
|
Universitas Negeri Surabaya
Fakultas Sekolah Pascasarjana
Program Studi S2 Pendidikan Teknologi Dan Kejuruan
|
Kode Dokumen |
SEMESTER LEARNING PLAN |
Course |
KODE |
Rumpun MataKuliah |
Bobot Kredit |
SEMESTER |
Tanggal Penyusunan |
Kimia Organik |
8310102142 |
|
T=2 |
P=0 |
ECTS=4.48 |
1 |
14 Januari 2026 |
OTORISASI |
Pengembang S.P |
Koordinator Rumpun matakuliah |
Koordinator Program Studi |
.......................................
|
.......................................
|
HERU ARIZAL |
Model Pembelajaran |
Project Based Learning |
Program Learning Outcomes (PLO)
|
PLO program Studi yang dibebankan pada matakuliah |
PLO-6 |
Bekerja sama dan memiliki kepekaan social serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan |
PLO-9 |
Mampu menyelaraskan kurikulum S2 Pendidikan Teknologi Kejuruan yang relevan dengan tuntutan perkembangan industri global. |
PLO-11 |
Mampu menerapkan riset terapan untuk inovasi metode pembelajaran kejuruan, optimalisasi teknologi yang relevan dengan industri |
PLO-12 |
Memiliki pengetahuan yang komprehensif sehingga dapat menyelesaikan permasalahan kompleks yang khas di program S2 Pendidikan teknologi kejuruan dan mengikuti kaidah penulisan ilmiah |
PLO-13 |
Mampu melakukan analisis pada penelitian dan pengembangan program S2 Pendidikan teknologi kejuruan dengan mengikuti kaidah penulisan ilmiah |
Program Objectives (PO) |
PO - 1 |
Menerapkan prinsip-prinsip reaksi organik sintesis untuk merancang dan mengoptimalkan sintesis senyawa organik yang relevan dengan kebutuhan industri. (C3)
|
PO - 2 |
Menganalisis mekanisme reaksi organik kompleks untuk memprediksi produk, menjelaskan stereokimia, dan mengidentifikasi faktor-faktor penentu laju serta hasil reaksi. (C4)
|
PO - 3 |
Mengevaluasi metode analisis spektroskopi (IR, NMR, MS) untuk mengidentifikasi struktur senyawa organik dan menilai validitas interpretasi data spektra. (C5)
|
PO - 4 |
Menciptakan strategi sintesis multi-tahap yang inovatif untuk senyawa organik target dengan mempertimbangkan efisiensi, selektivitas, dan keberlanjutan (green chemistry). (C6)
|
PO - 5 |
Menerapkan konsep kimia organik dalam menganalisis dan memecahkan masalah kompleks terkait material atau proses di bidang teknologi dan kejuruan. (C3)
|
PO - 6 |
Mengevaluasi dampak lingkungan dan keamanan dari sintesis serta penggunaan senyawa organik dalam konteks industri, dan mengusulkan alternatif yang lebih berkelanjutan. (C5)
|
PO - 7 |
Menganalisis hubungan struktur-aktivitas (SAR) senyawa organik untuk mengevaluasi potensi aplikasinya dalam bidang tertentu seperti material atau katalis. (C4)
|
PO - 8 |
Menciptakan modul atau media pembelajaran inovatif berbasis riset kimia organik terapan untuk pendidikan teknologi kejuruan. (C6)
|
PO - 9 |
Menerapkan kaidah penulisan ilmiah dalam menyusun laporan analisis atau proposal penelitian di bidang kimia organik terapan. (C3)
|
Matrik PLO-PO |
| |
| PO | PLO-6 | PLO-9 | PLO-11 | PLO-12 | PLO-13 | | PO-1 | | | ✔ | | | | PO-2 | | | | ✔ | ✔ | | PO-3 | | | | ✔ | ✔ | | PO-4 | | | ✔ | ✔ | | | PO-5 | | | | ✔ | | | PO-6 | ✔ | | ✔ | | | | PO-7 | | | | | ✔ | | PO-8 | | ✔ | ✔ | | | | PO-9 | | | | ✔ | ✔ |
|
Matrik PO pada Kemampuan akhir tiap tahapan belajar (Sub-PO) |
| |
| PO |
Minggu Ke |
| 1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
6 |
7 |
8 |
9 |
10 |
11 |
12 |
13 |
14 |
15 |
16 |
| PO-1 | ✔ | | | | | | | | | ✔ | | | | | | | | PO-2 | | ✔ | | | | | | | | | ✔ | | | | | | | PO-3 | | | ✔ | | | | | | | | | ✔ | | | | | | PO-4 | | | | ✔ | | | | | | | | | ✔ | | | | | PO-5 | | | | | ✔ | | | | | | | | | | | | | PO-6 | | | | | | ✔ | | | | | | | | | | | | PO-7 | | | | | | | ✔ | | | | | | | | ✔ | | | PO-8 | | | | | | | | ✔ | | | | | | ✔ | | | | PO-9 | | | | | | | | | ✔ | | | | | | | ✔ |
|
Deskripsi Singkat Mata Kuliah
|
Mata kuliah Kimia Organik pada jenjang S2 Program Studi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan merupakan kajian lanjut yang mendalam tentang struktur, sifat, reaktivitas, dan mekanisme reaksi senyawa organik. Fokus utama mencakup analisis ikatan kimia, stereokimia, reaksi-reaksi organik modern (seperti penataan ulang, reaksi siklisasi, dan reaksi yang dikatalisis logam), serta spektroskopi untuk elusidasi struktur. Tujuannya adalah membekali mahasiswa dengan pemahaman konseptual yang kuat dan keterampilan analitis dalam kimia organik, sehingga mampu menerapkannya dalam konteks penelitian, pengembangan bahan, dan inovasi pembelajaran di bidang pendidikan kejuruan. Ruang lingkup mata kuliah ini juga menekankan pada aplikasi senyawa organik dalam industri, teknologi material, dan kehidupan sehari-hari, serta strategi untuk mengajarkan konsep-konsep kompleks tersebut secara efektif dalam setting pendidikan vokasi. |
Pustaka
|
Utama : |
|
|
Pendukung : |
|
|
Dosen Pengampu
|
Prof. Dr. Tukiran, M.Si. |
Minggu Ke- |
Kemampuan akhir tiap tahapan belajar
(Sub-PO)
|
Penilaian |
Bantuk Pembelajaran,
Metode Pembelajaran,
Penugasan Mahasiswa,
[ Estimasi Waktu] |
Materi Pembelajaran
[ Pustaka ] |
Bobot Penilaian (%) |
Indikator |
Kriteria & Bentuk |
Luring (offline) |
Daring (online) |
(1) |
(2) |
(3) |
(4) |
(5) |
(6) |
(7) |
(8) |
1
Minggu ke 1 |
Setelah mengikuti pertemuan ini, mahasiswa diharapkan dapat: 1) Mengidentifikasi prinsip-prinsip dasar reaksi organik sintesis; 2) Menganalisis mekanisme reaksi organik sintesis sederhana; 3) Merancang skema sintesis sederhana untuk senyawa organik target; 4) Mengoptimalkan kondisi reaksi berdasarkan prinsip-prinsip sintesis. |
- Kemampuan mengidentifikasi prinsip dasar reaksi sintesis organik
- Kemampuan menganalisis mekanisme reaksi organik sintesis sederhana
- Kemampuan merancang skema sintesis senyawa organik target
- Kemampuan mengusulkan optimasi kondisi reaksi berdasarkan prinsip sintesis
|
Bentuk Penilaian : Tes |
Ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus sintesis senyawa industri, dan demonstrasi virtual mekanisme reaksi..
|
Analisis Studi Kasus Sintesis, Mahasiswa diminta untuk menganalisis sebuah studi kasus sintesis senyawa organik sederhana yang relevan dengan industri (misalnya, aspirin atau parasetamol). Tugas berupa esai singkat yang mengidentifikasi jenis reaksi, menganalisis mekanisme yang mungkin, dan mengusulkan satu parameter optimasi (misalnya, pemilihan katalis atau pelarut) beserta alasannya. Tugas dikumpulkan melalui LMS.
|
Materi: Konsep dasar sintesis organik dan retrosintesis, Prinsip-prinsip reaksi organik (regioselektivitas, stereoselektivitas, kemoselektivitas), Mekanisme reaksi dasar (substitusi, adisi, eliminasi) dalam konteks sintesis, Pengenalan senyawa organik penting dalam industri (farmasi, agrokimia, material), Strategi optimasi kondisi reaksi (katalis, pelarut, suhu) Pustaka: Handbook Perkuliahan |
5% |
2
Minggu ke 2 |
Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat: 1) Menganalisis langkah-langkah mekanisme reaksi organik kompleks (seperti substitusi nukleofilik, eliminasi, adisi, dan reaksi perisiklik), 2) Memprediksi produk utama dan sampingan dari suatu reaksi berdasarkan mekanismenya, 3) Menjelaskan aspek stereokimia (regiokimia, stereoselektivitas, enantioselektivitas) yang terkait dengan produk reaksi, 4) Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi (seperti struktur substrat, sifat nukleofil/elektrofil, pelarut, katalis) dan hasil (rendemen) reaksi. |
- Mampu menganalisis dan menggambarkan mekanisme reaksi organik kompleks secara detail.
- Mampu memprediksi produk reaksi organik berdasarkan analisis mekanisme yang diajukan.
- Mampu menjelaskan konfigurasi stereokimia (R/S, E/Z) pada produk reaksi dan hubungannya dengan mekanisme.
- Mampu mengidentifikasi dan menjelaskan faktor-faktor yang menentukan laju dan hasil suatu reaksi organik.
|
Bentuk Penilaian : Tes |
Ceramah interaktif, diskusi kelompok terkait studi kasus mekanisme reaksi, pemecahan masalah (problem solving), dan tanya jawab..
|
Analisis Studi Kasus dan Kuis Online, Mahasiswa diberikan beberapa studi kasus reaksi organik kompleks melalui LMS. Tugas mereka adalah menganalisis mekanisme, memprediksi produk utama dan sampingan, serta menjelaskan stereokimia dan faktor penentu laju reaksi dalam bentuk esai singkat atau diagram. Dilengkapi dengan kuis pilihan ganda/benar-salah untuk menguji pemahaman konsep.
|
Materi: Review konsep dasar mekanisme reaksi (intermediet, keadaan transisi)., Mekanisme reaksi substitusi nukleofilik (SN1 dan SN2) pada substrat kompleks., Mekanisme reaksi eliminasi (E1 dan E2) pada substrat kompleks., Mekanisme reaksi adisi pada ikatan rangkap C=C dan C=O., Konsep dasar stereokimia dalam reaksi (inversi, retensi, rasemisasi, diastereoselektivitas)., Faktor-faktor penentu laju reaksi: efek sterik, elektronik, pelarut, dan katalis. Pustaka: Handbook Perkuliahan |
5% |
3
Minggu ke 3 |
Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat: 1) Menganalisis langkah-langkah mekanisme reaksi organik yang kompleks; 2) Memprediksi produk utama dan sampingan dari suatu reaksi berdasarkan mekanismenya; 3) Menjelaskan aspek stereokimia (regiokimia dan stereoselektivitas) yang terlibat dalam reaksi; 4) Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi dan hasil (yield) produk. |
- Mampu menganalisis dan menggambarkan mekanisme reaksi organik kompleks secara detail.
- Mampu memprediksi produk reaksi organik berdasarkan analisis mekanisme.
- Mampu menjelaskan konfigurasi stereokimia (misalnya, R/S, E/Z) pada produk reaksi.
- Mampu mengidentifikasi dan menjelaskan faktor penentu laju reaksi (seperti sterik, elektronik, katalis).
- Mampu membandingkan dan membedakan hasil reaksi berdasarkan variasi kondisi reaksi.
|
Bentuk Penilaian : Tes, Praktik / Unjuk Kerja |
Ceramah interaktif, diskusi kasus (case-based learning), pemecahan masalah (problem-solving), dan demonstrasi mekanisme melalui animasi atau papan tulis..
|
Analisis Kasus dan Prediksi Reaksi, Mahasiswa diberikan beberapa skenario reaksi organik kompleks (dalam bentuk gambar atau deskripsi) melalui LMS. Tugas mereka adalah menganalisis mekanisme reaksi yang mungkin, memprediksi produk utama dan sampingan beserta stereokimianya (jika ada), serta mengidentifikasi faktor kunci yang mempengaruhi laju dan hasil reaksi. Jawaban dikumpulkan dalam bentuk dokumen tertulis atau rekaman penjelasan singkat.
|
Materi: Review konsep dasar mekanisme reaksi (intermediet, keadaan transisi)., Analisis mendalam mekanisme reaksi substitusi nukleofilik (SN1, SN2) dan eliminasi (E1, E2) dalam konteks molekul kompleks., Analisis mekanisme reaksi adisi pada alkena dan alkuna (misalnya, adisi elektrofilik)., Konsep stereokimia dalam reaksi: enantioselektivitas, diastereoselektivitas, retensi dan inversi konfigurasi., Faktor-faktor yang mempengaruhi laju dan hasil reaksi: pengaruh gugus fungsi, sterik, pelarut, suhu, dan katalis. Pustaka: Handbook Perkuliahan |
5% |
4
Minggu ke 4 |
Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat: 1) Mengevaluasi prinsip dan keterbatasan masing-masing teknik spektroskopi (IR, NMR, MS) dalam penentuan struktur; 2) Menilai kesesuaian dan validitas interpretasi data spektra terhadap suatu struktur senyawa organik yang diusulkan; 3) Membandingkan dan memilih kombinasi teknik spektroskopi yang tepat untuk analisis struktur senyawa organik yang kompleks. |
- Mampu mengevaluasi dan membandingkan informasi struktural yang diberikan oleh spektra IR, NMR (1H & 13C), dan MS.
- Mampu menilai validitas suatu interpretasi data spektra dalam mengusulkan atau mengonfirmasi struktur molekul.
- Mampu mengkritisi dan menyusun ulang interpretasi data spektra yang kurang tepat untuk suatu senyawa organik.
- Mampu merekomendasikan strategi analisis spektroskopi yang efektif untuk mengidentifikasi senyawa organik yang tidak diketahui.
|
Bentuk Penilaian : Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Tes |
Kuliah interaktif, studi kasus (analisis spektra nyata), diskusi kelompok terpumpun (focused group discussion) untuk mengevaluasi interpretasi, dan presentasi kritis..
|
Analisis Kasus dan Peer Review, Mahasiswa diberikan file berisi set data spektra (IR, NMR, MS) untuk suatu senyawa 'tidak diketahui' beserta dua usulan struktur yang berbeda. Mahasiswa diminta untuk: 1) Mengevaluasi setiap usulan struktur berdasarkan kesesuaiannya dengan semua data spektra yang diberikan. 2) Memilih usulan yang paling valid dan memberikan justifikasi evaluasi kritis secara tertulis. 3) Melakukan peer review terhadap jawaban dari satu rekan mahasiswa lainnya melalui forum diskusi LMS.
|
Materi: Review singkat prinsip dasar IR, NMR (1H & 13C), dan Mass Spektrometri., Evaluasi informasi kualitatif dan kuantitatif dari setiap teknik spektroskopi., Strategi integrasi data multi-spektra untuk identifikasi struktur., Analisis kritis terhadap studi kasus interpretasi spektra yang benar dan salah., Batasan dan sumber kesalahan dalam interpretasi data spektroskopi. Pustaka: Handbook Perkuliahan |
5% |
5
Minggu ke 5 |
Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa dapat: 1) Mengevaluasi kelebihan dan keterbatasan masing-masing teknik spektroskopi (IR, NMR, MS) dalam identifikasi gugus fungsi dan struktur molekul. 2) Menilai konsistensi dan validitas interpretasi data spektra dari suatu senyawa organik yang tidak diketahui. 3) Membandingkan dan memilih kombinasi metode spektroskopi yang paling efektif untuk menyelesaikan masalah identifikasi struktur tertentu. |
- Kemampuan mengevaluasi kecocokan data spektra IR dengan gugus fungsi yang diusulkan
- Kemampuan menilai konsistensi data NMR (1H dan 13C) dengan struktur molekul yang diinterpretasikan
- Kemampuan mengkritisi validitas penugasan puncak pada spektrum massa (MS) terhadap rumus molekul
- Kemampuan membandingkan dan menyimpulkan metode spektroskopi mana yang paling menentukan untuk identifikasi suatu senyawa
|
Bentuk Penilaian : Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Tes |
Studi kasus berbasis masalah (PBL), diskusi kelompok terpandu, presentasi dan kritik hasil interpretasi, demonstrasi analisis spektra kompleks..
|
Analisis Studi Kasus dan Peer Review, Mahasiswa diberikan file berisi set data spektroskopi (IR, NMR, MS) dari suatu senyawa organik yang tidak diketahui beserta beberapa usulan interpretasi struktur. Tugas mahasiswa adalah: 1) Mengevaluasi setiap usulan struktur berdasarkan konsistensi dengan semua data spektra. 2) Memilih usulan yang paling valid dan memberikan alasan evaluasi yang mendetail. 3) Mengunggah laporan evaluasi ke LMS. 4) Melakukan peer review terhadap laporan evaluasi minimal 2 rekan lainnya dengan memberikan kritik dan saran konstruktif berdasarkan pemahaman spektroskopi.
|
Materi: Prinsip evaluasi dan validasi data spektroskopi, Studi kasus evaluasi data IR: identifikasi gugus fungsi dan pengecualian, Studi kasus evaluasi data NMR: konsistensi pergeseran kimia, integrasi, dan kopling, Studi kasus evaluasi data MS: interpretasi pola fragmentasi dan validasi rumus molekul, Strategi integrasi dan evaluasi data multi-spektroskopi untuk konfirmasi struktur Pustaka: Handbook Perkuliahan |
5% |
6
Minggu ke 6 |
Mahasiswa dapat merancang dan mengevaluasi rute sintesis yang kompleks, mengoptimalkan langkah-langkah reaksi, serta menerapkan prinsip kimia hijau untuk menciptakan sintesis yang lebih berkelanjutan. |
- Mampu mengidentifikasi dan menganalisis struktur senyawa target yang kompleks.
- Mampu merancang rute sintesis multi-tahap yang logis dan inovatif.
- Mampu mengevaluasi efisiensi (hasil, jumlah langkah) dan selektivitas (regio-, stereo-) dari rute sintesis yang diusulkan.
- Mampu mengintegrasikan prinsip-prinsip green chemistry (seperti atom economy, penggunaan katalis, pengurangan limbah) ke dalam rancangan sintesis.
- Mampu membandingkan dan memilih strategi sintesis terbaik berdasarkan kriteria keberlanjutan dan kelayakan.
|
Bentuk Penilaian : Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Penilaian Portofolio |
Pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), diskusi kelompok, studi kasus, dan presentasi..
|
Penugasan Proyek Rancangan Sintesis, Mahasiswa secara individu atau berkelompok kecil diminta untuk memilih satu senyawa organik target yang kompleks (misalnya, suatu obat atau molekul bahan alam), kemudian merancang rute sintesis multi-tahap yang inovatif dengan mempertimbangkan efisiensi, selektivitas, dan prinsip green chemistry. Hasil rancangan dipresentasikan dalam bentuk video singkat atau dokumen tertulis yang diunggah ke LMS, dilengkapi dengan justifikasi setiap langkah dan evaluasi terhadap aspek keberlanjutan.
|
Materi: Review reaksi-reaksi organik kunci dan mekanismenya., Konsep retrosintesis dan analisis disconnect., Strategi untuk sintesis multi-tahap (linear vs. convergent synthesis)., Faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi dan selektivitas sintesis., Prinsip-prinsip Green Chemistry (12 prinsip) dan penerapannya dalam sintesis organik., Studi kasus sintesis senyawa organik kompleks (misalnya, obat atau bahan alam). Pustaka: Handbook Perkuliahan |
5% |
7
Minggu ke 7 |
Mahasiswa dapat merancang dan mengevaluasi rute sintesis organik yang kompleks, mengoptimalkan langkah-langkah reaksi untuk meminimalkan dampak lingkungan, dan memilih reagen serta kondisi reaksi yang selektif. |
- Mampu mengidentifikasi dan menganalisis struktur senyawa target yang kompleks.
- Mampu merancang rute sintesis multi-tahap yang logis dan inovatif.
- Mampu mengevaluasi dan membandingkan efisiensi atom serta ekonomi dari berbagai rute sintesis.
- Mampu menerapkan prinsip selektivitas (regioselektivitas, stereoselektivitas) dalam pemilihan reaksi.
- Mampu mengintegrasikan prinsip-prinsip green chemistry (seperti penggunaan katalis, pelarut ramah lingkungan, dan minimisasi limbah) dalam rancangan sintesis.
|
Bentuk Penilaian : Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Penilaian Portofolio |
Pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), diskusi kelompok, studi kasus, dan presentasi..
|
|
Materi: Review reaksi-reaksi organik kunci dan mekanismenya., Konsep retrosintesis dan analisis disconnect., Strategi untuk sintesis multi-tahap: linear vs. convergent synthesis., Prinsip-prinsip green chemistry dalam sintesis organik., Evaluasi efisiensi sintesis: atom economy, yield, step count., Studi kasus sintesis senyawa farmasi atau bahan alam kompleks. Pustaka: Handbook Perkuliahan |
5% |
8
Minggu ke 8 |
Mahasiswa mampu menciptakan (mendesain dan mengembangkan) prototipe modul atau media pembelajaran inovatif yang efektif, berbasis riset kimia organik terapan, dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di Pendidikan Teknologi Kejuruan. |
- Kesesuaian konsep kimia organik terapan dengan konteks kejuruan
- Tingkat inovasi dan kreativitas dalam desain modul/media
- Kualitas integrasi hasil riset ke dalam materi pembelajaran
- Kelayakan dan potensi efektivitas modul/media untuk pembelajaran
- Kesesuaian dengan prinsip pedagogi dan kebutuhan siswa kejuruan
|
Bentuk Penilaian : Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Penilaian Portofolio |
Project-Based Learning, Diskusi Kelas, Presentasi dan Review Prototipe, Konsultasi dan Scaffolding.
|
Pengumpulan proposal desain modul/media (dokumen digital), Peer-review desain awal melalui forum diskusi LMS, Pengumpulan portofolio perkembangan prototipe (dokumen, sketsa, atau mock-up digital)
|
Materi: Prinsip desain pembelajaran untuk pendidikan kejuruan, Analisis kebutuhan (need assessment) dalam konteks teknologi kejuruan, Teknik integrasi riset terapan ke dalam materi ajar, Prinsip pengembangan media pembelajaran inovatif (digital/konvensional), Studi kasus modul pembelajaran kimia organik terapan di bidang industri Pustaka: Handbook Perkuliahan |
15% |
9
Minggu ke 9 |
Mahasiswa dapat mengidentifikasi masalah terkait material atau proses dalam konteks teknologi/kejuruan, menganalisisnya menggunakan prinsip kimia organik, dan merancang atau mengevaluasi solusi yang didasarkan pada konsep kimia organik. |
- Mampu mengidentifikasi dan merumuskan masalah kompleks terkait material atau proses di bidang teknologi/kejuruan.
- Mampu menganalisis akar penyebab masalah menggunakan konsep kimia organik (misalnya, reaktivitas, struktur, sifat fungsional).
- Mampu merancang atau mengevaluasi solusi/proposal berbasis kimia organik untuk mengatasi masalah yang diidentifikasi.
- Mampu menyajikan analisis dan solusi secara sistematis dan logis.
|
Bentuk Penilaian : Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Tes |
Studi Kasus, Diskusi Terpandang, Pemecahan Masalah (Problem-Based Learning), Presentasi..
|
Analisis Studi Kasus Online, Mahasiswa diberikan studi kasus tertulis atau video tentang masalah material/proses di LMS. Mahasiswa diminta untuk menganalisis masalah, mengidentifikasi konsep kimia organik yang relevan, dan mengusulkan solusi dalam bentuk laporan tertulis atau rekaman presentasi singkat yang diunggah ke LMS.
|
Materi: Review konsep kimia organik kunci (gugus fungsi, reaksi, mekanisme) yang relevan dengan aplikasi teknologi., Studi kasus masalah material (misal: degradasi polimer, korosi pada material organik, inefisiensi katalis)., Studi kasus masalah proses (misal: optimasi sintesis dalam industri, penanganan limbah organik, formulasi produk)., Teknik analisis masalah dan perancangan solusi berbasis kimia organik. Pustaka: Handbook Perkuliahan |
5% |
10
Minggu ke 10 |
Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat: 1) Menganalisis dampak lingkungan dan risiko keamanan dari proses sintesis dan aplikasi senyawa organik di industri; 2) Mengevaluasi keberlanjutan suatu proses kimia berdasarkan prinsip kimia hijau; 3) Merancang atau mengusulkan modifikasi proses sintesis yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. |
- Mampu mengidentifikasi dan menganalisis dampak lingkungan (limbah, emisi, toksisitas) dari suatu sintesis senyawa organik industri.
- Mampu mengevaluasi tingkat keamanan dan risiko suatu proses kimia berdasarkan data yang tersedia.
- Mampu mengusulkan alternatif reagen, pelarut, atau rute sintesis yang lebih berkelanjutan dengan justifikasi yang tepat berdasarkan prinsip kimia hijau.
- Mampu menyusun rekomendasi untuk meningkatkan keberlanjutan suatu proses industri kimia organik.
|
Bentuk Penilaian : Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Penilaian Portofolio |
Ceramah interaktif, studi kasus (analisis proses industri nyata), diskusi kelompok terpumpun (FGD) untuk mengevaluasi dan mengusulkan alternatif, dan presentasi hasil evaluasi kelompok..
|
Analisis Studi Kasus dan Proposal Perbaikan, Mahasiswa secara individu atau berkelompok kecil (online) diberikan studi kasus proses sintesis industri suatu senyawa organik (misalnya, parasetamol atau suatu monomer plastik). Tugas mereka adalah: 1) Menganalisis dan mengevaluasi dampak lingkungan serta keamanan proses tersebut berdasarkan data yang diberikan; 2) Menghitung metrik kimia hijau tertentu (misal, E-factor); 3) Mengusulkan minimal dua alternatif modifikasi (bisa pada reagen, pelarut, atau langkah reaksi) untuk membuat proses lebih berkelanjutan, disertai justifikasi berdasarkan prinsip kimia hijau. Hasilnya disusun dalam bentuk portofolio digital (dokumen analisis dan slide presentasi singkat) yang diunggah ke LMS.
|
Materi: Prinsip-prinsip Dasar Kimia Hijau (12 Prinsip Anastas & Warner)., Metrik Kimia Hijau (Atom Economy, E-factor, Mass Intensity)., Analisis Daur Hidup (Life Cycle Analysis - LCA) sederhana untuk senyawa/proses kimia., Studi Kasus: Evaluasi dampak lingkungan sintesis industri senyawa organik tertentu (misalnya: aspirin, ibuprofen, pestisida)., Alternatif Berkelanjutan: Penggunaan katalis, pelarut hijau, dan sintesis biomimetik. Pustaka: Handbook Perkuliahan |
5% |
11
Minggu ke 11 |
Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat: 1) Menganalisis dan mengevaluasi aspek lingkungan dan keamanan dari proses sintesis dan aplikasi senyawa organik di industri, 2) Mengidentifikasi masalah keberlanjutan dalam praktik kimia organik industri, 3) Merancang dan mengusulkan alternatif sintesis atau aplikasi yang lebih ramah lingkungan berdasarkan prinsip-prinsip kimia hijau. |
- Mampu menganalisis data dampak lingkungan (limbah, energi, toksisitas) dari suatu proses sintesis senyawa organik industri.
- Mampu mengevaluasi risiko keamanan (bahaya kimia, penanganan) dalam penggunaan senyawa organik tertentu.
- Mampu mengusulkan modifikasi proses atau alternatif senyawa/reagen yang lebih berkelanjutan dengan justifikasi ilmiah yang kuat.
- Mampu menyusun rekomendasi berbasis prinsip kimia hijau untuk mengurangi jejak lingkungan suatu proses industri.
|
Kriteria:
5 Bentuk Penilaian : Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Penilaian Portofolio |
Ceramah interaktif, studi kasus, diskusi kelompok terpumpun (focused group discussion), dan presentasi..
|
Analisis Studi Kasus dan Proposal Alternatif, Mahasiswa secara individu atau berkelompok kecil (online) diberikan studi kasus proses industri senyawa organik tertentu (misal: produksi adipic acid, sintesis suatu farmasi). Mereka diminta untuk: 1) Menganalisis dan mengevaluasi dampak lingkungan & keamanan proses tersebut berdasarkan data yang diberikan/prinsip kimia hijau, 2) Mengusulkan minimal dua alternatif modifikasi atau pendekatan baru yang lebih berkelanjutan, dilengkapi dengan justifikasi ilmiah dan perhitungan metrik hijau sederhana (misal: atom economy). Hasilnya disusun dalam bentuk portofolio digital (dokumen analisis dan slide presentasi singkat) yang diunggah ke LMS.
|
Materi: Prinsip-prinsip Kimia Hijau (12 Prinsip Anastas & Warner)., Analisis Daur Hidup (Life Cycle Analysis - LCA) sederhana untuk senyawa/proses kimia., Metrik Kimia Hijau (atom economy, E-factor, massa efektif)., Studi Kasus: Evaluasi proses industri senyawa organik konvensional (misal: sintesis ibuprofen, produksi plastik)., Alternatif Berkelanjutan: Katalisis hijau, pelarut ramah lingkungan, bahan baku terbarukan, dan desain senyawa yang dapat terdegradasi. Pustaka: Handbook Perkuliahan |
5% |
12
Minggu ke 12 |
Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa dapat menganalisis dan memprediksi bagaimana modifikasi struktur senyawa organik memengaruhi sifat dan aktivitasnya dalam konteks aplikasi material atau katalitik. |
- Mengidentifikasi gugus fungsi atau bagian struktur kunci yang menentukan sifat suatu senyawa organik.
- Menganalisis pengaruh perubahan struktur (seperti substituen, konjugasi, stereokimia) terhadap aktivitas atau sifat fisiko-kimia senyawa.
- Mengevaluasi potensi aplikasi senyawa organik berdasarkan analisis SAR dalam bidang material (misal: polimer konduktif) atau katalis (misal: katalis organologam).
- Membandingkan efektivitas beberapa senyawa analog berdasarkan prinsip SAR.
|
Bentuk Penilaian : Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Tes |
Ceramah interaktif, studi kasus, diskusi kelompok, dan presentasi analisis..
|
Analisis Studi Kasus dan Presentasi Virtual, Mahasiswa secara individu atau berkelompok diberikan studi kasus senyawa organik tertentu (misalnya, serangkaian katalis organologam atau monomer polimer). Mereka diminta untuk menganalisis hubungan struktur-aktivitasnya berdasarkan literatur, membuat laporan analisis tertulis, dan merekam presentasi singkat (video) yang menjelaskan analisis serta evaluasi potensi aplikasinya. Tugas dikumpulkan dan didiskusikan melalui forum LMS.
|
Materi: Konsep dasar Hubungan Struktur-Aktivitas (SAR)., Parameter struktur yang memengaruhi sifat dan aktivitas (contoh: polaritas, ukuran, bentuk, gugus fungsi)., Analisis SAR pada senyawa untuk aplikasi material (contoh: monomer polimer, bahan elektronik organik)., Analisis SAR pada senyawa untuk aplikasi katalis (contoh: ligan dalam katalisis organologam, katalis organik)., Studi kasus evaluasi senyawa organik untuk aplikasi spesifik. Pustaka: Handbook Perkuliahan |
5% |
13
Minggu ke 13 |
Mahasiswa dapat merancang dan mengembangkan prototipe modul atau media pembelajaran (seperti simulasi, video instruksional, atau kit praktikum) yang mengintegrasikan konsep kimia organik terapan (misalnya: sintesis polimer, biodiesel, atau senyawa farmasetika sederhana) dengan pendekatan pembelajaran di bidang teknologi kejuruan. |
- Kesesuaian modul/media dengan prinsip kimia organik terapan yang dipilih.
- Tingkat inovasi dan kreativitas dalam desain media/modul pembelajaran.
- Relevansi dan aplikabilitas modul/media untuk konteks pendidikan teknologi kejuruan.
- Kelengkapan dan kejelasan struktur modul (tujuan, materi, aktivitas, evaluasi).
- Kualitas presentasi dan dokumentasi prototipe yang dihasilkan.
|
Bentuk Penilaian : Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Penilaian Portofolio |
Project-Based Learning, Diskusi dan Presentasi Prototipe, Pendampingan (Coaching) dalam Perancangan..
|
|
Materi: Prinsip-prinsip desain media pembelajaran untuk pendidikan kejuruan., Studi kasus riset kimia organik terapan (misal: sintesis biodiesel dari minyak jelantah, pembuatan bioplastik)., Teknik pengembangan modul pembelajaran berbasis proyek., Strategi integrasi konten kimia terapan ke dalam kurikulum teknologi kejuruan. Pustaka: Handbook Perkuliahan |
5% |
14
Minggu ke 14 |
Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa mampu: 1) Menganalisis kebutuhan dan konteks pembelajaran kimia organik di pendidikan teknologi kejuruan; 2) Merancang konsep modul atau media pembelajaran inovatif berbasis riset terapan; 3) Menciptakan prototipe atau draf lengkap modul/media pembelajaran tersebut; 4) Mengevaluasi kelayakan dan relevansi media/modul yang dibuat terhadap tujuan pembelajaran. |
- Kemampuan mengidentifikasi dan menganalisis riset kimia organik terapan yang relevan dengan kompetensi kejuruan.
- Kreativitas dan orisinalitas dalam merancang konsep modul/media pembelajaran.
- Kesesuaian desain modul/media dengan prinsip pedagogi dan karakteristik peserta didik kejuruan.
- Kelengkapan dan sistematika penyajian materi dalam modul/media yang dibuat.
- Kemampuan mengevaluasi dan merefleksikan kelebihan serta keterbatasan media/modul yang dikembangkan.
|
Bentuk Penilaian : Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Penilaian Portofolio |
Project-Based Learning, Diskusi Kelompok Terpumpun, Presentasi dan Review Sejawat, Konsultasi dan Pendampingan Proyek..
|
|
Materi: Prinsip dan strategi pengembangan media/modul pembelajaran inovatif., Analisis kebutuhan pembelajaran kimia organik di konteks teknologi kejuruan (SMK, Politeknik)., Teknik integrasi hasil riset kimia organik terapan (misal: sintesis polimer, biodiesel, farmasi sederhana, material fungsional) ke dalam materi ajar., Prinsip desain instruksional dan pedagogi untuk pendidikan kejuruan., Teknik evaluasi dan revisi media/modul pembelajaran. Pustaka: Handbook Perkuliahan |
5% |
15
Minggu ke 15 |
Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat: 1) Mengidentifikasi struktur dan komponen utama laporan ilmiah/proposal penelitian kimia organik, 2) Menyusun draft laporan analisis atau proposal penelitian dengan menerapkan kaidah penulisan ilmiah, dan 3) Mengevaluasi dan merevisi tulisan ilmiah berdasarkan prinsip kejelasan, ketepatan, dan konsistensi. |
- Kemampuan mengidentifikasi dan menjelaskan struktur laporan ilmiah/proposal penelitian kimia organik.
- Kemampuan menyusun draft laporan analisis atau proposal penelitian dengan kaidah penulisan yang benar (tata bahasa, format, sitasi).
- Kemampuan memberikan evaluasi dan revisi konstruktif terhadap draft tulisan ilmiah.
|
Bentuk Penilaian : Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Penilaian Portofolio |
Pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), diskusi kelompok, presentasi dan peer-review, serta ceramah interaktif untuk penjelasan konsep..
|
Penyusunan dan peer-review draft laporan analisis atau proposal penelitian kimia organik terapan secara asinkron melalui forum diskusi LMS. Mahasiswa mengunggah draft, memberikan komentar pada karya rekan, dan merevisi draft berdasarkan masukan yang diterima.
|
Materi: Prinsip dan etika penulisan ilmiah., Struktur dan komponen laporan analisis kimia organik (pendahuluan, metodologi, hasil, pembahasan, kesimpulan)., Struktur dan komponen proposal penelitian kimia organik terapan (latar belakang, rumusan masalah, tujuan, tinjauan pustaka, metodologi, rencana kerja)., Teknik penulisan dan penyajian data (tabel, grafik, spektrum)., Sistem sitasi dan pengutipan referensi (contoh: APA, ACS style)., Teknik peer-review dan revisi naskah ilmiah. Pustaka: Handbook Perkuliahan |
5% |
16
Minggu ke 16 |
Setelah mengikuti pertemuan ini, mahasiswa diharapkan mampu: 1) Mengidentifikasi komponen-komponen esensial dalam laporan analisis dan proposal penelitian kimia organik terapan; 2) Menerapkan kaidah penulisan ilmiah (struktur, tata bahasa, pengutipan, penyajian data) dalam dokumen akademik; 3) Menyusun kerangka laporan analisis atau proposal penelitian yang koheren dan argumentatif; 4) Mengevaluasi dan merevisi draft penulisan berdasarkan prinsip kejelasan, ketepatan, dan konsistensi. |
- Kemampuan mengidentifikasi dan menyusun struktur laporan/proposal yang lengkap dan logis.
- Ketepatan dalam menerapkan kaidah penulisan ilmiah (pengutipan, penyajian data, tata bahasa).
- Kualitas argumentasi dan analisis yang disajikan dalam latar belakang, tujuan, dan metodologi.
- Kemampuan menyajikan data hasil analisis (jika laporan) atau rencana penelitian (jika proposal) secara sistematis dan jelas.
- Kesesuaian format dan gaya penulisan dengan standar akademik yang berlaku.
|
Bentuk Penilaian : Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Penilaian Portofolio |
Ceramah interaktif, studi kasus (analisis contoh laporan dan proposal yang baik dan kurang baik), diskusi kelompok, workshop penulisan, dan presentasi serta peer review draft..
|
Peer review draft laporan/proposal melalui forum diskusi LMS., Kuis online tentang identifikasi kesalahan dalam contoh penulisan ilmiah., Pengumpulan portofolio revisi bagian pendahuluan dan metodologi.
|
Materi: Prinsip dasar penulisan ilmiah: kejelasan, ketepatan, objektivitas, dan konsistensi., Struktur laporan analisis kimia organik terapan: pendahuluan, metodologi, hasil dan pembahasan, kesimpulan, daftar pustaka., Struktur proposal penelitian: latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan manfaat, tinjauan pustaka, metodologi, jadwal, dan anggaran., Teknik pengutipan dan penyusunan daftar pustaka (style APA/ACS/IEEE)., Penyajian data: tabel, grafik, spektrum (IR, NMR), dan interpretasinya dalam teks., Etika penulisan: plagiarisme, paraphrasing, acknowledgment. Pustaka: Handbook Perkuliahan |
15% |