Universitas Negeri Surabaya
Fakultas Kedokteran
Program Studi S1 Keperawatan

Kode Dokumen

SEMESTER LEARNING PLAN

Course

KODE

Rumpun MataKuliah

Bobot Kredit

SEMESTER

Tanggal Penyusunan

Pendidikan Interprofesional

1420602040

Mata Kuliah Wajib Kurikulum - Institusional

T=0

P=2

ECTS=3.18

7

9 Agustus 2024

OTORISASI

Pengembang S.P

Koordinator Rumpun matakuliah

Koordinator Program Studi




Ns. Wiwin Sulistyawati, S.Kep., M.Kep.




Ns. Nurullia Hanum Hilfida, S.Kep., M.Kep




WIWIN SULISTYAWATI

Model Pembelajaran

Project Based Learning

Program Learning Outcomes (PLO)

PLO program Studi yang dibebankan pada matakuliah

PLO-2

Menunjukkan karakter tangguh, kolaboratif, adaptif, inovatif, inklusif, belajar sepanjang hayat, dan berjiwa kewirausahaan

PLO-3

Mengembangkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan kreatif dalam melakukan pekerjaan yang spesifik di bidang keahliannya serta sesuai dengan standar kompetensi kerja bidang yang bersangkutan

PLO-4

Mengembangkan diri secara berkelanjutan dan berkolaborasi.

PLO-8

Mampu menjalankan pekerjaan profesinya berdasarkan pemikiran logis, kritis, sistematis dan kreatif, inovatif serta bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta bertanggungjawab secara ilmiah kepada masyarakat profesi dan pasien

PLO-9

Mampu mengkaji ilmu pengetahuan dan teknologi keperawatan di bidang keolahragaan dengan memperhatikan prinsip caring dan nilai humaniora berdasarkan kaidah, tata cara, dan etika ilmiah dalam pemberian asuhan keperawatan

Program Objectives (PO)

PO - 1

Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar, prinsip umum, serta urgensi Interprofessional Education dan Interprofessional Collaboration dalam pelayanan kesehatan

PO - 2

Mahasiswa mampu menganalisis peran dan kompetensi perawat dalam kolaborasi litas profesi serta menerapkannya sesuai dengan nilai dan etika profesi

PO - 3

Mahasiswa mampu menerapkan keterampilan kerja tim dan prinsip role and responsibility dalam kolaborasi lintas profesi secara efektif

PO - 4

Mahasiswa mampu mendemonstrasikan komunikasi interprofesional yang efektif, termasuk kemampuan menyampaikan argumentasi secara jelas, asertif, dan kolaboratif.

PO - 5

Mahasiswa mampu mengintegrasikan aspek sosial budaya dan character building dalam praktik kolaborasi lintas profesi, serta mengembangkan karakter diri yang mendukung IPE-IPC dalam konteks masyarakat

Matrik PLO-PO

 
POPLO-2PLO-3PLO-4PLO-8PLO-9
PO-1    
PO-2    
PO-3    
PO-4    
PO-5    

Matrik PO pada Kemampuan akhir tiap tahapan belajar (Sub-PO)

 
PO Minggu Ke
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
PO-1
PO-2
PO-3
PO-4
PO-5

Deskripsi Singkat Mata Kuliah

Mata kuliah ini membahas tentang konsep dasar kolaborasi lintas profesi berdasarkan konsep Interprofessional Education dan Interprofessional Collaboration, serta memberikan gambaran umum cara menjalin komunikasi yang berbudaya demi mewujudkan kolaborasi efektif dengan mitra di masyarakat. Dalam hal ini mahasiswa diberikan kesempatan melakukan praktik kolaborasi antara dua atau lebih profesi kesehatan dengan saling mempelajari peran masing-masing profesi kesehatan dan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kolaborasi dan kualitas pelayanan kesehatan. Pengalaman belajar dalam bentuk team based project di komunitas.

Pustaka

Utama :

  1. Cuff, P. A. (2013). Interprofessional education for collaboration: Learning how to improve health from interprofessional models across the continuum of education to practice: Workshop summary. Washington, D.C.: The National Academies Press.
  2. Forman, D. (2014). Leadership development for interprofessional education and collaborative practice. Basingstoke: Palgrave Macmillan.
  3. Nelson, S., Tassone, M., & Hodges, B. D. (2014). Creating the health care team of the future: The Toronto model for interprofessional education and practice. Ithaca: ILR Press, an imprint of Cornell University Press.
  4. Reeves, S., Lewin, S., Espin, S, et al (2010) Interprofessional teamwork for health and social care. Oxford: Wiley-Blackwell.
  5. Freeth, D. (2005). Effective interprofessional education: Development, delivery and evaluation. Oxford: Blackwell Pub.
  6. Ovretveit, J., Mathias, P., & Thompson, T. (2002). Interprofessional working for health and social care. London: Palgrave
  7. Wahjuni, E.S., Ardiningsih, F., Pembayun, N.S.R., Wijayanti, K., Arista, D.M., Ayuningtyas, T.R., Hilfida, N.H. Pembelajaran Interprofessional Education (IPE) & Sports Medicine Project di Komunitas. Klaten: Nas Media Indonesia

Pendukung :

  1. Zoriah Azis, (2011). Social and behavioral Sciense: The attitude of medical, Nursing and Pharmacy Students tro Inter-Prfessional Learning, 639-645
  2. World Health organizations, (2010). Framework for Action on Interprofessional Education Collaborative and Practice, http://www.who.int/hrh/nursing_midwifery/en/

Dosen Pengampu

Minggu Ke-

Kemampuan akhir tiap tahapan belajar
(Sub-PO)

Penilaian

Bantuk Pembelajaran,

Metode Pembelajaran,

Penugasan Mahasiswa,

 [ Estimasi Waktu]

Materi Pembelajaran

[ Pustaka ]

Bobot Penilaian (%)

Indikator

Kriteria & Bentuk

Luring (offline)

Daring (online)

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

1

Minggu ke 1

Mahasiswa mampu memahami konsep Interprofessional Education (IPE) dan kompetensi Interprofessional Colaboration (IPC)

  1. Ketepatan dalam menjelaskan definisi dan ruang lingkup IPE dan IPC
  2. Ketepatan dalam menguraikan tujuan dan manfaat kolaborasi lintas profesi
  3. Ketepatan dalam membedakan multiprofesional dan interprofesional
  4. Ketepatan dalam mengidentifikasi prinsip dasar kolaborasi
  5. Ketepatan dalam menjelaskan peran IPE dalam meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien
Kriteria:

rubrik penilaian


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Ceramah, Case study, Diskusi, Tanya Jawab
2x170‘

Materi: Interprofessional Education (IPE) dan kompetensi Interprofessional Colaboration (IPC)
Pustaka: Cuff, P. A. (2013). Interprofessional education for collaboration: Learning how to improve health from interprofessional models across the continuum of education to practice: Workshop summary. Washington, D.C.: The National Academies Press.
3%

2

Minggu ke 2

Mahasiswa Mampu menganalisis kompetensi dalam tim lintas profesi berdasarkan etika profesi

Ketepatan mengidentifikasi kompetensi IPC dan etika profesi

Kriteria:

rubrik penilaian


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Ceramah, Small Group Discussion, case-based learning, Diskusi, Tanya Jawab,
Praktikum,
2x170‘

Materi: kompetensi dalam tim lintas profesi berdasarkan etika profesi
Pustaka: Forman, D. (2014). Leadership development for interprofessional education and collaborative practice. Basingstoke: Palgrave Macmillan.
4%

3

Minggu ke 3

Mahasiswa mampu menginternalisasi character building dalam kolaborasi interprofesional

Ketepatan menunjukkan sikap disiplin, empati dan tanggung jawab

Kriteria:

rubrik penilaian


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
Refleksi, roleplay, Diskusi, Tanya Jawab,
Praktikum
2x170‘

Materi: character building dalam kolaborasi interprofesional
Pustaka: Reeves, S., Lewin, S., Espin, S, et al (2010) Interprofessional teamwork for health and social care. Oxford: Wiley-Blackwell.
4%

4

Minggu ke 4

Mahasiswa mampu menerapkan soft skills teamwork dalam kolaborasi lintas profesi

Ketepatan menunjukkan kerja sama dan kepemimpinan tim

Kriteria:

rubrik penilaian


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
Team based learning, Diskusi,Tanya Jawab, Praktikum
2x170‘

Materi: soft skills teamwork dalam kolaborasi lintas profesi
Pustaka: Reeves, S., Lewin, S., Espin, S, et al (2010) Interprofessional teamwork for health and social care. Oxford: Wiley-Blackwell.
4%

5

Minggu ke 5

Mahasiswa mampu menerapkan komunikasi efektif antar profesi secara berbudaya

Ketepatan dalam melakukan komunikasi efektif dan SBAR

Kriteria:

Rubrik penilaian


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Praktik / Unjuk Kerja
Simulasi, roleplay, Diskusi, Tanya Jawab, Praktikum
2x170‘

Materi: komunikasi efektif antar profesi secara berbudaya
Pustaka: Freeth, D. (2005). Effective interprofessional education: Development, delivery and evaluation. Oxford: Blackwell Pub.
4%

6

Minggu ke 6

Mahasiswa mampu menganalisis peran perawat dan profesi kesehatan lain dalam pelayanan kolaboratif

  1. Ketepatan dalam mengidentifikasi peran profesi dalam tim kesehatan
  2. Melakukan wawancara dengan tenaga profesi kesehatan lain tentang keprofesian
  3. Ketepatan mempresentasik an hasil wawancara dengan profesi kesehatan lain
Kriteria:

Rubrik penilaian


Bentuk Penilaian :
Praktik / Unjuk Kerja
Presentasi kelompok, Praktikum
2x170‘

Materi: peran perawat dan profesi kesehatan lain dalam pelayanan kolaboratif
Pustaka: Freeth, D. (2005). Effective interprofessional education: Development, delivery and evaluation. Oxford: Blackwell Pub.
5%

7

Minggu ke 7

Mahasiswa mampu menjelaskan nilai dan etika serta peran dan tanggung jawab profesi dalam berkolaborasi dalam konteks kesehatan masyarakat

Ketepatan dalam menjelaskan roles and responsibility profesi

Kriteria:

Rubrik Penilaian


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Praktik / Unjuk Kerja
SGD, Diskusi kasus
2 x 170‘

Materi: nilai dan etika serta peran dan tanggung jawab profesi dalam berkolaborasi dalam konteks kesehatan masyarakat
Pustaka: Ovretveit, J., Mathias, P., & Thompson, T. (2002). Interprofessional working for health and social care. London: Palgrave

Materi: nilai dan etika serta peran dan tanggung jawab profesi dalam berkolaborasi dalam konteks kesehatan masyarakat
Pustaka: Wahjuni, E.S., Ardiningsih, F., Pembayun, N.S.R., Wijayanti, K., Arista, D.M., Ayuningtyas, T.R., Hilfida, N.H. Pembelajaran Interprofessional Education (IPE) & Sports Medicine Project di Komunitas. Klaten: Nas Media Indonesia
5%

8

Minggu ke 8

Ujian formatif

ketepatan mengerjakan ujian TM1-7

Kriteria:

rubrik penilaian


Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
Tes
2 x 170‘

Materi: TM1-7
Pustaka: Forman, D. (2014). Leadership development for interprofessional education and collaborative practice. Basingstoke: Palgrave Macmillan.
12%

9

Minggu ke 9

Mahasiswa mampu menerapkan manajemen dan koordinasi pelayanan kesehatan berbasis tim

Ketepatan dalam menjelaskan manajemen kolaboratif

Kriteria:

rubrik penilaian


Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
Case study, Diskusi, Tanya Jawab, Praktikum
2x170‘

5%

10

Minggu ke 10

Mahasiswa mampu menerapkan komunikasi interprofesional dalam pelayanan kesehatan masyarakat

Ketepatan dalam menunjukkan komunikasi profesional dengan masyarakat

Kriteria:

rubrik penilaian


Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Praktik / Unjuk Kerja
Simulasi lapangan/ early exposure clinic
2x170‘

Materi: komunikasi interprofesional dalam pelayanan kesehatan masyarakat
Pustaka: Ovretveit, J., Mathias, P., & Thompson, T. (2002). Interprofessional working for health and social care. London: Palgrave
6%

11

Minggu ke 11

Mahasiswa mampu mengidentifikasi masalah kesehatan individu dan masyarakat

Ketepatan dalam mengkaji masalah kesehatan di komunitas

Kriteria:

rubrik penilaian


Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
Asesmen komunitas Praktikum
2x170‘

Materi: masalah kesehatan individu dan masyarakat
Pustaka: Wahjuni, E.S., Ardiningsih, F., Pembayun, N.S.R., Wijayanti, K., Arista, D.M., Ayuningtyas, T.R., Hilfida, N.H. Pembelajaran Interprofessional Education (IPE) & Sports Medicine Project di Komunitas. Klaten: Nas Media Indonesia
6%

12

Minggu ke 12

Mahasiswa mampu menganalisis peran lintas profesi dalam pemecahan masalah kesehatan

Ketepatan menentukan kontribusi masing - masing profesi

Kriteria:

rubrik penilaian


Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
Diskusi kelompok, collaborative learning Praktikum
2x170‘

Materi: peran lintas profesi dalam pemecahan masalah kesehatan
Pustaka: Zoriah Azis, (2011). Social and behavioral Sciense: The attitude of medical, Nursing and Pharmacy Students tro Inter-Prfessional Learning, 639-645
5%

13

Minggu ke 13

Mahasiswa mampu merumuskan solusi kolaboratif berbasis masyarakat

Ketepatan Menyusun solusi sesuai prioritas masalah

Kriteria:

rubrik penilaian


Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
Project based learning
2x170‘

Materi: merumuskan solusi kolaboratif berbasis masyarakat
Pustaka: Freeth, D. (2005). Effective interprofessional education: Development, delivery and evaluation. Oxford: Blackwell Pub.
9%

14

Minggu ke 14

Mahasiswa mampu merancang project pemecahan masalah kesehatan secara kolaboratif

Ketepatan menyusun program praktik komunitas kolaboratif

Kriteria:

rubrik penilaian


Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
Project based learning
2x170‘

Materi: project pemecahan masalah kesehatan secara kolaboratif
Pustaka: Wahjuni, E.S., Ardiningsih, F., Pembayun, N.S.R., Wijayanti, K., Arista, D.M., Ayuningtyas, T.R., Hilfida, N.H. Pembelajaran Interprofessional Education (IPE) & Sports Medicine Project di Komunitas. Klaten: Nas Media Indonesia
9%

15

Minggu ke 15

Mahasiswa mampu merefleksikan dan memberikan feedback kepada teman untuk perbaikan penerapan kolaborasi tim yang baik

Ketepatan memberikan constructive feedback dan menunjukkan profesionalisme

Kriteria:

Rubrik Penilaian


Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Praktik / Unjuk Kerja
Refleksi dan evaluasi akhir
2 x 170‘

Materi: merefleksikan dan memberikan feedback kepada teman untuk perbaikan penerapan kolaborasi tim yang baik
Pustaka: Wahjuni, E.S., Ardiningsih, F., Pembayun, N.S.R., Wijayanti, K., Arista, D.M., Ayuningtyas, T.R., Hilfida, N.H. Pembelajaran Interprofessional Education (IPE) & Sports Medicine Project di Komunitas. Klaten: Nas Media Indonesia
5%

16

Minggu ke 16

Mahasiswa mampu mengevaluasi dan merefleksikan hasil project kolaboratif

Ketepatan melakukan evaluasi dan peer feedback

Kriteria:

rubrik penilaian


Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
Seminar hasil
2 x 170‘

Materi: mengevaluasi dan merefleksikan hasil project kolaboratif
Pustaka: Wahjuni, E.S., Ardiningsih, F., Pembayun, N.S.R., Wijayanti, K., Arista, D.M., Ayuningtyas, T.R., Hilfida, N.H. Pembelajaran Interprofessional Education (IPE) & Sports Medicine Project di Komunitas. Klaten: Nas Media Indonesia
14%



Rekap Persentase Evaluasi : Project Based Learning

No Evaluasi Persentase
1. Aktifitas Partisipasif 14.67%
2. Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk 71.17%
3. Praktik / Unjuk Kerja 14.17%
100%

Catatan

  1. Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi (PLO - Program Studi) adalah kemampuan yang dimiliki oleh setiap lulusan Program Studi yang merupakan internalisasi dari sikap, penguasaan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan jenjang prodinya yang diperoleh melalui proses pembelajaran.
  2. PLO yang dibebankan pada mata kuliah adalah beberapa capaian pembelajaran lulusan program studi (CPL-Program Studi) yang digunakan untuk pembentukan/pengembangan sebuah mata kuliah yang terdiri dari aspek sikap, ketrampulan umum, ketrampilan khusus dan pengetahuan.
  3. Program Objectives (PO) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari PLO yang dibebankan pada mata kuliah, dan bersifat spesifik terhadap bahan kajian atau materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
  4. Sub-PO Mata kuliah (Sub-PO) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari PO yang dapat diukur atau diamati dan merupakan kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap tahap pembelajaran, dan bersifat spesifik terhadap materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
  5. Indikator penilaian kemampuan dalam proses maupun hasil belajar mahasiswa adalah pernyataan spesifik dan terukur yang mengidentifikasi kemampuan atau kinerja hasil belajar mahasiswa yang disertai bukti-bukti.
  6. Kreteria Penilaian adalah patokan yang digunakan sebagai ukuran atau tolok ukur ketercapaian pembelajaran dalam penilaian berdasarkan indikator-indikator yang telah ditetapkan. Kreteria penilaian merupakan pedoman bagi penilai agar penilaian konsisten dan tidak bias. Kreteria dapat berupa kuantitatif ataupun kualitatif.
  7. Bentuk penilaian: tes dan non-tes.
  8. Bentuk pembelajaran: Kuliah, Responsi, Tutorial, Seminar atau yang setara, Praktikum, Praktik Studio, Praktik Bengkel, Praktik Lapangan, Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan/atau bentuk pembelajaran lain yang setara.
  9. Metode Pembelajaran: Small Group Discussion, Role-Play & Simulation, Discovery Learning, Self-Directed Learning, Cooperative Learning, Collaborative Learning, Contextual Learning, Project Based Learning, dan metode lainnya yg setara.
  10. Materi Pembelajaran adalah rincian atau uraian dari bahan kajian yg dapat disajikan dalam bentuk beberapa pokok dan sub-pokok bahasan.
  11. Bobot penilaian adalah prosentasi penilaian terhadap setiap pencapaian sub-PO yang besarnya proposional dengan tingkat kesulitan pencapaian sub-PO tsb., dan totalnya 100%.
  12. TM=Tatap Muka, PT=Penugasan terstruktur, BM=Belajar mandiri.