus: tenggelam, trauma kepala, luka bakar Pustaka: Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2020). Rencana Nasional Penanggulangan Bencana 2020-2024. |
5% |
|
12
Minggu ke 12
|
Mampu memahami aspek psikososial dan Psychological First Aid (PFA) dalam bencana |
- Menjelaskan respons psikologis korban bencana (PTSD, grief, kecemasan)
- Menerapkan prinsip Psychological First Aid (PFA/Pertolongan Pertama Psikologis)
- Mengidentifikasi korban yang memerlukan rujukan psikologis
|
Kriteria:
- Roleplay PFA
- Refleksi
Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
Roleplay PFA, diskusi reflektif 2×50 menit |
|
Materi: Psikososial dan Psychological First Aid (PFA) dalam bencana Pustaka: WHO. (2008). Emergency Medical Services Systems in the European Union. World Health Organization. |
5% |
|
13
Minggu ke 13
|
Mampu menerapkan manajemen bencana massal dan koordinasi tim kesehatan multidisiplin |
- Mendeskripsikan struktur komando dalam bencana (Incident Command System)
- Mensimulasikan koordinasi tim multidisiplin dalam skenario Mass Casualty Incident (MCI)
- Mendokumentasikan tindakan fisioterapi pada kondisi bencana massal
|
Kriteria:
- Simulasi MCI
- Laporan
Bentuk Penilaian : Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk |
Simulasi MCI lapangan 2×50 menit |
|
Materi: Manajemen bencana massal dan koordinasi tim kesehatan multidisiplin Pustaka: Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2020). Rencana Nasional Penanggulangan Bencana 2020-2024. |
0% |
|
14
Minggu ke 14
|
Mampu merancang program kesiapsiagaan bencana komunitas berbasis fisioterapi |
- Menganalisis kerentanan komunitas terhadap bencana
- Merancang program pelatihan kesiapsiagaan bencana untuk komunitas
- Mempresentasikan rancangan program disaster preparedness komunitas
|
Kriteria:
- Presentasi proyek
- Peer assessment
|
Presentasi proyek kelompok 2×50 menit |
|
Materi: Program kesiapsiagaan bencana komunitas berbasis fisioterapi Pustaka: Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2020). Rencana Nasional Penanggulangan Bencana 2020-2024. |
5% |
|
15
Minggu ke 15
|
Mampu memahami etika, aspek hukum, dan keselamatan fisioterapis dalam pelayanan darurat bencana |
- Menjelaskan kewajiban hukum dan etika fisioterapis dalam kondisi bencana
- Mengidentifikasi potensi risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) fisioterapis di lapangan bencana
- Mengaplikasikan prinsip self-care dan burnout prevention bagi responder bencana
|
Kriteria:
- Diskusi kasus etika
- Refleksi tertulis
Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
Diskusi kasus etika dan hukum 2×50 menit |
|
Materi: Etika, aspek hukum, dan keselamatan fisioterapis dalam pelayanan darurat bencana Pustaka: Kemenkes RI. (2024). Pedoman Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT). Kementerian Kesehatan RI. |
5% |
|
16
Minggu ke 16
|
|
|
Bentuk Penilaian : Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk |
CBT 90 menit |
|
Materi: UAS Pustaka: Kemenkes RI. (2024). Pedoman Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT). Kementerian Kesehatan RI. Materi: UAS Pustaka: WHO. (2008). Emergency Medical Services Systems in the European Union. World Health Organization. Materi: UAS Pustaka: Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2020). Rencana Nasional Penanggulangan Bencana 2020-2024. |
20% |