
|
Universitas Negeri Surabaya
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Program Studi S2 Fisika
|
Kode Dokumen |
SEMESTER LEARNING PLAN |
Course |
KODE |
Rumpun MataKuliah |
Bobot Kredit |
SEMESTER |
Tanggal Penyusunan |
FILSAFAT ILMU |
4510202007 |
Mata Kuliah Wajib Program Studi |
T=2 |
P=0 |
ECTS=4.48 |
2 |
18 April 2026 |
OTORISASI |
Pengembang S.P |
Koordinator Rumpun matakuliah |
Koordinator Program Studi |
Dr. Z. A. Imam Supardi, M.Si.
|
Dr. Z. A. Imam Supardi, M.Si.
|
NUGRAHANI PRIMARY PUTRI |
Model Pembelajaran |
Case Study |
Program Learning Outcomes (PLO)
|
PLO program Studi yang dibebankan pada matakuliah |
PLO-3 |
Mengembangkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan kreatif dalam melakukan pekerjaan yang spesifik di bidang keahliannya serta sesuai dengan standar kompetensi kerja bidang yang bersangkutan |
PLO-5 |
Mampu mengelola riset dan mengembangkan keilmuan fisika atau fisika terapan untuk menghasilkan model/metode/teori yang teruji dan inovatif, serta mempublikasikannya pada forum atau jurnal ilmiah pada tingkat nasional/internasional. |
Program Objectives (PO) |
PO - 1 |
Mahasiswa mampu menjabarkan dasar-dasar epistemologi, ontologi, dan aksiologi ilmu pengetahuan, termasuk definisi ilmu, paradigma ilmiah, serta perubahan paradigma dalam konteks fisika
|
PO - 2 |
Mahasiswa mampu menganalisis tiga komponen keilmuan (Scientific Method, Product and Attitude)
|
PO - 3 |
Mahasiswa mampu menganalisis hubungan antara teori dan eksperimen dalam fisika, mengevaluasi konsep realitas fisik, falsifikasi teori, serta filsafat reduksi dan emergensi melalui perspektif filosofis
|
PO - 4 |
Mahasiswa mampu mendiskusikan implikasi etis dan sosial dari penerapan ilmu fisika, serta menerapkan prinsip-prinsip etika dalam penelitian dan aplikasi fisika modern dengan pendekatan interdisipliner
|
Matrik PLO-PO |
| |
| PO | PLO-3 | PLO-5 | | PO-1 | ✔ | | | PO-2 | ✔ | | | PO-3 | | ✔ | | PO-4 | | ✔ |
|
Matrik PO pada Kemampuan akhir tiap tahapan belajar (Sub-PO) |
| |
| PO |
Minggu Ke |
| 1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
6 |
7 |
8 |
9 |
10 |
11 |
12 |
13 |
14 |
15 |
16 |
| PO-1 | ✔ | ✔ | ✔ | | | | | | | | | | | ✔ | | | | PO-2 | | | | ✔ | ✔ | ✔ | ✔ | | | | | | | | ✔ | | | PO-3 | | | | | | | | ✔ | ✔ | | | | | | | ✔ | | PO-4 | | | | | | | | | | ✔ | ✔ | ✔ | ✔ | | | |
|
Deskripsi Singkat Mata Kuliah
|
Mata kuliah Filsafat Ilmu Fisika pada program S2 bertujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai dasar-dasar konseptual dan filosofis yang melandasi perkembangan teori-teori dalam fisika, meliputi epistemologi, ontologi, dan etika ilmiah. Mahasiswa akan mengeksplorasi bagaimana pengetahuan fisika dikonstruksi, diverifikasi, serta dampaknya terhadap pemahaman realitas, khususnya melalui studi kasus revolusi ilmiah seperti transisi dari mekanika klasik ke relativitas dan mekanika kuantum. Isu-isu penting seperti determinisme, konsep ruang dan waktu, serta implikasi etis dari penerapan fisika juga akan dibahas, membekali mahasiswa untuk lebih kritis dalam memandang fisika tidak hanya sebagai disiplin empiris tetapi juga sebagai bidang yang sarat dengan makna filosofis. |
Pustaka
|
Utama : |
|
- Chalmers, A. F. (2013). What Is This Thing Called Science? (4th ed.). Open University Press.
- Einstein, A., & Infeld, L. (1938). The Evolution of Physics: The Growth of Ideas from Early Concepts to Relativity and Quanta. Simon and Schuster.
- Putnam, H. (1981). Reason, Truth, and History. Cambridge University Press.
- Smith, P. (2020). An Introduction to the Philosophy of Science. Cambridge University Press.
|
Pendukung : |
|
- Kuhn, T. S. (1970). The Structure of Scientific Revolutions (2nd ed.). University of Chicago Press.
- Popper, K. R. (2002). The Logic of Scientific Discovery. Routledge.
|
Dosen Pengampu
|
Dr. Zainul Arifin Imam Supardi, M.Si. |
Minggu Ke- |
Kemampuan akhir tiap tahapan belajar
(Sub-PO)
|
Penilaian |
Bantuk Pembelajaran,
Metode Pembelajaran,
Penugasan Mahasiswa,
[ Estimasi Waktu] |
Materi Pembelajaran
[ Pustaka ] |
Bobot Penilaian (%) |
Indikator |
Kriteria & Bentuk |
Luring (offline) |
Daring (online) |
(1) |
(2) |
(3) |
(4) |
(5) |
(6) |
(7) |
(8) |
1
Minggu ke 1 |
Mahasiswa mampu memahami konsep dasar epistemologi, ontologi, dan aksiologi ilmu. |
Mahasiswa dapat memaparakan pengertian ilmu dari aspek ontologi |
Kriteria:
Mahasiswa akan mendapatkan nilai penuh jika memenuhi indikator penilaian Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
Paparan, diskusi 2x50 menit |
Paparan, diskusi 2x50 menit |
Materi: Pendahuluan Filsafat Ilmu Pustaka: Chalmers, A. F. (2013). What Is This Thing Called Science? (4th ed.). Open University Press. |
5% |
2
Minggu ke 2 |
Mahasiswa mampu memahami konsep dasar epistemologi, ontologi, dan aksiologi ilmu. |
Mahasiswa dapat memaparkan proses memperoleh ilmu berdasarkan aspek epistimologi |
Kriteria:
Mahasiswa akan mendapatkan nilai penuh jika memenuhi indikator penilaian Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
Paparan, diskusi 2x50 menit |
Paparan, diskusi 2x50 menit |
Materi: Pendahuluan Filsafat Ilmu Pustaka: Chalmers, A. F. (2013). What Is This Thing Called Science? (4th ed.). Open University Press. |
5% |
3
Minggu ke 3 |
Mahasiswa mampu memahami konsep dasar epistemologi, ontologi, dan aksiologi ilmu. |
Mahasiswa dapat menjelaskan definisi ilmu pengetahuan dan perbedaannya dengan pengetahuan lainnya. |
Kriteria:
Mahasiswa akan mendapatkan nilai penuh jika memenuhi indikator penilaian Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
Paparan, diskusi 2x50 menit |
Paparan, diskusi 2x50 menit |
Materi: Pendahuluan Filsafat Ilmu Pustaka: Chalmers, A. F. (2013). What Is This Thing Called Science? (4th ed.). Open University Press. |
3% |
4
Minggu ke 4 |
Mahasiswa mampu menganalisis dan mengintegrasikan tiga komponen keilmuan dalam konteks penelitian fisika serta menerapkannya dalam evaluasi karya ilmiah |
Mampu menjelaskan konsep scientific method dalam penelitian fisika |
Kriteria:
Nilai maksimum disesuaikan indikator penilaian Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
|
Diskusi daring 2x50 menit |
Materi: Konsep dan implementasi scientific method dalam fisika, Karakteristik produk ilmiah fisika (teori, hukum, model), Sikap ilmiah (skeptisisme, objektivitas, integritas) dalam penelitian fisika, Integrasi tiga komponen keilmuan dalam penelitian fisika kontemporer Pustaka: Handbook Perkuliahan |
5% |
5
Minggu ke 5 |
Mahasiswa mampu menganalisis dan mengintegrasikan tiga komponen keilmuan dalam konteks penelitian fisika serta menerapkannya dalam evaluasi karya ilmiah |
Dapat menganalisis produk ilmiah berdasarkan kriteria keilmuan |
Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
|
Diskusi daring 2x50 menit |
Materi: Konsep dan implementasi scientific method dalam fisika, Karakteristik produk ilmiah fisika (teori, hukum, model), Sikap ilmiah (skeptisisme, objektivitas, integritas) dalam penelitian fisika, Integrasi tiga komponen keilmuan dalam penelitian fisika kontemporer Pustaka: Handbook Perkuliahan |
3% |
6
Minggu ke 6 |
Mahasiswa mampu menganalisis dan mengintegrasikan tiga komponen keilmuan dalam konteks penelitian fisika serta menerapkannya dalam evaluasi karya ilmiah |
Mampu mengidentifikasi sikap ilmiah yang diperlukan dalam penelitian fisika |
Kriteria:
Nilai maksimum disesuaikan indikator penilaian Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
|
Diskusi daring 2x50 menit |
Materi: Konsep dan implementasi scientific method dalam fisika, Karakteristik produk ilmiah fisika (teori, hukum, model), Sikap ilmiah (skeptisisme, objektivitas, integritas) dalam penelitian fisika, Integrasi tiga komponen keilmuan dalam penelitian fisika kontemporer Pustaka: Handbook Perkuliahan |
3% |
7
Minggu ke 7 |
Mahasiswa mampu menganalisis dan mengintegrasikan tiga komponen keilmuan dalam konteks penelitian fisika serta menerapkannya dalam evaluasi karya ilmiah |
Mampu mengintegrasikan ketiga komponen tersebut ke dalam karya ilmiah |
Kriteria:
Nilai maksimum disesuaikan indikator penilaian Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
|
Diskusi daring 2x50 menit |
Materi: Konsep dan implementasi scientific method dalam fisika, Karakteristik produk ilmiah fisika (teori, hukum, model), Sikap ilmiah (skeptisisme, objektivitas, integritas) dalam penelitian fisika, Integrasi tiga komponen keilmuan dalam penelitian fisika kontemporer Pustaka: Handbook Perkuliahan |
3% |
8
Minggu ke 8 |
Mahasiswa mampu menganalisis secara kritis hubungan teori-eksperimen dalam fisika, mengevaluasi konsep realitas fisik, menerapkan prinsip falsifikasi, serta memahami kompleksitas reduksi dan emergensi dalam perkembangan ilmu fisika |
- Mampu menganalisis hubungan timbal balik antara teori dan eksperimen dalam perkembangan fisika
- Mampu mengevaluasi konsep realitas fisik berdasarkan perspektif filosofis
- Mampu menerapkan prinsip falsifikasi Popper dalam konteks teori fisika
- Mampu membedakan pendekatan reduksionis dan emergent dalam fisika
- Mampu mengkritisi peran eksperimen dalam validasi teori fisika
|
Kriteria:
Nilai maksimum disesuaikan indikator penilaian Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
Diskusi kelompok, studi kasus, presentasi, analisis teks filosofis, dan pembelajaran berbasis masalah.
|
Analisis kritis paper filosofis tentang hubungan teori-eksperimen dalam fisika, Mahasiswa diminta menganalisis dan memberikan tanggapan kritis terhadap paper filosofis terkait topik pertemuan
|
Materi: Hubungan teori-eksperimen dalam sejarah fisika, Konsep realitas fisik dalam perspektif filosofis, Falsifikasi teori menurut Karl Popper, Filsafat reduksi dalam fisika, Fenomena emergensi dalam sistem fisika, Peran eksperimen dalam validasi teori Pustaka: Handbook Perkuliahan |
4% |
9
Minggu ke 9 |
Mahasiswa mampu menganalisis secara kritis hubungan teori-eksperimen dalam fisika, mengevaluasi konsep realitas fisik, menerapkan prinsip falsifikasi, serta memahami kompleksitas reduksi dan emergensi dalam perkembangan ilmu fisika |
- Mampu menganalisis hubungan timbal balik antara teori dan eksperimen dalam perkembangan fisika
- Mampu mengevaluasi konsep realitas fisik berdasarkan perspektif filosofis
- Mampu menerapkan prinsip falsifikasi Popper dalam konteks teori fisika
- Mampu membedakan pendekatan reduksionis dan emergent dalam fisika
- Mampu mengkritisi peran eksperimen dalam validasi teori fisika
|
Kriteria:
Nilai maksimum disesuaikan indikator penilaian Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
Diskusi kelompok, studi kasus, presentasi, analisis teks filosofis, dan pembelajaran berbasis masalah.
|
Analisis kritis paper filosofis tentang hubungan teori-eksperimen dalam fisika, Mahasiswa diminta menganalisis dan memberikan tanggapan kritis terhadap paper filosofis terkait topik pertemuan
|
Materi: Hubungan teori-eksperimen dalam sejarah fisika, Konsep realitas fisik dalam perspektif filosofis, Falsifikasi teori menurut Karl Popper, Filsafat reduksi dalam fisika, Fenomena emergensi dalam sistem fisika, Peran eksperimen dalam validasi teori Pustaka: Handbook Perkuliahan |
6% |
10
Minggu ke 10 |
Mampu membentuk sikap ilmiah utama dalam belajar, eksperimen dan hidup keseharian |
- Mampu mengenalisis hubungan antara produk, metode dan sikap ilmiah dalam belajar Fisika
- Mampu mendeskripsikan komponen utama sikap ilmiah bagi ilmuan Fisika
- Mampu menemukan contoh penerapan sikap ilmiah dalam artikel dan metode ilmiah Fisika
|
Kriteria:
Nilai maksimum disesuaikan indikator penilaian Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
Diskusi kelompok, studi kasus, presentasi, analisis teks filosofis, dan pembelajaran berbasis masalah. 2x50 menit |
Analisis kritis paper filosofis tentang hubungan teori-eksperimen dalam fisika, Mahasiswa diminta menganalisis dan memberikan tanggapan kritis terhadap paper filosofis terkait topik pertemuan
|
Materi: Hubungan teori-eksperimen dalam sejarah fisika, Konsep realitas fisik dalam perspektif filosofis, Falsifikasi teori menurut Karl Popper, Filsafat reduksi dalam fisika, Fenomena emergensi dalam sistem fisika, Peran eksperimen dalam validasi teori Pustaka: Handbook Perkuliahan |
6% |
11
Minggu ke 11 |
Mahasiswa mampu menganalisis secara kritis hubungan teori-eksperimen dalam fisika, mengevaluasi konsep realitas fisik, menerapkan prinsip falsifikasi, serta memahami kompleksitas reduksi dan emergensi dalam perkembangan ilmu fisika |
- Mampu menganalisis hubungan timbal balik antara teori dan eksperimen dalam perkembangan fisika
- Mampu mengevaluasi konsep realitas fisik berdasarkan perspektif filosofis
- Mampu menerapkan prinsip falsifikasi Popper dalam konteks teori fisika
- Mampu membedakan pendekatan reduksionis dan emergent dalam fisika
- Mampu mengkritisi peran eksperimen dalam validasi teori fisika
|
Kriteria:
Nilai maksimum disesuaikan indikator penilaian Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
Diskusi kelompok, studi kasus, presentasi, analisis teks filosofis, dan pembelajaran berbasis masalah.
|
Analisis kritis paper filosofis tentang hubungan teori-eksperimen dalam fisika, Mahasiswa diminta menganalisis dan memberikan tanggapan kritis terhadap paper filosofis terkait topik pertemuan
|
Materi: Hubungan teori-eksperimen dalam sejarah fisika, Konsep realitas fisik dalam perspektif filosofis, Falsifikasi teori menurut Karl Popper, Filsafat reduksi dalam fisika, Fenomena emergensi dalam sistem fisika, Peran eksperimen dalam validasi teori Pustaka: Handbook Perkuliahan |
4% |
12
Minggu ke 12 |
Mahasiswa mampu menganalisis secara kritis hubungan teori-eksperimen dalam fisika, mengevaluasi konsep realitas fisik, menerapkan prinsip falsifikasi, serta memahami kompleksitas reduksi dan emergensi dalam perkembangan ilmu fisika |
- Mampu menganalisis hubungan timbal balik antara teori dan eksperimen dalam perkembangan fisika
- Mampu mengevaluasi konsep realitas fisik berdasarkan perspektif filosofis
- Mampu menerapkan prinsip falsifikasi Popper dalam konteks teori fisika
- Mampu membedakan pendekatan reduksionis dan emergent dalam fisika
- Mampu mengkritisi peran eksperimen dalam validasi teori fisika
|
Kriteria:
Nilai maksimum disesuaikan indikator penilaian Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
Diskusi kelompok, studi kasus, presentasi, analisis teks filosofis, dan pembelajaran berbasis masalah.
|
Analisis kritis paper filosofis tentang hubungan teori-eksperimen dalam fisika, Mahasiswa diminta menganalisis dan memberikan tanggapan kritis terhadap paper filosofis terkait topik pertemuan
|
Materi: Hubungan teori-eksperimen dalam sejarah fisika, Konsep realitas fisik dalam perspektif filosofis, Falsifikasi teori menurut Karl Popper, Filsafat reduksi dalam fisika, Fenomena emergensi dalam sistem fisika, Peran eksperimen dalam validasi teori Pustaka: Handbook Perkuliahan |
4% |
13
Minggu ke 13 |
Mahasiswa mampu menganalisis secara kritis hubungan teori-eksperimen dalam fisika, mengevaluasi konsep realitas fisik, menerapkan prinsip falsifikasi, serta memahami kompleksitas reduksi dan emergensi dalam perkembangan ilmu fisika |
- Mampu menganalisis hubungan timbal balik antara teori dan eksperimen dalam perkembangan fisika
- Mampu mengevaluasi konsep realitas fisik berdasarkan perspektif filosofis
- Mampu menerapkan prinsip falsifikasi Popper dalam konteks teori fisika
- Mampu membedakan pendekatan reduksionis dan emergent dalam fisika
- Mampu mengkritisi peran eksperimen dalam validasi teori fisika
|
Kriteria:
Nilai maksimum disesuaikan indikator penilaian Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
Diskusi kelompok, studi kasus, presentasi, analisis teks filosofis, dan pembelajaran berbasis masalah.
|
Analisis kritis paper filosofis tentang hubungan teori-eksperimen dalam fisika, Mahasiswa diminta menganalisis dan memberikan tanggapan kritis terhadap paper filosofis terkait topik pertemuan
|
Materi: Hubungan teori-eksperimen dalam sejarah fisika, Konsep realitas fisik dalam perspektif filosofis, Falsifikasi teori menurut Karl Popper, Filsafat reduksi dalam fisika, Fenomena emergensi dalam sistem fisika, Peran eksperimen dalam validasi teori Pustaka: Handbook Perkuliahan |
4% |
14
Minggu ke 14 |
Tes Materi CPMK 1 |
|
Bentuk Penilaian : Tes |
|
Tes daring 2x50 menit |
|
15% |
15
Minggu ke 15 |
Tes Materi CPMK 2 |
Mahasiswa mampu berargumentasi terkait implementasi komponen keilmuan dalam konteks permasalahan fisika |
Bentuk Penilaian : Tes |
|
Tes daring 2x50 menit |
|
15% |
16
Minggu ke 16 |
Tes Materi CPMK 2 |
Mahasiswa mampu berargumentasi terkait implementasi komponen keilmuan dalam konteks permasalahan fisika |
Bentuk Penilaian : Tes |
|
Tes daring 2x50 menit |
|
15% |