Universitas Negeri Surabaya
Fakultas Teknik
Program Studi S2 Informatika

Kode Dokumen

SEMESTER LEARNING PLAN

Course

KODE

Rumpun MataKuliah

Bobot Kredit

SEMESTER

Tanggal Penyusunan

Inovasi Produk Perangkat Lunak

5510003029

Mata Kuliah Pilihan Program Studi

T=3

P=0

ECTS=6.72

3

21 April 2025

OTORISASI

Pengembang S.P

Koordinator Rumpun matakuliah

Koordinator Program Studi




Ricky Eka Putra




Ricky Eka Putra




RICKY EKA PUTRA

Model Pembelajaran

Project Based Learning

Program Learning Outcomes (PLO)

PLO program Studi yang dibebankan pada matakuliah

PLO-5

Mampu mengaplikasikan keahlian lanjut dalam bidang Informatika, khususnya Sains Data dan Kecerdasan Artifisial, Jaringan Cerdas dan Multimedia, serta Rekayasa Sistem Informatika, sesuai dengan kebutuhan riset, industri, pendidikan, dan masyarakat.

PLO-6

Mampu merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi riset di bidang Informatika dengan pendekatan ilmiah untuk menghasilkan karya inovatif, publikasi ilmiah, model, metode, sistem, atau teknologi yang relevan.

PLO-9

Mampu mengembangkan solusi informatika yang inovatif, efektif, efisien, aman, adaptif, dan berkelanjutan untuk meningkatkan kinerja organisasi, industri, pendidikan, atau masyarakat.

PLO-10

Mampu memimpin, mengelola, mengomunikasikan, dan mengendalikan proyek atau kegiatan profesional di bidang Informatika secara kolaboratif, etis, dan bertanggung jawab.

Program Objectives (PO)

PO - 1

Mengaplikasikan keahlian lanjut dalam bidang Rekayasa Sistem Informatika untuk merancang, mengembangkan, mengevaluasi, dan meningkatkan kualitas sistem perangkat lunak atau sistem informasi. (CPMK05.3)

PO - 2

Mengelola proses pengembangan sistem, produk, atau layanan berbasis informatika dengan memperhatikan tujuan, sumber daya, risiko, dan keberhasilan proyek. (CPMK06.2)

PO - 3

Menghasilkan prototipe, model, metode, sistem, atau produk teknologi informatika yang bernilai inovatif dan relevan dengan kebutuhan pengguna atau pemangku kepentingan. (CPMK09.3)

PO - 4

Menerapkan kemampuan manajerial, kepemimpinan, komunikasi, dan pengambilan keputusan dalam pelaksanaan proyek atau kegiatan profesional bidang Informatika. (CPMK10.2)

Matrik PLO-PO

 
POPLO-5PLO-6PLO-9PLO-10
PO-1   
PO-2   
PO-3   
PO-4   

Matrik PO pada Kemampuan akhir tiap tahapan belajar (Sub-PO)

 
PO Minggu Ke
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
PO-1
PO-2
PO-3
PO-4

Deskripsi Singkat Mata Kuliah

Mata kuliah Inovasi Produk Perangkat Lunak (3 SKS) membekali mahasiswa dengan kemampuan menghasilkan prototipe dan produk perangkat lunak yang bernilai inovatif dan relevan dengan kebutuhan pengguna serta pemangku kepentingan (CPMK09.3), dengan mengaplikasikan keahlian lanjut Rekayasa Sistem Informatika untuk merancang, mengembangkan, mengevaluasi, dan meningkatkan kualitas produk (CPMK05.3). Mahasiswa mengelola proses pengembangan produk secara sistematis dengan memperhatikan tujuan, sumber daya, risiko, dan keberhasilan proyek melalui pendekatan Lean Startup dan Agile (CPMK06.2), serta menerapkan kemampuan manajerial, kepemimpinan, komunikasi, dan pengambilan keputusan dalam pelaksanaan proyek pengembangan produk (CPMK10.2). Cakupan meliputi identifikasi peluang dan design thinking, validasi masalah-solusi dan product-market fit, pengembangan Minimum Viable Product (MVP), metrik produk dan eksperimen (A/B testing), pertimbangan model bisnis dan monetisasi, hingga strategi peluncuran dan penskalaan. Melalui model Project Based Learning, mahasiswa membangun produk perangkat lunak inovatif end-to-end: dari penggalian kebutuhan pengguna, ideasi dan prototipe, pengembangan MVP, validasi berbasis metrik dan umpan balik, hingga peluncuran dan penyusunan rencana keberlanjutan produk.

Pustaka

Utama :

  1. E. Ries, The Lean Startup: How Today's Entrepreneurs Use Continuous Innovation to Create Radically Successful Businesses. New York, NY, USA: Crown Business, 2011.
  2. M. Cagan, Inspired: How to Create Tech Products Customers Love, 2nd ed. Hoboken, NJ, USA: Wiley, 2018.
  3. J. Knapp, J. Zeratsky, and B. Kowitz, Sprint: How to Solve Big Problems and Test New Ideas in Just Five Days. New York, NY, USA: Simon & Schuster, 2016.
  4. A. Osterwalder and Y. Pigneur, Business Model Generation. Hoboken, NJ, USA: Wiley, 2010.

Pendukung :

  1. M. Y. Ardiansyah and R. E. Putra, "API first development portal informasi produk UMKM kerupuk di Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo berbasis microservices," J. Informatics Comput. Sci. (JINACS), vol. 5, no. 4, pp. 473-485, 2024.
  2. M. Z. Avlach and Y. Yamasari,
  3. W. S. Arrafi and R. E. Putra,
  4. K. Wulandari and Y. Yamasari,
  5. K. Muchtar, Y. Hafifah, A. Febriana, R. Dawood, Ahmadiar, A. Bahri, C-Y. Lin, and E. Yohannes,
  6. E. Praptama and Y. Yamasari,
  7. A. Kurniawan and Y. Yamasari,
  8. R. Bisma, M. P. Arbaningrum, R. E. Putra, and I. M. Suartana,
  9. R A. R. R. Raif, R. E. Putra, A. Prapanca, and A. Qoiriah, "Penerapan DINOv2 pada Content Based Image Retrieval (CBIR) dalam website katalog digital batik Surabaya," J. Informatics Comput. Sci. (JINACS), Univ. Negeri Surabaya, 2025.

Dosen Pengampu

Prof. Dr. I Gusti Putu Asto Buditjahjanto, S.T., M.T.

Minggu Ke-

Kemampuan akhir tiap tahapan belajar
(Sub-PO)

Penilaian

Bantuk Pembelajaran,

Metode Pembelajaran,

Penugasan Mahasiswa,

 [ Estimasi Waktu]

Materi Pembelajaran

[ Pustaka ]

Bobot Penilaian (%)

Indikator

Kriteria & Bentuk

Luring (offline)

Daring (online)

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

1

Minggu ke 1

Mahasiswa mampu menjelaskan konsep inovasi produk perangkat lunak, perbedaan project vs product mindset, prinsip Lean Startup (build-measure-learn), serta mengidentifikasi peluang produk inovatif yang relevan dengan kebutuhan pengguna.

  1. Ketepatan menjelaskan konsep inovasi dan Lean Startup.
  2. Ketajaman identifikasi peluang produk.
  3. Kejelasan kandidat ide dan segmen pengguna.
Kriteria:
  1. Skor rubrik pemahaman konsep dasar minimal 70.
  2. Dokumen kandidat peluang produk dan segmen pengguna terkumpul lengkap.

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
Dosen memaparkan RPS, kontrak kuliah, dan gambaran proyek produk akhir; pembahasan konsep inovasi (inkremental vs disruptif), product mindset, siklus build-measure-learn Lean Startup, dan konsep validated learning; diskusi kasus keberhasilan/kegagalan produk perangkat lunak; mahasiswa membentuk tim produk dan mengeksplorasi kandidat peluang/ide produk beserta segmen pengguna targetnya.
3 x 50

Materi: Vision: prinsip Lean Startup, validated learning, dan build-measure-learn.
Pustaka: E. Ries, The Lean Startup: How Today's Entrepreneurs Use Continuous Innovation to Create Radically Successful Businesses. New York, NY, USA: Crown Business, 2011.
5%

2

Minggu ke 2

Mahasiswa mampu menggali kebutuhan pengguna melalui riset pengguna (wawancara, observasi), menyusun persona dan customer journey, serta merumuskan kebutuhan dengan kerangka Jobs-to-be-Done untuk memahami masalah nyata pengguna.

  1. Kualitas panduan dan pelaksanaan riset pengguna.
  2. Ketepatan persona dan customer journey.
  3. Kejelasan rumusan kebutuhan (JTBD).
Kriteria:

Dokumen riset pengguna, persona, dan peta kebutuhan produk memperoleh skor rubrik minimal 70.


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
Pembahasan teknik riset pengguna kualitatif (wawancara problem, observasi kontekstual), penyusunan persona, empathy map, customer journey map, dan kerangka Jobs-to-be-Done; praktik merancang panduan wawancara dan melakukan simulasi wawancara pengguna; tim melaksanakan penggalian kebutuhan awal untuk segmen pengguna produknya dan menyusun persona serta peta kebutuhan.
3 x 50

Materi: Customer discovery dan product opportunity: memahami pengguna dan kebutuhan.
Pustaka: M. Cagan, Inspired: How to Create Tech Products Customers Love, 2nd ed. Hoboken, NJ, USA: Wiley, 2018.
5%

3

Minggu ke 3

Mahasiswa mampu menerapkan proses design thinking (empathize-define-ideate-prototype-test) dan kerangka Design Sprint untuk menghasilkan dan menyeleksi ide solusi produk yang inovatif secara cepat.

  1. Kualitas dan keragaman ide yang dihasilkan.
  2. Ketepatan seleksi solusi.
  3. Kelayakan prototipe awal.
Kriteria:

Dokumen ideasi dan prototipe lo-fi produk memperoleh skor rubrik minimal 70.


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
Pembahasan proses design thinking dan struktur Design Sprint lima hari (map-sketch-decide-prototype-test); workshop ideasi (brainstorming, Crazy 8s, dot voting) untuk menghasilkan alternatif solusi dan menyeleksinya; tim menyusun problem statement (How Might We) dan membuat sketsa solusi serta prototipe kertas/lo-fi untuk produknya; review antar tim.
3 x 50

Materi: Proses design sprint, ideasi, dan prototyping cepat.
Pustaka: J. Knapp, J. Zeratsky, and B. Kowitz, Sprint: How to Solve Big Problems and Test New Ideas in Just Five Days. New York, NY, USA: Simon & Schuster, 2016.
5%

4

Minggu ke 4

Mahasiswa mampu merumuskan dan menguji hipotesis riskiest assumption melalui eksperimen validasi (problem-solution fit), mengelola pembelajaran secara sistematis, serta memahami konsep product-market fit sebagai sasaran keberhasilan produk.

  1. Ketepatan identifikasi asumsi berisiko.
  2. Kualitas desain eksperimen validasi.
  3. Kejelasan pembelajaran dan keputusan tindak lanjut.
Kriteria:

Dokumen eksperimen validasi dan pembelajaran produk memperoleh skor rubrik minimal 70.


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
Pembahasan pengujian hipotesis produk: leap-of-faith assumptions, riskiest assumption test, jenis eksperimen (interview, smoke test, landing page, wizard of oz), dan indikator product-market fit; praktik merancang eksperimen validasi untuk asumsi paling berisiko produk; tim menjalankan eksperimen validasi masalah-solusi dan mendokumentasikan pembelajarannya (validated/invalidated).
3 x 50

Materi: Steer (Leap, Test, Measure): hipotesis, eksperimen, dan validated learning.
Pustaka: E. Ries, The Lean Startup: How Today's Entrepreneurs Use Continuous Innovation to Create Radically Successful Businesses. New York, NY, USA: Crown Business, 2011.
5%

5

Minggu ke 5

Mahasiswa mampu merancang solusi produk yang berkualitas - value proposition yang jelas, rancangan user experience (UX) dan antarmuka, serta arsitektur teknis produk - sebagai dasar pengembangan yang andal dan dapat dipelihara.

  1. Kejelasan value proposition.
  2. Kualitas rancangan UX.
  3. Kelayakan arsitektur teknis produk.
Kriteria:

Dokumen value proposition, rancangan UX, dan arsitektur produk memperoleh skor rubrik minimal 70.


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
Pembahasan value proposition design, prinsip UX/UI, information architecture, serta pemilihan arsitektur teknis produk (mis. arsitektur front-end modern, manajemen state); telaah hasil riset dosen tentang implementasi dan manajemen state pada website Next.js (Context API vs Redux) sebagai rujukan keputusan teknis produk; tim menyusun value proposition canvas, rancangan UX (wireframe/mockup), dan sketsa arsitektur teknis produknya.
3 x 50

Materi: Product design dan prototypes: value proposition dan perancangan produk.
Pustaka: M. Cagan, Inspired: How to Create Tech Products Customers Love, 2nd ed. Hoboken, NJ, USA: Wiley, 2018.

Materi: Keputusan arsitektur teknis produk.
Pustaka: W. S. Arrafi and R. E. Putra,
5%

6

Minggu ke 6

Mahasiswa mampu menentukan lingkup Minimum Viable Product (MVP), menyusun dan memprioritaskan backlog (mis. MoSCoW), serta merancang pengembangan produk dengan pendekatan modern (API-first, microservices) untuk fondasi yang skalabel.

  1. Ketepatan penentuan lingkup MVP.
  2. Kualitas dan prioritas backlog.
  3. Kelayakan pendekatan pengembangan.
Kriteria:

Dokumen lingkup MVP dan backlog terprioritas produk memperoleh skor rubrik minimal 70.


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
Pembahasan konsep MVP dan strateginya, teknik prioritasi fitur (MoSCoW, value vs effort), penyusunan product backlog dan user stories, serta pendekatan pengembangan API-first/microservices; telaah hasil riset dosen tentang pengembangan portal produk UMKM berbasis microservices dengan pendekatan API-first sebagai rujukan; tim menetapkan lingkup MVP, menyusun backlog terprioritas, dan merancang pendekatan pengembangan produknya.
3 x 50

Materi: MVP dan product backlog: penentuan lingkup dan prioritas produk.
Pustaka: M. Cagan, Inspired: How to Create Tech Products Customers Love, 2nd ed. Hoboken, NJ, USA: Wiley, 2018.

Materi: Pendekatan API-first pada pengembangan produk.
Pustaka: M. Y. Ardiansyah and R. E. Putra,
5%

7

Minggu ke 7

Mahasiswa mampu mengelola pengembangan produk dengan kerangka Agile/Scrum - peran, artefak, dan seremoni - serta merencanakan sprint, mengelola risiko, dan berkolaborasi efektif untuk mencapai keberhasilan proyek produk.

  1. Ketepatan penerapan kerangka Scrum.
  2. Kualitas rencana sprint dan estimasi.
  3. Kejelasan mekanisme kolaborasi dan manajemen risiko.
Kriteria:

Rencana sprint dan mekanisme kerja tim memperoleh skor rubrik minimal 70.


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
Pembahasan kerangka Scrum (peran, artefak, seremoni), sprint planning, estimasi (story point), papan kanban, dan manajemen risiko produk; telaah hasil riset dosen tentang pengembangan aplikasi web dengan ReactJS/NestJS dan Agile Scrum sebagai rujukan praktik pengelolaan; simulasi sprint planning dan penetapan sprint goal; tim menyusun rencana sprint dan mekanisme kerja untuk pengembangan MVP menjelang Ujian SubSumatif.
3 x 50

Materi: Pelaksanaan dan iterasi: manajemen kerja iteratif.
Pustaka: J. Knapp, J. Zeratsky, and B. Kowitz, Sprint: How to Solve Big Problems and Test New Ideas in Just Five Days. New York, NY, USA: Simon & Schuster, 2016.

Materi: Penerapan Agile Scrum pada pengembangan produk.
Pustaka: M. Z. Avlach and Y. Yamasari,
5%

8

Minggu ke 8

Mahasiswa mampu mempertanggungjawabkan konsep produk, hasil riset dan validasi pengguna, rancangan solusi, serta rencana MVP dan sprint (tahap 1), serta mendemonstrasikan penguasaan konsep inovasi dan manajemen produk pertemuan 1-7.

  1. Penguasaan konsep pada tes tertulis.
  2. Kelengkapan dan koherensi paket konsep produk tahap 1.
  3. Kualitas argumentasi keputusan produk saat tanya jawab.
Kriteria:
  1. Skor gabungan tes tertulis dan paket konsep minimal 70.
  2. Produk dinyatakan layak lanjut ke tahap pengembangan MVP.

Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Tes
Ujian SubSumatif: (1) tes tertulis individu mencakup Lean Startup, riset pengguna dan JTBD, design thinking, validasi hipotesis dan product-market fit, MVP scoping, serta Agile/Scrum; (2) presentasi tim atas paket konsep produk tahap 1 (peluang, riset pengguna dan persona, hasil validasi, rancangan solusi, lingkup MVP, dan rencana sprint) beserta tanya jawab.
3 x 50

Materi: Materi-materi dari minggu ke-1 s.d. ke-7.
Pustaka: E. Ries, The Lean Startup: How Today's Entrepreneurs Use Continuous Innovation to Create Radically Successful Businesses. New York, NY, USA: Crown Business, 2011.

Materi: Materi-materi dari minggu ke-1 s.d. ke-7.
Pustaka: M. Cagan, Inspired: How to Create Tech Products Customers Love, 2nd ed. Hoboken, NJ, USA: Wiley, 2018.

Materi: Materi-materi dari minggu ke-1 s.d. ke-7.
Pustaka: J. Knapp, J. Zeratsky, and B. Kowitz, Sprint: How to Solve Big Problems and Test New Ideas in Just Five Days. New York, NY, USA: Simon & Schuster, 2016.

Materi: Materi-materi dari minggu ke-1 s.d. ke-7.
Pustaka: A. Osterwalder and Y. Pigneur, Business Model Generation. Hoboken, NJ, USA: Wiley, 2010.
15%

9

Minggu ke 9

Mahasiswa mampu menghasilkan MVP produk yang berfungsi dan bernilai inovatif, termasuk mengintegrasikan teknologi mutakhir (mis. komponen AI, edge deployment, atau modern stack) yang relevan dengan proposisi nilai produk.

  1. Fungsionalitas fitur inti MVP.
  2. Kualitas integrasi teknologi inovatif.
  3. Kesesuaian MVP dengan proposisi nilai produk.
Kriteria:

MVP fungsional dengan fitur inti berjalan memperoleh skor rubrik minimal 70.


Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Penilaian Praktikum
Sprint pengembangan MVP: tim membangun fitur inti sesuai backlog terprioritas dan mengintegrasikan teknologi inovatif yang relevan; pembahasan pola integrasi teknologi mutakhir pada produk dengan telaah tiga hasil riset dosen sebagai rujukan: deteksi berbasis Edge AI dengan Streamlit, chatbot berbasis RAG multimodal, dan temu kembali citra berbasis DINOv2; demo internal MVP antar tim dan pengumpulan umpan balik teknis.
3 x 50

Materi: Fitur produk berbasis RAG.
Pustaka: K. Wulandari and Y. Yamasari,

Materi: Integrasi AI pada produk.
Pustaka: K. Muchtar, Y. Hafifah, A. Febriana, R. Dawood, Ahmadiar, A. Bahri, C-Y. Lin, and E. Yohannes,

Materi: Fitur temu kembali citra pada produk.
Pustaka: R A. R. R. Raif, R. E. Putra, A. Prapanca, and A. Qoiriah,
5%

10

Minggu ke 10

Mahasiswa mampu mengevaluasi dan meningkatkan kualitas produk perangkat lunak menggunakan standar kualitas (ISO/IEC 25010), pengujian (fungsional, usability), dan optimasi performa berbasis pengukuran.

  1. Ketepatan penerapan kriteria kualitas ISO/IEC 25010.
  2. Kelengkapan pengujian.
  3. Besaran perbaikan performa yang terukur.
Kriteria:

Laporan pengujian kualitas dan optimasi performa produk memperoleh skor rubrik minimal 70.


Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Penilaian Praktikum
Pembahasan model kualitas ISO/IEC 25010, strategi pengujian (fungsional, usability, kinerja), dan teknik optimasi performa aplikasi web; telaah dua hasil riset dosen: evaluasi kualitas perangkat lunak berdasarkan ISO/IEC 25010 dan evaluasi performa aplikasi menggunakan PageSpeed Insights sebagai rujukan kerangka penilaian dan optimasi; tim melakukan pengujian kualitas dan optimasi performa pada MVP produknya serta mendokumentasikan hasil sebelum-sesudah.
3 x 50

Materi: Penerapan standar kualitas produk.
Pustaka: E. Praptama and Y. Yamasari,

Materi: Pengukuran dan optimasi performa produk.
Pustaka: A. Kurniawan and Y. Yamasari,
5%

11

Minggu ke 11

Mahasiswa mampu merancang model bisnis produk menggunakan Business Model Canvas, menentukan strategi monetisasi (freemium, subscription, transaksi), dan menganalisis kelayakan ekonomi produk dengan mempertimbangkan sumber daya dan risiko.

  1. Kelengkapan dan koherensi Business Model Canvas.
  2. Ketepatan strategi monetisasi.
  3. Kualitas analisis kelayakan dan risiko.
Kriteria:

Dokumen model bisnis dan strategi monetisasi produk memperoleh skor rubrik minimal 70.


Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Penilaian Portofolio
Pembahasan Business Model Canvas (sembilan blok), model monetisasi produk digital, struktur biaya dan aliran pendapatan, serta metrik ekonomi produk (CAC, LTV) dan analisis risiko bisnis; workshop penyusunan Business Model Canvas produk; tim merancang model bisnis dan strategi monetisasi produknya beserta analisis kelayakan sederhana.
3 x 50

Materi: Business Model Canvas dan model pendapatan.
Pustaka: A. Osterwalder and Y. Pigneur, Business Model Generation. Hoboken, NJ, USA: Wiley, 2010.
5%

12

Minggu ke 12

Mahasiswa mampu menetapkan metrik produk yang tepat (mis. AARRR/pirate metrics, North Star Metric), merancang dan menjalankan eksperimen (A/B testing), serta mengambil keputusan produk (persevere/pivot) berbasis data dan umpan balik pengguna.

  1. Ketepatan pemilihan metrik produk.
  2. Kualitas desain eksperimen/A-B testing.
  3. Kualitas keputusan berbasis data.
Kriteria:

Dokumen metrik, hasil eksperimen, dan keputusan produk memperoleh skor rubrik minimal 70.


Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Penilaian Praktikum
Pembahasan kerangka metrik produk (AARRR, North Star Metric, HEART), instrumentasi analitik, desain A/B testing, dan kerangka keputusan pivot-or-persevere; telaah hasil riset dosen tentang analisis kepuasan pengguna aplikasi dengan model UTAUT 2 sebagai rujukan pengukuran penerimaan pengguna; praktik menetapkan metrik dan merancang eksperimen untuk produk; tim mengumpulkan data penggunaan/umpan balik MVP dan merumuskan keputusan produk berbasis data.
3 x 50

Materi: Measure dan Pivot or Persevere: metrik actionable dan keputusan produk.
Pustaka: E. Ries, The Lean Startup: How Today's Entrepreneurs Use Continuous Innovation to Create Radically Successful Businesses. New York, NY, USA: Crown Business, 2011.

Materi: Pengukuran penerimaan dan kepuasan pengguna.
Pustaka: R. Bisma, M. P. Arbaningrum, R. E. Putra, and I. M. Suartana,
5%

13

Minggu ke 13

Mahasiswa mampu merancang strategi peluncuran (go-to-market), pertumbuhan (growth loops, akuisisi-retensi), dan penskalaan produk dengan memperhatikan kesiapan teknis (skalabilitas) dan pengelolaan sumber daya serta risiko.

  1. Kelayakan rencana go-to-market dan pertumbuhan.
  2. Ketepatan strategi retensi.
  3. Kesadaran kesiapan penskalaan teknis.
Kriteria:

Dokumen strategi peluncuran dan penskalaan produk memperoleh skor rubrik minimal 70.


Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Penilaian Portofolio
Pembahasan strategi go-to-market, kanal akuisisi, growth loops dan retensi, serta kesiapan penskalaan teknis (skalabilitas, infrastruktur); workshop penyusunan rencana peluncuran dan pertumbuhan produk; pembahasan aspek skalabilitas teknis dengan rujukan hasil riset dosen tentang optimasi ketersediaan sumber daya berbasis container dan load balancing; tim menyusun rencana go-to-market dan penskalaan produknya.
3 x 50
Review dokumen proyek
Materi: Strategi dan skalabilitas: strategi pertumbuhan produk.
Pustaka: A. Osterwalder and Y. Pigneur, Business Model Generation. Hoboken, NJ, USA: Wiley, 2010.
5%

14

Minggu ke 14

Mahasiswa mampu menerapkan kepemimpinan produk - menyusun product roadmap dan visi, memprioritaskan berdasarkan nilai, serta mengomunikasikan keputusan produk secara efektif kepada tim dan pemangku kepentingan.

  1. Kualitas dan kejelasan roadmap serta visi produk.
  2. Ketepatan prioritasi berbasis nilai.
  3. Efektivitas komunikasi dengan pemangku kepentingan.
Kriteria:

Dokumen roadmap dan hasil simulasi stakeholder review memperoleh skor rubrik minimal 70.


Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Penilaian Portofolio
Pembahasan peran product leadership, penyusunan product vision dan roadmap (now-next-later), kerangka prioritasi (RICE, Kano), serta teknik komunikasi dan stakeholder management; workshop penyusunan roadmap produk; simulasi stakeholder review: tim mempresentasikan roadmap dan keputusan produk, kelompok lain berperan sebagai pemangku kepentingan; refleksi kepemimpinan dan pengambilan keputusan.
3 x 50

Materi: Product leadership dan roadmaps: visi, roadmap, dan kepemimpinan produk.
Pustaka: M. Cagan, Inspired: How to Create Tech Products Customers Love, 2nd ed. Hoboken, NJ, USA: Wiley, 2018.
5%

15

Minggu ke 15

Mahasiswa mampu memfinalisasi produk melalui iterasi akhir berbasis umpan balik, memvalidasi nilai dan kualitas produk terhadap kebutuhan pengguna, serta menyusun rencana keberlanjutan produk dan laporan akhir.

  1. Kualitas iterasi akhir dan validasi nilai produk.
  2. Kelayakan rencana keberlanjutan.
  3. Kelengkapan draf laporan/pitch.
Kriteria:

Produk final, rencana keberlanjutan, dan draf laporan/pitch memperoleh skor rubrik minimal 70 serta dinyatakan siap uji.


Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Penilaian Portofolio
Tim menuntaskan iterasi akhir produk berdasarkan umpan balik dan hasil metrik, memvalidasi kesesuaian nilai dan kualitas terhadap kebutuhan pengguna, serta menyusun rencana keberlanjutan (roadmap lanjutan, model bisnis, pemeliharaan); pembahasan penyusunan laporan akhir dan materi pitch produk; peer review draf laporan/pitch antar tim dan gladi presentasi Ujian Sumatif.
3 x 50

Materi: Evaluasi dan pengembangan berkelanjutan: keberlanjutan produk dan model bisnis.
Pustaka: A. Osterwalder and Y. Pigneur, Business Model Generation. Hoboken, NJ, USA: Wiley, 2010.
5%

16

Minggu ke 16

Mahasiswa mampu mempertanggungjawabkan produk perangkat lunak inovatif end-to-end - dari peluang dan validasi, pengembangan MVP, model bisnis, hingga metrik dan keberlanjutan - melalui pitch produk, demonstrasi, dan tanya jawab komprehensif.

  1. Kualitas dan nilai inovatif produk final.
  2. Efektivitas pitch dan demonstrasi.
  3. Penguasaan individu dalam tanya jawab komprehensif.
Kriteria:
  1. Skor gabungan produk, pitch, demonstrasi, dan tanya jawab minimal 70.
  2. Seluruh deliverables terkumpul lengkap.

Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Praktik / Unjuk Kerja, Tes
Ujian Sumatif (Demo Day): setiap tim mempresentasikan pitch produk dan mendemonstrasikan produk/MVP yang berjalan (proposisi nilai, validasi, fitur inovatif, model bisnis, metrik, dan rencana keberlanjutan) di hadapan dosen dan penguji/panel; tanya jawab komprehensif individu mencakup materi pertemuan 1-15; pengumpulan laporan akhir produk, kode/artefak, dan seluruh deliverables.
3 x 50

Materi: Materi-materi dari minggu ke-1 s.d. ke-15.
Pustaka: E. Ries, The Lean Startup: How Today's Entrepreneurs Use Continuous Innovation to Create Radically Successful Businesses. New York, NY, USA: Crown Business, 2011.

Materi: Materi-materi dari minggu ke-1 s.d. ke-15.
Pustaka: M. Cagan, Inspired: How to Create Tech Products Customers Love, 2nd ed. Hoboken, NJ, USA: Wiley, 2018.

Materi: Materi-materi dari minggu ke-1 s.d. ke-15.
Pustaka: J. Knapp, J. Zeratsky, and B. Kowitz, Sprint: How to Solve Big Problems and Test New Ideas in Just Five Days. New York, NY, USA: Simon & Schuster, 2016.

Materi: Materi-materi dari minggu ke-1 s.d. ke-15.
Pustaka: A. Osterwalder and Y. Pigneur, Business Model Generation. Hoboken, NJ, USA: Wiley, 2010.
15%



Rekap Persentase Evaluasi : Project Based Learning

No Evaluasi Persentase
1. Aktifitas Partisipasif 17.5%
2. Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk 47.5%
3. Penilaian Portofolio 10%
4. Penilaian Praktikum 7.5%
5. Praktik / Unjuk Kerja 5%
6. Tes 12.5%
100%

Catatan

  1. Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi (PLO - Program Studi) adalah kemampuan yang dimiliki oleh setiap lulusan Program Studi yang merupakan internalisasi dari sikap, penguasaan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan jenjang prodinya yang diperoleh melalui proses pembelajaran.
  2. PLO yang dibebankan pada mata kuliah adalah beberapa capaian pembelajaran lulusan program studi (CPL-Program Studi) yang digunakan untuk pembentukan/pengembangan sebuah mata kuliah yang terdiri dari aspek sikap, ketrampulan umum, ketrampilan khusus dan pengetahuan.
  3. Program Objectives (PO) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari PLO yang dibebankan pada mata kuliah, dan bersifat spesifik terhadap bahan kajian atau materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
  4. Sub-PO Mata kuliah (Sub-PO) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari PO yang dapat diukur atau diamati dan merupakan kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap tahap pembelajaran, dan bersifat spesifik terhadap materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
  5. Indikator penilaian kemampuan dalam proses maupun hasil belajar mahasiswa adalah pernyataan spesifik dan terukur yang mengidentifikasi kemampuan atau kinerja hasil belajar mahasiswa yang disertai bukti-bukti.
  6. Kreteria Penilaian adalah patokan yang digunakan sebagai ukuran atau tolok ukur ketercapaian pembelajaran dalam penilaian berdasarkan indikator-indikator yang telah ditetapkan. Kreteria penilaian merupakan pedoman bagi penilai agar penilaian konsisten dan tidak bias. Kreteria dapat berupa kuantitatif ataupun kualitatif.
  7. Bentuk penilaian: tes dan non-tes.
  8. Bentuk pembelajaran: Kuliah, Responsi, Tutorial, Seminar atau yang setara, Praktikum, Praktik Studio, Praktik Bengkel, Praktik Lapangan, Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan/atau bentuk pembelajaran lain yang setara.
  9. Metode Pembelajaran: Small Group Discussion, Role-Play & Simulation, Discovery Learning, Self-Directed Learning, Cooperative Learning, Collaborative Learning, Contextual Learning, Project Based Learning, dan metode lainnya yg setara.
  10. Materi Pembelajaran adalah rincian atau uraian dari bahan kajian yg dapat disajikan dalam bentuk beberapa pokok dan sub-pokok bahasan.
  11. Bobot penilaian adalah prosentasi penilaian terhadap setiap pencapaian sub-PO yang besarnya proposional dengan tingkat kesulitan pencapaian sub-PO tsb., dan totalnya 100%.
  12. TM=Tatap Muka, PT=Penugasan terstruktur, BM=Belajar mandiri.